JURNAL

PENGARUH KEPRIBADIAN (PERSONALITAS) MAHASISWA DAN STRATEGI BELAJAR PEMROGRAMAN MAHASISWA

TERHADAP PRESTASI BELAJAR

(Studi kasus : Program Studi Manajemwn Informatika)

Oleh :Asminah

Dosen  Universitas Bina Darma, Palembang

Abstract : Personality is one of the factors associated with personality characteristics of someone, who allegedly can affect school performance. While the selection of good learning strategies is also a factor that can support a person’s success in learning. In this study will test the extent of the influence of personality variables and learning strategies variables on school performance variables. Research method used is by using a multiple linear regression to see the influence between variables. Student as the sample is a student who was sitting in semester three. The number of samples in this study were 100 samples determined by purposive random sampling technique. The results of this study showed a significant influence among all the variables simultaneously or simultasn. But there is no partial relationship between personality variables on performance variables belajar.Model linear regression equation generated is Y = 1.052 + 0.222 X1 + 0.497 X2.


Keywords: Personality, learning strategy, learning achievement.

1. PENDAHULUAN

Perkembangan ilmu komputer saat ini semakin hari semakin maju dan pesat. Komputer sebagai salah satu perangkat elektronik yang bertujuan untuk membantu pekerjaan manusia semakin lama fungsinya semakin kompleks. Salah satu fungsi komputer yang saat ini  semakin banyak digunakan manusia  adalah untuk membantu melakukan pekerjaan rumit, terutama dalam menyelesaikan masalah-masalah  dalam pengolahan data. Agar mampu menyelesaikan  masalah-masalah dalam  hal pengolahan data komputer harus di berikan aplikasi pengolahan data yang merupakan suatu bentuk bahsa pemrograman yang dapat digunakan untuk membantu mempermudah pekerjaan manusia yang dilakukan oleh komputer.

Program Studi Manajamen Informatika adalah salah satu Program studi  yang menitikberatkan kemampuan pemrograman yang  mengharapkan mahasiswanya mampu membuat suatu bahasa pemrograman tertentu yang dapat digunakan oleh komputer untuk pekerjaan tertentu. Mahasiswa pada Program Studi ini diharapkan pada akhirnya nanti dapat membangun atau membuat suatu bahasa pemrograman tertentu yang dapat digunakan  untuk mengolah data secara cepat, tepat dan akurat. Banyak faktor atau alasan yang dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan mahasiswa  dalam membuat suatu aplikasi pemrograman. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk melihat sejauh mana pengaruh  Personalitas (kepribadian) mahasiswa  strategi belajar pemrograman mahasiswa  terhadap prestasi belajar mata kuliah pemrograman pada mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika .

Spolsky(1989:94) menyatakan bahwa karakteristik kepribadian  adalah salah satu faktor  dalam menentukan strategi belajar. Personality atau kepribadian adalah sesuatu yang membuat kita berbeda dari yang lain. Dalam literature lain, Johnson (2000:7) menyatakan bahwa kepribadian (personality ) menghasilkan perbedaan penting dalam memberikan motivasi belajar mahasiswa dan dalam membangun situasi dan kondisi terhadap metode belajar guru dalm ruang belajar. Extrovert person (kepribadian yang terbuka) dapat membantu dalam membangun interaksi dalm kelas. Hurt (2002:3), menganalisa bahwa kepribadian terbuka  akan lebih mudah dan lebih alami dalam mengikuti proses pembelajaran. Sedangkan Kepribadian yang tertutup (introvert Person) , pada kondisi yang berbeda dapat lebih baik    pada subjek yang berbeda dalam proses pembelajaran. Orang-orang introvert lebih mengggunakan kemampuan kognitif mereka antara lain kemampuan planning, monitoring dan systematicity.

Sue chan dan Caropreso (2004:1), mengungkapkan bahwa banyak studi atau penelitian yang membahas hubungan antara personalitas (personality) dan Prilaku (behavior).  Sedangkan Houkoos dan Penick dalam Chan dan Caropreso (2004:2)  menemukan bahwa hubungan kepribadian (Personality) dan Prestasi (achievement) dalam kelas menunjukkan  hubungan dinamis dan mempengaruhi Prestasi.

Pengetahuan tentang kepribadian (personality) mahasiswa adalah sangat penting bagi seorang guru atau dosen. Untuk menunjang keberhasilan dalam proses akademik. Cattel dan Eysenk dalam Johnson (2000:4) berpendapat bahwa untuk mensukseskan  atau mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran Kepribadian (personality) akan lebih penting dibandingkan dengan Kemampuan intelektual (IQ).

