Uhang Dihi
Anak Rantau

Archive for October, 2013

Menikmati Permainan Wisata Air Dengan Banana Boat di Danau OPI

Tue ,29/10/2013

Permainan wisata air dengan banana boat di LKM Danau OPI Jakabaring adalah suatu pengalaman seru yang tidak terlupakan. Permainan yang sedang marak di Indonesia khususnya di tempat yang menyediakan wisata air di danau yangada di Palembang. Keasyikan permainan wisata air dengan menggunakan perahu yang berbentuk pisang dan dinamakan banana boat  adalah saat para penumpang yang berada di atas banana boat terjatuh secara tiba-tiba ke dalam air. Bagi yang tidak bisa berenang, kejadian ini sangat mengagetkan dan kadang bisa jadi pengalaman pahit. Tetapi penyelenggara wisata air yang menyediakan permainan banana boat biasanya telah mengantisipasi dengan menyediakan jaket pelampung yang akan membuat kita terapung di permukaan air, jadi tidak perlu kuatir jika anda tidak bisa berenang. Anda tetap bisa menikmati permainan wisata air dengan banana boat di LKM Danau OPI Jakabaring ini dengan aman tanpa tenggelam.

LKM Danau OPI Jakabaring adalah salah satu tempat wisata air yang terkenal dengan permainan banana boat. Permainan air dengan menggunakan banana boat adalah wahana hiburan yang terletak Kota Palembang tepatnya di daerah Jakabaring. Keasyikan yang di dapat dengan permainan wisata air ini adalah saat kita terjatuh dari perahu banana boat yang kita tumpangi. Keceriaan yang terjadi sangat maksimal saat terjatuh dari perahu, dan inilah kenikmatan yang sebenarnya bermain banana boat. Jika anda ingin menikmati wisata air dengan menggunakan banana boat di LKM Danau OPI Jakabaring ini, maka perlu memperhatikan beberapa tips berikut ini.

  • Persiapan pengaturan posisi penumpang, Posisi penumpang banana boat harus diatur sedemikian rupa agar permainan wisata air ini dapat di nikmati. Di LKM Danau OPI Jakabaring, sang pemilik perahu banana boat biasanya menyiapkan seorang cady/kernek untuk membantu jalannya permainan. Untuk penumpang yang tidak bisa berenang wajib berada di tengah perahu banana boat. Hal ini di lakukan agar posisi perahu banana boat lebih seimbang dan memberikan keamanan bagi penumpang yang ada di tengah.
  • Pada saat awal, nahkoda atau orang yang mengendalikan speed boat yang menarik perahu banana boat mengajak keliling menyusuri Danau OPI sambil melihat keindahan LKM Danau OPI Jakabaring. Setelah satu kali putaran barulah banana boat melakukan atraksi. Biasanya Cady/Kernet banana boat akan bertanya apakah siap untuk menikmati permainan wisata air dengan banana boat di LKM Danau OPI Jakabaring ini? Jika siap, maka saatnya atraksi perahu banana boat. Di sarankan bagi penumpang untuk berteriak guna membuang rasa takut saat banana boat ditarik dengan kecepatan tertentu sehingga akan tercipta keceriaan tersendiri.
  • Pada saat banana boat yang ditarik oleh speed boat memutari  Danau OPI Jakabaring, maka speed boat tiba-tiba membelokkan arah. Bananaboat akan menikung atau berbelok mengikuti speed boat, saat itulah penumpang akan terjatuh, disarankan agar tidak mengimbangi beloknya banana boat ke arah berlawanan dan tidak bertahan pada pengangan yang ada di Bananaboat karena akan menyebabkan kencangnya urat tangan yang pada akhirnya akan menjadi pegal-pegal. Keseimbangan akan hilang dan dipastikan banana boat akan terbalik dan seluruh penumpang akan terjatuh ke air. Di sinilah letak serunya! Untuk penumpang yang tidak dapat berenang tidak perlu panik. Biarkan saja tubuh mengikuti gerakan air dengan relaks dan jangan kaku atau panik menggerak-gerakan kaki. Karena jaket pelampung akan menopang anda dan anda akan tetap terapung.
  • Jika ternyata banana boat tidak terguling, biasanya nahkoda akan segera membelokkan haluan untuk medekatkan Bananaboat ke penungpang yang akan naik kembali ke Bananaoat. Selanjutnya penumpang akan naik dibantu cady/kernet yang selalu siap. Selnjutna permainan dapat dilanjutkan kembali.
  • Kegiatan jatuh dari banana boat yang biasanya di ulang dua sampai tiga kali biasanya menambah serunya permainan wisata air di LKM Danau OPI Jakabaring ini. Kenikmatan yang tiada tara saat tiba-tiba tubuh kita terjungkal dan jatuh di dalam air. Wahana permainan air dengan banana boat ini sangat digemari dan memiliki antrian yang cukup panjang saat akhir pekan atau musim liburan sekolah. Demikian tips yang saya bagikan bagi pengunjung LKM Danau OPI Jakabaring. Cara menikmati permainan wisata air dengan banana boat di LKM Danau OPI Jakabaring ini kiranya dapat menjadi referensi kegiatan liburan anda. Selamat Menikmati.

Tampil di Tabloid Monica

Fri ,25/10/2013

LKM Danau OPI berusaha memperkenalkan wisata yang ada baik melalui media Elektronik (TV, Inernet, Jejaring Sosial) maupun media Cetak (Koran, Tabloid, Stiker). Hal ini dimaksudkan agar masyarakat secara luas mengetahui keberadaan wisata yang berada di Danau OPI. Dengan disebarnya informasi wisata tersebut diharapkan LKM Danau OPI akan bertambah pengunjungnya yang tentunya akan menambah semaraknya wisata serta sudah barang tentu akan menambah penghasilan dari pelaku wisata untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Sebetulnya cara-cara seperti ini telah lama dilakukan oleh LKM Danau OPI namun diupayakan setiap waktu tertentu dan cara tertentu hingga upaya ini dapat dilakukan. Media yang dipakaipun menyesuaikan dari animo masyarakat yang akan mengetahui informasi. Keberadaan Wisata di LKM Danau OPI dalam kesehariannya banyak pengunjung diseputaran wilayah Pelembang termasuk beberapa Kabupaten dan sekitarnya. Dengan demikian perlu lebih diinformasikan tentang keberadaan wisata tersebut. Tidak hanya itu jangkauan informasi ini diharapkan akan sampai hingga ke Nusantara serta ke mancanegara. Langkah yang tepat informasi ini disampaikan melalui media cetak tabloid Monica karena tabloid ini sudah dikenal dan banyak pembacanya termasuk menjangkau semua kalangan baik tua maupun muda tentang hobby traveling/wisata, kuliner, pendidikan, religi, keluarga, artis, properti dll. Inilah yang menjadi sasaran penyebaran informasi tentang keberadaan wisata yang ada di Danau OPI.

Penyebaran informasi di media lain juga tidaklah ditinggalkan seperti di Internet yang telah mempunyai blog tersendiri ini yang awalnya beralamat :www.pnpmmandiridanauopi.blogspot.com kemudian berubah atas saran Tim Asesor Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi :www.pnpmpariwisatadanauopi.blogspot.com dan selanjutnya berubah lagi atas saran Tim Penilaian Desa Wisata dari Kementrian Pariwisata menjadi :www.wisatadanauopi.blogspot.com. Atas beberapa kali perubahan nama di situs web ini, kami dari LKM Danau OPI mengucapkan terima kasih dalam arti LKM Danau OPI tetap menerima Kritik dan Saran guna penyempurnaan.

PENATAAN DAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR JARINGAN LAN DAN WLAN DI DINAS SOSIAL KOTA PALEMBANG (SIMULASI PAKET TRACER)

Fri ,25/10/2013

Abstrak

Tujuan utama dari pembuatan tugas akhir ini adalah untuk melakukan penantaan dan pengembangan infrastuktur jaringan LAN dan WLAN menggunakan simulasi paket tracer. Agar dapat melakukan sharing data. Berbagai perangkat yang terhubung dengan jaringan menggunakan topologi  yang ter-infrastruktur. Untuk melakukan penataan dan pengembangan jaringan yang ada,  maka di lakukanlah perancangan ulang topolgi yang baru , sedangkan pembahasan yang akan di bahas pada topologi yang baru adalah dengan melakukan konfigurasi sharing resoursce menggunakan manajemen VLAN.  Dengan  adanya VLAN  dalam jaringan yang berfungsi sebagai lalu lintas data , dan keamana data dari setiap divisi dapat di buat tersendiri,  karena VLAN membagi segmen-segmennya sesuai kebutuhan. Dengan adanya manajemen VLAN yang dapat membagi  jaringan ke dalam beberapa kelompok broadcast domain yang lebih kecil. Sedangkan infrastruktur jaringan di internet maupun intranet memerlukan pengelolaan alamat IP yang benar, karna setiap node pada jaringan harus memiliki alamat IP unique, yang berarti tidak tidak boleh ada duplikasi IP di jaringan.

Kata kunci : IP Address, internet,  penataan jaringan komputer.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Seiring dengan adanya program pemerintah untuk menyelenggarakan pemerintahan yang baik melalui e-government. Dinas Sosial perlu terus menerus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, baik internal maupun eksternal.

Penataan dan pengembangan infrastruktur jaringan LAN dan WLAN di lingkup Dinas Sosial Kota Palembang perlu di tingkatkan. Dalam beberapa tahun terakhir belum memiliki penataan yang baik, sehingga dampaknya adalah kinerja jaringan LAN dan WLAN yang belum begitu efektif. Bagi sebuah organisasi baik yang berupa perusahaan, perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun individual (pribadi), kebutuhan akan jaringan komputer itu sendiri menjadi sangat essensial.

Tujuan dari penyusunan tugas akhir ini adalah sebagai pedoman untuk memberikan arahan bagi penataan, perencanaan, dan pengembangan infrastruktur jaringan komputer yang ada di Dinas Sosial Kota Palembang. Dengan memperhatikan permasalahan tersebut, maka saya tertarik untuk melakukan penelitian dan mengambil judul “Penataan dan pengembangan infrastruktur  jaringan LAN (Local Area Network) dan WLAN (Wireless Local Area Network) di Dinas Sosial Kota Palembang (Simulasi paket tracer)”.

Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang maka perumusan masalahnya adalah Bagaimana cara melakukan penataan dan pengembangan infrastruktur jaringan komputer dengan baik di Dinas Sosial Kota Palembang.

Batasan Masalah

Agar permasalahan lebih terarah dan tidak menyimpang dari permasalahan yang ada, maka ruang lingkup dan batasan masalah dalam pembahasan ini dibatasi pada :

  • Perancangan topologi jaringan yang digunakan dalam sistem jaringan internet di Dinas Sosial Kota Palembang.
  • Pembahasan sharing resources dan konfigurasinya.
  • Pemanfaatan software dan hadware yang ada.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Melakukan penataan dan pengembang infrastruktur jaringan LAN dan WLAN  dengan melakukan perancangan topologi yang baik di Dinas Sosial Kota Palembang.
  2. Memanfaatkan sharing resources yang bertujuan agar seluruh peralatan, program dan peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap pengguna di dalam jaringan komputer tersebut.

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Dapat mengetahui topologi yang digunakan dalam  melakukan penataan serta pengembangan jaringan komputer.
  2. Pemulihan kondisi infrastruktur jaringan teknologi informasi dan komunikasi yang ada.
  3. Pengamanan jaringan LAN DAN WLAN dengan menggunakan acces point.
  4. Pemanfaatan hadware dan software secara lebih efisien.

METODOLOGI PENELITIAN

Waktu dan Tempat penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30 April  2013 sampai dengan  30 Mei  2013 adapun lokasi penelitian yaitu pada area perkantoran  Dinas Sosial Kota Palembang.

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan meode penelitian tindakan atau action research. Action Research merupakan bentuk penelitian tahapan (Applied research) yang bertujuan mencari cara efektif yang menghasilkan perubahan disengaja dalam suatu lingkungan yang sebagian dikendalikan (dikontrol). Adapun tahapan penelitian yang merupakan bagian dari action research ini, yaitu :

a. Tahap pertama (Diagnosing)

Melakukan identifikasi masalah-masalah pokok yang ada guna menjadi dasar kelompok atau organisasi sehingga terjadi perubahan. Peneliti melakukan diagnosa terhadap topologi jaringan LAN dan WLAN  yang ada di lingkup kantor Dinas Sosial Kota Palembang.

b. Tahap kedua (Action Planning)

Peneliti memahami pokok masalah yang ada kemudian dilanjutkan dengan menyusun rencana tindakan yang tepat. Pada tahap ini peneliti melakukan  rencana tindakan yang akan dilakukan dengan  penataan dan pengembangan infrastruktur jaringan LAN dan WLAN.

c. Tahap ketiga (Action Taking)

Peneliti melakukan tindakan disertai dengan implementasi rencana yang telah dibuat dan mengamati kinerja sistem jaringan.

d. Tahap keempat (Evaluating)

Peneliti melakukan evaluasi hasil temuan setelah proses implementasi, pada tahapan evaluasi penelitian yang dilakukan adalah hasil  dari penataan dan pengembangan infrastruktur jaringan LAN dan WLAN.

e. Tahap kelima (Learning)

Setelah masa implementasi  (action research) dianggap cukup, kemudian peneliti melaksanakan  review tahap demi tahap dan memahami prinsip kinerja sistem jaringan yang ada.

Metode Pengumpulan Data

  • Literatur, ini dilakukan dengan cara mengambil data-data dan referensi dari buku- buku yang berhubungan dengan objek yang diteliti.
  • Observasi, melakukan penelitian untuk mengumpulkan data di lapangan secara objektif.
  • Konsultasi, data dikumpulkan dengan cara melakukan diskusi dengan pihak terkait.

LANDASAN TEORI

1. Jaringan Komputer

Jaringan  komputer  adalah  sekelompok  komputer otonom yang saling berhubungan  satu dengan lainnya, menggunakan protocol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, aplikasi, dan perangkat keras secara bersama-sama. Jaringan computer juga dapat diartikan  sebagai kumpulan jumlah terminal komunikasui yang berada di berbagai lokasi yang saling berhubungan (Tanebaum, 1997) .

1.1. Tujuan Jaringan Komputer

Tujuan dibangunnya suatu jaringan komputer adalah membawa informasi secara tepat dan tanpa adanya kesalahan dari sisi pengirim (transmitter)menuju ke sisi penerima (receiver) melalui media komunikasi.

1.2 Manfaat Jaringan Komputer

Secara umum, jaringan komputer mempunyai beberapa manfaat (Artikel perangkat jaringan komputer, 2009).

  1. A. Sharing Resource
  2. B. Media komunikasi
  3. C. Integrasi data
  4. D. Pengembangan dan pemeliharaan
  5. E. Keamanan data
  6. F. Sumberdaya lebih efisien

1.3 Tipe dan Jenis Jaringan Komputer

1. Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau  kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. (Artikel IT, jenis-jenis jaringan computer, 2012).

2. Metropolitan Area Network (MAN)

Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran  lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat  mencakup  kantor-kantor  perusahaan yang letaknya berdekatan  atau  juga sebuah  kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan  pribadi (swasta) atau  umum.,MAN  mampu  menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

3. Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

4. Internet

Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda,orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung  ke jaringan lainnya, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya,kumpulan jaringan yang terinter koneksi inilah yang disebut dengan internet.

5. Jaringan Tanpa Kabel

Jaringan tanpa kabel merupakan suatu  solusi terhadap komunikasi  yang  tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang  yang  ingin mendapat informasi atau melakukan  komunikasi walaupun sedang berada diatas  mobil atau pesawat terbang.

2. Keamanan Jaringan Komputer

Keamanan jaringan komputer adalah proses untuk mencegah dan mengidentifikasi penggunaan yang tidak sah dari jaringan komputer (iiezland, 2012).

2.1 Tujuan Keamanan Jaringan

Tujuan Keamanan jaringan  komputer adalah untuk mengantisipasi resiko jaringan komputer berupa bentuk ancaman fisik maupun logic baik langsung ataupun tidak langsung mengganggu aktivitas yang sedang berlangsung dalam jaringan komputer (iiezland, 2012).

2.2 Perangkat Jaringan Komputer

Perangkat jaringan komputer adalah sebuah entitas fisik yang terhubung ke jaringan yang berfungsi sebagai jaringan komunikasi data. Contohnya seperti Hub, Switch, router, modem, hardware firewall, LAN cards dll.

2.3.1     Jenis-jenis Perangkat Jaringan Komputer

1. Hub              6. RJ-45 (Registered Jack)

2. Switch          7. LAN Card

3. Router          8. Printer

4. Modem

5.Kabel UTP

2.4 Topologi Jaringan

Adalah sebuah pola interkoneksi dari beberapa terminal komputer. Topologi jaringan merupakan representasi geometri dari hubungan antar perangkat (terminal komputer, repeaters, bridges) satu dengan lainnya (Green,1985:22).

