Uhang Dihi
Anak Rantau

Archive for September, 2013

PENGOLAHAN DATA HELPDESK PERBAIKAN SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA PT. PERTAMINA (PERSERO) REFENERY Unit III PLAJU PALEMBANG

Tue ,24/09/2013

Oleh : A.Yani Ranius, Imam Alfariez.

Abstrak : PT Pertamina RU III Plaju Palembang merupakan perusahaan instansi pemerintah yang bergerak dalam bidang pengolahan data yang sudah menggunakan sistem aplikasi yang diatur oleh Divisi IT. Sistem aplikasi Helpdesk ini digunakan untuk menyampaikan keluhan atau kerusakan tentang masalah IT. Selanjutnya menindaklanjuti segala kerusakan yang ada pada IT. Lalu memproses segala kerusakan yang diperbaiki oleh pihak teknisi IT. Setelah diperbaiki, para teknisi IT akan memberi laporan atau pemberitahuan ke dalam aplikasi helpdesk ini. Laporan kerusakan IT akan dilaporkan tiap bulan kepada Manager IT untuk melihat segala statistik jenis kerusakan yang terjadi di IT Area PT Pertamina RU III Plaju Palembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengolahan data keluhan dan perbaikan sistem informasi dan komunikasi yang telah dilakukan secara terkomputerisasi menggunakan aplikasi Helpdesk perbaikan Sistem Informasi dan Komunikasi.

Kata kunci : Analisis Pengolahan Data Helpdesk  Perbaikan Sistem Informasi dan Komunikasi.

  1. PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Pada saat ini perkembangan teknologi sangatlah pesat dan sangat diperlukan, ini semua hasil dari pemikiran manusia yang ingin maju dan berkembang. Salah satu karya manusia yang sangat canggih yaitu komputer. Perkembangan ilmu komputer pada saat ini sangatlah pesat apalagi pada zaman sekarang ini komputer sangat dibutuhkan. Karena mengingat teknologi komputer memegang peranan yang sangat penting untuk membantu proses aktivitas kerja instansi maupun perusahaan baik dari lembaga pemerintah maupun swasta. Dengan adanya alat bantu seperti komputer maka proses pengolahan data dan penyimpanan data dapat terselesaikan dengan baik dan menghemat waktu kerja dan tenaga para pegawai instansi pemerintah maupun swasta. sistem pengolahan data helpdesk perbaikan sistem informasi & komunikasi yang digunakan oleh PT Pertamina (persero) Plaju Palembang dengan Aplikasi Helpdesk Berbasis PHP dan Mysql.

1.2       Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan permasalahan pada penelitian ini adalah. “Bagaimana prosedur pengolahan data pada aplikasi helpdesk dan apa kendala yang terdapat pada pengolahan data tersebut sehingga diketahui tindakan perbaikan sistem informasi dan komunikasi?”

1.3       Tujuan Penelitian

Untuk memenuhi salah satu syarat agar dapat menyelesaikan Diploma III Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Manajemen Informatika Universitas Bina Darma Palembang. Untuk Menganalisis Data keluhan dan tindakan perbaikan sistem informasi & komunikasi Menggunakan Aplikasi HelpdeskPerbaikan Sistem Informasi & komunikasi pada PT Pertamina RU III Plaju Palembang.

Diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam meningkatkan kinerja pegawai pada PT. Pertamina RU III Plaju Kota Palembang saat ini maupun yang akan datang.

1.4       Batasan Masalah

Agar pembahasan yang akan dilakukan lebih terarah dan tidak menyimpang dari permasalahan yang ada, maka dibatasi pembahasan hanya pada Analisis Aplikasi Pengolahan Data Helpdesk Perbaikan Sistem Informasi & Komunikasi pada PT Pertamina (persero) RU III Plaju Palembang menggunakan metode analisis PIECES.

1.5 Metode Analisis

Metode yang digunakan penulis untuk menganalisis Analisis Aplikasi Pengolahan Data Helpdesk Perbaikan Sistem Informasi dan Komunikasi pada PT.Pertamina  RU III Plaju Palembang adalah metode PIECES menurut Al Fatta (2007:51).

Yang terdiri dari :

  1. Performance (Kinerja)
  2. Information (informasi)
  3. Economi (ekonomis)
  4. Security (keamanan)
  5. Efficiency (efisiensi)
  6. Service (pelayanan)

2. METODOLOGI PENELITIAN

1.Lokasi penelitian

Lokasi penelitian dilakukan penulis di di PT. Pertamina (PERSERO) RU III Plaju Palembang yang berlamat di JL Beringin No. 1. Komperta Plaju Palembang. Yang di mulai pada tanggal 1 maret sampai dengan 30 April 2012.

2. Waktu penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh penulis  dimulai pada tanggal 19 Maret sampai dengan 21 Mei 2012 dari jam 08.00 WIB s/d 15.30 WIB.

3.Metode Pengumpulan Data

Data Primer / Penelitian Lapangan

Yaitu data pokok atau utama yang diperoleh secara langsung dari objek yang diteliti yaitu Kepala Bidang dan para Pegawai serta untuk mengetahui data Helpdesk, PT. Pertamina RU III Kota Plaju Palembang khususnya Bidang IT Area PT. Pertamina RU III Plaju Palembang.

Data Sekunder / Data Kepustakaan

Yaitu data pendukung atau tambahan yang diperoleh dengan cara mempelajari buku-buku dan tulisan-tulisan yang ada hubungannya dengan masalah yang akan dibahas baik dari buku referensi maupun internet.

2.1.1     Analisis

Menurut Febrian (2007 : 29), analisis adalah tahap pertama dimana sistem engineering menganalisis hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek pembuatan atau pengembangan sistem dalam bidang komunikasi dan komputerasi.

Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa analisis adalah teknik pemecahan masalah yang menguraikan bagian-bagian komponen dengan mempelajari seberapa bagus bagian-bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk mencapai tujuan mereka.

2.1.2    Aplikasi

Menurut Sutabri (2005 : 21), Aplikasi adalah sebuah program yang ditulis untuk atau oleh pengguna yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhannya. jenis tugas atau pekerjaan yang dilakukan suatu program atau sistem komputer.

2.1.3 Pengolahan Data

Menurut Kristanto (2007 : 8), Pengolahan Data adalah waktu yang di gunakan untuk mengambarkan perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki kegunaan. semakin banyak data dan kompleksnya aktivitas pengolahan data dalam suatu organisasi, baik itu organisasi besar maupun organisasi kecil, maka metode pengolahan data yang tepat sangat dibutuhkan.

2.1.4 Data

Menurut Febrian (2007 : 129), Data merupakan fakta, atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, kata-kata, angka-angka, huruf-huruf, atau atau simbol-simbol yang menunjukkan suatu ide, objek, kondisi, atau situasi dan lain-lain.

Menurut Sutabri (2005 : 24), Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian serta merupakan suatu kesatuan yang nyata dan merupakan suatu bentuk yang masih mentah yang belum dapat becerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut melalui suatu model untuk menghasilkan informasi.

Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa data adalah sesuatu yang belum memiliki arti yang diangkat dari suatu kejadian dan masih diperlukan pengolahan lebih lanjut agar dapat memberikan arti berupa informasi.

2.1.5 Helpdesk

Helpdesk adalah sebuah departemen atau bagian dalam perusahaan yang melayani atau menanggapi pertanyaan teknis pengguna. helpdesk digunakan untuk menjawab pertanyaan client. Pertanyaan dan jawaban dapat disampaikan melalui telepon, email, web atau fax. Bahkan ada software helpdeskyang membuat orang lebih mudah untuk menjalankan helpdesk dengan cepat untuk menemukan jawaban yang bersifat umum.

(http://www.webpcwebipedia.com akses tanggal 30 april 2012)

Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa helpdesk merupakan sebuah bagian atau program aplikasi dalam perusahaan yang menangani pertanyaan dan keluhan, baik dari pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan dengan menyediakan informasi serta solusi yang diperlukan.

2.1.6 Service

Menurut Ahman Sutardi dan Endang Budiasih, Service adalah setiap kegiatan yang diperuntukkan atau ditujukan untuk memberikan kepuasan melalui pelayanan yang diberikan seseorang secara memuaskan.

Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa service adalah suatu kegiatan yang terjadi atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antara seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan kepuasan pelanggan.

(http://carapedia.com/pengertian_definisi_service_info2099.html akses tanggal 30 april 2012)

2.1.7 Sistem Informasi

Menurut Supriyanto (2005 : 243), Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi, yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transkasi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

2.1.8 Komunikasi

Menurut (William C. Himstreet dan Wayne Murlin Baty), Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim) baik dengan simbol-simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku atau tindakan. Purwanto (2003 : 1).

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan yang dapat berupa pesa informasi, ide, emosi, keterampilan, dan sebagainya melalui simbol atau lambang yang dapat menimbulkan efek berupa tigkah laku yang dilakukan dengan media-media tertentu.

2.1.9    Metode PIECES

Metode yang digunakan penulis untuk menganalisis Sistem Informasi Pegawai pada Bidang Pengembangan dan Pengelolaan Data Pegawai Kota Palembang adalah metode PIECES menurut Al Fatta (2007:51).

Metode PIECES terdiri dari :

  1. Performance (Kinerja), adalah kemampuan dalam menyelesaikan tugas bisnis dengan cepat sehingga sasaran dapat segera tercapai. Kinerja diukur dengan jumlah produksi (throughput) dan waktu tanggap (response time) dari suatu sistem. Sistem yang dikembangkan ini akan menyediakan jumlah produksi dan waktu tanggap yang memadai untuk kebutuhan manajemen.
  2. Information (informasi), adalah laporan-laporan yang sudah selesai diproses digunakan untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen di dalam pengambilan keputusan. Informasi merupakan hal yang tidak kalah penting karena dengan informasi tersebut pihak manajemen akan merencanakan langkah-langkah selanjutnya.
  3. Economi (ekonomis), adalah penilaian sistem dalam pengurangan dan keuntungan yang akan didapatkan dari sistem yang dikembangkan. Sistem ini akan memberikan penghematan operasional dan menigkatkan keuntungan perusahaan. Penghematan didapat melalui pengurangan bahan baku dan perawatan. Sementara keuntungan didapat dari peningkatan nilai informasi dan keputusan yang dihasilkan.
  4. Security (keamanan), yaitu sistem keamanan yang digunakan harus dapat mengamankan data dari kerusakan, misalnya dengan membuat back up data. Selain itu sistem keamanan juga harus dapat mengamankan data dari akses yang tidak diijinkan, biasanya dilakukan dengan passwordterutama pada form aplikasi dan database-nya.
  5. Efficiency (efisiensi), peningkatan terhadap efisiensi operasi. Efisiensi berbeda dengan ekonomis. Bila ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan, efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya tersebut digunakan dengan pemborosan yang paling minimum.
  6. Service (pelayanan), adalah untuk memecahkan masalah pelayanan khusus, memanfaatkan sebaik-baiknya peluang untuk meningkatkan pelayanan atau memenuhi petunjuk dari pimpinan.

2.2      Sistem yang Sedang Berjalan

Adapun proses pengolahan data yang diadopsi pada IT RU III PT Pertamina (persero) Plaju Palembang dimulai dari menyampaikan segala kerusakan dengan langkah melakukan helpdesk perbaikan, selanjutnya ditindak lanjutkan oleh pihak teknisi guna memperhatikan segala kerusakan yang ada pada IT Area Pertamina Plaju RU III Palembang. setelah diperbaiki, teknisi terkait akan memberikan laporan atau pemberitahuan ke dalam aplikasi helpdesk ini. Laporan kerusakan IT akan dilaporkan tiap bulan kepada Manager IT untuk melihat segala statistik jenis kerusakan yang terjadi di IT Area RU III PT. Pertamina RU III Plaju Palembang. Berikut ini adalah bagan proses pengolahan data helpdesk pebaikan sistem informasi dan komunikasi:

Dari Penjelasan diatas, dimana terdapat langkah-langkah untuk memproses segala kerusakan yang ada pada IT lalu menindaklanjuti segala kerusakan IT yang akan diperbaiki oleh pihak teknisi IT, teknisi IT akan memberikan laporan atau pemberitahuan ke dalam aplikasi helpdesk ini. Laporan kerusakan IT akan dilaporkan pada tiap bulan kepada Manager IT Area RU III Pertamina Plaju.

3.HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Adapun yang mendukung proses komputerisasi dalam pengolahan data helpdesk perbaikan sistem informasi dan komunikasi pada IT Area RU III PT. Pertamina Plaju Palembang sebagai berikut :

Adapun komponen-komponen tersebut adalah :

  1. 1. Hardware (Perangkat Keras)

Hardware terdiri dari tiga bagian yaitu, Input device, processing device dan output device, IT Area RU III Plaju Palembang khususnya ruangan Divisi IT  telah memiliki Sembilan  buah personal komputer lengkap dengan perangkat keras dengan komponen –komponen sebagai berikut :

a. Processor Intel Pentium Dual core

b. Memory (RAM) 2 GB DDR2

c. Monitoring Dell LCD

d. Mouse

e. Keyboard

f.Printer Cannon MP258 Series

  1. 2. Software (Perangkat Lunak)

Adapun Software (perangkat lunak) yang biasa digunakan dalam pengolahan data helpdesk perbaikan sistem informasi dan komunikasi adalah sebagai berikut:

1.Windows 7 (seven) Professional sebagai sistem operasi.

2.PHP sebagai bahasa pemprograman.

3.Macromedia Dreamweaver 2004 sebagai web editor.

  1. PHP Triad sebagai database server.

5. Mozilla Firefox sebagai web browser.

3. Brainware (Pengguna)

Divisi IT khususnya Bagian Pengolahan Data Helpdesk memiliki  sepuluh pegawai yaitu Asisten manager operasi komputer, Asisten data operasi center, Asisten Aplikasi Pendukung, Asisten PC dan Multimedia Pendukung, Pemeriksa barang, Administrasi Inventaris dan Operator Komputer. Untuk user di Bagian Perlengkapan ada satu orang yaitu Asisten Aplikasi pendukung yang bertugas dalam penginputan dan pengolahan data helpdesk yang diinput oleh user dari semua IT Area RU III PT. Pertamina Plaju Palembang, yang terdiri dari semua jaringan kerja IT Area RU III PT. Pertamina Plaju Palembang.

3.2       Analisa Sistem / Aplikasi yang Sedang Berjalan

Berdasarkan data yang diperoleh dan dikumpulkan dari penelitian di IT Area PT. Pertamina RU III Plaju Palembang khususnya bidang AplikasiHelpdesk, maka penulis menganalisis suatu sistem yang biasanya digunakan dalam aktifitas kerja. Kemudian dalam pembahasan ini penulis akan menjelaskan mengenai hasil dari analisis penulis, yang berupa tampilan dari aplikasi Helpdesk tersebut, bagaimana cara menjalankan aplikasiHelpdesk dalam mengolah data Helpdesk dengan menggunakan analisis PIECES (Performance, Information, Economy, Effisiency, Security, Service). Berikut analisisnya:

1. Analisis Kinerja (Performance)

Performance Adalah kemampuan menyelesaikan tugas bisnis dengan cepat sehingga sasaran segera tercapai. Kinerja diukur dengan jumlah produksi (throughput) dan waktu tanggap (response time) dari suatu system. Berdasarkan analisis data kinerja yang  diperoleh melalui wawancara, maka dapat diukur dari waktu tanggap, jika user menginput data dan menyimpannya maka secara otomatis akan tersimpan oleh sistem, dan langsung dapat dilihat dan dicetak bila sewaktu-waktu diperlukan.

2. Analisis Informasi (information)

Laporan-laporan yang sudah selesai diproses digunakan untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen di dalam pengambilan keputusan. Informasi merupakan hal yang tidak kalah penting karena dengan informasi.

3. Ekonomi (Economy)

Economy adalah penilaian sistem atas pengurangan dan keuntungan yang akan didapatkan dari sistem yang dikembangkan. Sistem ini akan memberikan penghematan operasional dan meningkatan keuntungan perusahaan. Penghematan didapat melalui pengurangan bahan baku dan perawatan. Sementara keuntungan didapat dari peningkatan nilai informasi dan keputusan yang dihasilkan.

4. Analisis Keamanan (Security)

Sitem keamanan yang digunakan harus dapat mengamankan data dari kerusakan, misalnya dengan membuat back up data. Selain itu sistem keamanan juga harus dapat mengamankan data dari akses yang tidak diijinkan, biasanya dengan memberi password pada form aplikasi dan database.

5. Analisis Efisiensi (Eficiency)

Berhubungan dengan sumber daya yang ada guna meminimalkan pemborosan. Efisiensi dari sistem yang dikembangkan adalah pemakaian secara maksimal atas sumber daya yang tersedia seperti manusia, waktu, uang, peralatan, ruang, dan keterlambatan pengolahan data.

6. Analisis Layanan (Service)

Perkembangan organisasi dipicu peningkatan pelayanan yang lebih baik. Peningkatan pelayanan terhadap sistem yang dikembangkan akan memberi :

  1. Akurat dalam pengolahan data.
  2. Kehandalan terhadap konsistensi dalam pengolahan input dan outputnya serta kehandalan dalam menangani pengecualian.
  3. Kemampuan menangani masalah yang di luar kondisi normal.
  4. Sistem mudah pakai.

Kelebihan  dan Kekurangan dari Aplikasi Helpdesk

1. Performence

Dalam sebuah sistem terdapat throughput dan response time yang sudah  maksimal dan semua proses data dilakukan tidak menggunakan waktu yang lama karena sudah menggunakan sistem komputerisasi.

2. Information

Sistem ini sudah akurat dalam pengolahan dan pengaksesannya, relevan dalam penyajian dan tepat waktu dalam penyampaiannya. Karena data perwatam dan perbaikan  ini sudah tersimpan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan yang ada yaitu dengan menggunakan sistem AplikasiHelpdesk.

3. Economy

Dengan adanya sistem ini dalam analisis, ekonomi sudah memberikan penghematan operasional dan peningkatan keuntungan perusahaan, sistem ini  menggunakan biaya yang tidak begitu besar dan waktu yang digunakan sudah efisien karena beban kerja lebih sedikit.

  1. Control

Pengaksesan dan keamanan data dalam sistem ini sudah efisien dan dapat terjamin dari gangguan internal maupun eksternal.

  1. 5. Service

Tingkat pelayanannya sudah baik karena dalam pengolahan dan pengaksesan data bisa langsung dibuka jika sewaktu-waktu akan dibutuhkan.

2. Kekurangan

Adapun kekurangan dari hasil analisis PIECES dalam proses pengolahan data Aplikasi Helpdesk perbaikan sistem informasi dan komunikasi Pertamina  sebagai berikut:

  1. Effisiensi

Penggunaan dalam sumber daya manusia belum begitu efisien karena masih dibutuhkan 2 orang untuk mengelola data Helpdesk perbaikan, Jika yang satu berhalangan seperti sakit atau urusan keluarga maka proses sistem tersebut menjadi lambat.

3.3 Usulan Sistem Baru

Setelah penulis mempelajari dan menganalisis masalah yang terjadi, maka penulis menyimpulkan pengolahan data helpdesk perbaikan sistem informasi dan komunikasi pada IT Area RU III PT Pertamina Plaju Palembang yang sedang berjalan yaitu pada pelayanan pengisian informasi kerusakan hanya bisa dilakukan oleh karyawan bagian sistem informasi dan komunikasi saja. Sebaiknya informasi kerusakan bisa dilakukan oleh karyawan yang mengalami kerusakan dan ditanggapi oleh bagian sistem informasi dan komunikasi. Selanjutnya adalah pengaksesan data helpdesk hanya bisa dijalankan di portal intranet.

4.1             KESIMPULAN DAN SARAN

Dari uraian dan pembahasan yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa :

  1. Pada setiap bagian kantor PT.Pertamina memiliki jarak kantor yang jauh dari kantor Sistem Komunikai dan Informasi (SI&K), sehingga jika ada permasalahan yang terjadi para karyawan akan menghubungi bagian Sistem Informasi dan Komunikasi untuk penanganan permasalahan yang terjadi, bagian Sistem Informasi dan Komunikasi tidak selalu ada ditempat, dengan permasalahan ini akan mempengaruhi tingkat kinerja karyawan.
  2. Aplikasi Helpdesk dapat menjadi alternatif lain dalam penyampaian permasalahan yang terjadi di PT. Pertamina (persero) RU III Plaju sehingga dalam pemrosesan data Helpdesk akan lebih efektif dan efisien.

3.    Aplikasi Helpdesk PT.Pertamina (Persero) RU III, Plaju yang dibuat menggunakan script PHP sehingga memungkinkan membuat halaman webyang menunjang adanya suatu penyimpanan data mempunyai database MySQL.

4.2 Saran

Dari kesimpulan diatas, penulis ingin memberikan saran yang akan dijadikan sebagai bahan masukan yang bermanfaat bagi PT.Pertamina (persero) RU III Plaju khususnya dibagian Sistem komunikasi dan Informasi (SI&K), penulis memberikan saran sebagai berikut :

  1. Diperlukan sosialisasi, evaluasi, dan guna memperkenalkan sistem Helpdesk dan mengetahui kelebihan dan kelemahan sistem yang telah berjalan serta yang paling penting selalu melakukan perubahan kearah yang lebih baik lagi.
  2. Aplikasi Helpdesk ini sangat diharapkan kedepannya bisa dimanfaatkan dengan maksimal, dan memperbaiki semua kekurangan yang ada pada aplikasi ini,  Agar semua kekurangan dapat diperbaiki kembali
  3. 3. Diharapkan bagi setiap karyawan PT. Pertamina (Persero) RU III Plaju dapat memanfaatkan Aplikasi Helpdesk ini dengan baik sebagai alternatif dalam penyampaian semua permasalahan yang terjadi pada peralatan  yang beroperasi di PT. Pertamina (Persero) RU III  Plaju.

DAFTAR RUJUKAN

Referensi Buku

Al- Fatta, Hanif.  2007. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.

Febrian, Jack. 2007. Kamus Komputer dan Teknologi Informasi. Bandung: Informatika.

Kristanto, Andri. Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya. Yogyakarta: Gava Media.

PT. Pertamina RU III Plaju Palembang yang Beralamat di Jl. Beringin No. 1. Komperta Plaju Palembang

Purwanto, Djoko. 2003. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga.

Supriyanto, Aji. 2007. Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Salemba Infotek.

Sutabri, Tata. 2005. Analisa Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.

Sutabri, Tata. 2005. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Andi Offset.

SISTEM REMEDIAL NILAI SISWA SMA OLAH RAGA NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG MENGGUNAKAN J2ME DENGAN METODE SOFT SYSTEM METHODOLOGY (SSM)

Tue ,17/09/2013

Remedial adalah kegiatan yang ditujukan untuk perbaikan dan merubah nilai guna membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran, tujuan Remedial nilai membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum yang berlaku. Sedangkan SMA Olahraga Negeri Sriwijaya Provinsi Sumatera Selatan merupakan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) yang mempunyai tugas menyaring dan membina pelajar berbakat olahraga untuk mencapai prestasi baik dibidang akademis maupun olahraga. Sekolah Menangah Atas Olahraga ini selain dituntut untuk berprestasi dibidang akademik juga prestasi dibidang olah raga. Peserta didiknya sebagian berasal dari utusan Kabupaten /Kota Se-Provinsi Sumatera Selatan. Prestasi belajar siswa kenyataannya sudah mempunyai nilai prestasi belajar yang cukup baik terlihat dari cara belajar siswa dan hasil nilai yang ada. Walaupun demikian ada juga beberapa siswa yang memiliki nilai yang tidak cukup dan nilai tersebut diulang kembali (remedial). Biasanya setelah ujian selesai seluruh siswa terutama yang mengikuti pertandingan olahraga di dalam kota maupun di luar kota, mereka kesulitan untuk melihat nilai ujian semester karena mereka sudah mengikuti kegiatan yang olah raga. Sedangkan cara yang digunakan pada SMA Olahraga guna mengetahui informasi nilai yang berjalan saat ini kurang efektif dan efisien yaitu
sebagai contoh ketika siswa selesai ujian semester mereka harus menunggu 5-7 hari untuk mengetahui informasi nilai mereka apakah mereka harus mengikuti remedial atau tidak. Selain itu juga setelah siswa mendapatkan informasi nilai, siswa juga harus menunggu pengumuman jadwal ujian remedial. Hal ini mengakibatkan siswa lambat untuk mendapatkan informasi nilai. Maka dari itu dibutuhkanlah sebuah sistem untuk membantu siswa dalam mendapatkan informasi nilai secara cepat. Sistem yang dibuat dengan menggunakan aplikasi J2ME agar membantu siswa dalam menyelesaikan masalah tersebut adalah sebuah kombinasi yang terbentuk antara sekumpulan interface java yang sering disebut dengan (Aplication Programming Interface) yang dapat menggunakan telepon genggam sebagai alat bantunya.

 

http://jurnal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/view/3073

 

SISTEM INFORMASI PREDIKSI PERSEDIAN ATK PADA TOKO INDONESIA PRESS MENGGUNAKAN METODE SINGLE MOVING AVERAGE

Sat ,07/09/2013

Abstrak:
Penjualan merupakan unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan. Dalam menjalankan aktvitas toko penjualan banyak terdapat peluang baik dimasa sekarang maupun di masa yang akan datang. Akan tetapi peluang yang datang pada suatu toko penjualan tidak selamanya menghasilkan peluang yang baik atau menghasilkan keuntungan yang baik. Untuk menghindari dan meminimalisasi kerugian penjualan dimasa ketidakpastian di waktu yang akan datang, maka perusahaan melakukan suatu kegiatan peramalan. Peramalan sangat diperlukan dalam suatu toko penjualan, agar toko tersebut dapat memperhitungkan berapa tingkat angka penjualan dapat terjual dengan target yang di inginkan. Peramalan adalah suatu usaha untuk meramalkan keadaan dimasa yang akan datang dengan melihat data-data pada masa lalu. Peramalan adalah kegiatan memperkirakan atau memprediksi apa yang terjadi pada waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Peramalan menjadi sangat penting karena penyusunan suatu rencana
diantaranya didasarkan pada suatu proyeksi atau Peramalan. Peramalan adalah suatu untuk memperkirakan keadaan dimasa yang akan datang melalui pengujian keadaan dimasa lalu. Dalam kehidupan sosial segala sesuatu itu serba tidak pasti, sukar diperkirakan secara tepat. Dalam hal ini perlu diadakan peramalan. Peramalan yang dibuat selalu diupayakan agar dapat meminimumkan pengaruh ketidak pastian ini terhadap sebuah permasalahan yang ada
.
kata kunc i: penjualan, peramalan,persediaan
.
1. PENDAHULUAN
Perkembangan dalam bidang usaha penjualan harus selalu diperhatikan, hal tersebut disebabkan karena didukung oleh kegiatan yang dilakukan toko itu. Tujuan utama toko adalah memperoleh keuntungan. Salah satu kegiatannya adalah dengan melaksanakan penjualan yang optimal. Naik turunnya penjualan yang dicapai dapat dipergunakan sebagai alat ukur berkembangnya suatu toko. Naik turunnya penjualan yang dicapai dapat dipergunakan sebagai alat pengukur (success indicator) maju mundurnya perusahaan. Penjualan merupakan unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan. Dalam menjalankan aktvitas toko banyak terdapat peluang baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang. Akan tetapi peluang yang datang pada suatu toko tidak selamanya menghasilkan peluang yang baik atau menghasilkan keuntungan yang baik. Untuk menghindari dan meminimalisasi kerugian penjualan dimasa ketidakpastian diwaktu yang akan datang, maka perusahaan melakukan suatu kegiatan peramalan. Peramalan sangat diperlukan dalam suatu toko, agar toko tersebut dapat memperhitungkan berapa tingkat angka penjualan dapat terjual dengan target yang diinginkan. Peramalan adalah suatu usaha untuk meramalkan keadaan dimasa yang akan datang dengan melihat data-data pada masa lalu. Dalam melaksanakan kegiatannya sehari-hari, Toko ATK Indonesia Press Palembang sudah menggunakan komputer tetapi hanya terbatas sebagai alat bantu saja dengan aplikasi yang digunakan adalah paket aplikasi perkantoran. Dengan sistem tersebut, data penjualan, data stok serta data pembelian masih dikerjakan menggunakan komputer kemudian dicetak hardcopynya melalui media printer. Dengan menggunakan cara ini, timbul masalah, antara lain: lambat dalam pencarian data karena pegawai harus mencari data secara manual pada dokumen kertas hasil print-out dari pengetikan, terlebih lagi jika file hasil pengetikan sudah terhapus atau teredit dengan data terbaru. Lambatnya dalam pembuatan laporan ketika pimpinan membutuhkannya dalam waktu yang cepat, terlebih lagi jika laporan yang diminta memiliki kelompok kriteria tertentu, misalnya laporan penjualan per periode tertentu, laporan pembelian per periode tertentu, atau laporan persediaan per kode tertentu karena pegawai harus merekap satu per satu secara manual kemudian mengetiknya dengan bantuan komputer. Kemungkinan terjadinya kerangkapan (redundancy) data yaitu kondisi dimana terjadi pencatatan berulang terhadap satu data yang sama yang disebabkan tidak adanya validasi keunikan pendataan. Misalnya sebuah data sudah dicatat kemudian petugas tersebut lupa dan mencatatnya kembali sehingga terjadi dua kali pencatatan terhadap satu data yang sama. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, penulis merasa perlu merencanakan adanya pembuatan sistem yang berbasis komputer untuk menangani masalah persediaan ATK di toko Indonesia Press Palembang sehingga penulis memberikan judul skripsi ini “Sistem Informasi Prediksi Persediaan Alat Tulis Kantor pada toko Indonesia Press palembang menggunakan metode Single Moving Average”.
1.1.
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk membangun sebuah program sistem informasi persediaan pada toko ATK Indonesia Press palembang.
1.2.
Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah :Bagi pembeli dapat mengetahui ATK yang layak untuk dibeli karena telah erprediksi semua ATK yang telah digunakan.
Bagi pimpinan:
Sistem Informasi Prediksi persediaan ATK Pada Indonesia Press Menggunakan Metode Single Moving Aerage (Rendi Antickha)
a. Memudahkan pemilik agar dapat mengingat kembali stok ATK yang tersisa dan yang masih bisa digunakan.
b. Pengolahan data bisa menjadi lebih cepat dan tepat karena telah terintegrasi dengan (DBMS/ Data Base anagement System).
2.
METODOLOGI PENELITIAN
2.1.Tempat dan Waktu Penelitian
Objek penelitian dalam penelitian ini adalah Toko ATK Indonesia Press Palembang yang berlokasi di Jl. Temon No.259 Palembang.
2.2.Tahapan Pengembangan Sistem
Metodologi yang disebut waterfall atau air terjun yang membagi daur hidup pengambangan sistem. Untuk membuat suatu sistem dibutuhkan beberapa tahapan agar didapat suatu sistem yang benar-benar bermanfaat sesuai kebutuhan, menurut (Rosa, Shalahudin, 2011) tahapan dalam pengembangan sistem adalah sebagai berikut :
1. Analisa
Langkah ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem. Pengumpulan data dalam tahap ini bisa alakukan sebuah penelitian, wawancara atau study literatur. Seorang sistem analis akan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari user sehingga akan tercipta sebuah sistem komputer yang bisa melakukan tugas-tugas yang diinginkan oleh user tersebut. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen user requirment atau bisa dikatakan sebagai data yang berhubungan dengan keinginan user dalam pembuatan
sistem. Dokumen ini lah yang akan menjadi acuan sistem analis untuk menterjemahkan ke dalam bahasa pemprogram.
2. Design
Proses desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada : struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen
yang disebut software requirment. Dokumen inilah yang akan digunakan proggrammer untukmelakukan aktivitas pembuatan sistemnya.
3. Coding dan Testing
Coding merupan penerjemahan design dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer. Dilakukan oleh programmer yang akan meterjemahkan transaksi yang diminta oleh user. Tahapan ini lah yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu sistem. Dalam artian penggunaan komputer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat tadi. Tujuan testing adalah menemukan kesalahan-kesalahan terhadap sistem tersebut dan kemudian bisa diperbaiki.
4. Penerapan
Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan sebuah sistem. Setelah melakukan analisa, design dan
pengkodean maka sistem yang sudah jadi akan digunakan oleh user.
5. Pemeliharaan
Perangkat lunak yang sudah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan dengan lingkungan (periperal atau sistem operasi baru) baru, atau karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional.
2.3.Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah suatu sistem didalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan ransaksi yang mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Jogiyanto, 2001:11). mendefinisikan sistem informasi sebagai suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.
2.4.Persediaan
Persediaan merupakan suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam periode usaha tertentu, atau persediaan barang-barang yang masih dalam pengerjaan atau proses priduksi, ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam atu proses produksi, jadi persediaan merupakan bahan-bahan, bagian yang disediakan, dan bahan-bahan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi, serta barang-barang jadi atau produksi yang disediakan untuk meme
nuhi permintaan dari konsumen atau pelanggan setiap waktu. Rangkuti (2004:1).
2.5.Microsoft SQL Server 2000
Menurut Kadir (2002:11) SQL adalah kependekan dari Structured Query Language, dalam bahasa Inggris SQL biasa dibaca sebagai SEQUEL dan bukan ES-KYUEL, bahasa ini merupakan standar yang digunakan untuk mengakses basis data relational. Standard SQL mula-mula didefinisikan oleh ISO (International Standard Organization) dan ANSI (the American National Standard Institute) yang dikenal dengan SQL86. Sistem Informasi Prediksi persediaan ATK Pada Indonesia PressMenggunakan Metode Single Moving Aerage(Rendi Antickha)
2.6.Visual Bsic 6.0
Visual Basic 6.0 (VB6) merupakan suatu development tools untuk membangun aplikasi dalam lingkungan windows. Dalam pengembangan aplikasi, visual basic menggunakan pendekatan visual untuk merancang user interface dalam bentuk form, sedangkan untuk kodingnya menggunakan dialek bahasa basic yang cenderung mudah di pelajari. Visual basic telah menjadi tools yang terkenal bagi para pemula maupun developer(Wahana, 2004).
2.7.Metode Single Moving Average
Moving Average merupakan indikator yang paling sering digunakan dan paling standar. Jika di Indonesiakan artinya kira-kira adalah rata-rata bergerak. Moving average sendiri memiliki aplikasi yang sangat luas meskipun
sederhana. Dikatakan sederhana karena pada dasarnya metode ini hanyalah pengembangan dari metode rata-rata yang kita kenal disekolah ( nah, ada gunanya juga bukan kita bersekolah). Rata-rata bergerak tunggal (Moving average) untuk periode t adalah nilai rata-rata untuk n jumlah data terbaru. Dengan munculnya data baru, maka nilai rata-rata yang baru dapat dihitung dengan menghilangkan data yang terlama dan menambahkan data yang terbaru. Model ini sangat cocok digunakan pada data yang stasioner atau data yang konstant terhadap variansi, tetapi tidak dapat bekerja dengan data yang mengandung unsur trend atau musiman. Rata-rata bergerak pada orde 1 akan menggunakan data terakhir (Ft), dan menggunakannya untuk memprediksi data pada periode selanjutnya. Metode ini sering digunakan pada data kuartalan atau bulanan untuk membantu mengamati komponen-komponen suatu runtun waktu. Semakin besar orde rata-rata bergerak, semakin besar pula pengaruh pemulusan (smoothing).Dibanding dengan rata-rata sederhana (dari satu data masa lalu) rata-rata bergerak berorde T mempunyai karakteristik sebagai berikut.
a.Hanya menyangkut T periode tarakhir dari data yang diketahui.
b.Jumlah titik data dalam setiap rata-rata tidak berubah dengan berjalannya waktu.
Implementasi metode ini dalam program terletak di tabel peramalan dimana tabel ini akan menampung data-data transaksi per bulan per tahun dari masing-masing obat, dari tabel inilah nantinya akan didapat peramalan jumlah permintaan untuk masing-masing atk untuk bulan berikutnya.Rumus Single Moving Average dapat dijelaskan sebagai berikut:
Mt= Y t+1= dimana: Mt= moving average pada periode t.
Yt+1= nilai ramalan untuk periode berikutnya.
n = jumlah data dalam moving average Rata-rata bergerak untuk periode
t adalah nilai rata-rata untuk n jumlah data terbaru. Contoh kasus, teknik peramalan dengan metode rata-rata bergerak pada toko sepatu, (y1+ yt-1+ yt-2+ … + yt-n+1) ———————————–(1) -20 peramalan dengan rata-rata bergerak untuk kwartal pertama tahun 1992 adalah: Y2-+ Y20-1+ Y20-2+ Y20-4+1M20= Y20+1
= —————————————–4Y20+ Y19+ Y18+ Y17Y21
= ———————————–4550 + 400 + 350 + 600 1990Y21
= ———————————
= ——-
= 4754 4 sumber: Arsyad(2001:76)
2.8.DataFlowDiagram(DFD)
Data Flow Diagram adalah diagram arus pemroses data yang merupakan gambaran secara menyeluruh mengenai urutan pengolahan data hingga menghasilkan informasi yang diinginkan (Rosa, Shalahudin, 2011). di dalam atk nya yang berjudul Analisis dan Perancangan Sistem Informasi dengan Metodologi Berorentasi Objek edisi revisi, menyatakan bahwa DFD adalah gambaran grafis yang memperlihatkan aliran data dari sumbernya dalam objek kemudian melewati suatu proses yang mentransformasinya ke tujuan yang lain, yang ada pada objek lain.
1.Rancangan Data Flow Diagram(DFD)
Rancangan Data Flow Diagram (DFD)Sistem Informasi Penjualan Barang pada toko ATK Indonesia Press Palembang adalah sebagai berikut :
1.Diagram Konteks
Gambar
1. Diagram Konteks
Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input kesistem atau output dari sistem.Diagram konteks diatas terdiri dari 3 entitas yaitu pelanggan, admin dan pimpinan. Masing-masing entitas mempunyai aktifitas atau proses yang dilakukannya. Entitas pelanggan dan admin mempunyai aktifitas dari dan ke sistem,sedangkan entitas pimpinan hanya mempunyai aktifitas dari sistem. Detail dari masing-masing entitas dapat dilihat pada diagram level 0 seperti gambar dibawah ini:
2. Diagram Level 0
Gambar 2.
Diagram Level 0
Sistem Informasi Prediksi persediaan ATK Pada Indonesia Press Menggunakan Metode Single Moving Aerage (Rendi Antickha)
Diagram ini merupakan penjelasan dari diagram konteks sebelumnya, dalam diagram ini entitas-entitas yang ada seperti gudang, pelanggan, bagian penjualan dan pimpinan sudah dijelaskan lebih lanjut. Entitas pelanggan menerima dari sistem berupa faktur penjualan sedangkan pemberian ke sistem berupa data pelanggan, entitas gudang memberikan data barang ke sistem, entitas bagian penjualan memberikan data penjualan ke sistem dan dari sistem menerima daftar barang dan daftar pelanggan, terakhir entitas pimpinan menerima laporan yang terdiri dari laporan barang, laporan pelanggan, laporan penjualan per periode dan laporan faktur penjualan.
3. Diagram Level 1
Gambar 3.
Diagram Level 1
4. Diagram Level 1 Proses 1.0
Gambar 4.
Diagram Level 2 Proses 1.0
Diagram ini merupakan penjelasan dari diagram konteks sebelumnya, dalam diagram ini entitas-entitas yang ada seperti suplier, pembelian.Sulier input data suplier,suplier input data masuk,data pembelian.
5. Diagram Level 2 Proses 1.0
Gambar 5.
Diagram Level 2 Proses 2.0
Diagram ini merupakan penjelasan dari diagram konteks sebelumnya, dalam diagram ini entitas-entitas yang ada seperti pelanggan, penjual. pelanggan input data pelanggan,pelanggan input data barang keluar,data penjualan.
6. Diagram Level
2Proses 4.0
Gambar 6.
Diagram Level 2 Proses 4.0
Diagram ini merupakan penjelasan dari diagram konteks sebelumnya, dalam diagram ini entitas-entitas yang ada seperti pelanggan, penjual, pelanggan, suplier.pelanggan input data laporan pelanggan,pembelian input data laporan pembelian,penjualan input data laporan penjualan,suplier input data laporan suplier kepada pempinan,pimpinan laporan persedian.
2.9.EntityRelationshipDiagram (ERD)
Menurut (Rosa, Shalahudin, 2011), ERD adalah gambaran sistematis antara simbol-simbol himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang mewakili semua faktor. ERDadalah diagram yang berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang merepresentasikan seluruh fakta dari dunia nyata yang kita tinjau. ERD juga bisa diartikan sebagai notasi grafis dalam pemodelan data konseptual yang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan.
1.Rancangan Entity Relatioship Diagaram (ERD)Entity Relationship Diagram(ERD)
Sistem Informasi Penjualan barang pada toko ATK Indonesia Press Palembang adalah
Gambar 1.Entity Relationship Diagram
Diagram ini merupakan penjelasan dari diagram konteks sebelumnya, dalam diagram ini entitas-entitas yang ada seperti pelanggan, penjualan, stok, pembelian, suplier .pelanggan membeli penjualan,penjualan mengurangi stok,suplier memasok pembelian, pembelian menambah setok.
3.HasilBerdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada Toko Indonesia Press Palembang, pada bab ini kan membahas hasil yang telah didapat setelah melalui beberapa tahapan dalam pembuatan sistem. Sistem yang dihasilkan merupakan suatu system informasi yang telah jadi, sesuai dengan hasil rancangan Sistem Informasi Prediksi persediaan ATK Pada Indonesia Press Menggunakan Metode Single Moving Aerage(Rendi Antickha) dengan tahapan-tahapan pembuatan sistem dan tahapan pembuatan perangkat lunak pada.Sistem Informasi tersebut dapat diaplikasikan kedalam sistem yang ada pada Toko Indonesia Press Palembang khususnya dalam mengolah data penjualan. Sistem informasi tersebut terdiri dari beberapa file pendukung yang terakumulasi dalam suatu project program, adapun file-file pendukung program tersebut adalah sebagai berikut :
1.File Barang
2.File Suplier
3.File Pelanggan
4.File Pembelian
5.File Penjualan
1.Form Menu Utama Form menu utama berisikan menu-menu yang dapat dipilih oleh petugas adnimistrasi. Form menu utama terdapat master, transaksi, laporan, perhitungan rumus dan selesai untuk menutup menu utama. Gambar 1.Menu Utama
2.Form Master Data Suplier Submenu master data suplier merupakan menu untuk menginput data dan pengolah data suplier. Input data yang berisi kode suplier untuk input kode suplier, nama suplier input nama suplier, alamat input alamat suplier, telepon input No telepon. Pada form suplier berisi tombol tambah untuk menambah data suplier, edit untuk merubah data suplier, simpan untuk menyimpan data suplier dan selesai untuk menutup form suplier.
Gambar 2.Menu Data Suplier
3.Form Data Pelanggan Sumenu master data pelanggan merupakan menu untuk menginput data pelanggan dan pengolah data pelanggan. Input data yang berisi kode pelanggan untuk input kode pelanggan, nama pelanggan input nama pelanggan, alamat input alamat pelanggan, telepon input No telepon. Pada form pelanggan berisi tombol tambah untuk menambah data pelanggan, edit untuk merubah data pelanggan, simpan untuk menyimpan data pelanggan dan selesai untuk menutup form pelanggan .
Gambar 3.Menu Data Pelanggan
4 Form Data Barang Submenu master data barang merupakan menu untuk menginput data dan pengolah data barang. Imput data yang berisi kode barang untuk input kode barang, nama barang input nama barang, satuan input satuan barang, harga beli input harga beli barang, harga jual input harga jual, jumlah persediaan input jumlah persediaan. Pada form barang berisi tombol tambah untuk menambah data barang, edit untuk merubah data barang, simpan untuk menyimpan data barang dan selesai untuk menutup form barang.
Gambar 4.Menu Data Baran
5.Form Data Pembelian BarangSubmenu transaksi data pemebelian barang merupakan menu untuk menginput data dan pengolah data pemebelian barang. Input data yang berisi nomor faktur untuk nomor faktur, nama suplier input nama suplier, kode barang input kode barang, tanggal input tanggal beli, jumlah persediaan input jumlah pembelian. Pada form barang berisi tombol tambah untuk menambah data pembelian, simpan untuk menyimpan data pembeliandan selesai untuk menutup form pembelian.
Gambar 5. Menu Data Pembelian Barang
6.Form Data Penjualan Barang
Sub menu transaksi data penjualan barang merupakan menu untuk menginput data dan pengolah data penjualan barang. Input data yang berisi nomor faktur untuk nomor faktur, kode pelanggan input kode pelanggan, kode barang input kode barang, tanggal input tanggal penjualan, jumlah input jumlah penjualan. Pada form barang berisi tombol tambah untuk menambah data penjualan, simpan untuk menyimpan data penjualan dan selesai untuk menutup form penjualan.
Gambar 6.Menu Data Penjualan Barang
7.Laporan suplier
Sub menulaporan suplierberfungsi untuk melihat kesup suplier, nama suplier, alamat suplier, No telepon suplier.Sistem Informasi Prediksi persediaan ATKPada Indonesia Press Menggunakan Metode Single Moving Aerage(Rendi Antickha)
Gambar 7.Laporan Suplier
8.Laporan Pelanggan
Sub menu laporan Pelanggan berfungsi untuk melihat kdplg Pelanggan, nama Pelanggan, alamat Pelanggan, No telepon Pelanggan.
Gambar 8.Laporan Pelanggan
9.Laporan Persediaan Barang Sub menu laporan barang berfungsi untuk melihat kdbrg barang, nama barang, satuan, harga beli, harga jual, stok barang.
Gambar 9.Laporan barang
10.Laporan PembelianSub menulaporan pembelian berfungsi untuk melihat kdfaktur barang, nama barang,
tanggal beli barang, harga barang, jumlah barang.
Gambar 10.Laporan Pembelian Barang
11.Laporan Penjualan Sub menu laporan pembelian berfungsi untuk melihat kdfaktur barang, nama barang, tanggal beli barang, harga barang, jumlah barang.
Gambar 11.Laporan Penjualan Barang
12.Form Perhitungan Perpriode
Submenu file perhitungan pepriode merupakan menu untuk menginput periode awal hingga ke priode akhir. ada form terdapat tombol proses untuk proses prediksi perpriode brikutnya.
Gamabar 12.Form Perhitungan Perpriode
13.Laporan Prediksi Penjualan Perpriode Pada laporan prediksi penjualan ini berfungsi untuk mengetahui jumlah penjualan dan memprediksi bulan berikutnya. Total kolom jumlah dibagi berapa banyak data yang ditampilkan sesuai periode awal dan periode akhir.
Gambar 13.Laporan Prediksi Penjualan
14.Form Perhitungan Perbarang
Submenu file perhitungan perbarang merupakan menu untuk menginput kode barang, nama barang. Pada form terdapat tombol proses untuk proses prediksi perbarang perpriode berikutnya.
Gamabar 14.
Form Perhitungan PerbarangSistem Informasi Prediksi persediaan ATK Pada Indonesia Press Menggunakan metode Single Moving Aerage(Rendi Antickha)
15.Laporan Prediksi Penjualan Perbarang
Pada laporan prediksi penjualan perbarang ini berfungsi untuk mengetahui jumlah penjualan perbarang dan memprediksi bulan berikutnya. Total kolom jumlah dibagi berapa banyak data yang ditampilkan sesuai periode awal dan periode akhir.
Gambar 15.Laporan Prediksi Penjualan Perbarang
16.Form Perhitungan Perpriode Perbarang Submenu file perhitungan perpriode perbarang merupakan menu untuk menginput kode barang, nama barang. Pada form terdapat tombol proses untuk proses prediksi perbarang
perpriode brikutnya.
Gambar 16. Form Perhitungan Perpriode Perbarang
17.Laporan Prediksi Penjualan Perpriode Perbarang
Pada laporan prediksi penjualan perbarang perpriode ini berfungsi untuk mengetahui jumlah penjualan perbarang priode dan memprediksi bulan berikutnya. Total kolom jumlah dibagi berapa banyak data yang ditampilkan sesuai periode awal dan periode akhir.
Gambar 17.Laporan Prediksi Penjualan Perpriode Perbarang
4.SIMPULAN
Setelah melakukan pengamatan dan merumuskan pemecahan masalah, maka dapat diambil beberapa Kesimpulan yang menyangkut pelaksanaan dan pemanfaatan komputer khususnya dalam pengolahan data prediksi persediaan yang merupakan hasil penelitian yaitu :
2. Sistemyang dihasilkan adalah sistem informasi prediksi persediaan barang pada toko. Indonesia Press Palembang secara komputerisasi melalui suatu program khusus yang dirancang menggunakan aplikasi pemrograman berbasis desktop yaitu visual basic 6.0 dan menggun akan database sqlserver2000 yang diharapkan dapat mempermudah dalam pengolahan data barang.
3. Dengan adanya sistem informasi yang dibangun ini dapat mempercepat pembuatan laporan yang berhubungan dengan prediksi persediaan.
4. Dalam proses pengolahan data dapat dilakukan dengan cepat karena data yang telah diolah telah tersimpan pada database.
DAFTAR RUJUKAN
Freddy Rangkuti, 2004,“Manajemen Persediaan”,Andi,Yogyakarta.
Jogiyanto, 2005, ”Analisis &Desain”, Andi,Yogyakarta.
Lincolin Arsyat,2001 “Peramalan Bisnis”,BPFE,Yogyakarta.
Rosa A.S, M. Shalahudin, 2011, ”Rekayasa Perangkat Lunak”, Modula, Bandung.
Wahana, 2004,”Pemprograman Visual Basic 6.0”, Andi,Yogyakarta.

SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) LAHAT MENGGUNAKAN METODE TOTAL ARCHITECTURE SYNTESIS (TAS)

Sat ,07/09/2013

A.Haidar Mirza, A.Yani Ranius, AJ Perdana Putra
Universitas Bina Darma
Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12 Palembang
Pos-el : haidarmirza@yahoo.com , yani_ranius@mail.binadarma.ac.id, ajperdanaputra@yahoo.co.id

ABSTRACT : Patient information system at the Regional General Hospital (Hospital) Lahat is an information system that has a queue of activities, registration and examination at each clinic. The system performance in patient care in hospitals Lahat running is still not optimal due to the processing of patient data and medical records do still use the media or manual bookkeeping. Therefore patient care in hospitals Lahat become ineffective and inefficient, since media reports bookkeeping slow down. Methods medical record system development in hospitals Lahat Total Architecture Syntesis method (TAS). System development tool using Use Case Diagrams and Class Diagrams. Implementation of programs using Borland Delphi 7 application programming with databases using SQL Server 2000. Medical record information system designed aiming to build a computerized information system, making it easier for hospitals Lahat in processing patient data and medical records of patients.

Keywords: Medical Record,Patient,Total Architecture Syntesis, TAS

ABSTRAK : Sistem informasi pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat adalah sistem informasi yang mempunyai kegiatan antrian, registrasi, dan pemeriksaan pada tiap-tiap poliklinik. Adapun kinerja sistem dalam pelayanan pasien yang berjalan di RSUD Lahat tersebut masih belum optimal karena pada pengolahan data pasien dan data rekam medis dilakukan masih menggunakan media pembukuan atau manual. Oleh karena itu pelayanan pasien di RSUD Lahat menjadi tidak efektif dan efisien, karena media pembukuan memperlambat jalannya laporan. Metode pengembangan sistem rekam medis di RSUD Lahat menggunakan metode Total Architecture Syntesis (TAS). Alat bantu pengembangan sistem menggunakan Use Case Diagram dan Class Diagram. Implementasi program menggunakan aplikasi pemrograman Borland Delphi 7 dengan database menggunakan SQL Server 2000. Sistem informasi rekam medis dirancang bertujuan untuk membangun sistem informasi yang terkomputerisasi, sehingga memudahkan RSUD Lahat dalam mengolah data pasien dan data rekam medis pasien.
.

Keywords : Rekam Medis,Pasien,Total Architecture Syntesis (TAS)

1. PENDAHULUAN

Dalam era globalisasi sekarang ini tak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi khususnya komputer sangatlah pesat sehingga menuntut orang – orang yang bergerak pada bidang ini untuk terus berupaya meningkatkan kemampuan. Persaingan bisnis yang semakin ketat dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam era sekarang ini, menuntut perusahaan untuk menyusun kembali proses bisnis yang terjadi dalam internal perusahaan. Dalam hal ini teknologi komputer dan telekomunikasi
memegang peranan yang sangat penting karena kemampuannya untuk menembus batas ruang dan waktu serta mampu mendukung kelancaran proses dalam suatu perusahaan. Tentunya dengan penggunaan teknologi yang tepat guna dan mampu menghasilkan informasi yang cepat dan akurat sesuai dengan kebutuhan oleh pengguna teknologi informasi.
Penyelenggaraan upaya kesehatan di rumah sakit juga tidak lepas dari peran serta rekam medis pada setiap unit pelayanan kesehatan. Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan. Catatan-catatan tersebut kemudian diolah dan selanjutnya akan bermanfaat bagi pihak manajemen untuk mengetahui informasi mengenai data yang telah ada.
Pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat, pengolahan data pasien dan data rekam medis masih dilakukan dengan cara manual dimana data diisikan pada formulir data pasien yang kemudian dicatat kembali pada buku-buku yang disediakan untuk itu. Untuk sistem pelaporan rumah sakit sudah menggunakan bantuan komputer dimana data pasien dan rekam medis diketik dengan bantuan aplikasi perkantoran. Banyaknya data pasien yang harus diolah dan data yang berkelanjutan dari riwayat penyakit pasien, membuat pengarsipan data riwayat pasien dengan metode manual (hardcopy) sangat tidak efektif. Akibatnya, perawat yang pada dasarnya sebagai pembantu dokter di bidang medis menjadi tersita sebagian besar waktunya untuk mencari data pasien dan pengarsipkannya kembali, hal ini mengakibatkan berubahnya fungsi utama profesi yang pada akhirnya Rumah Sakit harus mempekerjakan perawat dengan tugas administrasi., sehingga kurang akurat dan membutuhkan waktu yang relatif lama serta menyebabkan kerja ekstra bagi petugas terkait dalam menyediakan laporan.
Metode Total Architecture Syntesis (TAS) menurut Brown (2008) adalah pola pikir yang berfokus pada tujuan perusahaan yang sederhana dari desain tradisional kegiatan untuk menghasilkan desain yang lebih efisien yang secara konseptual berfokus pada proses bisnis, manusia, dan informasi. Metode ini bertujuan untuk melakukan desain sistem informasi terdistribusi, pengujian dan meninjau desain baik proses bisnis dan mendukung sistem di atas kertas sebelum melakukan upaya implementasi. Pengunaan metode TAS, menjadikan proses pengumpulan informasi akan kebutuhan dari sebuah perusahaan bukan lagi menjadi sebuah aktifitas yang terpisah dari proses bisnis dan arsitektur sistem. Semua aktivitas dari sebuah perusahaan kini secara iterative akan saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lainnya.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis tertarik untuk merancang dan membangun sebuah Sistem Informasi Rekam Medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat Menggunakan Metode Total Architecture Syntesis (TAS).

2. METODOLOGI PENELITIAN

2.1.1 Sistem

Di dalam buku Sistem Informasi Manajemen Jilid 1, McLeod, Jr. (2001:11) menyatakan bahwa sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
Jogiyanto (2001:2) di dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi mendefiniskan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Selanjutnya, Turban, dkk. (2005:57) di dalam bukunya yang berjudul Decision Support System and Intelligent System (Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas) Edisi 7 Jilid 1 menyatakan bahwa sistem adalah kumpulan objek seperti orang, sumber daya, konsep, dan prosedur yang dimaksudkan untuk melayani suatu tujuan.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sistem terdiri dari elemen-elemen yang disebut juga subsistem-subsistem, ada kerja sama diantara elemen-elemen tersebut, serta terdapat tujuan-tujuan yang hendak dicapai dari kerja sama tersebut.

2.1.2 Informasi

Pada dasarnya pengertian data tidak dapat dipisahkan dari pengertian informasi karena keduanya mempunya hubungan sebab akibat yang sangat erat.
Di dalam sebuah artikel populer yang diterbitkan oleh situs www.ilmukomputer.com yang berjudul Pengantar Database, Irmansyah (2003:1) menyatakan bahwa data adalah nilai/value yang turut merepresentasikan deskripsi dari suatu objek atau kejadian (event), sedangkan informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Pendapat lain menyatakan bahwa data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang relatif tidak berarti bagi pemakai, sedangkan Informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti (McLeod, Jr., 2001:15).
Dapat disimpulkan bahwa data adalah bahan mentah yang belum berguna yang jika diolah akan menghasilkan informasi, yang juga berarti bahwa informasi adalah sesuatu yang berguna dan memiliki arti yang merupakan produk hasil daripada pengolahan data.
Kualitas informasi menurut Jogiyanto (2001:10) tergantung pada tiga hal, yaitu sebagai berikut.
1. Akurat: informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan.
2. Tepat waktu: informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
Relevan: informasi tersebut haruslah mempunyai manfaat untuk pemakainya.

2.1.3 Sistem Informasi

Menurut Susanto (2004:55) sistem informasi adalah “kumpulan dari sub-sub sistem baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama yang lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu yaitu mengolah data menjadi informasi yang berarti dan berguna”.
Leitch dan Davis dalam Jogiyanto, 2005:11 mengemukakan bahwa “sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”.
Pengertian ini sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Jogiyanto (2005:34) bahwa Sistem dapat didefinisikan sebagai “kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan mencapai tujuan tertentu. Sedangkan informasi didefinisakan sebagai pengolahan data yang berarti dan bermanfaat (Susanto, 2004:55).
Dari tiga definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi sebagai kumpulan dari subsistem apapun baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama yang lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berarti dan bermanfaat.
Komponen-komponen yang terkait dengan sistem informasi antara lain:
a. Data
Data harus akurat dan yang terpenting data benar, jangan data berupa sampah atau data yang tidak benar.
b. Masukan
Masukan harus dikode dengan jelas sesuai kebutuhan dan dengan cara tertentu. Misalnya data untuk membuat grafik dibentuk dalam gambaran tabel.
c. Proses
Harus jelas diproses dengan cara apa dan alat apa, perangkat keras dan perangkat lunak serta tehnisi yang sesuai.

d. Keluaran
Keluaran harus jelas dan memenuhi ciri-ciri informasi yang baik dan benar.
e. Tujuan
Keluaran yang dihasilkan harus sesuai dengan tujuan agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
f. Pemakai
Pemakai harus terlatih memanfaatkan informasi yang terbentuk, bila tidak informasi yang dihasilkan akan sia-sia.
g. Model
Cara pengolahan dengan logika, perhitungan atau pengolahan kata, atau tata letak.
h. Teknologi
Komputer yang digunakan berjenis apa, atau masih secara manual.
i. Pengendali
Cara untuk mencegah kecurian data dan atau kehilangan data.

2.1.4 Rekam Medis

Menurut Indonesian Medical Council (2006) dalam penjelasan Pasal 46 ayat (1) UU Praktik Kedokteran, yang dimaksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 749a/Menkes/Per/XII/1989 tentang Rekam Medis dijelaskan bahwa rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan.
Kedua pengertian rekam medis diatas menunjukkan perbedaan dimana Permenkes hanya menekankan pada sarana pelayanan kesehatan, sedangkan dalam UU Praktik Kedokteran tidak. Ini menunjukan pengaturan rekam medis pada UU Praktik Kedokteran lebih luas, berlaku baik untuk sarana kesehatan maupun di luar sarana kesehatan
Adapun isi dari Rekam Medis adalah :
1. Catatan, merupakan uraian tentang identitas pasien, pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain baik dilakukan oleh dokter dan dokter gigi maupun tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan kompetensinya.

2. Dokumen, merupakan kelengkapan dari catatan tersebut, antara lain foto rontgen, hasil lab dan keterangan lain sesuai dengan kompetensi keilmuannya.
Jenis Rekam Medis dibedakan menjadi:
1. Rekam medis konvensional
2. Rekam medis elektronik

Manfaat Rekam Medis antara lain:
1. Pengobatan Pasien
Rekam medis bermanfaat sebagai dasar dan petunjuk untuk merencanakan dan menganalisis penyakit serta merencanakan pengobatan, perawatan dan tindakan medis yang harus diberikan kepada pasien.
2. Peningkatan Kualitas Pelayanan
Membuat rekam medis bagi penyelenggaraan praktik kedokteran dengan jelas dan lengkap akan meningkatkan kualitas pelayanan untuk melindungi tenaga medis dan untuk pencapaian kesehatan masyarakat yang optimal.
3. Pendidikan dan Penelitian
Rekam medis yang merupakan informasi perkembangan kronologis penyakit, pelayanan medis, pengobatan dan tindakan medis, bermanfaat untuk bahan informasi bagi perkembangan pengajaran dan penelitian di bidang profesi kedokteran dan kedokteran gigi.
4. Pembiayaan
Berkas rekam medis dapat dijadikan petunjuk dan bahan untuk menetapkan pembiayaan dalam pelayanan kesehatan pada sarana kesehatan. Catatan tersebut dapat dipakai sebagai bukti pembiayaan kepada pasien.
5. Statistik Kesehatan
Rekam medis dapat digunakan sebagai bahan statistik kesehatan, khususnya untuk mempelajari perkembangan kesehatan masyarakat dan untuk menentukan jumlah penderita pada penyakit-penyakit tertentu.

6. Pembuktian Masalah Hukum, Disiplin dan Etik
Rekam medis merupakan alat bukti tertulis utama, sehingga bermanfaat dalam penyelesaian masalah hukum, disiplin dan etik.

2.1.5 TAS ( Total Architecture Syntetis)

Menurut Brown (2008) “Total Architecture adalah pola pikir yang berfokus pada tujuan perusahaan yang sederhana dari desain tradisional kegiatan untuk menghasilkan desain yang lebih efisien yang secara konseptual berfokus pada proses bisnis, manusia, informasi”. Bertujuan untuk melakukan desain sistem informasi terdistribusi, pengujian dan meninjau desain baik proses bisnis dan mendukung sistem diatas kertas sebelum melakukan upaya implementasi.
Pengunaan metode TAS, menjadikan proses pengumpulan informasi akan kebutuhan dari sebuah perusahaan bukan lagi menjadi sebuah aktifitas yang terpisah dari proses bisnis dan arsitektur sistem. Semua aktifitas di atas kini secara iterative akan saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lainnya.

Tahap pengembangan sistem dalam buku Implementing SOA (Services Oriented Architecture) Total Architecture Syntesis in Ptactice. Brown (2008:130). Adapun tahap-tahap perancangan yang ada dalam konsep TAS antara lain:
1. Menentukan Initial Scope (Defining the Initial Scope).
TAS dimulai dengan mendifinisikan ruang lingkup proyek. Yakni dengan mendefinisikan proses-proses bisnis. Dari hasil tersebut dapat dijelaskan dampaknya dengan menggunakan bagan-bagan terstruktur dari tujuan proyek. Setelah proses bisnis teridentifikasi, sejumlah informasi dibutuhkan untuk setiap proses. Kemudian akan teridientifikasi juga entitas pengguna dari dalam setiap proses bisnis. Setiap informasi perkiraan digunakan untuk menentukan tingkatan proses bisnis dari yang terpenting sampai yang tidak terlalu penting dan dari yang tersulit sampai yang termudah mendesainnya.
2. Menentukan Kebutuhan (Defining the Requirements).
Setelah menentukan tingkatan proses bisnis, dengan melakukan wawancara pada stakeholders untuk mengetahui proses dan untuk melihat bagaimana proses itu terjadi. Langkah selanjutnya yaitu menentukan kebutuhan-kebutuhan sesuai dengan tujuan bisnis. Mengumpulkan kebutuhan input, kebutuhan output, masalah serta batasan masalah termasuk input proses bisnis lain.
3. Mendesain Arsitektur Proses Bisnis (Designing the Bussiness Process Architecture).
Setelah seluruh kebutuhan dikumpulkan maka langkah selanjutnya merancang proses bisnis. Ini adalah desain tingkat tinggi pada proses bisnis, yang berfokus pada identifikasi para peserta dalam proses yaitu menentukan orang dan sistem yang terlibat dalam sistem, kegiatan yang dilakukan oleh peserta dan dialog antar muka dibutuhkan untuk proses bisnis. Dengan demikian akan didapatkan aturan-aturan bisnis dan macam-macam alternatif proses bisnis.
4. Mendesain Arsitektur system (Designing the Systems Architecture).
Setelah memilih kandidat proses bisnis, langkah selanjutnya yaitu merancang arsitektur sistem secara keseluruhan yang meliputi rancangan proses bisnis dan rancangan sistem yang sesuai dengan keuntungan dan biaya yang sudah terjadwal. Sistem diuji dan dievaluasi.
5. MengevaluasiArsitektur (Evaluating Architectures).
Evaluasi adalah proses pengujian terhadap kesesuaian proses bisnis dan desain sistem yang diperlukan secara keseluruhan. Proses evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa sistem sudah benar dan sesuai dengan kebutuhan pengguna serta sesuai dengan karakteristik yang diterapkan dan tidak ada kesalahan-kesalahan yang terkandung di dalamnya.

Rincian dari pendekatan TAS dapat dilihat pada gambar diagram 2.1 berikut :

Gambar 1. Gambar Diagram TAS
3.1.2.1 Wawancara

1. Analisa Wawancara
Adapun metode untuk pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan tinjauan langsung kelapangan, dengan menggunakan wawancara seperti tabel berikut :

Tanggal wawancara Senin,4 Desember 2012
Jam Wawancara 09.30-11.00
Tempat RSUD Lahat
Daftar Pertanyaan :
1. Apa saja penambahan atau perubahan yang ingin dilakukan terhadap sistem yang sedang berjalan?
2. Apa saja permasalahan yang muncul selama penggunaan dari sistem yang sedang berjalan saat ini?
3. Seperti apakah harapan dari pihak Puskesmas Rawat Inap terhadap sistem yang akan dibuat?
4. Laporan dengan format seperti apa yang diinginkan oleh pihak Puskesmas rawat Inap Merapi II kab Lahat?
Tabel 1. Tabel Wawancara

2. Analisa Permasalahan
Adapun permasalahan yang ada pada sistem yang berjalan selama ini adalah sebagai berikut:
1. Sistem yang ada selama ini mempunyai kendala yaitu kesulitan mendapatkan data akurat untuk dijadikan laporan yang akan diberikan kepada Direktur Rumah Sakit.
2. Perlu mengadakan perubahan pada sistem yang ada selama ini yang masih menggunakan Microsoft Office seperti Microsoft Word dan Excel dan belum menggunakan program khusus untuk mengelola data rekam medis Petugas Pendaftaran, dengan cara membangun sebuah sistem baru yang berbasis data yang dirancang sesuai dengan kebutuhan khusus dari sistem rekam medis elektronis.
Dari pihak RSUD Lahat khususnya bagian pendaftaran Petugas Pendaftaran untuk mengubah sistem yang lama menjadi sistem yang baru yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja sistem secara keseluruhan agar lebih efektif dan efisien.

3.1.2.2 Analisis Permasalahan
Adapun permasalahan yang ada pada sistem yang berjalan selama ini adalah sebagai berikut:
3. Sistem yang ada selama ini mempunyai kendala yaitu kesulitan mendapatkan data akurat untuk dijadikan laporan yang akan diberikan kepada Direktur Rumah Sakit.
4. Perlu mengadakan perubahan pada sistem yang ada selama ini yang masih menggunakan Microsoft Office seperti Microsoft Word dan Excel dan belum menggunakan program khusus untuk mengelola data rekam medis Petugas Pendaftaran, dengan cara membangun sebuah sistem baru yang berbasis data yang dirancang sesuai dengan kebutuhan khusus dari sistem rekam medis elektronis.
5. Dari pihak RSUD Lahat khususnya bagian pendaftaran Petugas Pendaftaran untuk mengubah sistem yang lama menjadi sistem yang baru yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja sistem secara keseluruhan agar lebih efektif dan efisien.
3.1.3 Menentukan Kebutuhan (Defining the Requirements)
Setelah menentukan tingkatan proses bisnis, dengan melakukan wawancara pada stackholders untuk mengetahui proses dan untuk melihat bagaimana proses itu terjadi. Langkah selanjutnya mengumpulkan kebutuhan input dan output dimana data pasien diberikan kepada admin kemudian admin melakukan login dan menginputkan data pasien tersebut dan menghasilkan output data pasien berupa kartu berobat dan laporan mengenai pasien.

3.1.31 Kebutuhan Functional
Kebutuhan functional adalah kebutuhan yang harus ada di dalam sistem yang akan dibuat. Kebutuhan yang ada pada RSUD Lahat yaitu:
1. Sistem harus dapat membuat informasi dengan lengkap, benar, dan jelas kepada Pimpinan.
2. Menyediakan sarana bagi RSUD Lahat untuk menyimpan dan menemukan kembali data yang telah dibuat serta dapat memberikan laporan kepada pihak yang memerlukan.
3. Mewujudkan sistem pengelolahan informasi dan dokumen RSUD Lahat yang berisi informasi dan dokumen yang dapat diandalkan.
4. Mewujudkan transparansi dokumen-dokumen yang perlu dipublikasikan dari RSUD Lahat.

3.1.3.2 Kebutuhan Nonfunctional
Kebutuhan nonfunctional adalah kebutuhan tambahan yang tidak memiliki input, proses, dan output. Namun demikian, kebutuhan nonfunctional ini sebaiknya dipenuhi, karena akan sangat menentukan apakah sistem ini akan digunakan user atau tidak. Kebutuhan nonfunctional ini dapat dikategorikan berdasarkan PIECE framework. Kebutuhan nonfunctional yang telah diuraikan diatas dapat dirangkumkan dalam tabel dibawah ini, dengan klasifikasi PIECES framework.

Table 3.2. Klasifikasi Kebutuhan Nonfunctional berdasarkan PIECES
No Simbol Keterangan
1 Aktor

Aktor adalah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengaan sistem untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu.
2 Use Case

Use Case adalah deskripsi dari urutan-urutan aksi-aksi yang ditampilkan sistem yang menghasilkan suatu hasil yang terstruktur bagi suatu aktor.
3 Asosiasi

Asosiasi adalah apa yang menghubungkan antara obyek satu dengan objek yang lainnya.
4 Generalisasi

Generalisasi adalah hubungan dimana objek anak (descendent) berbagai prilaku dan struktur data dari objek yang diatasnya atau sebaliknya dari bawah ke atas.
5 Dependency

Dependency (ketergantungan) adalah hubungan dimana perubahan yang terjadi pada suatu elemen Dependen (mandiri) akan mempengaruhi elemen yang bergantung padanya (Independen)

Tabel 2.1. Use Case Diagram

No Simbol Keterangan
1 Kelas

Class menggambarkan keadaan (atribut/property) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipilasi keadaan tersebut (metode/fungsi).
2 Asosiasi

Asosiasi, yaitu hubungan statis antar class
3 Directed Asosiasi (Pewarisan)

Pewarisan, yaitu hubungan hirarkis antara class. Class dapat diturunkan dari class lain dan metode class asalnya dan menambahkan fungsionalitas baru, sehingga ia disebut anak dari class yang diwarisinya.
4 Generalization

Hubungan dinamis, yaitu rangkaian pesan (message) yang di passing dari satu class kepada class lain.
Tabel 2.2 Class Diagram
(Sumber: Nugroho, 2005:16, Rational Rose Untuk Permodelan Berorientasi Objek)

Gambar 3.1 Use Case Diagram Rekam Medis

Gambar 3.2 Class Diagram Rekam Medis

4 KESIMPULAN

1. Program yang dihasilkan adalah Sistem Informasi Rekam Medis pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat yang diberi nama P_Rekam _Medis. Program ini di buat dengan menggunakan aplikasi pemrograman Borland Delphi 7.0 dan aplikasi database managemen system (DBMS) Microsoft SQL Server 2000.
2. Dengan adanya Sistem Informasi ini diharapkan dapat membantu meringankan tugas dan kebutuhan terhadap system rekam medis dalam melakukan prosedur pendataan dan pembuatan laporan sehingga pekerjaan dapat menjadi lebih efektif dan efisien.
3. Program ini hanya dapat di akses di jaringan local saja.
DAFTAR PUSTAKA

Referensi dari buku:
Arsip Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat. 2012.

Azwar .1996. Pengantar Administrasi Kesehatan Edisi Ketiga. Binarupa Aksara. Jakarta..

Charles, Siregar. 2004. Farmasi Rumah Sakit Teori dan Penerapan, Cetakan I. Penerbit EGC. Jakarta.

Direktorat Jendral Pelayanan Medik. 1997. Pedoman Penyelenggaraan Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia. Departemen Kesehatan RI. Jakarta.

Direktorat Jendral Pelayanan Medik. 2005. Buku Petunjuk Pengisian Pengolahan dan Penyajian Data Rumah Sakit. Departemen Kesehatan RI. Jakarta.

Fowler, Martin. 2004. UML Distilled Edisi 3. Penerbit ANDI. Yogyakarta.

Indonesian Medical Council. 2006. UU Praktik Kedokteran.

Jogiyanto. 2001. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Penerbit Andi. Yogyakarta

Jogiyanto. 2005. Sistem Teknologi Informasi. Penerbit Andi. Yogyakarta

McLeod Jr, Raymond. 2001. Sistem Informasi Manajemen Jilid 1. PT. Prenhallindo. Jakarta.

Nugroho, Adi. 2005. Rational Rose untuk Pemodelan Berorientasi Objek. Penerbit Informatika. Bandung.

PerMenKes Nomor 749a/Menkes/Per/XII/1989 tentang Rekam Medis.

Susanto, Azhar. 2004. Sistem Informasi Manajemen. Lingga Jaya. Bandung.

Turban, Efraim, dkk. 2005. Decision Support System and Intelligent System Edisi 7 Jilid 1. Penerbit Andi. Jogjakarta.

Tutang. 2003. Microsoft SQL Server 2000 bagi Pemula. Penerbit Datakom Lintas Buana. Jakarta.

Widiarta. 2007. Komputerisasi Sensus Harian Rawat Jalan di Rumah Sakit Pembinaan Kesejahteraan Umat Muhammadiyah Karanganyar.

Kunjungan Industri Pasca (Batam-Singapura-Malaysia)

Mon ,02/09/2013

Kunjungan Industri ke Batamindo Industrial Park Batam

Kegiatan kunjungan berangkat Hari Jum’at tanggal 30 Agustus 2013 menuju Batam menggunakan maskapai penerbangan Citylink dengan jadual keberangkatan pkl. 09.00 WIB dari bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang menuju bandara Hang Nadim Batam perjalan dilanjutkan menuju tempat kunjungan. Sebelum tiba ditempat kunjungan sholat Jum’at terlebih dahulu dan istirahat makan di Seputaran Mall Nagoya Batam.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dan tiba ditempat kunjungan Pkl. 14.00 WIB. Acara kunjungan tersebut adalah : Sambutan dan Pemaparan dari Batamaindo dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Pascasarjana Bpk M. Izman Herdiansyah, ST, MM,. P.hD. sebagai tamu. Didapat penjelasan tentang Batamindo diantaranya adalah : Batamindo merupakan kawasan industri pertama di Asia Pasifik yang menerima penghargaan ISO 9002 pada bulan Juli 1995. Batamindo telah menjalankan dan mengembangkan operasional manajemennya lebih peduli kepada kualitas pelayanan dan memberikan peningkatan layanan secara terus menerus kepada seluruh Investor didalam kawasan Industri ini. Pembangunan Kawasan Industri Batamindo (KIB) bermula dari perjanjian kerjasama ekonomi antara Pemerintah Indonesia dengan Singapura pada tahun 1989. Batamindo adalah perintis dan pemimpin dari kawasan industri dengan konsep terpadu, yaitu kombinasi penyediaan fasilitas gedung dan pelayanan jasa industri. Batamindo yang berada di lokasi strategis di kawasan berikat khusus antara Singapura dan Indonesia. Dengan luas 320 hektar, menjadikan KIB sebagai pusat MNCs (Multi-national Companies), OEMs (Original Equipment Manufacturers), ODMs (Original Design Manufacturers) serta beberapa industri pendukung lainnya.

Setelah kunjungan perjalanan menuju Johor Malaysia untuk melakukan studi banding keesokan dan hari berikutnya dengan tujuan ke Singapore, Kuala Lumpur, Genting, Putra Jaya. Dengan kunjungan dan studi banding tersebut diharapkan menjadi bahan dan nilai tambah pengetahuan yang dapat dijarikan refrensi dalam melaksanakan pengabdian di masyarakat serta dalam melaksanakan pekerjaan dimasing-masing instansi tempat mahasiswa bekerja.

Dosen Pendamping Kunjungan tersebut:

  1. Prof. Dr. H. Zainuddin Ismail, M.M (Wakil Rektor I UBD)
  2. M. Izman Herdiansyah,ST,MM.P.hD (Direktur Pascasajana)
  3. Dr. Dedi  Rianto Rahadi, M.M (Ketua Program Studi Magister Manajemen)
  4. A. Haidar Mirza, M.Kom (Ketua Program Studi Magister Teknik Informatika)
  5. A. Yani Ranius, S.Kom., M.M (Sekretaris pasca Sarjana UBD)

Peserta kegiatan ini terdiri dari mahasiswa program pascasarjana universitas Bina Darma Palembang yang terdiri dari program studi Magister Manajemen dan Magister Teknik Informatika.

Tanggal 2 September 2013 cek-out hotel dan pejalanan menuju Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) untuk berangkat ke bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang