Uhang Dihi
Anak Rantau

Archive for August, 2013

EVALUASI PENERIMAAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN POLDA SUMSEL MENGGUNAKAN METODE TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL)

Thu ,29/08/2013

Oleh :

A.Yani Ranius
Meiky Pratama
1. Pendahuluan
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dewasa ini dirasakan banyak berperan dalam berbagai aspek kehidupan sudah menjadi alat yang begitu penting dalam menyelesaikan pekerjaan serta menghasilkan sebuah informasi secara cepat dan tepat, media yang sering digunakan saat ini adalah komputer. Untuk itu harus diimbangi dengan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk dapat menguasai perkembangan IPTEK komputer tersebut.
Komputer sangat membantu pengguna dalam melakukan pengolahan data dan mempercepat mendapatkan informasi, informasi itu merupakan salah satu kunci yang sangat dibutuhkan dalam melakukan berbagai aktifitas, baik aktifitas dalam suatu instansi pemerintahan diataranya kepolisian. Oleh karena itu dengan adanya perkembangan teknologi informasi perlu dikembangkan berbagai sistem komputerisasi untuk membantu instansi kepolisian untuk memperlancar pekerjaan-pekerjaan seperti suatu sistem informasi untuk membantu dalam pengolahan data pegawai pada kantor Polda Sumsel Palembang.
Instansi kepolisian Polda Sumsel Palembang merupakan suatu Instansi pemerintahan yang bergerak dalam bidang keamanan masyarkat, menjaga ketertiban dan melayani serta menangani tugas-tugas di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan Undang-undang nomor 25 tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Pengembangan kemampuan dan kekuatan serta penggunaan kekuatan Polri dikelola sedemikian rupa agar dapat mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Polri sebagai pengemban fungsi keamanan dalam negeri.
Instansi kepolisian Polda Sumsel Palembang yang memiliki jumlah pegawai 3437 orang dengan 2 bagian yang dibagi atas bagian anggota Polri 2937 orang serta bagian fungsional/Pegawai Negeri Sipil sebanyak 500 orang. Dalam melakukan aktifitasnya Polda Sumsel Palembang ini sudah menggunakan sistem informasi kepegawaian menggunakan komputer. Sistem informasi yang diterapkan Polda Sumsel Palembang yang dilihat dari segi kualitas dan pelayanannya yang sudah berjalan dengan baik didalam memberikan pelayanan kepada pegawainya maupun masyarakat. Guna memaksimalkan dan meningkatkan kinerja untuk pengelola sistem tersebut perlu ditingkatkan lagi mengingat ada aplikasi yang belum dapat digunakan.
Model yang dikembangkan oleh para peneliti untuk mengukur penerimaan teknologi oleh penggunanya adalah model Technology Acceptance Model (TAM). Model TAM dikembangkan oleh Davis (1989) yang mengadaptasi model TRA (Theory of Reasoned Action). Perbedaan antara TRA dan TAM adalah penempatan sikap-sikap dari TRA, dengan memperkenalkan dua variabel kunci, yaitu kebermanfaatan (perceived usefulness) dan kemudahan (perceived ease of use) yang memiliki relevancy pusat untuk memprediksi sikap penerimaan pengguna (Acceptance of IT) terhadap teknologi komputer. Ada dua variabel penting yang menentukan penerimaan terhadap teknologi informasi yaitu kebermanfaatan dan kemudahan. Faktor kebermanfaatan didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang meyakini bahwa penggunaan teknologi/sistem tertentu meningkatkan kinerja. Sementara kemudahan diartikan sebagai tingkat dimana seseorang meyakini bahwa penggunaan teknologi adalah mudah dan tidak memerlukan usaha keras dari pemakainya untuk bisa menggunakannya. Berdasarkan studi yang sudah dilakukan oleh Davis dapat dikatakan bahwa dalam mengembangkan sebuah teknologi perlu dipertimbangkan faktor kebermanfaatan dan kemudahan dari pengguna teknologi/sistem sehingga penggunaan keseluruhan dapat diketahui.
Berdasarkan uraian diatas, maka dipilih judul Evaluasi Penerimaan Teknologi Sistem Informasi Kepegawaian Pada Polda Sumsel Palembang dengan Menggunakan Metode TAM (Technology Acceptance Model).
2. Metodologi Penelitian
2.1 Waktu Dan Tempat Penelitian
Waktu penelitian ini dimulai dari bulan Septmber 2012 sampai dengan bulan Desember 2012. Lokasi tempat penelitian adalah Instansi kepolisian Polda Sumsel Palembang yang beralamat di Jl. Jenderal Sudirman. Km 4,5 Palembang 30000. Telp/Fax. (0711) 360295.

2.2 Metode Penelitian
Metode penelitian disini menggunakan metode penelitian deskriptitf kuantitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk angka-angka, meskipun juga berupa data kualitatif sebagai pendukungnya, seperti kata-kata atau kalimat yang tersusun dalam angket, kalimat hasil konsultasi atau wawancara antara peneliti dan informan.
Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan. Data kualitatif yang diangkakan misalnya terdapat dalam skala pengukuran. Suatu pernyataan/pertanyaan yang memerlukan alternatif jawaban, dimana masing-masing : sangat setuju digunakan angka 5, setuju 4, cukup setuju 3, tidak setuju 2, dan sangat tidak setuju 1.
Penelitian kuantitatif mengambil jarak antara peneliti dengan objek yang diteliti. Penelitian kuantitatif menggunakan instrumen formal, standar dan bersifat mengukur.

2.3 Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran merupakan suatu model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah riset. Kerangka pemikiran akan memberikan manfaat, yaitu terjadi pendapat yang sama antara periset dan pembaca terhadap alur-alur pikiran periset, dalam rangka membentuk hipotesis-hipotesis risetnya secara logis.
Dalam kerangka penelitian ini akan menguji faktor-faktor penentu dan perilaku penggunaan dalam model TAM, yaitu faktor kebermanfaatan (perceived usefulness) (X1) dan faktor kemudahan (perceived ease of use) (X2) terhadap penerimaan teknologi untuk penggunaan sistem informasi kepegawaian (Y) pada Polda Sumsel.
Kerangka pemikiran menggunakan model TAM, terlihat pada gambar sebagai berikut :

Gambar 1. Kerangka model TAM
2.4. Hipotesis
Hipotesis pada penelitian ini adalah :
1. Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor kebermanfaatan (perceived Usefulness) terhadap penerimaan teknologi dalam penggunaan sistem informasi kepegawaian pada Polda Sumsel.
2. Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor kemudahan (Perceived Ease Of Use) terhadap penerimaan teknologi dalam penggunaan sistem informasi kepegawaian pada Polda Sumsel.
3. Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor kebermanfaatan (perceived Usefulness) dan faktor kemudahan (Perceived Ease Of Use) terhadap penerimaan teknologi dalam penggunaan sistem informasi kepegawaian pada Polda Sumsel.

2.5 Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan 3 (tiga) variabel yang telah dimodifikasi dari model penelitian TAM sebelumnya yaitu : kebermanfaatan (perceived usefulness) sebagai variabel pertama (X1), kemudahan (perceived ease of use) sebagai variabel bebas kedua (X2) dan penerimaan teknologi dalam penggunaan teknologi/sistem kepegawaian sebagai variabel terkait (Y). Dimana menurut teori TAM secara signifikan variabel kebermanfaatan dan variabel kemudahan berpengaruh terhadap penerimaan teknologi dalam penggunaan teknologi/sistem kepegawaian. Dari penjelasan sebelumnya penulis membuat beberapa variabel dari objek penelitian untuk membantu kegiatan peghitungan data analisis. Variabel tersebut adalah :
– Variabel Y = Penerimaan teknologi
– Variabel X1 = Kemanfaatan teknologi
– Variabel X2 = Kemudahan teknologi
Uraian dari masing masing variabel ini adalah sebagai berikut :

1. Variabel Penerimaan Teknologi
Variabel Sub Variabel

Penerimaan Teknologi Menambah keterampilan
Menambah pengetahuan
Mempunyai pengaruh positif dan negatif
Memotivasi kinerja

2. Variabel Kebermanfaatan Teknologi
Variabel Sub Variabel
Kemanfaatan Teknologi Menambah produktivitas kinerja
Mempertinggi efektivitas
Meningkatkan kualitas pekerjaan
Mengembangkan kinerja

3. Variabel Kemudahan Teknologi
Variabel Sub Variabel
Kemudahan Teknologi Teknologi mudah dipelajari
Teknologi jelas dan mudah dipahami
Bebas dari kesulitan
Mengurangi usaha,waktu dan tenaga
Fleksibel

2.6 Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kuantitatif dilakukan dengan alat bantu statistika yang dipakai untuk mengevaluasi pengaruh variabel yang diteliti. Evaluasi yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu menggunakan statistik inferensi. Statistik inferensi digunakan untuk pengambilan keputusan dan pada umumnya menyertakan pengambilan keputusan dengan uji hipotesis. Uji hipotesis yang dilakukan pada penelitian yaitu menggunakan evaluasi korelasi yaitu melalui evaluasi korelasi Pearson yang merupakan uji statistik bagi variabel yang berskala interval dimana alternatif jawaban kuesioner yang diisi oleh responden akan diberi bobot skala likert, yaitu 5, 4, 3, 2, 1 untuk setiap pernyataan/pertanyaan. Untuk mengetahui skor total yang diperoleh dari masing-masing variabel digunakan rumus sebagai berikut :

Keterangan :
Skor actual = Jawaban seluruh responden
Skor Ideal = Skor /nilai tertinggi /semua responden diasumsikan memilih jawaban tertinggi.
Skor aktual adalah jawaban seluruh responden atas kuesioner yang telah diajukan. Skor ideal adalah skor atau bobot tertinggi atau semua responden diasumsikan memilih jawaban dengan skor tertinggi. Penjelasan bobot nilai skor
aktual dapat dilihat pada tabel berikut:
Kriteria Persentase Tanggapan Responden
No. % Jumlah Skor Kriteria
1. 20.00% – 36.00% Sangat Tidak Setuju
2. 36.01% – 52.00% Tidak Setuju
3. 52.01% – 68.00% Cukup
4. 68.01% – 84.00% Setuju
5. 84.01% – 100% Sangat Setuju

2.7 Uji Validitas
Setelah kuisioner ditabulasi maka dilakukan uji validitas untuk mengetahui sejauh mana alat pengukur dapat mengukur apa yang ingin diukur. Pengujian validitas untuk mengetahui apakah pertanyaan (Instrumen) penelitian yang diajukan untuk mengukur variabel penelitian adalah valid. Uji validitas dilakukan dengan cara melihat nilai signifikansi masing-masing instrumen. Untuk menghitung nilai korelasi antara data pada masing–masing pernyataan dengan skor total memakai rumus teknik korelisasi product moment, dengan rumus sebagai berikut :

Keterangan :
r : Nilai Korelasi
n : Jumlah Responden
X : Skor pernyataan dengan kode tertentu
Y : Skor total pernyataan
XY : Skor pernyataan x skor total pernyataan
(∑X)2 : Kuadrat jumlah skor item
∑X2 : Jumlah kuadrat skor item
(∑Y)2 : Kuadrat jumlah skor total
∑Y2 : Jumlah kuadrat skor total.

2.8 Uji Reabilitas
Jika alat ukur telah valid, selanjutnya alat ukur tersebut diujikan. Reabilitas adalah suatu nilai yang menunjukan konsistensi suatu alat pengukur dalam mengukur gejala yang sama. Pengujian reabilitas digunakan guna mengukur konsistensi jawaban responden.
Teknik pengukuran reabilitas yang digunakan adalah teknik Cronbach Alpha (CA). Mencari reabilitas instrumen yang skornya bukan 0-1, tetapi merupakan antara beberapa nilai. Skor yang digunakan oleh penulis adalah 1 sampai 5. Rumus yang digunakan adalah:

Keterangan :
r11 : Reabilitas instrumen
k : Banyak butir pernyataan
αt2 : Deviasi standar total
∑αp2 : Jumlah deviasi standar butir.

Untuk jumlah varians butir ditentukan dengan cara menentukan nilai varians tiap butir dengan menggunakan rumus berikut :

Keterangan :
N : Jumlah responden
X : Nilai skor yang dipilih dari butir pernyataan.

2.9 Model Evaluasi
Adapun bentuk persamaan regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini. Persamaan regresi yang dipakai adalah sebagai berikut (Supranto, 1998) (dalam Indriarty, 2010):

Keterangan:
Y = penerimaan teknologi sistem informasi kepegawaian
β1, β2 = koefisien regresi
X1 = faktor kebermanfaatan (perceived usefullness)
X2 = faktor kemudahan (perceived ease of use)
e = standard error.

3. Hasil
Hasil yang akan diukur dalam penelitian ini adalah penerimaan teknologi sistem informasi kepegawaian pada Polda Sumsel Palembang. Model yang dipakai dalam penelitian ini adalah Technology Acceptance Model (TAM). Pada penelitian ini akan dibahas mengenai pengaruh faktor kebermanfaatan (perceived usefullness) dan faktor kemudahan (perceived ease of use) terhadap penerimaan teknologi sistem informasi kepegawaian.
Hal pertama yang akan dilakukan adalah evaluasi instrumen penelitian, instrumen penelitian dikatakan baik dan layak apabila instrumen penelitian tersebut memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Kemudian dilakukan uji asumsi klasik dan uji regresi berganda.
3.1. Karakteristik Responden
Berikut ini akan dikemukakan gambaran umum responden yang menjadi obyek penelitian ini. Responden dalam penelitian ini adalah anggota Polisi dan Pegawai Negeri Sipil Polda Sumsel Palembang. Kuisioner yang disebarkan sebanyak 35 kuisioner yang ditujukan kepada pemakai sistem informasi kepegawaian Polda Sumsel. Untuk lebih jelas, identitas responden dapat dilihat pada tabel berikut ini :
3.1.1.Jenis Kelamin
Tabel 1. Responden berdasarkan jenis kelamin
Jenis_Kelamin
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Laki-laki 17 48.6 48.6 48.6
Perempuan 18 51.4 51.4 100.0
Total 35 100.0 100.0
Sumber : Data diolah dengan SPSS 17.0
Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa dari jumlah total 35 responden, terdapat 17 orang atau 48,6% responden berjenis kelamin laki-laki dan 18 orang atau 51,4% responden berjenis kelamin perempuan. Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan. Dalam hal ini peneliti tidak membedakan jenis kelamin, karena responden dipilih secara random. Komposisi anggota polisi dan pegawai negeri sipil berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada gambar 2 berikut ini :

Gambar 2. Responden Berdasarkan Jenis kelamin

3.1.2. Status
Tabel 2. Responden berdasarkan Status
Status
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Anggota Polri 16 45.7 45.7 45.7
PNS 19 54.3 54.3 100.0
Total 35 100.0 100.0
Sumber : Data diolah dengan SPSS 17.0
Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa dari jumlah total 35 responden, terdapat 16 orang atau 45,7% responden adalah anggota Polri dan 19 orang atau 54,3% responden adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden adalah PNS. Komposisi anggota Polri dan PNS berdasarkan status dapat dilihat pada gambar 3 berikut ini :

Gambar 3. Responden Berdasarkan Status
3.2. Deskripsi Jawaban Responden
Berikut adalah hasil tabulasi jawaban kuisioner dari total 35 orang atau 100% responden pada setiap variabel penelitian.

3.2.1.Kebermanfaatan (Perceived Usefullness)
Tabel 3 Jawaban Responden atas variabel kebermanfaatan (X1)
Variabel
Sangat Setuju
(5) Setuju (4) Cukup Setuju
(3) Tidak Setuju
(2) Sangat Tidak Setuju
(1) Total

X1_1 17 13 5 0 0 35
X1_2 10 15 10 0 0 35
X1_3 14 12 7 0 2 35
X1_4 10 20 5 0 0 35
Total 51 60 27 0 2 140
Proporsi 36,4% 42,9% 19,3% 0,0% 1,4% 100,0%

Sumber : Data diolah dengan MS Excel 2007

Dari tabel diatas terlihat bahwa sebanyak 1,4% responden menjawab sangat tidak setuju, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0,0%, responden yang menjawab cukup setuju sebanyak 19,3%, responden yang menjawab setuju sebanyak 42,9% dan responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 36,4%.

3.2.2.Kemudahan (Perceived Ease of Use)
Tabel 4 Jawaban Responden atas variabel kemudahan (X2)
Variabel
Sangat Setuju
(5) Setuju (4) Cukup Setuju
(3) Tidak Setuju (2) Sangat Tidak Setuju
(1) Total

X2_1 10 17 8 0 0 35
X2_2 8 15 12 0 0 35
X2_3 10 11 12 2 0 35
X2_4 5 13 13 2 2 35
X2_5 7 15 13 0 0 35
Total 40 71 58 4 2 175
Proporsi 22,9% 40,6% 33,1% 2,3% 1,1% 100,0%

Sumber : Data diolah dengan MS Excel 2007

Dari tabel diatas terlihat bahwa sebanyak 1,1% responden menjawab sangat tidak setuju, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 2,3%, responden yang menjawab cukup setuju sebanyak 33,1%, responden yang menjawab setuju sebanyak 40,6% dan responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 22,9%.
3.2.3. Penerimaan (Acceptance of IT)
Tabel 5. Jawaban Responden atas variabel Penerimaan (Y)
Variabel
Sangat Setuju
(5) Setuju (4) Cukup Setuju
(3) Tidak Setuju
(2) Sangat Tidak Setuju
(1) Total

Y1 14 12 7 0 2 35
Y2 14 12 7 0 2 35
Y3 10 17 8 0 0 35
Y4 8 15 12 0 0 35
Total 46 56 34 0 4 140
Proporsi 32,9% 40,0% 24,3% 0,0% 2,9% 100,0%
Sumber : Data diolah dengan MS Excel 2007

Dari tabel diatas terlihat bahwa sebanyak 2,9% responden menjawab sangat tidak setuju, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0,0%, responden yang menjawab cukup setuju sebanyak 24,3%, responden yang menjawab setuju sebanyak 40,0% dan responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 32,9%.
3.3. Uji Kualitas Data
3.3.1. Uji Validitas
Sugiyono (2006) menyatakan bahwa uji validitas merupakan suatu langkah pengujian yang dilakukan terhadap isi (content) dari suatu instrumen, dengan tujuan untuk mengukur ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian.
Tujuan dilakukan uji validitas adalah untuk mengetahui validitas item dari setiap pertanyaan berdasarkan kuisioner yang telah dibagikan dan diisi oleh responden. Semua pengolahan data dilakukan menggunakan bantuan program SPSS 17.0 untuk menghindari kesalahan.
Uji validitas dilakukan dengan membandingkan dengan ketentuan jika rhitung > rtabel maka item tersebut dinyatakan valid. Dalam penelitian ini n = 35, dan terdapat 3 variabel, jadi df = n – 3 = 32, dengan tingkat signifikan 0,05 maka didapat rtabel sebesar 0,339 (2-tailed) Jika Nilai pearson correlation > nilai pembanding berupa r-kritis atau r tabel, maka item tersebut valid. Atau jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 berarti item tersebut valid dan berlaku sebaliknya. berikut hasil Pengujian validitas setiap variabel dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 6. Hasil Uji Validitas Instrumen Kebermanfaatan (X1)
Correlations
X1_1 X1_2 X1_3 X1_4 Total
X1_1 Pearson Correlation 1 .687** .555** .518** .810**
Sig. (2-tailed) .000 .001 .001 .000
N 35 35 35 35 35
X1_2 Pearson Correlation .687** 1 .645** .710** .897**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 35 35 35 35 35
X1_3 Pearson Correlation .555** .645** 1 .503** .851**
Sig. (2-tailed) .001 .000 .002 .000
N 35 35 35 35 35
X1_4 Pearson Correlation .518** .710** .503** 1 .782**
Sig. (2-tailed) .001 .000 .002 .000
N 35 35 35 35 35
Total Pearson Correlation .810** .897** .851** .782** 1
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 35 35 35 35 35
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber : Data diolah dengan SPSS 17.0
Tabel 7. Hasil Uji Validitas Instrumen Kemudahan (X2)

Correlations
X2_1 X2_2 X2_3 X2_4 X2_5 Total
X2_1 Pearson Correlation 1 .654** .718** .242 .453** .784**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .162 .006 .000
N 35 35 35 35 35 35
X2_2 Pearson Correlation .654** 1 .728** .497** .432** .867**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .002 .010 .000
N 35 35 35 35 35 35
X2_3 Pearson Correlation .718** .728** 1 .281 .425* .825**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .102 .011 .000
N 35 35 35 35 35 35
X2_4 Pearson Correlation .242 .497** .281 1 .308 .652**
Sig. (2-tailed) .162 .002 .102 .072 .000
N 35 35 35 35 35 35
X2_5 Pearson Correlation .453** .432** .425* .308 1 .670**
Sig. (2-tailed) .006 .010 .011 .072 .000
N 35 35 35 35 35 35
Total Pearson Correlation .784** .867** .825** .652** .670** 1
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000
N 35 35 35 35 35 35
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Sumber : Data diolah dengan SPSS 17.0

Tabel 8. Hasil Uji Validitas Instrumen Penerimaan (Y)
Correlations
Y_1 Y_2 Y_3 Y_4 Total
Y_1 Pearson Correlation 1 1.000** .377* .656** .935**
Sig. (2-tailed) .000 .026 .000 .000
N 35 35 35 35 35
Y_2 Pearson Correlation 1.000** 1 .377* .656** .935**
Sig. (2-tailed) .000 .026 .000 .000
N 35 35 35 35 35
Y_3 Pearson Correlation .377* .377* 1 .654** .651**
Sig. (2-tailed) .026 .026 .000 .000
N 35 35 35 35 35
Y_4 Pearson Correlation .656** .656** .654** 1 .847**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 35 35 35 35 35
Total Pearson Correlation .935** .935** .651** .847** 1
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 35 35 35 35 35
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Sumber : Data diolah dengan SPSS 17.0
Tabel 9. Keterangan Hasil Uji Validitas Tiap Instrumen Variabel
Variabel r hitung r tabel
(two tailed) Validitas
Kebermanfaatan (X1)
X1_1 0,810 0,339 Valid
X1_2 0,897 0,339 Valid
X1_3 0,851 0,339 Valid
X1_4 0,782 0,339 Valid
Kemudahan (X2)
X2_1 0,784 0,339 Valid
X2_2 0,867 0,339 Valid
X2_3 0,825 0,339 Valid
X2_4 0,652 0,339 Valid
X2_5 0,670 0,339 Valid
Penerimaan (Y)
Y1 0,935 0,339 Valid
Y2 0,935 0,339 Valid
Y3 0,651 0,339 Valid
Y4 0,847 0,339 Valid

Sumber : Diolah dengan Microsoft Excel 2007
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil pengujian validitas pada instrument-instrumen dalam setiap variabel yang menunjukkan rhitung > rtabel , sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen – instrumen dalam setiap variabel terbukti valid dan akan digunakan dalam penelitian ini.
3.3.2. Uji Reliabilitas
Jika alat ukur telah valid, selanjutnya alat ukur tersebut diuji. Reliabilitas adalah proses pengukuran terhadap ketepatan (konsisten) dari suatu instrumen. Pengujian ini dimaksudkan untuk menjamin instrumen yang digunakan merupakan sebuah instrumen yang handal, konsistensi, stabil dan dependibalitas, sehingga bila digunakan berkali-kali akan menghasilkan data yang sama (Husaini, 2003). Reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi alat ukur dalam mengukur gejala yang sama. syarat untuk menyatakan jika item itu reliabel adalah dengan melihat hasil uji reliabilitas dan jika hasilnya mendekati 1 maka item tersebut dinyatakan reliabel. Adapaun hasil uji reliabilitas dengan menggunakan Software SPSS 17.0 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 10. Keterangan Hasil Uji Validitas Tiap Instrumen Variabel
Case Processing Summary
N %

Cases Valid 35 100.0
Excludeda 0 .0
Total 35 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach’s Alpha N of Items
.841 4

Sumber : Data diolah dengan SPSS 17.0
Tabel 11. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Kemudahan (X2)
Reliability Statistics
Cronbach’s Alpha N of Items
.804 5

Sumber : Data diolah dengan SPSS 17.0
Tabel 12. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penerimaan (Y)
Reliability Statistics
Cronbach’s Alpha N of Items
.867 4

Sumber : Data diolah dengan SPSS 17.0
Tabel 13. Keterangan Hasil Uji Reliabilitas Tiap Instrumen Variabel
Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan
Kebermanfaatan (X1) 0, 841 Reliabel
Kemudahan (X2) 0, 804 Reliabel
Penerimaan (Y) 0, 867 Reliabel
Sumber : Diolah dengan Microsoft Excel 2007
Seperti yang terlihat pada tabel 11 dari hasil output pengolahan menggunakan SPSS, nilai Cronbach’s Alpha pada setiap variabel > 0,6 dan semua pernyataan/pertanyaan pada kuisioner pada penelitian ini dinyatakan reliabel.
3.4. Uji Asumsi klasik
3.4.1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel bebas dan variabel terikat keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal. Berikut ini adalah hasil uji normalitas data yang berupa grafik normal plot dan grafik histogram dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Gambar 4. Grafik Normal Probality Plot

Sumber : Data diolah dengan SPSS 17.0
Gambar 5. Grafik Histogram

Sumber : Data diolah dengan SPSS 17.0
Dengan melihat grafik histogram dan grafik normal probability plot diatas, maka dapat disimpulkan bahwa grafik histrogram menunjukkan pola distribusi yang normal, sedangkan grafik probability plot terlihat titik – titik menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya tidak jauh dari garis atau masih dikategorikan mengikuti garis diagonal. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model regresi layak karena memenuhi asumsi normalitas. Kedua grafik ini menunjukkan bahwa model regresi memenuhi uji normalitas.
3.4.2. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Jika nilai tolerance value dibawah 0,1 atau variance inflation factor diatas 10 maka terjadi multikolinearitas.

Tabel 14. Hasil Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) -.581 .305 -1.904 .066
X1 .872 .138 .754 6.321 .000 .263 3.802
X2 .257 .148 .208 1.744 .091 .263 3.802

a. Dependent Variable: Y

Tabel 15. Keterangan Hasil Uji Multikolinieritas
Variabel Collinearity Statistics
Tolerance VIF
Kebermanfaatan (X1) 0.263 3.802
Kemudahan (X2) 0.263 3.802

Dari tabel diatas maka dapat dilihat bahwa nilai VIF untuk setiap variabel berada dibawah angka 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.
3.5. Uji Hipotesis
Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Variabel penerimaan teknologi sistem informasi kepegawaian diprediksi dipengaruhi oleh variabel kebermafaatan dan variabel kemudahan.
3.5.1. Uji F
Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi bisa atau tidak dipakai untuk memprediksi variabel dependen yaitu penerimaan. Hasil uji F dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 16. Hasil Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 18.157 2 9.079 117.713 .000a
Residual 2.468 32 .077
Total 20.625 34

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
1 .938a .880 .873 .27771 2.301

Sumber : Data diolah dengan SPSS 17.0

Berdasarkan hasil uji F test diatas, dihasilkan Fhitung sebesar 117.713 dengan tingkat signifikan (P Value) 0,000 < 0,05. Atas dasar perbandingan tersebut maka H1a diterima dan H1b ditolak atau dengan kata lain bahwa faktor kebermanfaatan dan kemudahan dari sistem informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi kepegawaian. Angka Adjusted R2 sebesar 0.873 menunjukkan bahwa 87,3% penerimaan teknologi sistem informasi kepegawaian Polda bisa dijelaskan oleh kedua variabel independent, dan sisanya sebesar 12,7% dijelaskan oleh faktor lain.
3.5.2. Uji t
Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara parsial variabel independent terhadap variabel dependent.
Dari tabel 15 didapatkan model analisis regresi linier berganda sebagai berikut:

Hasil Uji t dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 17. Output Hasil Uji t dengan SPSS
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) -.581 .305 -1.904 .066
X1 .872 .138 .754 6.321 .000 .263 3.802
X2 .257 .148 .208 1.744 .091 .263 3.802

Sumber : Data diolah dengan SPSS 17.0

a. Dependent Variable: Penerimaan (Y)
Tabel 18. Keterangan Hasil Uji t
Variabel Hasil Uji Keterangan
Signifikansi
Kebermanfaatan (X1) 0.000 Signifikan
Kemudahan (X2) 0.091 Tidak Signifikan

Berdasarkan hasil uji t, didapat 1 hipotesis alternative yang diterima (H1a), dan satu hipotesis yang tidak diterima (H1b).
1. H1a menyatakan bahwa kebermanfaatan dari sistem informasi kepegawaian berpengaruh terhadap penerimaan penggunanya. Pada tabel 5.11 dapat dilihat bahwa P Value sebesar 0.000 dengan derajat kepercayaan 95% (α =0,05). Dengan melihat bahwa P Value > 0,05 maka H1a diterima atau dengan kata lain kebermanfaatan dari sistem informasi kepegawaian berpengaruh terhadap penerimaan penggunanya.
2. H1b menyatakan bahwa kemudahan dari sistem informasi kepegawaian berpengaruh terhadap penerimaan penggunanya. Pada tabel 5.18 dapat dilihat bahwa P Value sebesar 0.091 dengan derajat kepercayaan 95% (α =0,05). Dengan melihat bahwa P Value > 0,05 maka H1b ditolak atau dengan kata lain fasilitas yang diberikan sistem informasi kepegawaian tidak berpengaruh terhadap penerimaan penggunanya.
Rangkuman hasil uji hipotesis dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 19. Hasil Pengujian Hipotesis
Hipotesis Kesimpulan
H1a kebermanfaatan dari sistem informasi kepegawaian berpengaruh terhadap penerimaan teknologi penggunanya Diterima
H1b kemudahan dari sistem informasi kepegawaian berpengaruh terhadap penerimaan teknologi penggunanya Ditolak

3.6. Pembahasan
3.6.1. Pengaruh Kebermanfaatan dari Sistem Informasi Kepegawaian terhadap Penerimaan Pengguna Teknologi
Pernyataan hipotesis pertama yang menyatakan bahwa kebermanfaatan pada sistem informasi kepegawaian berpengaruh terhadap penerimaan penggunanya dapat diterima. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikan (P Value) sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan melihat bahwa P Value < 0,05 maka H1a atau dengan kata lain kebermanfaatan pada sistem informasi kepegawaian berpengaruh terhadap penerimaan penggunanya. Dan hasil koefisien regresi sebesar 0,872 yang bernilai positif, menyatakan bahwa setiap penambahan kebermanfaatan yang dihasilkan, maka akan menambah penerimaan pengguna sebanyak 0,872. Dapat disimpulkan bahwa walaupun semakin tinggi kebermanfaatan dari sistem informasi, maka akan menambah penerimaan bagi penggunanya. Dari sisi kebermanfaatan (perceived usefullness), tanggapan anggota polisi dan pegawai negeri sipil yang memberikan pernyataan sebanyak 1,4% responden menjawab sangat tidak setuju, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0,0%, responden yang menjawab cukup setuju sebanyak 19,3%, responden yang menjawab setuju sebanyak 42,9% dan responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 36,4%. Hal ini dapat diartikan bahwa, Instansi Polda Sumsel Palembang masih perlu meningkatkan respon anggota Polisi dan PNS terhadap faktor kebermanfaatan dari sistem informasi tersebut, sehingga kelompok anggota Polisi dan PNS yang menyatakan Sangat Setuju menjadi mayoritas untuk menerima kebermanfaatan (perceived usefullness) yang dihasilkan oleh sistem informasi kepegawaian.
3.6.2. Pengaruh Kemudahan dari Sistem Informasi Kepegawaian terhadap Penerimaan Pengguna Teknologi
Pernyataan hipotesis kedua yang menyatakan bahwa kemudahan dari sistem informasi kepegawaian berpengaruh terhadap penerimaan penggunanya tidak dapat diterima. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikan (P Value) sebesar 0,091 yang lebih besar dari 0,05. Dengan melihat bahwa P Value < 0,05 maka H1b ditolak atau dengan kata lain kemudahan pada sistem informasi kepegawaian tidak berpengaruh terhadap penerimaan penggunanya. Dan hasil koefisien regresi sebesar 0.257 yang bernilai positif, menyatakan bahwa setiap penambahan kemudahan yang dihasilkan, maka akan meningkatkan penerimaan pengguna sebanyak 0.257. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemudahan yang dihasilkan pada sistem informasi kepegawaian, maka akan semakin meningkatkan penerimaan penggunanya. Dari variabel kemudahan (perceived ease of use), tanggapan anggota Polisi dan PNS yang memberikan pernyataan sebanyak 1,1% responden menjawab sangat tidak setuju, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 2,3%, responden yang menjawab cukup setuju sebanyak 33,1%, responden yang menjawab setuju sebanyak 40,6% dan responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 22,9%. Hal ini dapat diartikan bahwa, Instansi Polda Sumsel Palembang masih perlu meningkatkan respon anggota Polisi dan PNS terhadap faktor kemudahan pada sistem informasi kepegawaian tersebut, sehingga kelompok anggota Polisi dan PNS yang menyatakan Sangat Setuju menjadi mayoritas untuk menerima kemudahan pada sistem informasi kepegawaian.
4. Kesimpulan dan Saran
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat dibuat beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Tanggapan responden terhadap penerimaan teknologi sistem informasi kepegawaian Polda Sumsel dapat dilihat dibawah ini:
a. 42,9% responden menjawab Setuju terhadap variabel Kemanfaatan (X1).
b. 40,6% responden menjawab Setuju terhadap variabel Kemudahan (X2).
c. 40,0% responden menjawab Setuju terhadap variabel Penerimaan (Y).
d. Tanggapan responden terhadap penerimaan teknologi sistem informasi kepegawaian yang ada pada Instansi Polda Sumsel Palembang adalah baik, dan rata-rata jawaban responden dari setiap variabel adalah setuju, yang mengartikan sistem informasi tersebut memberikan penerimaan kepada pegawainya.
2. Sistem informasi kepegawaian cukup berpengaruh berdasarkan pengolahan data dengan mengunakan SPSS 17.0.
a. Berdasarkan Uji F, untuk Hipotesis H1:
Faktor kebermanfaatan dan kemudahan dari informasi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Kepegawaian, dan kemudahan pengguna Sistem Informasi tersebut, secara bersama-sama mempengaruhi penerimaan penggunanya. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis (uji F), didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000 yang jauh lebih kecil dari 0,05. Menurut kriteria uji, jika Nilai signifikasi (P Value) < 0,05 maka H1a diterima dan H1b ditolak.
b. Berdasarkan Uji T, untuk Hipotesis H1a, H1b :
1. Kebermanfaatan (perceived usefullness) yang dihasilkan oleh sistem informasi kepegawaian berpengaruh terhadap penerimaan penggunanya. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis (uji T), dihasilkan P Value sebesar 0.000 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan melihat bahwa P Value < 0,05 maka H1a diterima.
2. Kemudahan (perceived ease of use) dari informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi kepegawaian tidak berpengaruh terhadap penerimaan penggunanya. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis (uji T), dihasilkan P Value sebesar 0,091 yang jauh lebih besar dari 0,05. Dengan melihat bahwa P Value > 0,05 maka H1b ditolak.
Dari hasil uji T diatas, maka hipotesis yang diterima adalah H1a.

4.2. Saran
Saran yang ingin disampaikan yaitu :
1. Sesuai dengan perkembangan teknologi informasi maka sistem informasi yang digunakan harus selalu dievaluasi apakah sistem masih layak atau tidak untuk digunakan, sehingga dapat diketahui perlu tidaknya dilakukan pengembangan atau pergantian sistem yang ada demi memenuhi kebutuhan sistem informasi kepegawaian pada Instansi Polda Sumsel Palembang.
2. Adanya dukungan Instansi dalam bentuk pelatihan dan dukungan secara teknis, konsisten dan berkesinambungan agar penggunaan sistem menjadi sangat baik.
3. Adanya pelatihan serta fasilitas pemanfaatan teknologi sehingga penerimaan teknologi sistem informasi kepegawaian lebih maksimal.

ANALISIS PENGOLAHAN DATA KARYAWAN PADA PT BUKIT ASAM (persero) tbk, CABANG DERMAGA KERTAPATI PALEMBANG

Wed ,28/08/2013

A. Yani Ranius, Asvin suryadi
Universitas Bina Darma
Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12 Palembang

Abstrak : Meningkatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengakibatkan peranan sistem informasi dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan akan informasi yang akurat dan efisisen. Perkembangan tersebut menuntut adanya ilmu komputer yang dapat memberikan informasi pendataan karyawan secara transparan yang dibutuhkan oleh semua pihak. Peran serta teknologi informasi memudahkan untuk dapat menggunakan system informasi yang awalnya dikerjakan secara tidak terkomputerisasi yang terbatas jarak, waktu, tetapi dengan adanya suatu sistem teknologi informasi walaupun dengan jarak yang cukup jauh tidak akan menjadi hambatan untuk mendapatkan informasi yang akurat dan aktual. PT.Bukit Asam adalah perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Dalam menjalankan usahanya semua kegiatan harus dilakukan dengan maksimal, sehingga dapat berjalan dengan baik salah satunya adalah pengolahan data karyawan. pada PT. Bukit Asam. Sistem komputerisasi yang sekarang ini berjalan sudah baik dengan menggunakan system Aplikasi Ellipse Explorer, maka dari itu penulis menganalisis sistem data karyawan agar menjadi lebih baik.

Kata Kunci : Karyawan, Aplikasi Ellipse Explorer.

1. PENDAHULUAN

Berkembangnya ilmu pengetahuan selalu diiringi oleh kemajuan teknologi yang sangat dibutuhkan dalam pengolahan data. Agar proses pengolahan data dilakukan dengan cepat dan akurat maka digunakanlah komputer. Komputer merupakan media untuk memproses atau mengolah data, yaitu suatu proses menerima data sebagai masukan (input), dan memproses (procesing) menggunakan program tertentu dan mengeluarkan hasil proses data tersebut dalam bentuk informasi (output).
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis mencoba merumuskan masalah yang dapat menjadi pembahasan yang akan dijelaskan pada Tugas Akhir yaitu:
Bagaimana proses pengolahan data karyawan PT BA Cabang Dermaga Kertapati Palembang ?

1.3 Tujuan dan Manfaat penelitian
1.3.1 Tujuan penelitian
Adapun tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah mempelajari, mengamati, dan menganalisa bagaimana pengolahan data karyawan pada PT. Bukit Asam Cabang Dermaga Kertapati Palembang.

1.3.2 Metode Penelitian
. Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk memusatkan perhatian dan penelitian suatu pemecahan masalah yang ada dengan jalan mengumpulkan, menyusun, mencatat, dan menganalisa data serta mencari pemecahan masalah.

2. LANDASAN TEORI DAN OBJEK PENELITIAN
1.Menurut Tata Sutabri, (2012:67) Analisis adalah teknik pemecahan masalah yang menguraikan bagian-bagian komponen dengan mempelajari seberapa bagus bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk mencapai tujuan mereka.
2.Menurut Robbins Coulter, (1999:229) Mendefinisikan Analisis SWOT adalah suatu analisis organisasi yang menggunakan, kekuatan, kelemahan, kesempatan serta ancaman dari lingkungan.
3.Menurut George R Terry,Pengolahan data adalah Serangkaian operasi atas informasi yang direncanakan guna mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan.
4. Data merupakan Dokumen-dokumen yang berupa angka-angka maupun karakter-karakter yang tidak memiliki arti, yang perlu diolah sehingga menjadi informasi.

Karyawan dari kata dasar “karya” berarti pekerja, sering kali disebut pabrik atau kantor besar. Oleh pemerintah Orde Baru kata ini digunakan untuk menggantikan istilah buruh yang sejak 1965 ditabukan di Indonesia.Tentang karyawan. Karyawan yang baik adalah karyawan yang mampu memberikan kontribusi terhadap perusahaan tempat dia bekerja,tidak hanya terbatas pada tenaga tetapi juga pikiran, ide, improvement agar semua yang mereka kerjakan bias mendapatkan hasil yang maksimal baik dari segi kualitas,kuantitas dan efisiensi waktu.Karyawan pun terus berperan aktif dalam melakukan pekerjaan sehingga mampu memberikan keuntungan terhadap perusahaan.

2.2 Gambaran Umum Objek Penelitian
PT.Bukit Asam ( Persero ), Tbk atau PT.BA ini didirikan pada tanggal 2 Maret 1981, berdasarkan Peraturan Pemerintah RI, No.42 Tahun 1980. Badan Usaha Milik Negara yang berada dibawah pembinaan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN ini berkantor pusat di Tanjung Enim Sumatra Selatan.Kegiatan penambangan batu bara di Tanjung Enim sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1919 di bawah pemerintahan Belanda, dan pada tahun 1942 pengolahannya di tangani oleh pemerintah Jepang dan sempat kembali ke Pemerintah Belanda sebelum kemudian di ambil alih oleh Pemerintah RI pada awal kemerdekaan tahun 1945.
Sejak tahun 1945 sampai dengan beridirinya PTBA, Lembaga Pemerintahan yang membawahi pertambangan batubara Tanjung Enim telah mengalami beberapa kali perubahan nama berturut – turut yaitu : Direktorat Pertambangan, Biro Urusan Tambang Batubara ( PN.TABA ) dan kemudian menjadi Perum Tambang Batubara.
Pada tahun 1990 Pemerintah Perum Tambang Batubara ke dalam PTBA melalui Peraturan Pemerintah No. 56 dengan demikian PTBA juga bertugas mengelola Tambang Ombilin dan Perjanjian Kerjasama Pengusaha Pertambangan Batubara (PKP2B). Pada tahun 1990 (PKP2B) diambil alih oleh Pemerintah dengan keputusan Presiden RI No.75 tahun 1996,disampingitu PTBA ditugaskan mempelopori dan memasyarakatkan penggunaanbatubara. Pada tahun 1966 PTBA membentuk anak perusahaan yaitu PT. Tambang Batubara Bukit Kendi yang berkantor di Tanjung Enim. Pada 1990 Pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan Perseroan.Sesuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional , pada tahun 1993 Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batu bara. Kemudian pada 23 Desember 2002 Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan Publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode “PTBA”.
Struktur Organisasi PT Bukit Asam Cabang Dermaga Kertapati Palembang.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Berikut ini penulis akan menjelaskan mengenai hasil analisis yang berupa tampilan dari Aplikasi Ellipse Explorer. Ellipse Explorer adalah aplikasi siap pakai yang telah di desain khusus untuk mengolah data karyawan yang menggunakan system computer berbasis desktop, yang digunakan PT Bukit Asam Cabang Dermaga Kertapati Palembang.
3.1 Tampilan Form Menu Ellipse Login

Tampilan menu login user,dimana didalamnya terdapat User name, password, district, posision, ok, cancel. Form menu login merupakan halaman login dari aplikasi Ellipse Explorer milik PT Bukit Asam, dimana tamplan ini terdapat menu login user.
Tampilan spesialis SDM

.form kedua dari form login dimana spesialis sdm ini memiliki satu Listbox yang berfungsi untuk masuk ke desain input data karyawan, rekapitulasi gaji,dan absen. Listbox form diatas harus diisi sesuai kode pengimput data,kode untuk masuk ke input data karyawan,laporan rekapitulasi gaji, dan absen ini hanya dimiliki oleh admin yang berada dipusat dan operator PT Bukit Asam Cabang Kertapati Palembang.
Tampilan mainetain employee care menu

Form Maintain Employee Care Menu,digunakan untuk masuk ke data karyawan dengan memilih modify an Employee yang akan mengantar operator ke input data karyawan,
Modify employee care details

modify employee care details memiliki delapan link yaitu : Name, Residential Address, Postal Address, Phone, Primary Resource, General, Photo, SSN/SIN yang digunakan untuk memasukan seluruh data karyawan yang ada,setelah data karyawan diisi dengan lengkap maka operator akan menyimpan data karyawan dengan meng klik button save. Data karyawan yang sudah diinput dan disimpan akan dikirim ke admin yang berada dipusat secara otomatis pengiriman.

open employee absen

penginputan dan absen dengan mengisi id karyawan yang akan di cetak sebagai data absen tiap bulan, absensi yang telah dicetak dan di input akan dikirim ke admin pusat sebagai laporan absen karyawan PT Bukit Asam Cabang Dermaga Kertapati Palembang
Create Employee Payroll Transactions

Gambar di atas menjelaskan tentang balasan yang di beri admin pusat untuk operator sdm PT Bukit Asam Cabang Dermaga Kertapati Palembang. Setelah operator menerima balasan dari maka operator akan memasuki gaji lembur karyawan kedalam rekapitulasi gaji lembur karyawan.
3.2 analisis sistem
PT Bukit Asam (persero) Tbk Unit Dermaga Kertapati Palembang dalam mengolah data karyawan yang telah dikirim dari Tanjung Enim ke Unit Dermaga Kertapati, data yang dikelola untuk dijadikan sebagai bahan laporan dilakukan secara komputerisasi dengan menggunakan aplikasi Ellipse eksplorer, adapun yang mendukung proses komputerisasi dalam mengolah data karyawan adalah sebagai berikut :
1. Hardware (perangkat keras) Hardware terdiri dari tiga bagian yaitu, input device, processing device dan output device. PT Bukit Asam (persero) tbk Unit Dermaga Kertapati Palembang telah memiliki dua buah personal komputer lengkap dengan perangkat keras dengan komponen-komponen sebagai berikut :
a. Processor Intel Pentium Dual Care
b. Hardisk 150 GB
c. Memory(RAM) 512 GB
d. Monitor LCD
e. Mouse
f. Keyboard
g. Printer
2. Software (perangkat Lunak)
Untuk memproses data karyawan pada PT Bukit Asam (persero) Tbk Unit Dermaga Kertapati yang telah dilakukan secara komputerisasi, adapun software (perangkat lunak) yang biasa digunakan dalam mengolah data karyawan adalah sebagai berikut:
a. Windows XP Proffesional sebagai system operasi.
b. Aplikasi Ellipse Eksplorer, bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi ini adalah bahasa pemrograman Java.
3. Brainware (pengguna)
PT Bukit Asam (persero) Tbk Unit Dermaga Kertapati Palembang pada bagian humas terdapat dua orang user yang bertugas untuk mengelola data karyawan yang telah dilakukan secara komputerisasi dengan menggunakan aplikasi Ellipse eksplorer.
3.3 Analisis SWOT Pada PT.Bukit Asam (persero) Tbk Dermaga Kertapati Palembang
Pada PT Bukit Asam (Persero) Tbk Dermaga Batubara Kertapati Palembang merupakan salah satu metode untuk menggambarkan dan mengevaluasi suatu masalah yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar) yaitu Strengths, weakness, opportunities, threats. Metode ini paling sering digunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan dilakukan. Analisis SWOT hanya mengambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecah masalah . Yang saya lakukan untuk mengetahui kekuatan sistem pada PT Bukit Asam (persero) Tbk Dermaga Batubara Batubara Kertapati Palembang yaitu mengunakan Analisis SWOT yang terdiri dari empat faktor, yaitu
1.Strengths(kekuatan)
1. Dalam hal ini tidak perlu takut data karyawan telah
2. Tersimpan akan hilang, karena data yang di input operator telah tersimpan di admin.
3. Menghemat waktu pada proses pendataan karyawan.
4. Operator dapat menguasai system yang ada.
5. Fasilitas komputer sangat mendukung.
6. Kemudahan dalam penyimpanan data seluruh karyawan.
2. Weakness(kelemahan)
1. Operator tidak diberikan hak untuk mengedit data karyawan apabila terjadi kesalahan sehingga memperlambat dalam pembuatan laporan data karyawan.
2. Keterbatasan Memory atau Ram yang secara serius dapat menghambat kinerja efektif perusahaan.
3. System masih menggunakan aplikasi yang belum terkoneksi ke internet, sehingga belum maksimal untuk digunakan di tempat yang terpisah.
4. Operator hanya terdapat 2 orang sehingga, jika salah seorang tidak hadir, maka dapat memperlambat pendataan karyawan.
5. Aplikasi Ellipse adalah aplikasi visual yang berjalan di atas system operasi windows, tidak bisa untuk system operasi lainya.
3. Opportunity (peluang)
1. Dalam hal ini semua data karyawan langsung bisa dimasukan ke dalam sistem, sehingga operator tidak perlu lg membuat catatan ke dalam buku.
2. Rencana kebijakan perusahaan untuk pengembangan karyawan sudah ada.
3. Dapat memacu semangat karyawan untuk lebih memaksimalkan pekerjaannya dibagiannya masing masing.
Threat(ancaman)
4. Perubahan teknologi dapat menjadi ancaman perusahaaan.
6. Apabila operator lupa password maka program tersebut tidak dapat dijalankan.
7. Keterlambatan informasi akan menghambat pengaksesan data ke pusat.
3.4 Usulan Perbaikan Sistem
Setelah melakukan analisis di atas, kemudian dilakukan perbandingan antara factor internal yang meliputi strength dan weakness dengan factor luar opportunities dan threat. Setelah itu kita bisa melakukan strategi alternatif untuk dilaksanakan. Strategi yang di pilih merupakan strategi yang paling menguntunghkan dengan resiko ancaman yang paling kecil. Dengan mengetahui kelebihan (strength dan opportunity) dan kelemahan kita (weakness dan threat), maka perusahaan melakukan perbaikan. Mungkin salah satu strateginya dengan meningkatkan strengh dan opportunity atau melakukan strategi yang lain yaitu mengurangi weakness dan threat. Contohnya:
1. Agar pengguna sistem ini memberikan pengamananan seperti password guna menghindari gangguan dari pihak lain.
8. Tenaga penguna aplikasi di tambah agar tidak menjadi hambatan jika pengguna yang biasa menjalankan tidak hadir.
9. Lebih efektif dan efisien lagi bila perusahaan tersebut menambah kapasitas handwidth dan menggunakan perangkat keras (hardware) seperti RAM (random acces memory) dengan kapasitas lebih besar.

4. KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan dari analisis yang telah dilakukan dan sudah diuraikan dalam laporan yang berbentuk tugas akhir tentang analisis pengolahan data karyawan dengan menggunakan aplikasi Ellipse explorer pada PT Bukit Asam Cabang Dermaga Kertapati Palembang,maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengolahan data karyawan yang ada pada PT.Bukit Asam Cabang Dermaga Kertapati Palembang menggunakan aplikasi Ellipse Explorer ini sudah baik, karena dengan menggunakan aplikasi ini pengolahan data karyawan dapat dengan cepat dan akurat.
2. Perangkat lunak aplikasi Ellipse Explorer sudah mempunyai system keamanan yang cukup baik karena mempunyai password sendiri sendiri.
3. Pengembangan aplikasi Ellipse Explorer sudah cukup baik, sehingga hasil yang ditetapkan sudah sesuai dengan kebutuhan.

4.1 Saran
Sebagai masukan penulis menyampaikan saran yang mungkin berguna bagi PT Bukit Asam Cabang Dermaga Kertapati Palembang khususnya bagi pengguna aplikasi, adapun saran saran yang penulis sampaikan yaitu :
1. Dengan bertambahnya pengguna jaringan internet maka sudah seharusnya PT Bukit Asam Cabang Dermaga Kertapati Palembang, menambahkan kecepatan koneksi jaringan seperti menambah kapasitas Ram dan Hard Disk.
10. Pada system data karyawan ini memerlukan koneksi jaringan interner tersendiri, supaya pengiriman laporan tidak terlambat.
11. Bagi pembaca, penulis mengharapkan tugas akhir ini dapat menjadi wawasan dibidang komputer.

DAFTAR RUJUKAN
Lisma Puspita.2010.Modul Pengantar Basis DataDengan MySQL.Palembang:UBD.
Sutarbi.2012.analisis sistem informasi, ANDI,Yogyakarta
http://id.wikipedia.org/wiki/analisis,diakses,13 Desember 2012
http://id.wikipedia.org/wiki/karyawan,diakses,13Desember2013
http://carapedia.com/pengertian_definisi.htmldiakses,5Februari2013
http://hanihohoy.com/2012/definisis swot diakses,5februari2013

Pelatihan Internet

Sun ,04/08/2013
Dibuka oleh Bpk. Drs. A. Zazuli, M.Si dan Ir. RA. Erna Yuliwati, MT., Ph.D
Untuk mendukung perkembangan dan promosi LKM Danau OPI melalui internet, dilakukanlah pelatihan internet membuat e_mail dan blog. Kegunaan pelatihan tersebut merupakan kegiatan pendukung dalam upaya penyebaran informasi tentang wisata. Diharapkan melalui kegiatan ini akan tercipta e_mail dan blog yang diperuntukan sebagai media komunikasi dan promosi. Mengingat komunikasi yang lazim dilakukan saat ini tidak hanya melalui surat dan telepon juga media internet dinilai sangat mudah dan cepat. Penyampaian berita, surat dapat dilakukan melalui e_mail tersebut. Begitu juga penyampaian promosi selain melalui masyarakat itu sendiri, media cetak, elektronik juga media internet dengan cara diantaranya melalui situs blog. Dengan demikian proses pengiriman, penerimaan serta penyampaian informasi akan lebih mudah dan cepat dilaksnakan.
Suasana Pelatihan
Instruktur dan Peserta

SISTEM REMEDIAL NILAI SISWA SMA OLAH RAGA NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG MENGGUNAKAN J2ME DENGAN METODE SOFT SYSTEM METHODOLOGY (SSM)

Fri ,02/08/2013

Abstrak : Penelitian ini dilakukan untuk memberikan solusi dan dapat membantu siswa untuk mengetahui nilai ujian semester secara cepat dan dapat mengetahui jadual remidial mereka  yang sesuai dengan standar kriteria ketuntasan minimal. Akses dapat dilakukan menggunakan aplikasi J2ME (java Mobile) menggunakan handphone. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mengakses informasi dengan cepat tanpa harus datang langsung ke sekolah untuk melihat nilai  dan hasil perbaikan setelah di-remidial serta mengetahui jadualnya. Dalam kajian ini menggunakan pendekatan Soft System Methodology (SSM), dengan metode analisis dan pemodelan sistem yang terintegrasi ke teknologi (hard) sistem dan human (soft) sistem yang biasanya digunakan perubahan.

Kata kunci: Aplikasi  java mobile (J2ME), remedial nilai, soft system methodology

  1. 1. Pendahuluan


Remedial adalah kegiatan yang ditujukan untuk perbaikan dan merubah kembali nilai guna membantu siswa memperbaiki nilai yang diperoleh. Tujuan Remedial nilai agar mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum yang berlaku. Sedangkan SMA Olahraga Negeri Sriwijaya Provinsi Sumatera Selatan merupakan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) yang bertujuan menyaring dan membina pelajar berbakat olahraga untuk mencapai prestasi dibidang akademis maupun olahraga.

Sekolah Menangah Atas Olahraga ini selain dituntut untuk berprestasi dibidang akademik juga prestasi dibidang olah raga. Kenyataannya prestasi belajar siswa cukup baik terlihat dari cara belajar siswa dan hasil nilai yang ada. Walaupun demikian ada juga beberapa siswa yang memiliki nilai yang tidak cukup dan nilai tersebut harus diulang kembali (remedial). Setelah ujian selesai seluruh siswa terutama yang mengikuti pertandingan olahraga di dalam kota maupun di luar kota, akan kesulitan untuk melihat nilai ujian semester karena mereka sudah mengikuti kegiatan yang olah raga.

Sedangkan cara yang digunakan pada SMA Olahraga  guna mengetahui informasi nilai yang berjalan saat ini kurang efektif yaitu sebagai contoh ketika siswa selesai ujian semester mereka harus menunggu 5-7 hari untuk mengetahui  informasi nilai mereka apakah mereka harus mengikuti remedial atau tidak. Selain itu juga setelah siswa mendapatkan informasi nilai, siswa juga harus menunggu pengumuman jadwal ujian remedial. Hal ini mengakibatkan siswa lambat untuk mendapatkan informasi nilai. Oleh karenanya dibutuhkanlah sebuah sistem untuk membantu siswa dalam mendapatkan informasi nilai secara cepat.

Sistem yang dibuat dengan menggunakan aplikasi J2ME adalah sebuah kombinasi yang terbentuk antara sekumpulan interface java yang sering disebut dengan (Aplication Programming Interface) yang  dapat menggunakan telepon genggam. SSM merupakan metodologi sebagai pembaharuan dari Hard System methodology (HSM) yang pola pikirnya adalah membatasi jumlah variabel seminimum mungkin sehingga dapat menyederhanakan masalah dan memudahkan perumusan formulasi solusi. (Sofian Lusa, Mario Iskandar, 2010)

2.    Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang ada dan untuk menyelesaikan masalah pemberian informasi nilai dan remidial nila siswa maka dirumuskan masalah yaitu bagaimana merancang sistem informasi remedial nilai siswa.

  1. 3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merancang sistem informasi remidial nilai siswa:

  1. Guna mempermudah siswa untuk mengetahui nilai  dan me-remidial.
  2. Sebagai pembelajaran dalam pemecahan masalah dengan pendekatan Soft System Methodology (SSM).
  3. Aplikasi yang digunakan adalah dengan menggunakan J2ME.
  1. 4. Metodologi Penelitian

4.1   Metode Penelitian

Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, metode yang menggambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai informasi yang sebenarnya sesuai fakta-fakta yang dilapangan.

4.2   Metode Pengumpulan Data

Untuk memperoleh gambaran mengenai data yang dibutuhkan dalam perancangan ini, metode yang digunakan adalah :

  1. 1. Data Primer

Data yang dikumpulkan langsung dari tempat penelitian, melalui wawancara kepada kepala bagian staff guru dan kepada karyawan-karyawan yang dapat memberikan keterangan yang diperlukan.

Data primer terdiri dari :

  1. Wawancara

Untuk memperoleh data dan  informasi  yang  lengkap dan benar dilakukan dengan mengadakan wawancara terhadap pegawai yang mempunyai wewenang untuk memberi data.

  1. Observasi

Melakukan pengamatan secara langsung serta  pencatatan terhadap data dan informasi pada bagian pengelola nilai.

  1. Dokumentasi

Mencari dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pembahasan masalah-masalah serta melengkapi data-data yang diperlukan dalam perancangan ini.

  1. 2. Data Sekunder

Data yang didapat dan digunakan berupa pengetahuan teoritis yang didapat,  baik  dari  buku-buku referensi yang relevan serta dari hasil penjelajahan (browsing) melalui internet.

4.3   Metode pendekatan Soft System Methodology

Tahapan Metode analisis sistem dalam perancangan informasi remedial nilai siswa dengan menggunakan metodologi soft system methodology yaitu:

Tahapan metode soft system methodology adalah sebagai berikut:

  1. 1. Problem Situation Unstructured

Pada tahap ini yang pertama kali dilakukan adalah mengumpulkan informasi mengenai struktur dan proses melalui penelitian, pengumpulan data  dan melalui wawancara. Diharapkan dengan pengumpulan informasi yang ada dapat  menemukan masalah utama yang terjadi.

  1. 2. Problem Situation Expressed

Pada tahap ini, berdasarkan data serta informasi yang ada dibentuk suatu “Rich Picture”. Rich Picture adalah sebuah gambaran yang digunakan untuk persentasi yang dapat menunjukan masalah yang muncul, konflik yang ada serta kepentingan dari tiap-tiap bagian. Rich picture menggambarkan suatu masalah yang terjadi pada suatu perusahaan secara detail sehingga orang yang melihat gambar tersebut dapat mengerti arti pengambaran dari Rich Picture.

  1. 3. Root Definitions Of Relevant System

Pada tahap ini, Root Definition berkaitan dengan perluasan dari masalah dan dituliskan dalam kalimat. Root Definition adalah suatu pandangan yang ideal dari suatu sistem yang relevan. Tujuan Root Definition adalah untuk mencari apa yang akan dilakukan, mengapa harus dilakukan, siapa yang melaksanakan, siapa yang mendapat rugi/untung dari masalah yang ada. Segala macam tindakan itu dapat dilakukan dengan menggunakan metode CATWOE. CATWOE terdiri dari :

  1. C/ customer adalah orang yang mengharapkan manfaat dari tindakan yang diambil.
  2. A/ Actor pelaku yang melakukan tindakan.
  3. T/ Transformation process adalah perubahan dari masukan yang ada untuk menuju ke arah yang lebih baik.
  4. W/ Weltanschauung adalah bentuk tindakan yang ideal untuk menghadapi dan mengamati permasalahan.
  5. O/ Owner adalah pelaku yang dapat menghentikan tindakan.
  6. E/ Enviromental Constraint adalah rintangan yang terdapat pada sistem.
  7. 4. Conceptual Model

Model konseptual adalah suatu aktivitas yang harus dilakukan untuk memenuhi persyaratan dari pendefinisian masalah. Model konseptual dibuat dengan menggambarkan dalam bentuk kata-kata yang diperlukan untuk menggambarkan aktivitas yang harus dilakukan dalam pendefinisian masalah.

  1. 5. Comparisons with Reality

Pada tahap ini akan membandingkan kenyataan dengan sistem yang telah akan dibuat dalam model konseptual. Pertama akan diberikan nomor pada model yang telah dibuat untuk mencari perbedaan yang terdapat pada real world (sistem yang nyata). Kedua, penulisan dari perbedaan yang ada antara sistem yang nyata deengan model konseptual juga pemberian pertanyaan dimana jawaban yang ada harus sesuai dengan situasi yang terjadi.

  1. 6. Debate about Change

Pada tahap ini, segala perbandingan antara sistem yang nyata dengan model konseptual akan dibandingkan hal mana yang akan dirubah atau tidak. Perubahan yang ada juga harus dipertimbangkan karena tidak mudah seperti memilih antara hitam dan putih, tetapi perubahan yang terjadi harus dipertimbangkan dengan kondisi yang ada.

  1. 7. Action to improve the problem situation

Melakukan tindakan bearti mengimplementasikan perubahan yang dibutuhkan dan  dilakukan.

4.4   Analisis dan Perancangan

Pada tahapan analisis menggunakan metode soft system methodology dengan analisisinya yaitu:

  1. 1. Problem Situation Unstructured

Secara umum situasi permasalahan berdasarkan hasil temuan dalam proses sistem informasi remedial nilai siswa yang melibatkan siswa di SMA Olahraga, antara lain:

a)    Proses informasi nilai yang lambat dan harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan informasi nilai mengakibatkan siswa lambat juga untuk memperbaiki nilai mereka, sedangkan di SMA Olahraga ini setelah siswa selesai ujian semester siswa sering mengikuti pertandingan olahraga, jadi dengan sistem yang lambat siswa harus menunggu lama untuk memperbaiki nilai mereka.

b)   Secara teknologi di SMA ini belum memiliki sistem informasi nilai yang cepat dan efektif. Hal ini sangat menyulitkan dalam proses informasi nilai siswa.

2. Problem Situation Expressed

Data yang diperoleh pada tahapan problem situation unstructured diklafikasikan dan dibuatkan suatu penggambaran yang menjelaskan permasalahan yang terjadi di SMA Olahraga. Pada tahapan ini diperoleh sebuah bentuk midel secara simbolik yang disebut rich picture, berupa formulasi permasalahan dan bentuk pemahaman atas situasi masalah yang dihadapi, dimana berhubungan dengan permasalahan yang terjadi. Gambar rich picture yang diperoleh dari hasil situation unstructured sebagai berikut:

Memberikan data nilai siswa ujian semester

Memberikan pengumuman nilai remedial
Memberikan soal ujian semester
GURU
Memberikan informasi jadwal remedial
Melihat pengumuman remedial
Melihat jadwal

remedial

Ujian semester
SISWA
SEKOLAH

Gambar 1. Situation unstructured

  1. 3. Root Definitions Of Relevant System

Dari hasil analisa permasalahan dan rich picture dapat ditarik sebuah definisi sistem yang paling relevan untuk dijadikan sebuah root definition adalah sistem informasi nilai yang lambat.

Sedangkan analisa dalam elemen CATWOE (Client, Actor, Transformation, World view, Owner, Environment) adalah sebagai berikut:

C: SMA olahraga (problem sistem informasi nilai yang lambat).

A: Guru dan siswa, Guru lambat menginformasikan nilai sehingga siswa harus menunggu pengumuman.

T:  Kebutuhan sistem yang ada belum cepat sehingga akan dibuat sistem yang baru.

W: Sistem yang akan dibuat diklaim mampu merubah cara memberikan informasi dengan cepat dan efektif.

O:        Klien (problem sistem yang lambat) informasi nilai setelah ujian semester yang lambat sehingga siswa harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan informasi nilai mereka, ‘Apakah remedial atau tidak ?’.

E: Kebijakan sekolah dengan perubahan sistem informasi nilai dengan tujuan akan tercapai informasi nilai secara tepat.

  1. 4. Conceptual Model

Model konseptual awal yang dihasilkan oleh root definition adalah sistem informasi nilai siswa dimana proses yang ada di SMA ini setelah siswa selesai ujian semester, siswa harus menunggu lama informasi nilai mereka. Maka dibuatlah usecase, Activity dan class diagram agar dapat mendefinisikan permasalahan yang ada di SMA Olahraga. Dapat dilihat pada gambar 2 use case diagram, gambar 3 Activity diagram, gambar 4 Class Diagram.

  1. 5. Usecase Diagram

Use case diagram ini menggambarkan fungsional yang diharapkan dari mobile handphone siswa dengan sebuah sistem. Siswa dapat melihat informasi nilai dan jadwal remedial setelah melakukan login, dimana sistem informasi nilai ini berintegrasi pada sistem Admin SMA Olahraga Sriwijaya pada proses pertukaran data.

Gambar 2. Rancangan Use Case Diagram

  1. 6. Activity  Diagram

Activity Diagram ini menjelaskan kegiatan atau interaksi yang dilakukan siswa dan sistem pertama-tama akan menampilkan login. Setelah login berikutnya sistem akan menampilkan informasi nilai, informasi jadwal ujian remedial, dan informasi hasil ujian remedial.

Gambar 3. Rancangan Activity Diagram

  1. 7. Class Diagram

Gambar 4. Rancangan Class Diagram

  1. 8. Comparisons with Reality

Selanjutnya pada model konseptual awal belum memiliki sistem teknologi informasi nilai dengan handphone secara cepat dan efektif sehingga lambat untuk mendapatkan informasi nilai.

Informasi jadwal remedial dan informasi hasil ujian remedial. Oleh karenanya siswa bisa melihat informasi nilai, informasi jadwal remedial dan informasi nilai hasil ujian remedial dengan teknologi handphone secara cepat dan efektif.

Gambar 5. Rancangan Model Konsep Perbaikan

  1. 9. Debate about Change

Setelah dilihat dari analisa dan hasil analisa: rich picture, model konseptual awal, dan model konsep perbaikan terhadap sistem pendukung, maka ada beberapa kebutuhan yang harus diantisipasi oleh model tersebut. Pada tahap guru memberikan informasi nilai siswa maka siswa dengan cepat dapat melihat informasi nilai, informasi jadwal remedial, dan informasi hasil ujian remedial.

10. Action to improve the problem situation

Berdasarkan hasil permasalahan tersebut maka dirancang aplikasi Java Mobile untuk informasi nilai siswa bertujuan untuk mempermudah siswa mendapatkan informasi nilai secara cepat dan efisien. Selanjutnya melakukan perancangan (Design) pada tahap perancangan (Design) menggunakan metode pengembangan perangkat lunak. Adapun metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah unified Software Development Process. Tahapan metode perancangan (Design) ini adalah  tahapan kedua setelah melakukan proses analisis.

5. Rancangan Menu siswa menggunakan (J2ME).

  1. Rancangan Menu Login, menu ini sebagai fasilitas siswa yang akan memasuki sistem melalui telpon genggam. Dari menu inilah siswa bisa mengakses dan mengetahui informasi yang diperlukannya.
  2. Menu Utama, dibuat agar siswa dapat melihat informasi nilai dan jadwal remedial.
  3. Informasi nilai, adalah informasi untuk siswa melihat apakah nilai mereka di-remedial atau lulus.
  4. Informasi jadwal remedial, diperuntukan agar siswa mengetahui jadwal ujian remedial bagi mereka yang tidak lulus.
  5. Informasi hasil ujian remedial adalah untuk siswa melihat kembali nilai mereka setelah mereka selesai mengikuti ujian remedial.

6. Hasil

Rancangan sistem ini berupa aplikasi yang dapat memberikan informasi bagi siswa di SMA Olahraga Sriwijaya dengan menggunakan bahasa pemrograman berbasis mobile phone yaitu J2ME.

Sistem informasi ini dibuat untuk mempermudah siswa melihat informasi nilai dan jadwal ujian remedial, sehingga siswa tidak harus lama menunggu pengumuman informasi nilai dan jadwal remedial karena bisa dilakukan menggunakan aplikasi J2ME.

Adapun aplikasi nilai remedial siswa yang telah dibuat memiliki sub-sub menu sebagai berikut:

  1. Menu Login, merupakan menu yang digunakan oleh user untuk masuk ke aplikasi.
  2. Halaman Menu Utama, terdiri dari sub menu yaitu:
  3. Menu informasi nilai berfungsi untuk menampilkan semua informasi nilai siswa setelah mengikuti ujian semester.
  4. Menu informasi jadwal berfungsi untuk menampilkan informasi jadwal ujian remedial.
  5. Menu Informasi hasil ujian remedial berfungsi untuk menampilkan hasil ujian remedial siswa.

7. Kesimpulan

1.  Sistem Informasi yang dihasilkan adalah sistem informasi remedial nilai siswa di SMA Olahraga Sriwijaya dengan handphone diimplementasikan dengan menggunkan J2ME Netbeans 6.9.1 dan xampp dan php untuk masukan data. Sistem informasi ini dibangun menggunakan metode SSM (Soft System Methodology).

2.  Aplikasi ini dapat membantu siswa untuk memperoleh data informasi nilai dan jadwal mengikuti ujian remedial, bagi siswa tidak lagi menunggu informasi pengumuman nilai karena dapat mengakses menggunakan aplikasi J2ME.

Daftar Pustaka

Adi Nugroho. 2010. Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Objek dengan metode USDP (Unified Software Development Process). Andi Yogjakarta

Agus Saputra. 2011.Panduan praktis menguasai Data base Server MySQL Jakarta. PT Elex   Media Komputindo.

Budi Raharjo. 2007.Tuntunan pemrograman Java untuk Handphone dan alat komunikasi mobile Bandung. Informatika.

Nana Sudjana. 1989. Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung. PT  Remaja Rosdakarya.

Rosa & M. Shalahudin 2011. Rekayasa Perangkat Lunak.Bandung. Modula.

Sutarman, 2009. Pengantar Teknologi dan Informasi. Yogjakarta. Bumi aksara.

Sofian Lusa, Mario Iskandar, 2010.  Kajian Penerapan Aplikasi Open Source di Perguruan Tinggi Dengan Pendekatan Soft System Methodology, Proseding, Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu (SENMI-2010) Universitas Budi Luhur.

Tata, Sutarbi, 2003. Analisa sistem informasi. Jakarta.Andi.