Strategi belajar merupakan metode atau cara belajar yang dapat diterapkan oleh mahasiswa untuk dapat lebih mudah dalam menyerap materi pembelajaran. Setiap  mahasiswa mungkin memiliki  strategi belajar sendiri-sendiri sesuai denga kebutuhan mereka masing –masing.

Kepribadian (personality) mahasiswa  dan Strategi belajar (Learning Strategy) adalah   beberapa faktor yang mempengaruhi dan dibutuhkan dalam proses belajar mengajar Untuk personality (kepribadian), seorang pendidik harus memahami  karakter mahasiswa (siswa) nya yang berbeda-beda (bervariasi), oleh sebab itu dosen (pendidik) harus bisa memberikan perhatian dan pelatihan  yang berbeda untuk mahasiswanya. Sedangkan untuk Strategi belajar, seorang mahasiswa harus dapat memilih strategi belajar yang sesuai dengan karakteristik kepribadian mereka.

Berdasarkan batasan masalah dan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana ”Pengaruh kepribadian (personalitas) mahasiswa dan strategi belajar pemrograman mahasiswa terhadap prestasi belajar  mata kuliah pemrograman pada program studi manajemen informatika

Tujuan penelitian ini adalah : 1). Untuk mengetahui pengaruh Kepribadian (personalitas) mahasiswa dan Strategi Belajar pemrograman mahasiswa terhadap prestasi belajar mata kuliah pemrograman mahasiswa manajemen informatika. 2). Untuk mengetahui pengaruh kepribadian (personalitas)mahasiswa terhadap prestasi belajar mata kuliah pemrograman mahasiswa Manajemen Informatika dan 3) Untuk mengetahui pengaruh Strategi Belajar Pemrograman mahasiwa terhadap Prestasi belajar mata kuliah pemrograman mahasiswa Manajemen Informatika

Sedangkan Manfaat Penelitian adalah : 1). Memberikan bukti empiris mengenai pengaruh Kepribadian (personalitas) mahasiswa dan Strategi Belajar pemrograman mahasiswa terhadap prestasi belajar mata kuliah pemrograman mahasiswa manajemen informatika 2). Merupakan kesempatan penulis untuk mengetahui sejauh mana kepribadian mahasiswa dan strategi belajar mahasiswa mempengaruhi pretasi belajar mata kuliah pemrograman pada program Studi Manajemen Informatika3). Sebagai landasan atau bahan informasi untuk penelitian-penelitian serupa dimasa yang akan datang.

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kepribadian (Personality)

Personality berasal dari bahasa Latin ”persona” yang berati ”mask” atau ”topeng”. Seorang ahli Psikologi Allport (1967) dalam sujanto (1999:11) merangkum 49 definisi dan menambahkan pendapatnya sendiri. Beliau menyatakan” the dynamic organization within  the individual of those psychophysical system that determines his unique adjustment to his environment”.

Morris (1990:450) menyatakan bahwa ada satu definisi  dari personality (kepribadian), yang secara umum disetujui oleh banyak orang yaitu bahwa kepribadian (personality) adalah rumus atau formula dari suatu karakteristik, perasaan dan prilaku yang tetap berlaku dari waktu ke waktu dan berbagai situasi serta berbeda antar satu orang dengan orang lainnya. Beliau memberikan dua hal penting    dari defines tersebut. Yang pertama, personality (kepribadian)  adalah cirri psikologis seseorang  yaitu yang meliputi prilaku, sikap,  alasan kecenderungan pandangan dan emosi sebagai reaksi terhadap dunia atau lingkungannya. Hal ini berarti bahwa personality (kepribadian)  memberikan karakteristik yang berbeda dan unik untuk orang-orang tertentu. Pernyataan ini didukung oleh Allport dalam Sujanto (1999:12) yang menyatakan bahwa karakteristik sesorang adalah bersifat pribadi (individually), tidak pernah ada orang yang sama identik dengan orang lain dan hal tersebut tidak akan pernah terjadi.

Yang kedua, definisi personality (kepribadian) adalah bahwa kepribadian (personality) tetap  berlaku  dari waktu ke waktu  dalam berbagai situasi termasuk prilaku kita dalam penginterprestasian  aksi (tindakan) kepada orang lain. Lewin dalam Sujanto (1999:112) menyatakan bahwa personality (kepribadian) adalah faktor penentu prilaku dan prilaku yang ditentukan oleh kepribadian yang berubah dari waktu ke waktu.

Dalam lingkungan pendidikan , seorang dosen di dalam ruang belajar  harus mampu berinteraksi dengan banyak karakteristik kepribadian yang bervariasi  dari mahasiswanya. Mahasiswa akan memberikan respon yang berbeda terhadap metode atau aktivitas yang dilakukan seorang dosen dalam proses pembelajaran. Spolsky (1989:112) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pandangan  antara mahasiwa yang memiliki kepribadian terbuka (exrovert) dan Mahasiswa yang memiliki kepribadian tertutup (introvert).

2.2.  Strategi Belajar

Strategi belajar adalah metode atau cara belajar yang dapat diterapkan oleh mahasiswa untuk dapat lebih mudah dalam menyerap materi pembelajaran. Setiap  mahasiswa mungkin memiliki  strategi belajar sendiri-sendiri sesuai denga kebutuhan mereka masing –masing. Beberapa contoh strategi belajar yang digunakan mahasiswa adalah  :

a. Mencari atau menemukan teman untuk di ajak   melakukan percakapan.

b. Mengelompokkan hal-hal yang ingin dipelajari dan memberikan  label atau

nama untuk masing-masing  kelompok .

c. Menggunakan pengisyaratan  untuk yang dikomunikasikan di dalam kelas ketika ada hal-hal yang belum atau tidak terfikirkan.

d. Belajar  mengelompokkan materi berdasarkan kebutuhan, persamaan atau perbedaanya, dll

Strategi belajar  berkaitan dengan metode pembelajaran yang diterapkan oleh dosen atau sering juga disebut sebagai strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran  yang diterapkan oleh seorang dosen adalah tolak ukur yang dapat dijadikan mahasiswa sebagai pedoman untuk menentukan strategi belajar yang sesuai dengan keinginan mereka. Strategi pembelajaran sendiri di pengaruhi oleh faktor faktor Tujuan, materi, siswa, fasilitas waktu dan guru (dosen). (Cepi Riyana :2007)
2.3. Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah  hasil penilaian pendidik  terhadap proses belajar dan hasil belajar siswa. (Winkel,1996). Penilaian yang di maksud adalah penilaian yang di lakukan untuk menentukan  seberapa jauh proses belajar dan hasil belajar siswa telah sesuai dengan tujuan instruksional yang sudah di tetapkan baik menurut aspek isi maupun aspek prilaku. Pendapat lain menyatakan bahwa prestasi belajar adalah perwujudan atau aktualisasi dari kemampuan dan usaha belajar dalam waktu tertentu  (Loekmono, 1988). Sedangkan Nana Sudjana(2001) mengungkapkan bahwa prestasi belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah siswa menerima pengalaman belajarnya.  Menurut Dimyati dan Mujiono ( 2002 : 200), prestasi belajar adalah hasil yang didapat oleh siswa setelah melalui kegiatan penilaian dan  atau pengukuran prestasi belajar berupa skala nilai yang berupa huruf atau kata atau simbol.

Pada umumnya ada tiga jenis pendidikan untuk mencapai prestasi belajar yaitu secara langsung dan tidak langsung, yaitu pendidikan formal, in formal dan non formal.  Namun dalam arti luas, pendidikan adalah setiap proses dimana seseorang memperoleh pengetahuan (knowledge acquisition), mengembangkan kemampuan / keterampilan ( skill development), sikap atau mengubah sikap ( attitude change).

Banyak untuk mengukur prestasi belajar. Pengajar dapat melakukannya dengan cara mengajukan pertanyaan lisan, memberikan pekerjaan rumah atau tugas tertulis untuk melihat penampilan aktual dari tugas keterampilan dan tes tertulis. Selain itu, Winkel (1996) berpendapat bahwa cara mana yang akan digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa biasanya berkaitan dengan tujuan dan bidang prestasi yang akan di evaluasi. Tetapi yang paling umum di lakukan adalah dengan tes tertulis. Pada umumnya yang di maksud dengan prestasi belajar adalah  nilai-nilai hasil belajar yang diperoleh melalui pengukuran dengan alat tes. Prestasi belajar siswa dapat di  lihat dari nilai rapor siswa.

Dari pengertian – pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah hasil penilaian pendidik terhadap proses dan hasil belajar siswa, yang menggambarkan penguasaan siswa atas materi  pelajaran atau perilaku relatif menetap sebagai akibat adanya proses belajar yang dialami siwa dalam jangka waktu tertentu. Pengungkapan prestasi belajar ideal, menurut syah (2000:150) adalah meliputi  segenap ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa. Namun demikian pengungkapan tingkah laku seluruh ranah itu khusunya ranah rasa siswa sangat sulit. Hal ini disebabkan perubahan prestasi belajar itu ada yang bersifat intangible(tak dapat diraba). Oleh karena itu yang dapat di lakukan dosen atau guru dalam hal ini adalah hanya mengambil sebagian perubahan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai prestasi belajar siswa baik yang berdimensi cipta dan rasa maupun yang berdimensi karsa.

Prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat digolongkan menjadi dua yaitu (Syah  2000, Sudjana 1999) ; (a) faktor  Internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Faktor eksternal ini meliputi Intelegensia, Motivasi, minat, kemandirian dan emosi, dan (b) Faktor Eksternal, yaitu  faktor dari luar siswa yang meliputi kondisi lingkungan sosial maupun non sosial.

2.4. Bahasa Pemrograman

Bahasa pemrograman adalah salah satu bentuk perangkat lunak atau software yang merupakan bagian dari elemen-elemn dasar sistem komputer. Sistem Software adalah kumpulan system program yang menyediakan beragam fungsi seperti file editing, reources accounting, IO management, store managemen dan sebagainya

Bahasa Pemrograman adalah bahasa yang dipakai untuk menginstruksikan komputer. Bahasa pemrograman  dapat digunakan untuk pengembangan perangkat lunak lainnya seperti java, visual studio dan lain-lain. Secara lebih khusus Bahasa pemrograman adalah bahasa yang dapat digunakan untuk membangun suatu perangkat lunak baru dengan source program dari bahas tersebut untuk kebutuhan atau tujuan tertentu. Ada dua jenis bahasa pemrograman yaitu (1) bahasa Tingkat Tinggi dan (2) Bahasa Tingkat Rendah.

Bahasa Tingkat Tinggi adalah bahasa pemrograman yang  lebih dekat orientednya dengan aplikasi problemnya. Sedangkan Bahasa Tingkat Rendah adalah  bahasa yang lebih dekat hubungannya dengan bahasa mesin. (Jogianto :2004)

3. METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa program Studi Manajemen Informatika Di Universitas Bina Darma Palembang yang berlokasi di Jl.Jendral Ahmad Yani no.12 Palembang

3.2.  Desain Penelitian

Desain yang akan digunakan  dalam penelitian ini adalah desain kausal yang bertujuan untuk melihat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat.  Dalam usulan  penelitian ini variabel bebas pertama  adalah kepribadaian (personalitas)  (X1) dan variabel bebas ke dua adalah Strategi Balajar (X2) dan variabel terikat dari usulan penelitian ini adalah Prestasi Belajar Pemrograman(Y). Penelitian ini ingin melihat pengaruh X1 terhadap Y secara parsial , Pengaruh X2 terhadap Y secara parsial  dan pengaruh X1 dan X2 terhadap Y  secara bersama – sama.

Metode pengambilan sample dalam usulan penelitian ini adalan non probability dengan purposive sampling. Dengan kriteria adalah mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika yang ada di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Darma Palembang .

3.3.   Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis data primer dan Data skunder. Data Primer di peroleh dengan melalui pengamatan langsung di lapangan (observasi) dengan perpedoman pada Instrumen penelitian yang menggunakan kuisioner. Jumlah Sampel dalam penelitian ini di dasarkan pada pendapat Champion dan AA.K Baila yang menyatakan bahwa sampel cukup valid  untuk di lakukan analisis statistik jika jumlah sample paling sedikit 30 sampai 100 responden (Manase Malo 1985:268)  Data Skunder adalah data yang diperoleh dari berbagai literatature , jurnal, pustaka ataupun laporan serta publikasi yang relevan yang dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan penelitian.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode kuisioner yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel dalam  penelitian. Kuisioner adalah suatu daftar yang berisi  sejumlah pertanyaan yang diberikan kepada subyek penelitian dengan maksud agar dari jawaban yang diberikan subyek, maka kondisi subyek yang akan diteliti dapat terungkap. Metode kuisioner ialah suatu metode pengumpulan data yang menggunakan kuisioner sebagai alatnya.

Pertanyaan – pertanyaan dalam kuisioner biasanya dikelompokkan berdasarkan variabel variabel penelitian yang kemudian di pecah menjadi Dimensi dan faktor. Kemudian kuisioner di uji degan realibilitasnya untuk menunjukan sejauh mana suatu alat dapat dipercaya  untuk mengukur suatu objek. Sebuah faktor dinyatakan reliabel jika koefisien alpha lebih besar dari 0,6 (Malhotra :1993). Indikator variabel dinyatakan reliabel jika nilai signifikansi alpha lebih kecil dari 0,05.

3.4.   Metode Analisis

Metode yang digunakan untuk menganalisis data primer yang berasal dari responden adalah metode perhitungan statistik. Karena variabel yang digunakan lebih dari satu maka metode statistik yang dipakai adalah regresi linier berganda. Analisis regresi  digunakan untuk menganalisis pengaruh kepribadian (personality) dan Strategi belajar terhadap prestasi belajar pemrograman pada mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika..

Dengan demikian analisis yang akan digunakan adalah :  1) Analisis Regresi Berganda, 2) Uji Data yang digunakan adalah : a) Uji Validitas, b) Uji Reliabilitas, 3) Statistik Deskriptif, terdiri dari: a) Varians, b) Standar Deviasi, 4) Uji Ekonometrika, berupa : a) Multikolinearitas, b) Autokorelasi, dan c) Heterokedastisitas, sedangkan 5) Uji Hipotesis, dengan cara : a) Uji t (Parsial), dan b) Uji F (Pengujian Serentak).

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan sumber data primer yang berasal dari kuisioner yang diberikan kepada responden. Untuk untuk mengetahui keakuratan dan ketepatan data yang diperoleh melalui kuisioner tersebut, sebelumnya akan di lakukan pengujian data melalui analisis instrumen penelitian. Analisis instrumen penelitian dilakukan untuk menguji apakah instrumen yang digunakan memenuhi syarat-syarat alat ukur yang baik atau tidak. Instrumen dikatakan baik apabila instrumen penelitian tersebut memenuhi sifat valid dan reliabel. Kemudian dilakukan uji regresi berganda guna menjawab hipotesis yang telah ditentukan.

4.1. Analisis Deskripsi Variabel Penelitian

Deskripsi variabel penelitian disini adalah pendeskripsian dari variable bebas dan terikat dalam peneltian ini yang menggunakan perhitungan statistik. Dalam penelitian ini responden terdiri dari 100 orang mahasiswa program studi Manajemen Informatika  untuk melihat  pengaruh antara Personalitas (kepribadian) mahasiswa  dan strategi belajar pemrograman mahasiswa  terhadap prestasi belajar mata kuliah pemrograman. Selanjutnya instrumen akan di uji validitas dan reliabilitasnya.

Analisis deskriptif variabel penelitian disini terdiri dari tiga yaitu : Personality atau kepribadian dapat di ukur dengan 5 faktor umum dalam personality atau kepribadian yaitu Oppeness atau keterbukaan, Extraversion, Neuroticism, Agreeableness dan conscientiousness  variabel kedua yaitu  Strategi Belajar yang terdiri dari Strategi  belajar secara langsung dan Strategi tidak langsung dan sebagai variabel bergantung adalah Prestasi belajar yang terdiri dari faktor internal  dan Faktor Eksternal.

1. Distribusi Frekusensi Variabel Prestasi Belajar  (Variable terikat )

Variabel Prestasi belajar memiliki 29 item pertanyaan yang mewakili variable tersebut dalam suatu kuisioner. Berikut ini distribusi frekuensi variable Prestasi belajar berdasarkan  data hasil pengumpulan kuisioner.

Tabel 1. Distribusi frekuensi variabel Prestasi Belajar

Skor

Interval

Frekuensi

Persentase

Sangat tidak setuju

1 – 1,8

0

0  %

Tidak setuju

1,9 – 2,6

7

7   %

Ragu-ragu

2,7 – 3,4

16

16  %

Setuju

3,5 – 4,1

45

45  %

Sangat setuju

4,2 – 5,0

32

32  %

TOTAL

100

100 %

(sumber : Data primer yang diolah)

2. Distribusi frekuensi Variabel  Personalitas (Kepribadian / Sifat)

(variabel bebas)

Variabel Personalitas (kepribadian / sifat) memiliki 41 item pertanyaan  yang mewakili variabel tersebut. Berikut ini adalah tabel distribusi frekuensi variabel Personalitas (kepribadian / sifat ) berdasarkan data hasil pengumpulan kuisioner.

Tabel 2. Distribusi frekuensi variabel Personalitas

Skor

Interval

Frekuensi

Persentase

Sangat tidak setuju

1 – 1,8

3

3 %

Tidak setuju

1,9 – 2,6

10

10 %

Ragu-ragu

2,7 – 3,4

3

3 %

Setuju

3,5 – 4,1

48

48 %

Sangat setuju

4,2 – 5,0

36

36  %

TOTAL

100

100 %

(sumber : Data primer yang diolah)

3.Distribusi Frekuensi Variabel Strategi belajar  (Variabel Bebas)

Variabel Strategi belajar di ukur dengan menggunakan 40 item pertanyaan yang mewakili  variabel tersebut. Berikut ini adalah tabel distribusi frekuensi variabel strategi belajar berdasarkan data hasil pengumpulan kuisioner.

Tabel 3. Distribusi frekuensi variabel  strategi Belajar

Skor

Interval

Frekuensi

Persentase

Sangat tidak setuju

1 – 1,8

2

2 %

Tidak setuju

1,9 – 2,6

10

10  %

Ragu-ragu

2,7 – 3,4

2

2  %

Setuju

3,5 – 4,1

51

51  %

Sangat setuju

4,2 – 5,0

35

35  %

TOTAL

100

100 %

(sumber : Data primer yang diolah)

4.1.1.  Analisis Uji Data

4.1.1.1.   Uji Validitas Data

Penelitian ini menggunakan kuisioner untuk mengumpulkan data penelitian, dan untuk mengetahui indeks validitas kuisioner tersebut digunakan rumus product moment correlation dari Pearson. Secara manual validitas alat ukur diketahui dengan cara mengkorelasikan skor masing-masing item. Validitas atau correlation di nyatakan valid apabila mempunyai nilai corelation r hitung lebih besar dari r standar. Skor r dilihat dari r table yang ada pada tabel statistik. Nilai r akan bergantung pada jumlah responden yang ada. Dalam penelitian ini jumlah responden adalah 100 responden, sehingga  tingkat korelasi nilai r pada interval kepercayaan 5 % harus lebih besar dari 0,195 . Jika r korelasi di atas 0,195 maka alat ukur bisa dinyatakan valid dan sebaliknya jika di bawah 0,195 berarti alat ukur dinyatakan tidak valid. Berdasarkan uji validitas yang dilakukan maka semua item pertanyaan dalam kuisioner pada setiap variable memiliki nilai lebih besar  dari 0,195 sehingga  dapat dikatakan  semua item pertanyaan dalam kuisioner  adalah valid.

4.1.1.2. Uji Reliabilitas Instrumen

Koefisien alpha atau cronbach apha yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur tingkat reliabilitas  dan konsistensi internal diantara butir butir pertanyaan  dalam suatu instrumen. Item pengukuran dikatakan reliabel jika memiliki nilai koefisien alpha lebih besar dari 0,6 (α >0,6)

Tabel 4.  Rekapitulasi Uji Reliabilitas

Variabel

Cronbach alpha

Keterangan

Personalitas (sifat / kepribadian)

.989

reliable

Strategi belajar

.985

reliable

Prestasi Belajar

.955

reliable

(sumber : Data primer yang diolah)

Dari tabel 4 maka dapat disimpulkan bahwa semua variable nilai cronbach alpha >0,6 dan dinyatakan reliable.

4.1.1.3.Analisis Uji Normalitas

Tujuan dilakukannya uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah  model regresi , variable terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak, sedangkan uji regresi itu sendiri adalah bertujuan untuk mencari apakah memang ada pengaruh yang signifikan antara variabel terikat dengan variabel bebas.

Sesuai penelitian yang dibuat apabila diperhatikan data menyebar disekitar garis normal dan mengikuti arah diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas, model regresi adalah normal.

Gambar 1. Uji Normalitas Variabel.

4.1.1.4.Analisis Uji Ekonometrika

Analisis Uji Ekonometrika digunakan untuk mengetahui apakah model yang digunakan adalah baik/sesuai. Analisis ini terdiri atas : 1) Uji Multikolinieritas, 2) Uji Autokorelasi, dan 3) Uji Heterokedastisitas.

Tabel 5. Rekapitulasi Uji Ekonometrika

No. Pengujian & Kriteria Kesimpulan / Hasil Pengujian
1. Uji Multikolinieritas tidak terjadi Multikolinieritas antara variabel independent X1 (Personality ) dan X2 (Strategi Belajar).
2. Uji Autokorelasi tidak ada Autokorelasi.
3. Uji Kedastisitas tidak terjadi Heterokedastisitas.

4.1.1.5.Analisis Regresi Linier Berganda

Uji regresi linier berganda dilakuka  untuk mengetahui pengaruh data primer yang diuji, yang berasal dari 2 (dua) variabel bebas yaitu variable personalitas dan variable strategi belajar terhadap prestasi relajar pada Universitas Bina Darma Palembang. Hasil regresi linier berganda,  di-formulasi-kan persamaan regresi untuk mengestimasi variabel terikat dengan menggunakan seluruh variabel bebas ádalah sebagai berikut :

Y = 1,052 + 0,222X1 + 0,497X2 + e

Dari  persamaan regresi di atas dapat dijelaskan  bahwa variabel bebas : Personalitas (X1) dan Strategi Relajar (X2)  memiliki pengaruh yang searah  terhadap variabel terikat Prestasi relajar (Y). Pengaruh ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan pada variabel bebas maka akan meningkatkan pula variabel terikat dengan asumsi bahwa variabel bebas lainnya tersebut konstan.

4.1.1.6.Pembuktian Hipótesis

Pembuktian Hipótesis menggunakan 2 (dua) uji, yaitu : Uji t (Parsial) untuk melihat pengaruh  parsial dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat, dan Uji F (Simultan)  untuk melihat pengaruh simultan dari kedua variabel bebas terhadap variabel terikat.

  1. Uji t (Parsial)

Untuk melihat pengaruh secara parcial antara variable bebas terhadap variable bergantung di lakukan uji t. Adapun kriteria pengujiannya adalah : H0 diterima : Sig t > 0,05 dan t hitung < t tabel. Ha diterima : Sig t < 0,05 dan t hitung > t tabel. H0 : Variabel bebas secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Ha : Variabel bebas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

Tabel 6. Hasil Uji Parsial (Uji t)

Model T Sig.
1                              (Constant)

Personalitas

Strategi Belajar

5,969

1,317

2,281

,000

,091

,006

a. Dependent Variabel : Prestasi Belajar

Sumber : Data Primer yang diolah dengan SPSS-15

Dari analisis data yang sudah dilakukan maka dapat di buktikan hipotesis yang ada bahwa dilihat dari tabel  6  t hitung untuk variabel Personalitas (sifat / kepribadian) yaitu variabel X1 adalah 1,317 < t tabel  dan tingkat signifikan 0,191 (p>0,05)  maka H0 di terima  dan Ha ditolak, artinya  tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel Personalitas (sifat / kepribadian) terhadap variabel prestasi belajar. Sedangkan untuk uji t variabel bebas X2 (Strategi Belajar) terhadap Variabel Y (Prestasi Belajar), dilihat dari tabel  6,  t hitung untuk variabel strategi belajar (X2)  adalah 2,821 > t  tabel  dan tingkat signifikan 0,006 (p< 0,05)  maka H0 di tolak  dan Ha diterima , artinya  ada pengaruh yang signifikan antara variabel Strategi belajar terhadap variabel prestasi belajar.

  1. Uji F (Simultan)

Uji F – hitung (Fh) atau (p<0,05) ini bertujuan untuk menguji apakah  variabel personalitas (sifat / kepribadian) dan variabel strategi belajar memiliki pengaruh yang signifikan secara bersama-sama  terhadap variabel prestasi belajar sebagai variabel bergantung. Untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut  dilakukan uji F yaitu dengan membandingkan  F hitung  dengan F tabel. Jika F hitung > F tabel  maka persamaan regresi dan koefisien korelasinya  signifikan sehingga  H0 ditolak dan Ha diterima. Atau dapat pula di lihat dari level of significant alpha (α) = 0,05. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.

Tabel 7.  Hasil Uji Serentak (Uji F)

ANOVA(b)

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1 Regression

26,036

2

13,018

129,827

,000(a)

Residual

9,726

97

,100

Total

35,762

99

a  Predictors: (Constant), rata_strategi_belajar, rata_personalitas

b  Dependent Variable: rata_prestasi_belajar

Sumber :Data Primer yang diolah dengan SPSS-15

Dari analisis data di atas dapat diperoleh hasil analisa sebagai berikut : dengan mengambil taraf signifikan sebesar  0,000 (p<0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Pada  hasil analisis varian (ANOVA) dapat di lihat bahwa F hitung dari hasil analisis data primer adalah  129,827.  yang artinya lebih besar dari nilai F tabel  yang berada pada nilai 3,15 – 3,23. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan untuk Uji F  pada penelitian ini  diperoleh hasil H0 di tolak dan Ha diterima yang artinya  ada pengaruh yang signifikan antara variabel personalitas (sifat / kepribadian) dan variabel strategi belajar terhadap variabel prestasi belajar yang dilakukan secara bersama-sama.

4.2. Pembahasan

Secara bersama-sama pengaruh variabel personalitas dan strategi belajar terhadap Prestasi Belajar memiliki pengaruh sebesar 72,8%.

Hasil uji regresi linier berganda didapat persamaan :

Y = 1,052 + 0,222X1 + 0,497X2 + e

Dengan demikian : 1). Jika variabel Personalitas (sifat / kepribadian)  (X1)  berubah satu unit skor, maka variabel Y atau variabel prestasi belajar akan berubah sebesar  0,222  unit skor dengan X2 konstan. Tanda positif menunjukan perubahan yang searah. 2). Jika variabel Strategi belajar (X2)  berubah satu unit skor, maka variabel prestasi belajar (Y) akan berubah sebesar  0,497 unit skor dengan X1 konstan. Tanda positif menunjukan perubahan yang searah.

Pada  hasil analisis varian (ANOVA) dapat di lihat bahwa F hitung dari hasil analisis data primer adalah  129,827.  yang artinya lebih besar dari nilai F tabel  yang berada pada nilai 3,15 – 3,23. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan untuk Uji F  pada penelitian ini  diperoleh hasil H0 di tolak dan Ha diterima yang artinya  ada pengaruh yang signifikan antara variabel personalitas (sifat / kepribadian) dan variabel strategi belajar terhadap variabel prestasi belajar yang dilakukan secara bersama-sama.

Berdasarkan hasil keseluruhan analisis statistik korelasional yang telah di lakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa   secara bersama-sama terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Personalitas (sifat / kepribadian) dan variabel strategi belajar terhadap Variabel Prestasi belajar. Secara parsial  tidak terdapat hubungan yang signifikan  yang  terjadi antara variabel personalitas (sifat / kepribadian) terhadap variabel Prestasi belajar.  Namun secara parsial terdapa hubungan yang signifikan antara variabel strategi belajar terhadap variabel prestasi belajar.

5. KESIMPULAN

Berdasarkan pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini, maka diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Hasil pengujian regresi yang dilakukan secara bersama-sama atau uji serentak di peroleh hasil bahwa Pengaruh secara bersama dari variable Personalitas (Sifat / kepribadian) dan variable Strategi belajar terhadap variable prestasi belajar menunjukkan pengaruh yang signifikan dan positif. Nilai koefisien penentu (determinasi) sebesar  72,8% menggambarkan bahwa 72,8% variasi perubahan factor prestasi belajar  dapat  dijelaskan oleh variasi variabel personalitas (sifat / kepribadian) dan variable strategi belajar, sedangkan sisanya 27,2 % dijelaskan oleh variabel lainnya diluar penelitian ini.
  2. Berdasarkan uji korelasi dan regresi diperoleh fakta bahwa secara parsial tidak terdapat hubungan atau pengaruh yang signifikan antara Variabel personalitas (sifat / kepribadian) terhadap variable prestasi belajar. Hal ini dapat  terjadi karena beberapa alasan antara lain, sifat atau kepribadian sesorang tidak begitu mempengaruhi prestasi belajarnya karena kepribadaian yang berbeda baik yang extravert personality ataupun introvert personality adalah sifat yang dimiliki seseorang yang secara logika tidak berpengaruh banyak untuk menentukan prestasi seseorang.
  3. Pengaruh secara parsial dari variabel strategi belajar terhadap prestasi belajar menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Hal ini dapat terjadi karena startegi belajar seseoang dapat membantu mereka untuk memahami lebih jauh materi pembelajaran yang di dapatkannya. Pemilihan strategi belajar yang  baik dapat membantu seseorang untuk memperoleh prestasi yang maksimal. Tanpa memiliki startegi belajar yang baik sesorang tidak memiliki metode dalam belajarnya sehingga akan sulit untuk memahami materi belajar yang sudah diperolehnya.

DAFTAR RUJUKAN

Chen,  Sue-jen and Edward J. Caropreso, 2004., Journal of Interactive online.,

Learning : Influence of Personality on Online Discussion. Http://www.ncolr.org/jiol/issue/pdf. diakses tanggal 10 juni 2008

Dimyati dan Mujiono.2002., Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta. Jakarta

Hurt,   Stella. 2002., Taking accout of affective learner differences in the Planning and Delivery of language  courses for open distance and independent learning. Http://www.Language.itsn.ac.uk/resources/confrences item.aspx.

diakses tanggal 07 agustus 2008

Johnson, John A.2000., Personality mearuses and big five. The internet TESL Journal. Http://personality-project.org/perproj/theory.html. diakses tanggal 07 Agustus 2008

Jogianto, H.M, 2004., Pengenalan Computer. , Ondi Offset Yogyakarta

Loekmono,1998., Korelasi antara indeks prestasi kumulatif semester  I/1987-1988 dengan masalah yang di alami mahasiswa, Universita kristen satya wacana.

Manase, M. 1985. Metode Penelitian Sosial. Karunika Jakarta.

Universitas Terbuka.

Malhotra , Naresh. K.Markeing Research. An Applied Orientation.

New Jersey : Prentice Hall, 1993.

Morris, Charles G. 1990., Psychology: an introduction 7th ed. Englewood cliffs, New Jersey: Prentice hall International Inc.

Riyana, Cepi  2007., Komponen-komponen pembelajaran.,

http://kurtek.upi.edu/kurpem/3-komponen.htm

Spolsky, Bernard., 1989., Introduction to A general Theory. Oxford : Oxford University Press.

Sujanto,dkk., 1999., Psikologi Kepribadian, Jakarta : Bumi Aksara

Sujana, N.2001. Penilaian  Hasil Proses Belajar Mengajar. Remaja Rosdakarya. Bandung

Syah, M. 2000. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru Edisi Revisi. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Winkel, W.S., 1996. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>