EVALUASI WEBSITE E-GOVERNMENT INSTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU DAN OGAN KOMERING ULU TIMUR

EVALUASI WEBSITE E-GOVERNMENT

INSTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU DAN OGAN KOMERING ULU TIMUR

Rusidi, Lin Yan Syah, Muhamad Akbar
rusidi_tipong@yahoo.co.id

ABSTRAK

Sebuah situs website perlu diukur dari segi kemudahan dipelajari, kemudahan digunakan, kepuasan dan efisiensi, guna kelangsungan dan pengembangan situs website kedepan. Pengukuran ini bisa menggunakan usability testing atau uji ketergunaan, metode ini digunakan untuk mengukur situs website dari segi pengguna. Dalam penelitian ini mengambil objek yaitu situs website pemerintah daerah kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) dengan menggunakan 6 responden. Hasil dari usability testing ini akan menghasilkan sebuah penilaian terhadap situs dan memberikan masukkan dalam proses pengembangan situs website kedepan. Selain menggunakan usability testing, penelitian ini juga melakukan penilaian situs web menggunakan standar yang sudah dikeluarkan Kementrian Komunikasi Republik Indonesia tahun 2003 dalam Buku Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah.

Dalam penelitian yang dilakukan ini diperoleh hasil yaitu prosentase pengguna dalam mendapatkan informasi didalam situs website kabupaten OKU sebesar 81,26%, prosentase pengguna yang tidak mendapatkan informasi didalam situs website kabupaten OKU sebesar 18,74%. Prosentase kesesuaian Situs web pemerintah kabupaten OKU dengan Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003 sebesar 27,91%, prosentase bagian yang ada tetapi belum sesuai dengan Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003 sebesar 48,84%, dan prosentase bagian yang tidak ada dalam situs website kabupaten OKU tetapi diisyaratkan dalam Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003 sebesar 23,26%. Sedangkan Untuk situs website kabupaten OKU Timur saat ini tidak bisa dinilai, hal ini disebabkan karena situs website OKU Timur tidak aktif (up) dan hanya muncul headernya saja.

Keyword:Usability, testing, uji, ketergunaan, OKU, OKU Timur.

  1. PENDAHULUAN

Dalam Inpres tersebut serta didukung dengan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informasi tentang pengembangan E-Government merupakan upaya pemerintah dalam mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih memanfaatkan Teknologi Informasi. Intruksi Presiden No.3 tahun 2003 tentang “Kebijakan dan Strategi

Sasional Pengembangan E-Government Indonesia” berisikan antara lain panduan, seperti:

  1. Panduan pengembangan insfrastruktur portal pemerintah
  2. Panduan manajemen sistem dokumen elektronik
  3. Panduan penyusunan rencana induk pengembangan E-Government lembaga
  4. Panduan penyelenggaraan situs web pemerintah daerah
  5. Panduan tentang pendidikan dan pelatihan SDM E-Government.

Dengan sudah disiapkannya acuan dan dasar pembuatan E-Government oleh pemerintah seperti yang sudah disebutkan diatas, maka sudah sewajarnya seluruh bagian dari pemerintahan baik dari pusat sampai dengan pemerintah daerah melaksanakan hal itu. Tetapi saat ini masih banyak instansi pemerintahan masih banyak yang belum mengimplementasikannya. Masih banyak ditemukan situs website pemerintah daerah yang seadanya atau asal ada saja tanpa pernah memperhatikan acuan seperti yang sudah dituangkan dalam Inpres Nomor 3 tahun 2003 serta Keputusan Menteri Komunikasi dan Informasi, sehingga situs web hanya sebatas proyek saja tanpa ada pengelolaan lebih lanjut, dan itu yang terjadi pada situs web yang dimiliki oleh pemerintah daerah kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur).

Maka diperlukanya sebuah bentuk evaluasi terhadap website yang dimiliki oleh kedua pemerintah kabupaten OKU dan OKU Timur, sehingga akan diketahui kualitas dari kedua situs website ini yang dilihat dari segi pengguna atau masyarakat dan dari standar pemerintah yaitu berdasar Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi Republik Indonesia tahun 2003.

Dengan menggunakan Usability Testing akan dapat disimpulkan bagaimana nilai dari situs website milik pemerintah daerah kabupaten ini dari segi kemudahan digunakan, kemudahan dipelajari, efisiensi dan kepuasan. Dan dengan penilaian menggunakan standar pemerintah akan bisa dinilai apakah situs website sesuai dengan standar pemerintah.

  1. ANALISIS, EVALUASI DAN IMPLEMENTASI
    1. Objek Penelitian

Penelitian ini mengambil objek yaitu situs website pemerintah kabupaten OKU dan OKU Timur. Untuk pemerintah kabupaten OKU bisa diakses dengan alamat web www.okukab.go.id, sedangkan untuk pemerintah kabupaten OKU Timur bisa diakses pada www.okutimurkab.go.id.

Pada saat dilakukan penelitian ini untuk situs kabupaten OKU Timur memiliki masalah yaitu situs web ini sudah tidak aktif (“up”) lagi dan hanya muncul headernya saja. Melihat kondisi seperti ini maka untuk situs website kabupaten OKU Timur tidak bisa dianalis dan dievaluasi, karena analisis dan evaluasi dilakukan ketika situs web ini dalam keadaan aktif. Sehingga dalam penelitian ini hanya akan membahas analisis dan evaluasi terhadap situs website kabupaten OKU saja.

2.2 Profil Responden

Responden yang diambil untuk mewakili seluruh pengguna sebanyak 6 (enam) responden, dengan pemisahan responden berdasarkan pada: pengguna aktif, pengguna terampil dan pengguna awam. Dengan pemisahan pengguna ini diharapkan dapat mewakili semua pengguna sesuai dengan tingkatan pengguna yang ada.

2.3 Desain Penelitian

Dalam Suparmo (2007, hal.49-50) dituliskan bahwa Buur dan Sung (1999) mengemukakan langkah-langkah dalam melakukan uji ketergunaan. Langkah-langkah yang dikemukakan adalah sebagai berikut: Planning A Usability Test, Selecting a representative sample and recruiting partipipants, Preparing the test materials and actual test environtment, Conduction the usability test, Debriefing the Participant, Analyzing the data of the usability test, Reporting the result and making recommendations to improve the design and effectivess of the product.

Desain penelitian dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Memilih Objek, langkah ini adalah proses penentuan objek yang akan diteliti yaitu, situs website pemerintah daerah kabupaten OKU dan OKU Timur.
  2. Memilih Reponden, menurut Michael & Ben, (2003) dikatakan bahwa:

“If the Web site has very different types of users (e.g., novices and experts), it is important to test with six or more of each type of user” (hal.192)

Pemilihan responden yang akan memberikan isian terhadap kuisioner sejumlah 6 orang dengan pemisahan yaitu 2 (dua) orang pengguna aktif (terampil menggunakan internet dan sering mengakses kedua situs website tersebut), 2 (dua) orang pengguna terampil (terampil menggunakan internet) dan 2 orang pengguna awam.

  1. Mempresentasikan tugas kepada responden, langkah ini adalah memberikan penjelasan kepada responden bahwa yang diuji bukan responden tetapi objek penelitian dan memberikan penjelasan bagaimana proses mengisikan kuisioner.
  2. Memberikan tugas kepada Responden, memberikan tugas kepada responden, yaitu memberikan tugas-tugas dalam kuisioner untuk dijawab oleh responden
  3. Pengisian kuisioner dari responden, responden memberikan jawaban untuk kuisioner yang diberikan sesuai dengan yang dialami oleh responden.
  4. Analisa jawaban dari responden terhadap website dari segi jawaban responden
  5. Dari evaluasi yang dilakukan akan mendapatkan informasi yang lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan website yang sekarang ini ada mengunakan teknik usability testing.
  6. Evaluasi dilakukan untuk mendapatkan informasi yang lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan website berdasar Penyelenggaraan Situs WebPemerintah Daerah
  7. Membandingkan kedua situs web milik pemerintah daerah kabupaten OKU dan OKU Timur.
  8. Membuat laporan dari evaluasi dan memberikan rekomendasi.
    1. Populasi dan Sampel

Dalam evaluasi yang dilakukan terhadap situs website pemerintah kabupaten OKU dan OKU Timur menggunakan usability testing, diperlukan sampel dari sebuah populasi. Menurut Rahayu (2005) mendefinisikan bahwa:

“Secara umum populasi dapat didefinisikan sebagai sekumpulan data yang mengidentifikasi suatu fenomena” (hal.60)

Sampel yang diambil dari pupulasi adalah pengguna yang nantinya akan dijadikan responden dalam usability testing. Pengguna yang akan dijadikan sampel harus mewakili dari seluruh populasi (pengguna). Didalam usability Testing terhadap situs website milik pemerintah kabupaten OKU dan OKU Timur ini akan diambil sampel yang mewakili tiga tingkatan pengguna yaitu:

  1. Pengguna Aktif: Pengguna yang terampil internet dan aktif dalam mengakses situs website Pemkab OKU
  2. Pengguna Terampil: Pengguna yang terampil internet
  3. Pengguna Awam: Pengguna yang baru tahu internet.

Krug (2000) mengatakan bahwa:

“In most cases, I tend to think the ideal number of users for each round of testing is three, or at most four” (hal.146)

Atau bisa diartikan dalam “kebanyakan kasus, saya cenderung berpikir jumlah pengguna yang ideal untuk setiap putaran pengujian tiga, atau empat paling banyak”.

Dalam buku Don’t Make Me Think! A Common Sense Approach to Web Usability, Krug (2000, hal.146) mengungkapkan bahwa Jakob Nielsen dan Tom Landauer telah menunjukkan bahwa pengujian lima user akan cenderung dapat mengungkap 85persen kegunaan, dan untuk kasus tertentu semakin berkurang untuk pengujian pengguna tambahan.

Dalam penelitian ini diambil 6 (enam) responden yang akan mewakili populasi (pengguna) dan juga mewakili tiga tingkatan pengguna, yaitu 2 (dua) orang mewakili pengguna aktif, 2 (dua) orang mewakili pengguna terampil, dan 2 (dua) orang mewakili pengguna awam.

.

    1. Alat Analisa Data

Pelaratan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Komputer dengan spesifikasi cukup untuk menjalankan perangkat lunak: Web Browser : Mozila Firefox, Internet Explorer, Opera; Penulisan laporan: Microsoft Office 2007; dan aplikasi untuk perekaman screen monitor, yaitu Camtasia Studio 7.0. Dan bisa berjalan diatas sistem operasi Windows XP.
  2. Webcam
  3. Modem
  4. Koneksi internet
  5. Kertas dan Alat tulis

Untuk menganalisa permasalahan yang ada, digunakan metode usability testing untuk mengevaluasi dari segi kemudahan digunakan, kemudahan dipelajari, efisiensi dan kepuasan dan dilakukan analisa kedua menggunakan standar dari pemerintah yaitu Panduan Penyelenggaraan Situs WebPemerintah Daerah yang diterbitkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003.

    1. Cara Pengambilan dan Perlakuan Sampel

Menurut Busrowi dan Sukidin (2002) dalam Suparmo (2007, hal.61) dinyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif tidak mengenal istilah sampel acak, ukuran sampel, luas sampel dan metode sampel. Dalam penelitian kualitatif lebih dikenal dengan Snowballing Sampling. Hal ini juga dikemukakan oleh Moleong (2005) dalam Suparmo (2007, hal 61) bahwa penelitian kualitatif tidak ada sampel acak tetapi sampel bertujuan (purposive sampling).

Marzuki (2002) mengatakan bahwa:

“Purposive Sampling: sampling dimana pengambilan elemen-elemen yang dimasukkan dalam sampel dilakukan dengan sengaja, dengan catatan bahwa sampel tersebut representatif atau mewakili populasi” (hal.51)

Sampel yang akan mewaili pengguna (populasi) diambil dengan pemilihan sampel bertujuan dengan syarat mewakili dari tiga level pengguna, yaitu pengguna aktif, pengguna terampil dan pengguna awam. Keenam sampel yang diambil ini adalah 1 (satu) orang dosen dan 1 (satu) orang karyawan untuk mewakili pengguna aktif, 1 (satu) orang dosen dan 1 (satu) orang karyawan untuk mewakili pengguna terampil, dan 1 (dua) orang mahasiswa semester 1 (satu) dan 1 (satu) orang mahasiswa semester 3 (tiga) untuk mewakili pengguna awam. Keenam responden yang diambil sebagi sampel ini sudah menyetujui hal-hal sebagai berikut:

  1. Mengatahui dengan jelas tujuan dan prosedur pengumpulan data untuk penelitian Usability Testing situs web www.okukab.go.id (situs website pemerintah daerah kabupaten OKU)
  2. Mengetahui dan menyetujui untuk direkam baik video maupun audio pada saat kegiatan ini berlangsung.
  3. Menyetujui data yang dikumpulkan akan digunakan semata-mata untuk keperluan penelitian dengan tema diatas dan bahan evaluasi pengembangan situs website www.okukab.go.id.

Pemilihan responden ini didasarkan pada isian “wawancara pemilihan peserta” (lampiran) dan identitas responden yang mewakili pengguna dirahasiakan identitasnya.

    1. Pengukuran dan Cara Pengamatan Variabel Dan/Atau Konsep Yang Diukur

Pengukuran dan cara pengamatan yang digunakan secara langsung, sesuai dengan yang dikemukakan Moleong (2005) dalam Suparmo (2007, hal.60) yang mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, dan perilaku individu atau sekelompok orang.

Responden yang diambil dari populasi sebanyak 6 (enam) responden ini diberikan tugas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan (Task) yang sudah disiapkan dalam scrip (skenario kuisioner). Task yang diberikan dibagi menjadi 3 (tiga) bagian (lampiran) yaitu:

      1. Wancara pemilihan peserta.

Bagian ini digunakan untuk menentukan tingkatan responden

      1. Formulir Uji Ketergunaan www.okukab.go.id

Bagian ini responden diminta untuk mengerjakan tugas untuk mendapatkan informasi yang ada didalam situs website.

      1. Wawancara Secara detail.

Bagian yang terakhir ini responden diminta pendapatnya tentang pertanyaan (Task) yang diberikan pada bagian ini.

Dalam proses pengerjaan Task tersebut responden direkam dengan menggunakan webcam dan didukung dengan software Camtasia Studio 7.0. Responden direkam video (wajah responden) maupun aktifitas layar monitor yang digunakan.

    1. Langkah-langkah Dalam Pengumpulan Dan Manajemen Penelitian Di Lapangan

Langkah-langkah pengumpulan data dilakukan berdasarkan scrip (lampiran) yang sudah disiapkan sebelumnya, dan dalam setiap bagian akan dilakukan pencatatan apabila ditemukan pertanyaan–pertanyaan dari responden. Selain pencatatan pertanyaan setiap responden, juga dilakukan pencatatan respon dari setiap kegiatan responden dalam menjawab Task yang diberikan.

Untuk mempermudah dalam proses pendokumentasian dan mempermudah dalam proses pencatatan, juga disiapkan perekaman mulai dari screen monitor yang digunakan responden, aktifitas responden dan suara dengan menggunakan software Camtasia Studio 7.0.

    1. Teknik Analisa Data

Data yang dikumpulkan dalam proses pengisian kusioner dilakukan perekapan baik data isian dari responden maupun data yang dikumpulkan dari respon keenam responden. Hasil perekapan ini akan disajikan dalam bentuk tabel-tabel untuk kepentingan analisis.

Dari perekapan ini akan dilakukan analisis yaitu sebagai berikut:

  1. Untuk bagian yang pertama (wawancara pemilihan peserta) dianalisa untuk mengetahui dinama posisi tingkatan pengguna (aktif/terampil/awam).
  2. Bagian kedua untuk mengetahuai sejauh mana kesulitan yang dihadapi responden dalam mendapatkan informasi didalam situs website, dari bagian ini akan dapat dinilai seberapa besar prosentase responden mampu mendapatkan informasi.
  3. Bagian ketiga untuk medapat masukan-masukan dari responden.

Pengolahan data meliputi kegiatan: editing, coding, tabulating. Editing adalah data yang masuk diperiksa apakah terdapat kekeliruan-kekeliruan dalam pengisian barangkali ada yang tidak lengkap, palsu, tidak sesuai dan sebagainya. Coding yaitu pemeberian tanda, simbol, kode bagi tiap-tipa data yang termasuk dalam kategori yang sama. Tanda berupa angka atau huruf, misalnya:

Usaha pokok : 1

Usaha sampingan : 2

Tabulating yaitu jawaban-jawaban yang serupa dikelompokkan dengan cara yang teliti dan teratur, kemudian dihitung, dan dijumlah berapa banyak peristiwa, gejala, item yang termasuk dalam satu kategori. (Marzuki, 2002)

2.10 Usability Testing

Usability Testing yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan Uji Ketergunaan. Kebergunaan (Bahasa Inggris: usability) adalah suatu istilah yang menunjukkan kemudahan manusia untuk menggunakan suatu alat atau objek buatan manusia lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Kebergunaan juga dapat merujuk pada metode pengukuran kebergunaan dan kajian prinsip di balik persepsi efisiensi dan keluwesan suatu objek.

Dalam interaksi manusia komputer dan ilmu komputer, kebergunaan biasanya merujuk pada keluwesan dan kejelasan interaksi dengan hasil rancangan suatu program komputer atau situs web. Istilah ini juga sering digunakan dalam konteks produk elektronika konsumen, atau pada bidang komunikasi, serta objek alih pengetahuan (misalnya buku masak atau dokumen). Kebergunaan dapat pula merujuk pada desain efisien suatu objek mekanis seperti suatu gagang pintu atau palu.

Ide utama kebergunaan adalah sebuah objek yang didesain sesuai harapan dari sisi psikologi dan fisologi pengguna pada umumnya. Sebagai contoh:

  1. Lebih efisien untuk digunakan – Hanya dibutuhkan sedikit waktu untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan
  2. Mudah untuk dipelajari – Pengoperasian dapat dipelajari dengan mengobservasi objeknya
  3. Hasil penggunaannya lebih memuaskan

Sistem komputer nan kompleks telah banyak membantu kita dalam kehidupan sehari – hari, dalam waktu bersamaan pasar sudah semakin tersaturasi dengan padatnya kompetisi (merk) brand. Hal ini menjadikan kebergunaan semakin populer dan dikenal luas pada beberapa tahun terakhir, sebagaimana banyak perusahaan juga melihat – ternyata akan didapat lebih banyak keuntungan dengan meriset dan membangun sebuah produk yang berorientasi pada pengguna daripada hanya menggunakan metode berorientasi teknologi. Dengan mengerti dan meriset hubungan (interaksi) antara produk dan pengguna, seorang ahli usability dapat memberikan saran yang jauh lebih akurat dimana hal ini tidak dapat dicapai jika hanya menggunakan riset pasar berbasis perusahaan yang masih tradisional. Sebagai contoh, setelah mengobservasi dan mewawancara pengguna, ahli usability dapat segera mengidentifikasi kebutuhan fungsional atau menentukan suatu ketidaksempurnaan pada sebuah produk.

Badre (2002) memberikan definisi Usability Testing atau uji ketergunaan sebagai berikut,

“Usability Testing has traditionally meant testing for efficiency, ease of learning, and the ability to remember how to perform interactive Tasks without difficulty or errors.” (hal.229)

Dengan perkataan lain, uji ketergunaan adalah mengukur efisiensi, kemudahan dipelajari, dan kemampuan untuk mengingat bagaimana berinteraksi tanpa kesulitan atau kesalahan. Selanjutnya dikatakan, uji ketergunaan dilakukan untuk mengukur bagaimana pemakai menggunakan sistem dan masalah-masalah yang ditemuinya. (http://id.wikipedia.org)

Krug (2000) mengatakan bahwa:

“In most cases, I tend to think the ideal number of users for each round of testing is three, or at most four” (hal.146)

Atau bisa diartikan dalam “kebanyakan kasus, saya cenderung berpikir jumlah pengguna yang ideal untuk setiap putaran pengujian tiga, atau empat paling banyak”.

Dalam buku Don’t Make Me Think! A Common Sense Approach to Web Usability, karya Krug (2000, hal.146) mengungkapkan bahwa Jakob Nielsen dan Tom Landauer telah menunjukkan bahwa pengujian lima user akan cenderung dapat mengungkap 85persen kegunaan, dan untuk kasus tertentu semakin berkurang untuk pengujian pengguna tambahan

Krug (2000, hal.146) juga mengungkapkan bahwa Jika Anda mempekerjakan seseorang untuk melakukan pengujian untuk Anda dan uang bukan masalah, memungkinkan juga ujienam atau delapan pengguna karena biaya tambahan per pengguna akan relatif rendah.

    1. Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah

Berdasarkan sifat transaksi informasi dan pelayanan publik yang disediakan oleh Pemerintah Daerah melalui jaringan informasi, pengembangan e-government dapat dilaksanakan melalui 4 (empat) tingkatan, yaitu :

Tingkat 1: Persiapan

a. Pembuatan situs web sebagai media informasi dan komunikasi pada setiap lembaga.

b. Sosialisasi situs web untuk internal dan publik.

Tingkat 2: Pematangan

a. Pembuatan situs web informasi publik yang bersifat interaktif.

b. Pembuatan antar muka keterhubungan dengan lembaga lain.

Tingkat 3: Pemantapan

a. Pembuatan situs web yang bersifat transaksi pelayanan publik.

b. Pembuatan interoperabilitas aplikasi dan data dengan lembaga lain.

Tingkat 4: Pemanfaatan

Pembuatan aplikasi untuk pelayanan yang bersifat Government to Government (G2G), Government to Business (G2B), Government to Consumers (G2C).

Pembuatan situs web pemerintah daerah sesuai dengan keinginan pemerintah di dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat yaitu :

1) perolehan informasi secara mudah, benar, adil, dan luas cakupan;

2) penyebarluasan informasi melalui media elektronik yang meliputi:

a. semua bahan yang telah diterbitkan atau bahan bahan yang telah berada di luar perlindungan hak cipta (boleh diketahui oleh umum);

b. semua informasi yang dibuat dan dikumpulkan sesuai undang-undang yang berlaku (tunduk kepada pertimbangan-pertimbangan kepekaan komersial dan rahasia pribadi);

c. semua dokumen yang diperlukan bagi kepentingan masyarakat.

Situs web pemerintah daerah dimaksudkan untuk diterapkan dan digunakan pada instansi-instansi pemerintah daerah yang secara teratur berhubungan satu sama lain, serta harus memberikan informasi dan layanan kepada masyarakat.

(Kementrian Komunikasi RI, 2003)

  1. HASIL

Dari jawaban yang bisa ditemukan dan tidak ditemukan beserta prosentase masing-masing subbagian dapat disimpulkan dari jawaban Task yang diberikan responden bahwa prosentase pengguna dalam mendapatkan informasi didalam situs website kabupaten OKU sebesar 81,26%. Subagian menu yang terdapat dalam situs website kabupaten OKU yang bisa diperoleh informasinya dengan mudah adalah pada subagian menu weblink yang bisa ditemukan oleh pengguna dengan tingkat ketemu adalah 100%, dan subagian menu yang terdapat dalam situs website kabupaten OKU yang paling sulit bisa diperoleh informasinya adalah pada subagian menu beranda yang bisa ditemukan oleh pengguna dengan tingkat ketemu adalah 52.08%.

Pada akhirnya dapat disimpulkan dari jawaban Task yang diberikan responden bahwa prosentase pengguna yang tidak mendapatkan informasi didalam situs website kabupaten OKU sebesar 18,74%. Subagian menu yang terdapat dalam situs website kabupaten OKU yang paling sulit diperoleh informasinya adalah pada subagian menu beranda yang kesulitan ditemukan oleh pengguna dengan tingkat tidak ketemu adalah 47,92%, dan subagian menu yang terdapat dalam situs website kabupaten OKU yang paling mudah diperoleh informasinya adalah pada subagian menu weblink yang tidak ditemukan oleh pengguna dengan tingkat tidak ketemu adalah 0%.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa prosentase kesesuaian Situs web pemerintah kabupaten OKU dengan Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003 sebesar 27,91% (dua puluh tujuh koma sembilan puluh satu persen), prosentase bagian yang ada tetapi belum sesuai dengan Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003 sebesar 48,84% (empat puluh delapan koma delapan puluh empat persen), dan prosentase bagian yang tidak ada dalam situs website kabupaten OKU tetapi diisyaratkan dalam Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003 sebesar 23,26% (dua puluh tiga koma dua puluh enam persen).

  1. KESIMPULAN DAN SARAN
    1. Masalah Pada Situs

Menu yang ada didalam situs web pemerintah kabupaten OKU dirasakan cukup menyulitkan bagi pengguna. Hal ini dikarenakan bentuk submenu yang melebar bukan turun kebawah (pulldown), sehingga ketika pengguna akan memilih salah satu submenu terasa cukup sulit, karena bila kursor bergeser sedikit saja sudah pindah menu.

Mengenai kecepatan loading situs web pemerintah kabupaten OKU menurut pengguna belum masuk kedalam kategori cepat. Dan kecepatan merespon masukan dari masyarakat harus ditingkatkan semaksimal mungkin, karena hanya sedikit masukkan dari masyarakat yang diberikan tanggapannya.

Informasi dalam bentuk berita dan artikel tingkat up-date nya masih cukup rendah, hal ini terlihat dengan tanggal update artikel dan berita yang ditampilkan. Berita dan artikel yang ditampilkan juga belum banyak dan belum banyak membahas tentang pembangunan dan perkembangan kabupaten OKU.

    1. Usulan Perbaikan

Dari wawancara yang dilakukan pada proses usability testing didapat beberapa masukan dari pengguna untuk perbaikan situs web kabupaten OKU kedepan. Masukan tersebut didapat dari Task “wawancara secara detail”, point-point usulan perbaikan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Arti menu yang terdapat pada www.okukab.go.id adalah:
  1. Arti menu yang terdapat pada situs website kabupaten OKU untuk mempermudah pencarian informasi pada situs web kabupaten OKU.
  2. Menu yaitu fasilitas untuk masuk kedalam halaman-halaman informasi berdasar bagian-bagian tersendiri didalam situs website kabupaten OKU.
  1. Istilah yang digunakan sebagai nama menu dan juga navigasi pada www.okukab.go.id
  1. Kesulitan untuk masuk kedalam sub menu
  2. Istilah menu sudah tepat sesuai dengan fungsi menunya.
  3. Sudah tepat dan dan sesuai dengan isi pada menu dan navigasi
  1. Kecepatan dari www.okukab.go.id dalam hal loading.
  1. Tidak terlalu lambat
  2. Untuk kecepatan akses perlu ditingkatkan lagi
  1. Kecepatan dari www.okukab.go.id dalam hal memberikan respon.
  1. Sangat lambat, setiap komen tidak segera ditanggapi
  2. Kurang dalam memberikan respon yang disampaikan oleh masyarakat OKU
  3. Respon belum up to date
  1. Kesalahan yang masih terdapat dalam www.okukab.go.id
  1. Link info harus url baru jangan menimpa pada www.okukab.go.id
  2. Sebaiknya admin web segera merespon dan membenahi kesalahan yang ada.
  3. Kesalahan akan lebih baik kalau langsung diperbaiki, ada link yang not found
    1. SARAN

Beberapa saran yang berkaitan dengan penelitian Usability testing pada situs web pemerintah kabupaten OKU adalah sebagai berikut:

  1. Saran Untuk Situs Web
    1. Pengembangan situs website pemerintah kabupaten OKU dengan acuan standar pemerintah yaitu Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003.
    2. Pelaksanaan Usability testing secara kontinyu dan terprogram, sehingga akan memudahkan pengguna dalam mengakses situs website.
    3. Dibentuk tim pengelola situs web, agar pengelolaan situs lebih baik dan informasi yang diberikan lebih up to date.
    4. Memberikan pelayanan dalam bentuk pengurusan surat dan pelayanan publik.
  1. Saran Untuk Penelitian
    1. Penelitian dilanjutkan dengan perbandingan pada situs website kabupaten OKU Timur, karena pada saat penelitian ini situs tersebut tidak aktif (up).
    2. Penelitian Usability testing dapat dilajutkan dengan memperluas jenis dan jumlah peserta.

REFERENSI

  1. Dewiyana H., 2008, Uji Ketergunaan Antar Muka Situs Web Perpustakaan Universitas Sumatera Utara, Jurnal Pustaha Vol.4 No.2, Universitas Sumatera Utara
  2. Hasibuan A. Z., 2007, Langkah-langkah Strategis dan Taktis Pengembangan E-Government Untuk Pemda, Jurnal Sistem Informasi MTI UI Vol.3, Universitas Indonesia.
  3. Michael L.O. & Ben S., 2003, Research-Based Web Design & Usability Guidelines, US Government Printing Office, Washington, DC.
  4. Marzuki, 2002, Metodologi Riset, Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, Yogyakart
  5. Rahayu S., 2005, SPSS Versi 12.00 Dalam Riset Pemasaran, Alfabeta, Bandung
  6. Retno Dewi Broto dkk, 2007, Evaluasi Web Site E-Government Instansi Pemerintah Daerah, Jurnal, Univ. Gunadarma & Depnakertrans.
  7. Widawaty R. Y., 2004, Uji Ketergunaan Formal Pada Antarmuka Atmalib (Perpustakaan Digital Universitas Khatolik Atmajaya, Jakarta), Buletin JPA Volume I No.3, Jakarta.
  8. Suparmo P., 2007, Uji Ketergunaan Situs Web jaringan Perpustakaan Asosiasi Perguruan Tinggi Khatolik Di Indonesia (APTIK) bagi Mahasiswa Yang Sedang Menulis Skripsi Pada tahun Akademik 2006/2007 Di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Tesis Magister, Universitas Indonesia.
  9. Krug S., 2000, Don’t Make Me Think! A Common Sense Approach to Web Usability, diakses pada 19 November 2010 dari http://sensible.com/Downloads/DMMTchapter11_for_personal_use_only.pdf
  10. BLUE PRINT SISTEM APLIKASI E-GOVERNMENT, 2004, Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
  11. BUKU PANDUAN PEMBANGUNAN SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH PESERTA USDR, 2010, Urban Sector Development Reform Project (USDRP).
  12. Intruksi Presiden No.3 tahun 2003 tentang “Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government Indonesia”.
  13. PANDUAN PENYELENGGARAAN SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH, 2003, Kementrian Komunikasi RI
  14. Pengujian Kegunaan Situs Web: Prosedur Yang Direkomendasikan, tt, diakses pada 8 November 2010 dari http://www.webpagecontent.com/arc_archive/124/5
  15. Apa Yang Masuk Ke Script Pengujian Usability, tt, diakses pada 8 November 2010 dari http://boagworld.com/usability/what-goes-into-a-user-testing-script
  16. eHow Contributor, tt, Cara Menuliskan Script Tes usability, diakses pada 8 November 2010 dari http://www.ehow.com/how_4968896_write_usability _test_Script.html
  17. Fast And Simple Usability testing, tt, Downe Natalie, diakses pada 8 November 2010 dari http://24ways.org/2006/fast-and-simple-usability-testing
  18. Usability Test Script (2010), Diakses 8 November 2010 dari http://www.sensible.com/Downloads/test-script.pdf
  19. Http://www.webcredible.co.uk/ diakses pada 12 oktober 2010

One thought on “EVALUASI WEBSITE E-GOVERNMENT INSTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU DAN OGAN KOMERING ULU TIMUR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*