DANA PEMBAYARAN REKENING TITIPAN (PAYMENT POINT)

Jenis dana lain yang dapat dikatakan memiliki harga yang relatif murah adalah dana pembayaran rekening titipan, lazimnya dikenal dengan Payment Point. Rekening titipan (payment point) adalah pembayaran dari masyarakat yang ditujukan untuk keuntungan pihak tertentu, biasanya giro milik suatu perusahaan, yang pembayarannya dilakukan melalui bank. Manfaat bagi bank yang menyediakan fasilitas rekening titipan antara lain adalah sebagai sumber dana dan sekaligus sebagai alat promosi bagi bank yang bersangkutan.

JENIS-JENIS REKENING TITIPAN.
Ada beberapa jenis rekening titipan yang biasanya dijumpai pada bank. Jenis rekening titipan tersebut antara lain: rekening listrik dari PLN, rekening telepon dari Telkom, rekening pembayaran titipan lainnya, seperti uang sekolah suatu perguruan tinggi, pajak televisi, dan lain sebagainya.

AKUNTANSI UNTUK PEMBAYARAN REKENING TITIPAN.
Akuntansi untuk rekening titipan meliputi: saat penerimaan warkat rekening nasabah dan saat penerimaan setoran pembayaran rekening dan pemindah-bukuan ke rekening perusahaan penitip rekening.

Akuntansi Saat Menerima Warkat Rekening Titipan.
Penerimaan warkat-warkat dari pemilik rekening lazimnya dilakukan sekaligus dalam periode tertentu, bulanan atau enam bulanan, dan lainnya. Pada saat menerima warkat pembayaran titipan ini, belum ada kewajiban atau hak yang timbul. Kewajiban baru akan timbul setelah adanya penerimaan pembayaran dari nasabah. Dengan demikian, karena kewajiban yang akan timbul akan bergantung dari ada tidaknya pembayaran dari nasabah, penerimaan warkat-warkat ini harus dicatat oleh bank dalam suatu rekening kontijensi, yang dikenal dengan rekening administratif.
Selama rekening administratif masih outstanding, maka masih ada warkat pembayaran titipan yang belum diterima pembayarannya oleh bank. Dengan perkataan lain, melalui pencatatan dalam rekening administratif ini merupakan sarana kontrol bagi besarnya pembayaran yang telah diterima oleh bank yang berasal dari pelunasan warkat tersebut. Kontrol terhadap penerimaan pembayaran rekening titipan ini dapat dilakukan setiap akhir hari, mingguan, ataupun bulanan. Yang jelas untuk meningkatkan internal control dalam bank, sebaiknya dilakukan secara harian.
Sebagai contoh apabila Bank Omega – Jakarta menerima sebundel rekening tagihan listrik PLN bernilai Rp 32.000.000 untuk tagihan pelanggan periode Agustus 19xx, pada saat penerimaan bundel rekening titipan ini, Bank Omega akan membukukan:
K : Rekening Administrasi Rupiah
Warkat Rekening PLN Yang Diteima…….. Rp 32.000.000

Pembayaran Rekening Titipan.
Penerimaan dari pembayaran rekening titipan harus diadministrasikan dengan kontrol yang ketat. Tujuannya adalah untuk mengetahui dengan pasti berapa jumlah uang atau pembayaran yang telah diterima oleh bank.
Misalnya pada akhir hari, jumlah pembayaran pelanggan PLN yang diterima mencapai jumlah sebesar Rp 5.750.000 semuanya diterima tunai oleh Bank Omega – Jakarta. Oleh Bank Omega – Jakarta akan membukukan seluruh penerimaan uang dari pembayaran rekening tersebut dengan ayat jurnal sebagai berikut:
D : Kas…………………………………………………….. Rp 5.750.000
K : Giro – Rekening PLN…………………………… Rp 5.750.000
Untuk mencatat posisi warkat yang masih outstanding atau belum dibayar oleh para pelanggan, harus dibukukan dengan jumlah nilai yang sama dengan diatas dan langsung mengurangi rekening administratif yang masih outstanding.

D : Rekening Administratif Rupiah
Warkat rekening PLN yang Diterima……… Rp 5.750.000
Dengan dibukukannya ayat jurnal diatas, maka sisa warkat yang belum dibayar oleh pelanggan listrik menjadi Rp 26.250.000 (selisih antara Rp 32.000.000 warkat yang telah diterima dari PLN dengan jumlah pembayaran pelanggan Rp 5.750.000).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *