E-Book Algoritma dan Pemrograman

Kepada seluruh mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Algoritma Pemrograman bisa mengunduh  ebook_algoritma

Pada bagian ini akan dijelaskan definisi beberapa pengertian dasar yang penting sehubungan dengan algoritma dan pemrograman, yang akan diberikan dalam contoh pada kehidupan sehari-hari. Mungkin pengertian-pengertian tersebut mula-mula terasa abstrak bagi beberapa pembaca, tapi baiklah coba dipahami.

Pengertian pertama yang akan dijelaskan adalah aksi. Suatu aksi adalah kejadian yang terjadi pada suatu selang waktu terbatas dan menghasilkan efek neto yang telah terdefinisi dengan baik dan memang direncanakan. Pada deskripsi tersebut, ditekankan benar efek tersebut harus “direncanakan”, maka berarti dititikberatkan pada kegunaannya. Jika seseorang tertarik pada suatu aksi, maka jelas bahwa minatnya adalah pada efek netonya.

Pada matakuliah Algoritma Pemrograman bagian Prosedural, mahasiswa dibekali dengan metodologi pemrograman prosedural, dengan notasi algoritmik yang terstruktur serta implementasinya dalam bahasa tingkat tinggi prosedural. Mahasiswa dianjurkan untuk menuliskan solusi mereka sebelum membaca solusi pada diktat ini, dan kemudian segera menerjemahkan solusi algoritmik pada diktat ini
menjadi program yang dapat dieksekusi mesin dalam salah satu bahasa tingkat tinggi yang diajarkan. Pertanyaan-pertanyaan yang sengaja tidak dijawab pada beberapa solusi dimaksudkan untuk didiskusikan di luar kuliah. Biasanya pertanyaan-pertanyaan tersebut mengandung ide pedagogik yang jawabannya perlu mendapatkan kupasan yang matang dari pengajar.
Bagi pengajar yang ingin memanfaatkan buku ini, tersedia buku lain yang merupakan buku pegangan mengajar dan perancangan dari perkuliahan secara keseluruhan.

Sumber I Liem (2007)

PENGAMANAN DATABASE SERVER SISTEM INFORMASI KENDARAAN BEMOTOR DI UNIT KEPOLISIAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEB SERVICES

PENGAMANAN DATABASE SERVER SISTEM INFORMASI KENDARAAN BEMOTOR DI UNIT KEPOLISIAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEB SERVICES

(STUDI KASUS SAMSAT KOTA PALEMBANG)

Ahmad Mutakin Bakti 1,Izman Herdiansyah2 ,Muhammd Akbar3

Software Engineering, Ilmu Komputer, Universitas Bina Darma

email: mutakin@mail.binadarma.ac.id 1, izman@yahoo.com 2, akbartea@yahoo.com3

ABSTRAK

Penggunaan teknologi client server mengharuskan pengembang mengakses langsung database server. Cara akses dengan metode ini mempunyai resiko lemahnya keamanan data karena developer mengetahui alamat komputer serta user id dan password database server. Penelitian ini bertujuan untuk membuat aplikasi layanan untuk menjembatani aplikasi berbagai instansi atau unit dengan database server Sistem Informasi Kendaraan Bermotor di Unit Kepolisian pada Kantor Samsat Palembang dan dapat mengamankan database server dari akses langsung. Teknologi saat ini yang tengah berkembang pesat adalah sebuah teknologi yang memungkinkan bentuk akhir dari sebuah program atau aplikasi komputer adalah layanan atau fungsi yang melakukan sebuah tugas atau proses yang spesifik dan dikenal dengan istilah Web Services yang menggunakan XML, sebagai format dokumennya. Web Services juga mampu memberi layanan pada bahasa pemerograman tanpa mengharuskan bahasa pemrograman tersebut membuat koneksi langsung ke Database Server akan mengurangi perasaan was-was para Database Administrator, akan ketakutan kehilangan data, karena akses ke database cukup dilakukan oleh aplikasi layanan berupa web services. Aplikasi layanan ini ternyata mampu mengatasi masalah keamanan database server dan mengurangi biaya pengembangan karena tidak harus menyeragamkan bahasa pemerograman

Kata Kunci: Web Services, XML, Database Server

Download Prosiding Lengkap


 

EVALUASI WEBSITE PEMERINTAH DAERAH BERDASAR LAYANAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH, PEMERINTAH KEPADA DUNIA USAHA DAN PEMERINTAH KEPADA WARGA NEGARA

EVALUASI WEBSITE PEMERINTAH DAERAH BERDASAR LAYANAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH, PEMERINTAH KEPADA DUNIA USAHA DAN PEMERINTAH KEPADA WARGA NEGARA

HENDRAYUDI**, Lin Yan Syah, Muhamad Akbar

e-mail: hendrayudi@akmi-baturaja.ac.id

hendra1314@yahoo.co.id

ABSTRAK

e-Government sudah digunakan oleh negara-negara berkembang untuk meningkatkan layanan mereka terhadap warga negaranya dengan menggunakan teknologi infomasi dan komunikasi. Layanan e-government belum dilakukan secara maksimal, pelayanan yang dilakukan masih banyak menggunakan tatap muka langsung dengan warga negara dan pelaku bisnis sehingga proses penyelesaian layanan menjadi lambat. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi website e-government pemerintah daerah berdasar layanan antar lembaga pemerintah, pemerintah kepada dunia usaha dan pemerintah kepada warga negara serta mengukur kinerja website berdasarkan kriteria usability. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan quisioner sebagai intrumen penelitian yang diberikan dosen, staf dan mahasiswa yang mampu menjalankan dan mengakses internet. Quisioner penelitian terdiri dari pertanyaan dasar, pertanyaan standar layanan e-governement dan pertanyaan usability. Berdasarkan pengolahan data dari 3 (tiga) variabel yang digunakan pada kuisioner di dapat bahwa 100% responden dapat menemukan website e-government pemerintah daerah. Dari layanan e-government didapat bahwa layanan antar lembaga pemerintah sudah terlaksana sebesar 22,6%, layanan pemerintah kepada warga negara sudah terlaksana sebesar 58,7% dan layanan pemerintah kepada dunia usaha sebesar 50%.

Kata Kunci: Evaluasi, Website, e-Government, usability, Uji, Ketergunaan

  1. PENDAHULUAN

e-Government sudah digunakan oleh negara-negara berkembang untuk meningkatkan layanan mereka terhadap warga negaranya dengan menggunakan teknologi infomasi dan komunikasi (TIK). Untuk meningkatkan kepuasan warga negara terhadap Pemerintah maka di seluruh dunia telah menggunakan elektronik government sebagai sarana untuk memonitoring dan mengevaluasi kinerja pemerintah. Sebagian layanan e-government belum dilakukan secara maksimal, pelayanan dilakukan menggunakan tatap muka langsung dengan warga negara dan pelaku bisnis sehingga proses penyelesaian layanan menjadi lambat.

Jenis layanan yang diberikan dan jenis informasi yang dibutuhkan menentukan prioritas pengembangan e-Government suatu lembaga pemerintah yang menyangkut layanan sesama lembaga pemerintah dengan pemerintah (Government to Government), layanan pemerintah kepada dunia usaha (Goverment to Business) dan layanan pemerintah kepada warga negara (Government to Citizen).

Pada penelitian ini peneliti merumuskan masalah Apakah pemerintah daerah sudah menerapkan layanan antar lembaga pemerintah (Government To Government), pemerintah kepada dunia usaha (Government To Business) dan pemerintah kepada warga negara (Government To Citizen) pada website pemerintah daerah serta bagaimana cara mengukur kinerja e-government pemerintah daerah berdasarkan standar usability di lingkungan pemerintah daerah sumatera selatan?

  1. KAJIAN TEORI

Menurut Graifhan Ramadhani (2003), Internet (Inter-Network) adalah sebutan untuk sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomnunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (email, chat), diskusi (Usenet News, email, milis), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Gopher), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), dan aneka layanan lainnya.

Sedangkan menurut Coomber (1997) dalam Bagus Panca Putra, Keberadaan internet dan web secara nyata telah menyediakan cakrawala baru. Berbagai macam kelompok dan individu menjadi lebih mudah di jangkau karena internet dan web dapat melindasi geografis.

Menurut Yuhefizar website adalah keseluruhan halaman-halaman web yang terdapat dalam sebuah domain yang mengandung informasi.

Menurut Wyld (2004) dalam Agustine Eva Maria, e-government merupakan suatu pemrosesan secara elektronik yang digunakan oleh pemerintah untuk mengkomunikasikan, menyebarkan atau mengumpulkan informasi, sebagai fasilitas transaksi dan perijinan untuk suatu tujuan tertentu.e-government adalah penerapan teknologi informasi dan komunikasi untuk transformasi efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas informasi dan pertukaran data dengan pemerintahan atau antara pemerintah dengan lembaga nasional, negara, kota dan daerah, warga negara dan dunia bisnis serta untuk memberdayakan warga-melalui akses dan penggunaan informasi. Model e-goverment terdiri dari dua bagian yaitu front office dan back office. Front Office merupakan penyedia layanan untuk warga negara, bisnis melalui internet atau dengan alat digital lainnya. Back office adalah layanan internal pemerintah dalam bentuk administrasi dan berbagi informasi dalam bentuk layanan baik di dalam dan antar lembaga pemerintah. Jadi layanan pemerintah kepada warga negara (Government To Citizen) dan layanan pemerintah dengan lembaga bisnis (Government To Business) dikategorikan sebagai front-office, dan layanan Pemerintah-ke-pemerintah (Government To Government) sebagai back-office. Layanan pemerintah kepada warga negara meliputi penyebaran informasi kepada masyarakat sedangkan layanan pemerintah kepada dunia usaha yaitu melakukan layanan transaksi dan pertukaran informasi antara pemerintah dan bisnis. Teknologi Informasi dan Komunikasi mensupport jasa layanan pemerintah kepada warga negara dengan cara berbagi informasi dan layanan elektronik seperti layanan transaksi elektronik pengadaan, tawaran dan penghargaan, jasa pajak dan jenis layanan lain.

Situs pemerintah daerah di Indonesia dapat diakses secara langsung dapat juga diakses melalui entry point lembaga publik Indonesia www.indonesia.go.id yang merupakan portal nasional Indonesia. Dari situs ini selain memperoleh informasi pengunjung juga dapat mengakses secara langsung beberapa situs institusi publik dan media.

Menurut Hanif Nurcholis, Layanan publik adalah pelayanan yang diberikan oleh negara dan perusahaan milik negara kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dalam rangka menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Pelayanan publik atau pelayanan umum dapat didefinisikan sebagai segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah di Pusat, di Daerah, dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya, pelayanan publik atau pelayanan umum dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Pelayanan publik atau pelayanan umum yang diselenggarakan oleh organisasi privat, adalah semua penyediaan barang atau jasa publik yang diselenggarakan oleh swasta, seperti misalnya rumah sakit swasta, Perguruan Tinggi, perusahaan pengangkutan milik swasta.
  2. Pelayanan publik atau pelayanan umum yang diselenggarakan oleh organisasi publik. Yang dapat dibedakan lagi menjadi :
  • Yang bersifat primer dan,adalah semua penye¬diaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah yang di dalamnya pemerintah merupakan satu-satunya penyelenggara dan pengguna/klien mau tidak mau harus memanfaatkannya. Misalnya adalah pelayanan di kantor imigrasi, pelayanan penjara dan pelayanan perizinan.
  • Yang bersifat sekunder, adalah segala bentuk penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi yang di dalamnya pengguna/klien tidak harus mempergunakannya karena adanya beberapa penyelenggara pelayanan. (id.wikipedia.org/wiki/

Pelayanan_publik)

Layanan Government To Government adalah interaksi non-komersialonline antar lembaga pemerintah, departemen bersama dengan lembaga-lembaga yang terkait dalam pemerintahan. Efisiensi dari e-government secara substansial tergantung pada organisasi yang berinteraksi antar departemen yang mempengaruhi potensi pengembangan layanan kompleks secara elektronik. Tujuan utama dari pengembangan layanan Government To Government secara elektronik adalah penyempurnaan mekanisme interaksi dan integrasi antar departemen pemerintah. Penciptaan jaringan internal pemerintah, penggunaan email dan sirkulasi dokumen elektronik, pengembangan database yang terintegrasi perhatian umum untuk berinteraksi secara elektronik antar lembaga pemerintah. Ada lima karakteristik yang dapat dipakai untuk membedakan ketiga jenis penyelenggaraan pelayanan publik tersebut, yaitu:

  1. Adaptabilitas layanan. Ini berarti derajat perubahan layanan sesuai dengan tuntutan perubahan yang diminta oleh pengguna.
  2. Posisi tawar pengguna. Semakin tinggi posisi tawar pengguna, maka akan semakin tinggi pula peluang pengguna untuk meminta pelayanan yang lebih baik.
  3. Type pasar. Karakteristik ini menggambarkan jumlah penyelenggara pelayanan yang ada, dan hubungannya dengan pengguna.
  4. Focus kontrol. Karakteristik ini menjelaskan siapa yang memegang kontrol atas transaksi, apakah pengguna ataukah penyelenggara pelayanan.
  5. Sifat pelayanan. Hal ini menunjukkan kepentingan pengguna atau penyelenggara pelayanan yang lebih dominan.

Government To Business adalah layanan Bisnis, layanan Government To Business menyediakan one-stop e-government service ke bisnis seperti urusan administrasi perusahaan, informasi industri, dan layanan tambahan lainnya. Layanan transaksi elektronik seperti pengadaan, penawaran, dan lain-lain. Layanan pembayaran untuk berbagai pajak dan pungutan publik.

e-Sistem pengadaan pemerintah yang single-window dimana semua proses-proses terkait pengadaan, seperti pendaftaran, tender, kontrak, dan pembayaran, dilakukan melalui Internet. Sistem Bea Cukai, Sebuah sistem e-customs yang akan melancarkan administrasi bea cukai dalam industri ekspor impor dan menciptakan larangan penyelundupan yang efektif. e-Commerce, Mendukung penjualan dan pembelian barang dan jasa secara online, termasuk interaksi dalam melakukannya.

Government To Citizen adalah layanan dari pemerintah ke masyarakat atau layanan pemerintah ke warga negara. Sebuah portal online yang single window dapat menyediakan layanan-layanan masyarakat seperti Pemrosesan dan penerbitan berbagai surat izin (perizinan) dan sertifikat, Informasi terhadap administratif dan hukum-hukum yang berkaitan,Jasa pembayaran, termasuk pajak dan pembayaran iuran sosial, Kesempatan untuk berpartisipasi dalam administrasi pemerintahan melalui permintaan pendapat publik dan pemungutan suara elektronik. Layanan ini memberikan kemudah terhadap:

  • Sistem Perpajakan terintegrasi, Pelayanan pajak elektronik seperti pengisian pembayaran dan pengembalian pajak melalui online single window.
  • Layanan Asuransi Terintegrasi, Layanan portal web informasi asuransi sosial berdasarkan basis data terintegrasi untuk 4 asuransi; Kesehatan, pensiun, pekerjaan, and kecelakaan.
  • Sistem Administrasi Kependudukan, Sistem kependudukan untuk mengelola, mendata, dan melacak penduduk secara efektif.
  • Sistem Informasi Manajemen Real-estate, Layanan berkaitan dengan tanah yang online serta penerbitan secara online surat, pendaftaran tanah.
  • Sistem Administrasi Kendaraan, Layanan administratif kendaraan seperti registrasi, pengantaran, inspeksi dan pembuangan kendaraan bekas.

Menurut Jacob Nielson, Usability adalah suatu attribut untuk menilai seberapa mudah user interface website digunakan. Usability juga sering digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna selama proses desain. Usability memiliki lima komponen yang sangat penting yaitu:

  • Learnability

Seberapa mudah pengguna dapat menyelesaikan tugas-tugas dasar ketika mereka melihat desain.

  • Efficiency

Setelah mereka mempelajari tentang desain, seberapa cepat mereka dapat menyelesaikan tugas-tugas tersebut.

  • Memorability

Setelah pengguna tidak lagi menggunakan website tersebut maka seberapa

  • Errors

Berapa banyak kesalahan yang temukan oleh pengguna, seberapa parah kesalahan ini, dan bagaimana mereka memperbaiki kesalahan tersebut.

  • Satisfaction

Apakah desain yang sudah dibuat menyenangkan bagi pengguna?.

Usability sangat penting untuk keberlangsungan sebuah website. Jika sebuah website sulit untuk digunakan maka pengguna akan pergi. Jika sebuah homepage gagal memberikan penjelasan atau informasi sulit di mengerti maka penawaran tidak dapat dilakukan melalui situs, orang-orang akan pergi.

3. METODOLOGI

3.1. PERSIAPAN PENGUMPULAN DATA

Persiapan pengumpulan data ini terdiri dari identifikasi variabel penelitian, identifikasi kebutuhan data, teknik pengumpulan data, dan penentuan hasil pengukuran intrumen penelitian.

3.1.1. IDENTIFIKASI VARIABEL PENELITIAN

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 (lima) variabel usability dan 3 (tiga) variabel layanan e-governement. Adapun variabel-variabel yang digunakan adalah standar layanan e-governement berdasar layanan antar lembaga pemerintah, layanan lembaga pemerintah kepada dunia usaha, layanan pemerintah kepada warga negara, Learnability, Efficiency, Memorability, Errors, Satisfaction

3.1.2. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DATA

Uji Usability di lakukan terhadap 3 (tiga) tingkatan responden yaitu mahasiswa, staf dan dosen yang mempunyai latar belakang kemampuan komputer dan internet dengan karakteristik populasi dari penelitian ini adalah kemudahan mencari website e-government pemerintah daerah, standar-standar layanan e-government yang di terbitkan oleh menkominfo.

3.1.3. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Teknik pengumpulan data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah membuat task dalam bentuk quisioner dan merekam aktifitas, orang dan suara dengan menggunakan Camtasia Studio 7. Teknik pemilihan responden yang akan mengisi quisioner adalah dosen, staf dan mahasiswa yang dipilih oleh peneliti untuk melakukan tugas dalam bentuk quisioner.

3.1.4. SKALA PENGUKURAN

Skala pengukuran dengan menggunakan persentase, untuk quisioner layanan antar lembaga pemerintah temuan responden x 25 dibagi 100, sedangkan untuk layanan pemerintah kepada dunia usaha temuan responden x 2 dibagi 100, dan untuk layanan pemerintah kepada warga negara temuan responden x21 dibagi 100. Untuk quisioner usability, pertanyaan dasar quisioner menggunakan rentang dalam bentuk skala 1 (satu) sampai dengan 4 (empat)

3.2. PENGOLAHAN DATA

Metode yang dipergunakan untuk mengetahui layanan e-Government yang dipergunakan penulis adalah metode usability. Berdasarkan metode diatas peneliti melakukan pengurutan langkah yang akan dilakukan dalam penelitian yaitu sebagai berikut:

  1. Membuat Pengelompokan layanan e-government
  2. Menentukan Evaluator
  3. Merancang quisioner
  4. Melaksanakan usability test dengan melakukan tugas sambil merekam aktivitas, gerak, dan suara yang terjadi pada layar komputer.
  5. Melakukan analisa data hasil usability test
  6. Menyusun laporan

4.HASIL

Rekapitulasi hasil evaluasi website pemerintah berdasar layanan antar lembaga pemerintah, layanan pemerintah kepada dunia usaha dan layanan pemerintah kepada warga negara dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 1. Menemukan website pemerintah

NO R1 R2 R3 R4 R5 R6 SKALA
W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 0 1
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 100

Dari pertanyaan no 1 di ketahui bahwa semua website pemerintah dapat ditemukan oleh responden dan mendapatkan nilai 1. Jadi total temuan ada 24 sehingga mendapatkan persentase 24/24 x 100= 100%

Tabel 2. Rekapitulasi Layanan Antar Lembaga Pemerintah

NO R1 R2 R3 R4 R5 R6
W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4
2 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1
3 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1
4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1
5 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0
6 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0
7 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0
8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0
9 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0
10 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
11 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0
12 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0
13 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
15 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
16 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
17 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
18 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1
19 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
21 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1
22 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
23 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
24 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0
25 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1
3 4 4 4 6 5 6 9 6 5 4 5 6 3 5 5 6 5 6 6 7 6 5 6

Tabel diatas menunjukkan hasil yang di tanyakan kepada responden mengenai informasi atau link tentang Surat Elektronik, Sistem Dokumen Elektronik, Sistem Pendukung Keputusan, Kolaborasi Dan Koordinasi, Manajemen Pelaporan Pemerintahan, Sistem Administrasi Dprd, Sistem Pemilu Daerah, Katalog Hukum, Peraturan Dan Perundang-Undangan, Sistem Informasi Dan Manajemen Data Pembangunan, Perencanaan Pembangunan Daerah, Sistem Pengadaan Barang Dan Jasa, Pengelolaan Dan Monitoring Proyek, Sistem Evaluasi Dan Informasi Hasil Pembangunan, Surat Anggaran, Sistem Kas Dan Perbendaharaan, Sistem Akuntansi Daerah, Pengadaan Pns, Sistem Absensi Dan Penggajian, Sistem Penilaian Kinerja Pns, Sistem Pendidikan Dan Latihan, Pengelolaan Barang Daerah, Katalog Barang Daerah, Pengelolaan Pendapatan Daerah dan Pengelolaan Perusahaan Daerah yang terdapat pada website pemerintah.

Tabel 3. Rekapitulasi layanan pemerintah kepada warga negara

NO R1 R2 R3 R4 R5 R6
W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4
26 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1
27 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
28 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0
29 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1
30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1
31 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1
32 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1
33 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0
34 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1
35 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
36 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0
37 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1
38 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1
39 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1
40 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1
41 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1
42 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1
43 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1
44 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1
45 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1
46 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1
8 9 11 15 16 10 11 15 17 11 11 14 14 11 11 7 3 9 10 15 10 16 11 16

Tabel diatas menunjukkan hasil yang ditanyakan kepada responden mengenai layanan pemerintah kepada warga negara yaitu tentang informasi Kependudukan, Perpajakan Dan Retribusi, Pendaftaran Dan Perijinan, Bisnis Dan Investasi, Pengaduan Masyarakat, Kesehatan, Pendidikan, Ketenagakerjaan, Industri Dan Perdagangan, Jaring Pengaman Sosial, Transportasi, Jalan Dan Jembatan, Terminal Dan Pelabuhan, Sarana Umum, Publikasi Informasi Umum Dan Keperintahan, Kehutanan, Pertanian, Peternakan Dan Perkebunan, Perikanan Dan Kelautan, Pertambangan Dan Energi, Pariwisata, Dan Industri Kecil Dan Menengah.

Tabel 4. Layanan pemerintah kepada dunia usaha

NO R1 R2 R3 R4 R5 R6
W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4
47 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
48 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1
1 2 2 2 0 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1

Tabel diatas menunjukkan hasil dari responden mengenai informasi tentang layanan pemerintah kepada dunia usaha. Informasi yang ingin di dapat yaitu informasi mengenai tata ruang dan lingkungan hidup, potensi daerah.

Dari hasil rekapitulasi layanan antar lembaga pemerintah di dapat total jawaban responden yang akan dibuat persentase pada tabel berikut:

Tabel 5. Rekapitulasi layanan e-government

NO WEBSITE % WEB R
W1 W2 W3 W4 W1 W2 W3 W4
WEBSITE R1 1 1 1 1 100 100 100 100 100
R2 1 1 1 1 100 100 100 100
R3 1 1 1 1 100 100 100 100
R4 1 1 1 1 100 100 100 100
R5 1 1 1 1 100 100 100 100
R6 1 1 1 1 100 100 100 100
G2G R1 3 4 4 4 12,5 16,7 16,7 16,7 21,2
R2 6 5 6 9 25 20,8 25 37,5
R3 6 5 4 5 25 20,8 16,7 20,8
R4 6 3 5 5 25 12,5 20,8 20,8
R5 5 5 5 6 20,8 20,8 20,8 25
R6 7 6 5 6 29,2 25 20,8 25
R 5 4,67 4,67 6 20,8 19,4 19,4 25
G2C R1 8 9 11 15 38,1 42,9 52,4 71,4 58,7
R2 16 10 11 15 76,2 47,6 52,4 71,4
R3 17 11 11 14 81 52,4 52,4 66,7
R4 14 11 11 7 66,7 52,4 52,4 33,3
R5 3 9 10 15 14,3 42,9 47,6 71,4
R6 10 16 11 16 47,6 76,2 52,4 76,2
R 13,7 10 11 14,7 65,1 47,6 52,4 69,8
G2B R1 1 2 2 2 50 100 100 100 62,5
R2 0 1 1 2 0 50 50 100
R3 1 1 1 1 50 50 50 50
R4 1 1 1 1 50 50 50 50
R5 1 1 1 1 50 50 50 50
R6 0 0 1 1 0 0 50 50
R 0,67 1,33 1,33 1,67 33,3 66,7 66,7 83,3

Dari tabel diatas dapat diketahui jawaban responden terbanyak untuk menemukan website e-government pemerintah daerah sebesar 100%. Untuk Layanan antar lembaga pemerintah responden untuk website pemerintah sumatera selatan (W1) sebesar 20,8%, untuk website kota Madya Palembang (W2) sebesar 19,4%, untuk website kota Madya Prabumulih sebesar 19,4% dan untuk website Kabupaten Ogan Komering Ulu (W4) sebesar 25%, sehingga didapat rata-rata layanan antar lembaga pemerintah sebesar 21,2%.

Untuk Layanan pemerintah kepada warga negara responden untuk website pemerintah Sumatera Selatan (W1) memberikan jawaban sebesar 65,1%, untuk website kota Madya Palembang (W2) sebesar 47,6%, untuk website kota Madya Prabumulih sebesar 52,4% dan untuk website Kabupaten Ogan Komering Ulu (W4) sebesar 59,8%, sehingga didapat rata-rata layanan pemerintah kepada warga negara didapat sebesar 58,7%. Sedangkan hasil jawaban responden untuk layanan pemerintah kepada dunia usaha untuk website pemerintah sumatera selatan (W1) sebesar 33,3%, untuk website kota Madya Palembang (W2) sebesar 66,7%, untuk website kota Madya Prabumulih sebesar 66,7% dan untuk website Kabupaten Ogan Komering Ulu (W4) sebesar 83,3%, sehingga didapat rata-rata layanan pemerintah kepada dunia usaha didapat sebesar 62,5%.

Tabel 6. Usability Learnability

W1 W2 W3 W4 3 2 1 0 R
LEARN ABILITY R1 2 1 2 1 0 50 50 0 23
R2 2 2 2 2 0 100 0 0
R3 1 1 1 1 0 0 100 0
R4 2 2 1 1 0 50 50 0
R5 3 2 1 1 0 0 50 0,3
R6 2 2 2 2 0 100 0 0
Rata-Rata 0 50 42 0
W1 W2 W3 W4 3 2 1 0 R
LEARN ABILITY R1 2 2 2 2 0 100 0 26
R2 2 2 2 2 0 100 0 0
R3 1 1 0 1 0 0 75 25
R4 0 0 0 0 0 0 0 100
R5 0 0 1 1 0 0 50 50
R6 1 1 2 2 0 50 50 0
Rata-Rata 0 42 35 29

Dari tabel 6 didapat usability tentang tulisan dan menu-menu yang digunakan pada website pemerintah. Responden menyatakan 50% website menampilkan tulisan yang dapat dibaca dengan jelas dan 42% responden menyatakan bahwa informasi yang diinginkan dapat dicari dengan mudah. Namun rata-rata usabilitylearnability didapat rata-rata sebesar 25% ((23%+26%/2)).

Tabel 7. Usability Effiency

W1

W2

W3

W4

YA

TDK

EFFICIENCY

R1

0

1

1

1

75

25

R2

1

1

1

1

100

0

R3

0

0

0

0

0

100

R4

0

0

0

0

0

100

R5

0

0

0

0

0

100

R6

1

1

1

1

100

0

Rata-rata

46

54

Dari table 7 didapat bahwa kecepatan menemukan informasi berdasarkan menu-menu yang terdapat pada website adalah sebesar 46%.

Tabel 8. Usability Error

W1

W2

W3

W4

ADA

TDK

ERROR

R1

0

0

0

0

0

100

R2

0

0

0

0

0

100

R3

0

0

0

0

0

100

R4

1

0

0

0

25

75

R5

1

0

0

0

25

75

R6

0

0

0

0

0

100

Rata-rata

8.3

92

Dari table 8 didapat bahwa 92% responden tidak menemukan adanya error pada menu atau link yang ada pada website pemerintah.

Tabel 9. Usability Memorability

W1

W2

W3

W4

ING

MEMORABILITY

R1

1

1

1

1

100

R2

1

1

1

1

100

R3

1

1

1

1

100

R4

1

1

1

1

100

R5

1

1

1

1

100

R6

1

1

1

1

100

Rata-rata

100

Dari table 9 di dapat data bahwa 100% responden dapat mengingat nama website e-government yang mereka aktifkan.

Tabel 10. Usability Satisfaction

W1

W2

W3

W4

M

T

SATISFACTION

R1

1

1

1

1

100

0

R2

0

0

0

0

0

100

R3

1

0

0

1

50

50

R4

1

0

0

0

25

75

R5

1

1

1

1

100

0

R6

1

1

1

1

100

0

Rata-rata

63

38

Dari table 10 didapat bahwa 63% responden akan mengunjungi kembali website pemerintah dan 38% responden menyatakan ragu (tidak mengunjungi website kembali)

5.KESIMPULAN

Setelah dilakukan pengolahan data maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Dari variabel yang digunakan pada kuisioner di dapat bahwa 100% responden dapat menemukan website e-government pemerintah daerah.
  2. Dari layanan e-government didapat bahwa layanan antar lembaga pemerintah sudah terlaksana sebesar 21,2%, layanan pemerintah kepada warga negara sudah terlaksana sebesar 58,7% dan layanan pemerintah kepada dunia usaha sebesar 62,50%.
  3. Dari Uji ketergunaan (usability) terhadap website didapatkan bahwa kemudahan pengguna dalam menyelesaikan tugas (learnability) sebesar 25%, kecepatan menyelesaikan tugas (Efficiency) dengan kemudahan mendapatkan informasi sebesar 46%, pengguna dapat mengingat kembali alamat website (memorability) sebesar 100%, Kesalahan (error) yang terdapat pada website rata-rata sebesar 8,3% sedangkan tingkat kepercayaan (satisfaction) responden terhadap website sebesar 63%.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Bagus Panca Putra, Pemanfaatan internet oleh peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Bogor, 2003, http://www.pustaka-deptan.go.id/publikasi/pp122033.pdf di unduh Oktober 2010
  2. Graifhan Ramadhani, Pengenalan Internet, 2003, http://dhani.singcat.com/ files/pengenalan_internet.pdf di unduh Oktober 2010.
  3. Hanif Nurcholis, Teori dan Praktik pemrintahan dan Otonomi Daerah, Grasindo, Jakarta, 2006, http://www.books.google.co.id di akses Oktober 2010
  4. Himma Dewiyana, Uji Ketergunaan Antarmuka Situs Web Perpustakaan Universitas Sumatera Utara, Pustaha, Universitas Sumatera Utara, 2008
  5. Insan Lanang Diekara, Berkenalan dengan dunia website, http://www.cybernetix.or.id/download/web.pdf di unduh Oktober 2010
  6. Jacob Nielson, Usability 101:Introduction to usability, http://www.useit.com/ alertbox/20030825.html, di akses Oktober 2010
  7. Retno Dewi Broto, Ripto Wibowo, Sudanar Budyo, I Wayan S. Wicaksana, Djuharsa MD, Evaluasi website e-Government instansi pemerintah daerah, Universitas Guna Darma, Indonesia
  8. Yuhefizar, Cara Mudah Membangun Website Interaktif Menggunakan Content Manajemen System Joomla (CMS), Elex Media Komputindo, Jakarta, 2009, http://www.books.google.co.id di akses Oktober 2010

EVALUASI WEBSITE E-GOVERNMENT INSTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU DAN OGAN KOMERING ULU TIMUR

EVALUASI WEBSITE E-GOVERNMENT

INSTANSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU DAN OGAN KOMERING ULU TIMUR

Rusidi, Lin Yan Syah, Muhamad Akbar
rusidi_tipong@yahoo.co.id

ABSTRAK

Sebuah situs website perlu diukur dari segi kemudahan dipelajari, kemudahan digunakan, kepuasan dan efisiensi, guna kelangsungan dan pengembangan situs website kedepan. Pengukuran ini bisa menggunakan usability testing atau uji ketergunaan, metode ini digunakan untuk mengukur situs website dari segi pengguna. Dalam penelitian ini mengambil objek yaitu situs website pemerintah daerah kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) dengan menggunakan 6 responden. Hasil dari usability testing ini akan menghasilkan sebuah penilaian terhadap situs dan memberikan masukkan dalam proses pengembangan situs website kedepan. Selain menggunakan usability testing, penelitian ini juga melakukan penilaian situs web menggunakan standar yang sudah dikeluarkan Kementrian Komunikasi Republik Indonesia tahun 2003 dalam Buku Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah.

Dalam penelitian yang dilakukan ini diperoleh hasil yaitu prosentase pengguna dalam mendapatkan informasi didalam situs website kabupaten OKU sebesar 81,26%, prosentase pengguna yang tidak mendapatkan informasi didalam situs website kabupaten OKU sebesar 18,74%. Prosentase kesesuaian Situs web pemerintah kabupaten OKU dengan Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003 sebesar 27,91%, prosentase bagian yang ada tetapi belum sesuai dengan Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003 sebesar 48,84%, dan prosentase bagian yang tidak ada dalam situs website kabupaten OKU tetapi diisyaratkan dalam Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003 sebesar 23,26%. Sedangkan Untuk situs website kabupaten OKU Timur saat ini tidak bisa dinilai, hal ini disebabkan karena situs website OKU Timur tidak aktif (up) dan hanya muncul headernya saja.

Keyword:Usability, testing, uji, ketergunaan, OKU, OKU Timur.

  1. PENDAHULUAN

Dalam Inpres tersebut serta didukung dengan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informasi tentang pengembangan E-Government merupakan upaya pemerintah dalam mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih memanfaatkan Teknologi Informasi. Intruksi Presiden No.3 tahun 2003 tentang “Kebijakan dan Strategi

Sasional Pengembangan E-Government Indonesia” berisikan antara lain panduan, seperti:

  1. Panduan pengembangan insfrastruktur portal pemerintah
  2. Panduan manajemen sistem dokumen elektronik
  3. Panduan penyusunan rencana induk pengembangan E-Government lembaga
  4. Panduan penyelenggaraan situs web pemerintah daerah
  5. Panduan tentang pendidikan dan pelatihan SDM E-Government.

Dengan sudah disiapkannya acuan dan dasar pembuatan E-Government oleh pemerintah seperti yang sudah disebutkan diatas, maka sudah sewajarnya seluruh bagian dari pemerintahan baik dari pusat sampai dengan pemerintah daerah melaksanakan hal itu. Tetapi saat ini masih banyak instansi pemerintahan masih banyak yang belum mengimplementasikannya. Masih banyak ditemukan situs website pemerintah daerah yang seadanya atau asal ada saja tanpa pernah memperhatikan acuan seperti yang sudah dituangkan dalam Inpres Nomor 3 tahun 2003 serta Keputusan Menteri Komunikasi dan Informasi, sehingga situs web hanya sebatas proyek saja tanpa ada pengelolaan lebih lanjut, dan itu yang terjadi pada situs web yang dimiliki oleh pemerintah daerah kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur).

Maka diperlukanya sebuah bentuk evaluasi terhadap website yang dimiliki oleh kedua pemerintah kabupaten OKU dan OKU Timur, sehingga akan diketahui kualitas dari kedua situs website ini yang dilihat dari segi pengguna atau masyarakat dan dari standar pemerintah yaitu berdasar Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi Republik Indonesia tahun 2003.

Dengan menggunakan Usability Testing akan dapat disimpulkan bagaimana nilai dari situs website milik pemerintah daerah kabupaten ini dari segi kemudahan digunakan, kemudahan dipelajari, efisiensi dan kepuasan. Dan dengan penilaian menggunakan standar pemerintah akan bisa dinilai apakah situs website sesuai dengan standar pemerintah.

  1. ANALISIS, EVALUASI DAN IMPLEMENTASI
    1. Objek Penelitian

Penelitian ini mengambil objek yaitu situs website pemerintah kabupaten OKU dan OKU Timur. Untuk pemerintah kabupaten OKU bisa diakses dengan alamat web www.okukab.go.id, sedangkan untuk pemerintah kabupaten OKU Timur bisa diakses pada www.okutimurkab.go.id.

Pada saat dilakukan penelitian ini untuk situs kabupaten OKU Timur memiliki masalah yaitu situs web ini sudah tidak aktif (“up”) lagi dan hanya muncul headernya saja. Melihat kondisi seperti ini maka untuk situs website kabupaten OKU Timur tidak bisa dianalis dan dievaluasi, karena analisis dan evaluasi dilakukan ketika situs web ini dalam keadaan aktif. Sehingga dalam penelitian ini hanya akan membahas analisis dan evaluasi terhadap situs website kabupaten OKU saja.

2.2 Profil Responden

Responden yang diambil untuk mewakili seluruh pengguna sebanyak 6 (enam) responden, dengan pemisahan responden berdasarkan pada: pengguna aktif, pengguna terampil dan pengguna awam. Dengan pemisahan pengguna ini diharapkan dapat mewakili semua pengguna sesuai dengan tingkatan pengguna yang ada.

2.3 Desain Penelitian

Dalam Suparmo (2007, hal.49-50) dituliskan bahwa Buur dan Sung (1999) mengemukakan langkah-langkah dalam melakukan uji ketergunaan. Langkah-langkah yang dikemukakan adalah sebagai berikut: Planning A Usability Test, Selecting a representative sample and recruiting partipipants, Preparing the test materials and actual test environtment, Conduction the usability test, Debriefing the Participant, Analyzing the data of the usability test, Reporting the result and making recommendations to improve the design and effectivess of the product.

Desain penelitian dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Memilih Objek, langkah ini adalah proses penentuan objek yang akan diteliti yaitu, situs website pemerintah daerah kabupaten OKU dan OKU Timur.
  2. Memilih Reponden, menurut Michael & Ben, (2003) dikatakan bahwa:

“If the Web site has very different types of users (e.g., novices and experts), it is important to test with six or more of each type of user” (hal.192)

Pemilihan responden yang akan memberikan isian terhadap kuisioner sejumlah 6 orang dengan pemisahan yaitu 2 (dua) orang pengguna aktif (terampil menggunakan internet dan sering mengakses kedua situs website tersebut), 2 (dua) orang pengguna terampil (terampil menggunakan internet) dan 2 orang pengguna awam.

  1. Mempresentasikan tugas kepada responden, langkah ini adalah memberikan penjelasan kepada responden bahwa yang diuji bukan responden tetapi objek penelitian dan memberikan penjelasan bagaimana proses mengisikan kuisioner.
  2. Memberikan tugas kepada Responden, memberikan tugas kepada responden, yaitu memberikan tugas-tugas dalam kuisioner untuk dijawab oleh responden
  3. Pengisian kuisioner dari responden, responden memberikan jawaban untuk kuisioner yang diberikan sesuai dengan yang dialami oleh responden.
  4. Analisa jawaban dari responden terhadap website dari segi jawaban responden
  5. Dari evaluasi yang dilakukan akan mendapatkan informasi yang lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan website yang sekarang ini ada mengunakan teknik usability testing.
  6. Evaluasi dilakukan untuk mendapatkan informasi yang lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan website berdasar Penyelenggaraan Situs WebPemerintah Daerah
  7. Membandingkan kedua situs web milik pemerintah daerah kabupaten OKU dan OKU Timur.
  8. Membuat laporan dari evaluasi dan memberikan rekomendasi.
    1. Populasi dan Sampel

Dalam evaluasi yang dilakukan terhadap situs website pemerintah kabupaten OKU dan OKU Timur menggunakan usability testing, diperlukan sampel dari sebuah populasi. Menurut Rahayu (2005) mendefinisikan bahwa:

“Secara umum populasi dapat didefinisikan sebagai sekumpulan data yang mengidentifikasi suatu fenomena” (hal.60)

Sampel yang diambil dari pupulasi adalah pengguna yang nantinya akan dijadikan responden dalam usability testing. Pengguna yang akan dijadikan sampel harus mewakili dari seluruh populasi (pengguna). Didalam usability Testing terhadap situs website milik pemerintah kabupaten OKU dan OKU Timur ini akan diambil sampel yang mewakili tiga tingkatan pengguna yaitu:

  1. Pengguna Aktif: Pengguna yang terampil internet dan aktif dalam mengakses situs website Pemkab OKU
  2. Pengguna Terampil: Pengguna yang terampil internet
  3. Pengguna Awam: Pengguna yang baru tahu internet.

Krug (2000) mengatakan bahwa:

“In most cases, I tend to think the ideal number of users for each round of testing is three, or at most four” (hal.146)

Atau bisa diartikan dalam “kebanyakan kasus, saya cenderung berpikir jumlah pengguna yang ideal untuk setiap putaran pengujian tiga, atau empat paling banyak”.

Dalam buku Don’t Make Me Think! A Common Sense Approach to Web Usability, Krug (2000, hal.146) mengungkapkan bahwa Jakob Nielsen dan Tom Landauer telah menunjukkan bahwa pengujian lima user akan cenderung dapat mengungkap 85persen kegunaan, dan untuk kasus tertentu semakin berkurang untuk pengujian pengguna tambahan.

Dalam penelitian ini diambil 6 (enam) responden yang akan mewakili populasi (pengguna) dan juga mewakili tiga tingkatan pengguna, yaitu 2 (dua) orang mewakili pengguna aktif, 2 (dua) orang mewakili pengguna terampil, dan 2 (dua) orang mewakili pengguna awam.

.

    1. Alat Analisa Data

Pelaratan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Komputer dengan spesifikasi cukup untuk menjalankan perangkat lunak: Web Browser : Mozila Firefox, Internet Explorer, Opera; Penulisan laporan: Microsoft Office 2007; dan aplikasi untuk perekaman screen monitor, yaitu Camtasia Studio 7.0. Dan bisa berjalan diatas sistem operasi Windows XP.
  2. Webcam
  3. Modem
  4. Koneksi internet
  5. Kertas dan Alat tulis

Untuk menganalisa permasalahan yang ada, digunakan metode usability testing untuk mengevaluasi dari segi kemudahan digunakan, kemudahan dipelajari, efisiensi dan kepuasan dan dilakukan analisa kedua menggunakan standar dari pemerintah yaitu Panduan Penyelenggaraan Situs WebPemerintah Daerah yang diterbitkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003.

    1. Cara Pengambilan dan Perlakuan Sampel

Menurut Busrowi dan Sukidin (2002) dalam Suparmo (2007, hal.61) dinyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif tidak mengenal istilah sampel acak, ukuran sampel, luas sampel dan metode sampel. Dalam penelitian kualitatif lebih dikenal dengan Snowballing Sampling. Hal ini juga dikemukakan oleh Moleong (2005) dalam Suparmo (2007, hal 61) bahwa penelitian kualitatif tidak ada sampel acak tetapi sampel bertujuan (purposive sampling).

Marzuki (2002) mengatakan bahwa:

“Purposive Sampling: sampling dimana pengambilan elemen-elemen yang dimasukkan dalam sampel dilakukan dengan sengaja, dengan catatan bahwa sampel tersebut representatif atau mewakili populasi” (hal.51)

Sampel yang akan mewaili pengguna (populasi) diambil dengan pemilihan sampel bertujuan dengan syarat mewakili dari tiga level pengguna, yaitu pengguna aktif, pengguna terampil dan pengguna awam. Keenam sampel yang diambil ini adalah 1 (satu) orang dosen dan 1 (satu) orang karyawan untuk mewakili pengguna aktif, 1 (satu) orang dosen dan 1 (satu) orang karyawan untuk mewakili pengguna terampil, dan 1 (dua) orang mahasiswa semester 1 (satu) dan 1 (satu) orang mahasiswa semester 3 (tiga) untuk mewakili pengguna awam. Keenam responden yang diambil sebagi sampel ini sudah menyetujui hal-hal sebagai berikut:

  1. Mengatahui dengan jelas tujuan dan prosedur pengumpulan data untuk penelitian Usability Testing situs web www.okukab.go.id (situs website pemerintah daerah kabupaten OKU)
  2. Mengetahui dan menyetujui untuk direkam baik video maupun audio pada saat kegiatan ini berlangsung.
  3. Menyetujui data yang dikumpulkan akan digunakan semata-mata untuk keperluan penelitian dengan tema diatas dan bahan evaluasi pengembangan situs website www.okukab.go.id.

Pemilihan responden ini didasarkan pada isian “wawancara pemilihan peserta” (lampiran) dan identitas responden yang mewakili pengguna dirahasiakan identitasnya.

    1. Pengukuran dan Cara Pengamatan Variabel Dan/Atau Konsep Yang Diukur

Pengukuran dan cara pengamatan yang digunakan secara langsung, sesuai dengan yang dikemukakan Moleong (2005) dalam Suparmo (2007, hal.60) yang mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, dan perilaku individu atau sekelompok orang.

Responden yang diambil dari populasi sebanyak 6 (enam) responden ini diberikan tugas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan (Task) yang sudah disiapkan dalam scrip (skenario kuisioner). Task yang diberikan dibagi menjadi 3 (tiga) bagian (lampiran) yaitu:

      1. Wancara pemilihan peserta.

Bagian ini digunakan untuk menentukan tingkatan responden

      1. Formulir Uji Ketergunaan www.okukab.go.id

Bagian ini responden diminta untuk mengerjakan tugas untuk mendapatkan informasi yang ada didalam situs website.

      1. Wawancara Secara detail.

Bagian yang terakhir ini responden diminta pendapatnya tentang pertanyaan (Task) yang diberikan pada bagian ini.

Dalam proses pengerjaan Task tersebut responden direkam dengan menggunakan webcam dan didukung dengan software Camtasia Studio 7.0. Responden direkam video (wajah responden) maupun aktifitas layar monitor yang digunakan.

    1. Langkah-langkah Dalam Pengumpulan Dan Manajemen Penelitian Di Lapangan

Langkah-langkah pengumpulan data dilakukan berdasarkan scrip (lampiran) yang sudah disiapkan sebelumnya, dan dalam setiap bagian akan dilakukan pencatatan apabila ditemukan pertanyaan–pertanyaan dari responden. Selain pencatatan pertanyaan setiap responden, juga dilakukan pencatatan respon dari setiap kegiatan responden dalam menjawab Task yang diberikan.

Untuk mempermudah dalam proses pendokumentasian dan mempermudah dalam proses pencatatan, juga disiapkan perekaman mulai dari screen monitor yang digunakan responden, aktifitas responden dan suara dengan menggunakan software Camtasia Studio 7.0.

    1. Teknik Analisa Data

Data yang dikumpulkan dalam proses pengisian kusioner dilakukan perekapan baik data isian dari responden maupun data yang dikumpulkan dari respon keenam responden. Hasil perekapan ini akan disajikan dalam bentuk tabel-tabel untuk kepentingan analisis.

Dari perekapan ini akan dilakukan analisis yaitu sebagai berikut:

  1. Untuk bagian yang pertama (wawancara pemilihan peserta) dianalisa untuk mengetahui dinama posisi tingkatan pengguna (aktif/terampil/awam).
  2. Bagian kedua untuk mengetahuai sejauh mana kesulitan yang dihadapi responden dalam mendapatkan informasi didalam situs website, dari bagian ini akan dapat dinilai seberapa besar prosentase responden mampu mendapatkan informasi.
  3. Bagian ketiga untuk medapat masukan-masukan dari responden.

Pengolahan data meliputi kegiatan: editing, coding, tabulating. Editing adalah data yang masuk diperiksa apakah terdapat kekeliruan-kekeliruan dalam pengisian barangkali ada yang tidak lengkap, palsu, tidak sesuai dan sebagainya. Coding yaitu pemeberian tanda, simbol, kode bagi tiap-tipa data yang termasuk dalam kategori yang sama. Tanda berupa angka atau huruf, misalnya:

Usaha pokok : 1

Usaha sampingan : 2

Tabulating yaitu jawaban-jawaban yang serupa dikelompokkan dengan cara yang teliti dan teratur, kemudian dihitung, dan dijumlah berapa banyak peristiwa, gejala, item yang termasuk dalam satu kategori. (Marzuki, 2002)

2.10 Usability Testing

Usability Testing yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan Uji Ketergunaan. Kebergunaan (Bahasa Inggris: usability) adalah suatu istilah yang menunjukkan kemudahan manusia untuk menggunakan suatu alat atau objek buatan manusia lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Kebergunaan juga dapat merujuk pada metode pengukuran kebergunaan dan kajian prinsip di balik persepsi efisiensi dan keluwesan suatu objek.

Dalam interaksi manusia komputer dan ilmu komputer, kebergunaan biasanya merujuk pada keluwesan dan kejelasan interaksi dengan hasil rancangan suatu program komputer atau situs web. Istilah ini juga sering digunakan dalam konteks produk elektronika konsumen, atau pada bidang komunikasi, serta objek alih pengetahuan (misalnya buku masak atau dokumen). Kebergunaan dapat pula merujuk pada desain efisien suatu objek mekanis seperti suatu gagang pintu atau palu.

Ide utama kebergunaan adalah sebuah objek yang didesain sesuai harapan dari sisi psikologi dan fisologi pengguna pada umumnya. Sebagai contoh:

  1. Lebih efisien untuk digunakan – Hanya dibutuhkan sedikit waktu untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan
  2. Mudah untuk dipelajari – Pengoperasian dapat dipelajari dengan mengobservasi objeknya
  3. Hasil penggunaannya lebih memuaskan

Sistem komputer nan kompleks telah banyak membantu kita dalam kehidupan sehari – hari, dalam waktu bersamaan pasar sudah semakin tersaturasi dengan padatnya kompetisi (merk) brand. Hal ini menjadikan kebergunaan semakin populer dan dikenal luas pada beberapa tahun terakhir, sebagaimana banyak perusahaan juga melihat – ternyata akan didapat lebih banyak keuntungan dengan meriset dan membangun sebuah produk yang berorientasi pada pengguna daripada hanya menggunakan metode berorientasi teknologi. Dengan mengerti dan meriset hubungan (interaksi) antara produk dan pengguna, seorang ahli usability dapat memberikan saran yang jauh lebih akurat dimana hal ini tidak dapat dicapai jika hanya menggunakan riset pasar berbasis perusahaan yang masih tradisional. Sebagai contoh, setelah mengobservasi dan mewawancara pengguna, ahli usability dapat segera mengidentifikasi kebutuhan fungsional atau menentukan suatu ketidaksempurnaan pada sebuah produk.

Badre (2002) memberikan definisi Usability Testing atau uji ketergunaan sebagai berikut,

“Usability Testing has traditionally meant testing for efficiency, ease of learning, and the ability to remember how to perform interactive Tasks without difficulty or errors.” (hal.229)

Dengan perkataan lain, uji ketergunaan adalah mengukur efisiensi, kemudahan dipelajari, dan kemampuan untuk mengingat bagaimana berinteraksi tanpa kesulitan atau kesalahan. Selanjutnya dikatakan, uji ketergunaan dilakukan untuk mengukur bagaimana pemakai menggunakan sistem dan masalah-masalah yang ditemuinya. (http://id.wikipedia.org)

Krug (2000) mengatakan bahwa:

“In most cases, I tend to think the ideal number of users for each round of testing is three, or at most four” (hal.146)

Atau bisa diartikan dalam “kebanyakan kasus, saya cenderung berpikir jumlah pengguna yang ideal untuk setiap putaran pengujian tiga, atau empat paling banyak”.

Dalam buku Don’t Make Me Think! A Common Sense Approach to Web Usability, karya Krug (2000, hal.146) mengungkapkan bahwa Jakob Nielsen dan Tom Landauer telah menunjukkan bahwa pengujian lima user akan cenderung dapat mengungkap 85persen kegunaan, dan untuk kasus tertentu semakin berkurang untuk pengujian pengguna tambahan

Krug (2000, hal.146) juga mengungkapkan bahwa Jika Anda mempekerjakan seseorang untuk melakukan pengujian untuk Anda dan uang bukan masalah, memungkinkan juga ujienam atau delapan pengguna karena biaya tambahan per pengguna akan relatif rendah.

    1. Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah

Berdasarkan sifat transaksi informasi dan pelayanan publik yang disediakan oleh Pemerintah Daerah melalui jaringan informasi, pengembangan e-government dapat dilaksanakan melalui 4 (empat) tingkatan, yaitu :

Tingkat 1: Persiapan

a. Pembuatan situs web sebagai media informasi dan komunikasi pada setiap lembaga.

b. Sosialisasi situs web untuk internal dan publik.

Tingkat 2: Pematangan

a. Pembuatan situs web informasi publik yang bersifat interaktif.

b. Pembuatan antar muka keterhubungan dengan lembaga lain.

Tingkat 3: Pemantapan

a. Pembuatan situs web yang bersifat transaksi pelayanan publik.

b. Pembuatan interoperabilitas aplikasi dan data dengan lembaga lain.

Tingkat 4: Pemanfaatan

Pembuatan aplikasi untuk pelayanan yang bersifat Government to Government (G2G), Government to Business (G2B), Government to Consumers (G2C).

Pembuatan situs web pemerintah daerah sesuai dengan keinginan pemerintah di dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat yaitu :

1) perolehan informasi secara mudah, benar, adil, dan luas cakupan;

2) penyebarluasan informasi melalui media elektronik yang meliputi:

a. semua bahan yang telah diterbitkan atau bahan bahan yang telah berada di luar perlindungan hak cipta (boleh diketahui oleh umum);

b. semua informasi yang dibuat dan dikumpulkan sesuai undang-undang yang berlaku (tunduk kepada pertimbangan-pertimbangan kepekaan komersial dan rahasia pribadi);

c. semua dokumen yang diperlukan bagi kepentingan masyarakat.

Situs web pemerintah daerah dimaksudkan untuk diterapkan dan digunakan pada instansi-instansi pemerintah daerah yang secara teratur berhubungan satu sama lain, serta harus memberikan informasi dan layanan kepada masyarakat.

(Kementrian Komunikasi RI, 2003)

  1. HASIL

Dari jawaban yang bisa ditemukan dan tidak ditemukan beserta prosentase masing-masing subbagian dapat disimpulkan dari jawaban Task yang diberikan responden bahwa prosentase pengguna dalam mendapatkan informasi didalam situs website kabupaten OKU sebesar 81,26%. Subagian menu yang terdapat dalam situs website kabupaten OKU yang bisa diperoleh informasinya dengan mudah adalah pada subagian menu weblink yang bisa ditemukan oleh pengguna dengan tingkat ketemu adalah 100%, dan subagian menu yang terdapat dalam situs website kabupaten OKU yang paling sulit bisa diperoleh informasinya adalah pada subagian menu beranda yang bisa ditemukan oleh pengguna dengan tingkat ketemu adalah 52.08%.

Pada akhirnya dapat disimpulkan dari jawaban Task yang diberikan responden bahwa prosentase pengguna yang tidak mendapatkan informasi didalam situs website kabupaten OKU sebesar 18,74%. Subagian menu yang terdapat dalam situs website kabupaten OKU yang paling sulit diperoleh informasinya adalah pada subagian menu beranda yang kesulitan ditemukan oleh pengguna dengan tingkat tidak ketemu adalah 47,92%, dan subagian menu yang terdapat dalam situs website kabupaten OKU yang paling mudah diperoleh informasinya adalah pada subagian menu weblink yang tidak ditemukan oleh pengguna dengan tingkat tidak ketemu adalah 0%.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa prosentase kesesuaian Situs web pemerintah kabupaten OKU dengan Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003 sebesar 27,91% (dua puluh tujuh koma sembilan puluh satu persen), prosentase bagian yang ada tetapi belum sesuai dengan Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003 sebesar 48,84% (empat puluh delapan koma delapan puluh empat persen), dan prosentase bagian yang tidak ada dalam situs website kabupaten OKU tetapi diisyaratkan dalam Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003 sebesar 23,26% (dua puluh tiga koma dua puluh enam persen).

  1. KESIMPULAN DAN SARAN
    1. Masalah Pada Situs

Menu yang ada didalam situs web pemerintah kabupaten OKU dirasakan cukup menyulitkan bagi pengguna. Hal ini dikarenakan bentuk submenu yang melebar bukan turun kebawah (pulldown), sehingga ketika pengguna akan memilih salah satu submenu terasa cukup sulit, karena bila kursor bergeser sedikit saja sudah pindah menu.

Mengenai kecepatan loading situs web pemerintah kabupaten OKU menurut pengguna belum masuk kedalam kategori cepat. Dan kecepatan merespon masukan dari masyarakat harus ditingkatkan semaksimal mungkin, karena hanya sedikit masukkan dari masyarakat yang diberikan tanggapannya.

Informasi dalam bentuk berita dan artikel tingkat up-date nya masih cukup rendah, hal ini terlihat dengan tanggal update artikel dan berita yang ditampilkan. Berita dan artikel yang ditampilkan juga belum banyak dan belum banyak membahas tentang pembangunan dan perkembangan kabupaten OKU.

    1. Usulan Perbaikan

Dari wawancara yang dilakukan pada proses usability testing didapat beberapa masukan dari pengguna untuk perbaikan situs web kabupaten OKU kedepan. Masukan tersebut didapat dari Task “wawancara secara detail”, point-point usulan perbaikan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Arti menu yang terdapat pada www.okukab.go.id adalah:
  1. Arti menu yang terdapat pada situs website kabupaten OKU untuk mempermudah pencarian informasi pada situs web kabupaten OKU.
  2. Menu yaitu fasilitas untuk masuk kedalam halaman-halaman informasi berdasar bagian-bagian tersendiri didalam situs website kabupaten OKU.
  1. Istilah yang digunakan sebagai nama menu dan juga navigasi pada www.okukab.go.id
  1. Kesulitan untuk masuk kedalam sub menu
  2. Istilah menu sudah tepat sesuai dengan fungsi menunya.
  3. Sudah tepat dan dan sesuai dengan isi pada menu dan navigasi
  1. Kecepatan dari www.okukab.go.id dalam hal loading.
  1. Tidak terlalu lambat
  2. Untuk kecepatan akses perlu ditingkatkan lagi
  1. Kecepatan dari www.okukab.go.id dalam hal memberikan respon.
  1. Sangat lambat, setiap komen tidak segera ditanggapi
  2. Kurang dalam memberikan respon yang disampaikan oleh masyarakat OKU
  3. Respon belum up to date
  1. Kesalahan yang masih terdapat dalam www.okukab.go.id
  1. Link info harus url baru jangan menimpa pada www.okukab.go.id
  2. Sebaiknya admin web segera merespon dan membenahi kesalahan yang ada.
  3. Kesalahan akan lebih baik kalau langsung diperbaiki, ada link yang not found
    1. SARAN

Beberapa saran yang berkaitan dengan penelitian Usability testing pada situs web pemerintah kabupaten OKU adalah sebagai berikut:

  1. Saran Untuk Situs Web
    1. Pengembangan situs website pemerintah kabupaten OKU dengan acuan standar pemerintah yaitu Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi RI tahun 2003.
    2. Pelaksanaan Usability testing secara kontinyu dan terprogram, sehingga akan memudahkan pengguna dalam mengakses situs website.
    3. Dibentuk tim pengelola situs web, agar pengelolaan situs lebih baik dan informasi yang diberikan lebih up to date.
    4. Memberikan pelayanan dalam bentuk pengurusan surat dan pelayanan publik.
  1. Saran Untuk Penelitian
    1. Penelitian dilanjutkan dengan perbandingan pada situs website kabupaten OKU Timur, karena pada saat penelitian ini situs tersebut tidak aktif (up).
    2. Penelitian Usability testing dapat dilajutkan dengan memperluas jenis dan jumlah peserta.

REFERENSI

  1. Dewiyana H., 2008, Uji Ketergunaan Antar Muka Situs Web Perpustakaan Universitas Sumatera Utara, Jurnal Pustaha Vol.4 No.2, Universitas Sumatera Utara
  2. Hasibuan A. Z., 2007, Langkah-langkah Strategis dan Taktis Pengembangan E-Government Untuk Pemda, Jurnal Sistem Informasi MTI UI Vol.3, Universitas Indonesia.
  3. Michael L.O. & Ben S., 2003, Research-Based Web Design & Usability Guidelines, US Government Printing Office, Washington, DC.
  4. Marzuki, 2002, Metodologi Riset, Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, Yogyakart
  5. Rahayu S., 2005, SPSS Versi 12.00 Dalam Riset Pemasaran, Alfabeta, Bandung
  6. Retno Dewi Broto dkk, 2007, Evaluasi Web Site E-Government Instansi Pemerintah Daerah, Jurnal, Univ. Gunadarma & Depnakertrans.
  7. Widawaty R. Y., 2004, Uji Ketergunaan Formal Pada Antarmuka Atmalib (Perpustakaan Digital Universitas Khatolik Atmajaya, Jakarta), Buletin JPA Volume I No.3, Jakarta.
  8. Suparmo P., 2007, Uji Ketergunaan Situs Web jaringan Perpustakaan Asosiasi Perguruan Tinggi Khatolik Di Indonesia (APTIK) bagi Mahasiswa Yang Sedang Menulis Skripsi Pada tahun Akademik 2006/2007 Di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Tesis Magister, Universitas Indonesia.
  9. Krug S., 2000, Don’t Make Me Think! A Common Sense Approach to Web Usability, diakses pada 19 November 2010 dari http://sensible.com/Downloads/DMMTchapter11_for_personal_use_only.pdf
  10. BLUE PRINT SISTEM APLIKASI E-GOVERNMENT, 2004, Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
  11. BUKU PANDUAN PEMBANGUNAN SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH PESERTA USDR, 2010, Urban Sector Development Reform Project (USDRP).
  12. Intruksi Presiden No.3 tahun 2003 tentang “Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government Indonesia”.
  13. PANDUAN PENYELENGGARAAN SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH, 2003, Kementrian Komunikasi RI
  14. Pengujian Kegunaan Situs Web: Prosedur Yang Direkomendasikan, tt, diakses pada 8 November 2010 dari http://www.webpagecontent.com/arc_archive/124/5
  15. Apa Yang Masuk Ke Script Pengujian Usability, tt, diakses pada 8 November 2010 dari http://boagworld.com/usability/what-goes-into-a-user-testing-script
  16. eHow Contributor, tt, Cara Menuliskan Script Tes usability, diakses pada 8 November 2010 dari http://www.ehow.com/how_4968896_write_usability _test_Script.html
  17. Fast And Simple Usability testing, tt, Downe Natalie, diakses pada 8 November 2010 dari http://24ways.org/2006/fast-and-simple-usability-testing
  18. Usability Test Script (2010), Diakses 8 November 2010 dari http://www.sensible.com/Downloads/test-script.pdf
  19. Http://www.webcredible.co.uk/ diakses pada 12 oktober 2010

Buka password windows dengan Ubuntu

Lupa memang masalah yang biasa dihadapi manusia. Jika lupa password login Windows, ada cara untuk memulihkannya dengan menggunakan sistem operasi Ubuntu Linux.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat Live CD atau Live USB Flashdisk Ubuntu Linux. Ubuntu Live ini akan digunakan untuk booting ke sistem dan melakukan prosedur yang dibutuhkan untuk membongkar password Windows tadi.

Cara paling mudah untuk melakukan itu adalah dengan men-download UNetBootin dan menjalankannya. Aplikasi sederhana ini akan men-download versi Ubuntu yang dipilih dan melakukan instalasi pada flashdisk yang Anda siapkan.

Tahap kedua adalah menginstall utility Open Source bernama chntpw. Hal ini dilakukan dari Ubuntu dengan menjalankan Synaptic Package Manager.

Untuk bisa mendapatkan chntpw, Synaptic Package Manager harus diarahkan untuk melihat pada penyimpanan aplikasi Universe. Hal itu bisa dilakukan dengan mengklik menu Settings > Repositories pada jendela Synaptic. Kemudian, centang pilihan ‘Community-maintained Open Source software (universe)’ dan klik Close.

Setelah itu, klik tombol Reload dan Synaptic akan men-download informasi paket terbaru dari Universe. Setelah selesai, ketikkan chntpw pada kotak Quick Search.

Jika sudah muncul, centang kotak di sisi tulisan chnptw, pilih ‘Mark for Installation’. Lalu klik Apply untuk menginstalnya.

Tahap ketiga adalah mengubah password Windows dengan chntpw.

1. Mount hardisk / drive yang berisi instalasi Windows Anda
2. Buka hardisk itu (klik Places) dan catat label drive yang muncul pada menu bar jendela file browser
3. Buka jendela Terminal (Applications > Accessories > Terminal)
4. Ketik perintah berikut pada Terminal:
cd / media
ls
5. Ketik: cd [label hardisk yang tadi Anda catat]
6. ketik: cd WINDOWS/system32/config
7. Untuk mengubah password Administrator, ketikkan perintah: sudo chntpw SAM
8. Akan muncul beberapa perintah yang bisa Anda pilih, perintah paling aman adalah membuat password jadi kosong. Lakukan ini dengan menekan angka ‘1’, lalu tekan ‘y’ untuk konfirmasi
9. Pilih ‘2’ untuk mengubah password ke kata tertentu, namun hal ini memiliki risiko error lebih besar
10. Untuk mengubah password user lain (non-administrator), ketikkan perintah berikut (dari Terminal): sudo chntpw –u [nama user] SAM

Sumber: detik(dot)com

Smoga bermanfaat

OpenOffice

Sekarang, saya selalu menggunakan OpenOffice untuk urusan membuat dokumen, menghitung dan lain-lain. Padahal sebelumnya saya sangat benci dengan OpenOffice, dikarenakan bila ada dokumen yang dibuat dari MS Office (doc file) selalu akan tampil berantakan dan harus diedit lagi. Tapi setelah saya jalani…OpenOffice memang belum sempurna tapi OpenOffice bisa membuka semua file MS Office. Pengalaman ini terjadi waktu kawan saya memberikan file berformat docx, file ini merupakan hasil dari MS Office produk terbaru. File tersebut tidak bisa dibuka dengan MS office versi sebelumnya, yang berarti dalam satu keluarga aja sudah tidak saling mendukung…mmmh.

Terakhir saya coba buka file tersebut dengan OpenOffice dan hasilnya……terbuka dan berhasil, walau harus ada sedikit perbaikan. Hal ini menyadarkan saya bahwa OpenOffice jauh lebih “Baik” dari pada produk tetangga tadi. OpenOffice bisa membuka file MS Office versi berapa saja,  tetapi   sebaliknya MS Office tidak bisa membuka file bawaan OpenOffice (odt file)…Hidup OpenOffice

Salam Open Source

Akbar

NB: OpenOffice is free

oo