Topologi  jaringan sendiri  terbagi  menjadi dua yaitu :

  1. Physical. Merupakan gambaran fisik dari hubungan antara perangkat (komputer, server, hub, switch, dan kabel jaringan) yang membentuk suatu pola khusus.
  2. Logical. Merupakan gambaran bagaimana suatu perangkat dapat  berkomunikasi dengan perangkat lainnya.

Topologi jaringan yang digunakan di kantor Dinas Sosial Kota Palembang adalah topologi star, Pada topologi star terdapat perangkat pengendali yang berfungsi sebagai pengatur dan pengendali komunikasi data,sedangkan perangkat lain terhubung dengan perangkat pengendali lainnya sehingga pengiriman suatu data akan melalui perangkat pengendali,inilah beberapa kebaikan dan keburukan  menggunakan topologi star sebagai berikut (james harry,1985).

3. Jenis-jenis  topologi  jaringan

1.Topologi  Bus                          4. Topologi  Star

2. Topologi  Ring                      5. Topologi  Mesh

3. Topologi Tree

4. Paket Tracer

Packet Tracer adalah sebuah software simulasi jaringan. Sebelum melakukan konfigurasi jaringan yang sesungguhnya (mengaktifkan fungsi masing-masing device hardware) terlebih dahulu dilakukan simulasi menggunakan software ini. ( Andrew Fiade, 2013).

5. VlAN

VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN,  hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasikan secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan, Penggunaan VLAN akan  membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung  pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation ( Andrew Fiade, 2013).

5.1.   Cara Kerja VLAN

VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk mengklasifikasikannya, baik menggunakan port, MAC address dan sebagainya.

5.2. VLAN Manajemen

VLAN manajemen adalah VLAN yang dikonfigurasikan untuk memanajen switch, VLAN 1 akan bekerjasebagai managemen VLAN jika tidak mendefiniskan VLAN khusus sebagai VLAN manajemen.

6. Hasil

Hasil yang didapat dari penataan dan pengembangan infrastruktur di Dinas sosial Kota Palembang adalah penambahan beberapa server dan switch,serta penataan topologi yang baru. Begitu juga dengan IP Address yang di gunakan di tata ulang sesuai dengan kebutuhan jumlah host pada topologi jaringan di Dinas Sosial Kota Palembang.

5.1. Hasil rancangan ulang Topologi Jaringan di Dinas Sosial Kota Palembang

Setelah semua data dikumpulkan maka dilakukanlah evaluasi  Perancangan ulang topologi jaringan dilingkup kantor Dinas Sosial kota  Palembang menggunakan topologi star, karena topologi ini memiliki kemudahan dalam proses instalasinya. Serta penambahan server dan beberapa hardwareseperti printer yang di masukkan ke dalam sebuah koneksi jaringan . Dengan adanya server pada setiap workstation dapat saling terkoneksi dengan baik sehingga user bisa sharing data.

5.2. Pembahasan

Pembahasan dari penataan dan pengembangan infrastruktur pada jaringan ini adalah untuk mengetahui hasil yang di dapat dari penataan dan pengembangan topologi yang baru. Serta akan membahas topologi jaringan yang akan di simulasikan pada software paket tracer.

5.2.1. Persiapan

sebelum melakukan uji coba  jaringan pada Kantor Dinas Sosial Kota Palembang, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan.

terdapat penambahan infrastruktur dari penataan sebuah jaringan dengan 1 router, 5 switch, 2 server, 1 access point serta 19 workstation dan 6 printer yang telah dibrikan IP Address dan terhubung pada jaringan. Kemudian router dan switch di berikan fungsi sebagai penghubung,

  1. Lantai 1 dan Lantai 2, tersambung akses Internet dari ISP terhubung pada router .
  2. Pada lantai 1 terdapat 7 workstation dan 3  Printer, IP yang terhubung pada 1 switch server dan  2 switch, dalam ruangan
  3. Pada Lantai 2 Terdapat 11 workstation, 1 Server, dan 3 Printer IP yang terhubung. pada 1 switch server dan 2 switch ruangan, disini juga terdapat Access Point untuk akses jaringan secara nirkabel menggunakan Laptop.

5.2.2. Proses konfigurasi

Proses konfigurasi dari jaringan ini , akan di lakukan menggunakan software paket  tracer (simulasi paket tracer) .Adapun proses-proses tersebut sebagai berikut.

Konfigurasi VLAN pada switch yang terdiri dari beberapa konfigurasi yaitu :

  1. Konfigurasi vtp server dan no Vlan.
  2. Pemberian password dan nama pada  switch server.
  3. Konfigurasi mode trunk pada switch.
  4. Masukkan IP Addres pada setiap Workstation
  5. Konfigurasi active port pada switch .

Konfigurasi pada router  yang terdiri dari beberapa konfigurasi:

  1. Konfigurasi encapsulation pada router.
  2. Konfigurasi serial dan routing.

5.3. Konfigurasi wirelees Dinas Sosial Kota Palembang

Setelah mengkonfigurasi Router, Server, dan Client, langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi Access Point, klik AP lalu pilih Tab GUI akan muncul tampilan seperti konfigurasi AP pada browser.

5.4.Hasil tes percobaan

Untuk melihat apakah konfigurasi berjalan dengan baik, maka pengujian perlu dilakukan, sebagai uji coba pada komputer server atau client yang akan merequest ping pada setiap ruangan.

Pengujian dari koneksi dari raungan IT  server web dinas sosial  ke isp dengan cara ping Ip addres ISP 100.100.100.1.

6. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.   Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, dapat kesimpulan sebagai berikut :

  1. Untuk meningkatkatkan efektifitas kerja jaringan . Maka dilakukanlah penataan dan pengembangan infrastruktur dari jaringan tersebut dengan menggunakan sistem manajemen VLAN di Dinas Sosial Kota Palembang.
  2. Selain itu terdapat penambahan beberapa hardware seperti server, switch dan penambahan beberapa workstation yang dapat membantu kegiatan sharring.
  1. VLAN memudahkan manajemen jaringan karena pengguna yang membutuhkan sumber daya yang dibutuhkan berbagi dalam segmen yang sama
  2. Pembagian jaringan kedalam VLAN-VLAN akan mengurangi banyaknya device yang berpartisipasi dalam pembuatan strom. Hal ini terjadi karena adanya pembatasan broadcast domain.

6.2  Saran

Berdasarkan hasil perancangan yang telah diuraikan penulis, mengemukakan beberapa saran sebagai berikut :

  1. Untuk melakukan penataan dan pengembangan jaringan sebaiknya menggunakan sistem VLAN manajemen, karna VLAN secara logika lalu lintas data dibatasi segmennya.
  2. Dengan menggunakan VLAN didalam jaringan akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa harus bergantung pada lokasi workstation.


DAFTAR RUJUKAN

Andrew fiade, (2013), Simulasi Jaringan, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Anjik Sukmaji,& Rianto, (2008), Konsep dasar pengembangan

jaringan dan keamanan jaringan, Andi, Yoygakarta.

Arvie, (2013),Perangkat jaringan komputer

http://www.arvie-13.com/2013/04/perangkat-jaringan-komputer-beserta.html di akses pada 8 maret 2013

Artikel jenis-jenis topologi  (2012),http://www.it-artikel.com/2012/07/jenis-jenis-topologi-dalam-jaringan.html di akses pada 8 maret 2013

Arif rahmah,(2011), Perangkat jaringan komputer

http://ariefrahman06463.wordpress.com/2011/07/13/media-transmisi-wire-kabel-2/ di akses pada 8 maret 2013

Green, James Harry. (1985). Local Area Network A User’s Guide for BusinessProfessionals. London: Scott, Foresman and Company.

http://www.kajianpustaka.com/2013/02/pengertian-jenis-topologi-jaringan.html#ixzz2TRhMWk2p di akses pada 8 maret 2013

iiezland,(2012), Keamanan jaringan komputer http://iiezland.blogspot.com/2012/05/task-6-konsep-keamanan-jaringan.html di akses pada 8 maret 2013

Prima kurniawan, (2009), Artikel manfaat jaringan Komputer, 2009).http://prima.kurniawan.students-blog.undip.ac.id/2009/07/13/pengertian-jaringan-komputer-dan-manfaatnya/ di akses pada tanggal 15 mei 2013

Tanenbaum, Andrew S, (1997), Jaringan komputer: Jilid 1 & 2 Edisi ketiga, Salemba Teknika.

APLIKASI PENGOLAHAN DATA PERPUSTAKAAN SMA YAYASAN WANITA KERETA API (YWKA) PALEMBANG

Fri ,25/10/2013

Abstrak : Aplikasi Pengolahan Data Perpustakaan Pada SMA Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA)  Palembang selama ini belum menggunakan sistem komputerisasi dengan kata lain masih manual, sehingga kurang efesien dan efektifnya kerja dalam hal melayani peminjaman dan pengembalian buku serta informasi mengenai data buku yang tersedia, buku yang dipinjam dan buku yang dikembalikan dinilai masih kurang baik atau sering terjadinya kesalahan. Hal  tersebut jelas menghambat pekerjaan, khusunya pada bagian pegawai yang mendata buku diperpustakaan SMA YWKA Palembang. Oleh karna itu perlu dirancang dan dibuat suatu program aplikasi pengolahan data perpustakaan untuk mempermudah dalam memperoleh informasi buku, peminjaman dan pengembalian buku, pada Perpustakaan SMA YWKA Palembang sehingga menjadi lebih efektif dan efesien guna meningkatkan kinerja Perpustakaan SMA YWKA Palembang. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat program aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 dan diharapkan dapat membantu kinerja pegawai terutama pada pendataan buku dan pembuatan laporan pada Perpustakaan SMA YWKA Palembang.

Kata Kunci : Analisis, Aplikasi, Pengolahan Data Perpustakaan, Microsft Visual Basic 6.0.

PENDAHULUAN

Perpustakaan merupakan salah satu bagian dari kegiatan penyelangaraan pendidikan. Keberadaan perpustakaan sangat penting dan strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Oleh karena itu, sebagai lembaga pelayanan siswa-siswi, perpustakaan perlu lebih aktif mengikuti perkembangan informasi. Sebagai sarana pendidikan dan sarana belajar bagi siswa, perpustakaan juga dituntut untuk dapat membimbing pengguna agar mandiri  dalam mencari informasi yang dibutuhkan.

Perpustakaan SMA Yayasan Wanita Kereta Api Palembang pada saat ini memiliki 1350 buku, terdiri dari buku pelajaran, buku novel, buku pengetahuan umum, buku resep dan masih banyak buku lain. Apabila siswa ingin meminjam buku di perpustakaan SMA Yayasan Wanita Kereta Api Palembang siswa harus mendaftarkan diri untuk menjadi anggota perpustakaan. Dengan ketentuan anggota dapat meminjam buku di perpustakaan sebanyak 3 buku, dengan waktu pengembalian buku selama 3 hari. Apabila anggota telat mengembalikan buku pada tanggal yang ditentukan maka anggota akan dikenakan denda Rp 1000,-/hari.

SMA Yayasan Wanita Kereta Api Palembang adalah sekolah yang memiliki fasilitas sekolah yang memadai, baik pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar maupun perpustakaan yang mendukung niat baca siswa. Perpustakaan SMA Yayasan Wanita Kereta Api Palembang pada saat ini pengelolahan data perpustakaan masih dilakukan secara manual seperti data anggota, transaksi pinjam dan pengembalian buku masih dilakukan dengan cara mencatat dibuku besar, inventaris buku yang masih menggunakan buku besar, dan pembuatan laporan perpustakaan masih dilakukan secara manual.

Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan pada perpustakaan saat ini, permasalahan yang dihadapi adalah masih adanya kesalahan pengolahan data perpustakaan. Misalnya mengetahui keberadaan status buku, lambatnya waktu untuk membuat laporan karena banyaknya data yang akan diolah seperti laporan data anggota, data pinjaman dan data pengembalian buku. Karena banyaknya data yang akan diolah dalam perpustakaan maka pegawai kesulitan dalam menyimpan data dan membuat laporan. Akan tetapi jika dilakukan menggunakan  sistem komputerisasi proses pengolahan data akan lebih efektif dan efesien. Dengan memanfaatkan aplikasi khususnya dalam pengelolahan data pada perpustakaan menggunakan aplikasi Microsoft Visual Basic 6.0 penulis dapat mengatasi kendala yang timbul pada pengolahan data perpustakaan SMA Yayasan Wanita Kereta Api Palembang.

Dari uraian latar belakang diatas dapat disimpulkan pada perpustakaan SMA Yayasan Wanita Kereta Api Palembang masih terdapat banyak pengolahan data yang dilakukan secara manual. Seperti data anggota dilakukan secara manual dengan menggunakan kartu anggota berupa lembaran kertas. Transaksi pinjam dan pengembalian buku masih dilakukan dengan cara mencatat dibuku besar, inventaris buku yang masih menggunakan buku besar. Dan pembuatan laporan perpustakaan masih dilakukan secara manual. Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian, sehingga perlu dibuat suatu program pengelolahan data perpustakaan, maka penulisan tugas akhir dengan judul “Aplikasi Pengelolahan Data Pada Perpusatakaan SMA Yayasan Wanita Kereta Api Palembang”.

Landasan Teori

1. Aplikasi

Menurut (Jogiyanto, 1999:13) Aplikasi adalah software program yang memiliki aktifitas pemprosesan perintah yang diperlukan untuk permintaan pengguna dengan tujuan tertentu dan membuhtuhkan keahlian tertentu dari pemakai, tanpa menguasai cara menggunakan program yang dibuat maka program yang ada tidak akan mempunyai fungsi apa – apa.

2. Data

Menurut (Longkutoy,1998:7)Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian dan kesatuan nyata yang terjadi pada saat tertentu. Sedangkan , menurut (Wahyono, 2004:2) Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan. Data dapat berupa angka – angka, huruf – huruf atau simbol – simbol khusus.

3. Pengelolahan Data

Pengolahan data menurut Longkutoy (1998:4) adalah waktu yang digunakan untuk menggambarkan perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki kegunaan, semakin banyak data dan kompeksnya aktifitas pengolahan data dalam suatu organisasi kecil, maka metode pengolahan data yang tepat sangat dibutuhkan.

4. Perpustakaan

Menurut (Soetimah 1992:32) Perpustakaan adalah sebuah koleksi buku atau majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan namun perpustakaan lebih umum dikenal sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi dan dimanfaat kan oleh masyrakat yang rata – rata tidak mampu mebeli sekian banyak buku atas biaya sendiri. Perpustakaan adalah insitusi pengelolah koleksi karya tulis, karya cetak, dan karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, informasi dan rekreasi pada pemustaka.

5. Microsoft Visual Basic 6.0

Menurut (Ario Surya Kusuma, 2010) Microsoft Visual Basic merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Intergrate Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman. Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat.

6. UML (Unifled Modelling Language)

Menurut (Sitompul, 2007:5) UML itu singkatan dari Unifled Modelling Language. Sesuai dengan kata terakhir dari kepanjangan, UML itu adalah salah satu bentuk Language atau bahasa. Menurut pencetusnya, UML di definisikan sebagai bahasa visual untuk menjelaskan, memberi spesifikasi, merancang, membuat model, dan mendokumentasikan aspek-aspek dari sebuah system.

Karena tergolong bahasa visual, UML lebih mengedepankan penggunaan diagram untuk menggambarkan aspek dari sistem yang sedang dimodelkan. Memahami UML sebagai bahasa visual itu penting, karena penekanan tersebut membedakannya dengan bahasa pemograman yang lebih dekat kemesin. Bahasa visual lebih dekat ke mental model pikiran kita, sehingga pemodelan menggunakan bahasa visual bisa lebih mudah dan lebih cepat dipahami dibandingkan apabila dituliskan dalam sebuah bahasa pemograman.

Diagram-diagram dalam UML.

  1. Use Case Diagram

Use Case Diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Sebuah use case mereprentasikan sebuah interaksi antara actor dengan sistem.

  1. Class Diagram

Class adalah sebuah spesifikasi yang jika di instansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class Diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain.

  1. Activity Diagram

Activity Diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir.

Hasil

Setelah menerapkan perancangan kedalam bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 didapatkan sebuah aplikasi pengolahan data perpustakaan pada SMA Yayasan Wanita Kereta Api Palembang yang berguna untuk mengelolah data anggota, data buku, data peminjam, dan data pengembalian buku. Aplikasi pengolahan data perpustakaan ini merupakan aplikasi yang dibuat untuk mengolah data mengenai data anggota, buku, peminjaman, dan pengembalian. Aplikasi ini akan memecahkan masalah yang terjadi pada proses pengolahan data  dan  laporan pada perpustakaan SMA Yayasan Wanita Kereta Api Palembang.

Dengan aplikasi Microsoft Visual Basic 6.0 ini diupayakan dapat membantu dalam pemrosesan kinerja pegawai perpustakaan yang belum memanfaatkan teknologi komputer. Adapun file – file yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini adalah  file anggota, file buku, file peminjaman, file pengembalian.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya, maka kesimpulan yang diambil dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Adapun kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :

  1. Sistem yang dihasilkan pada penelitian ini berupa aplikasi pengolahan data perpustakaan pada SMA Yayasan Wanita Kereta Api Palembang menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0.
  2. Dengan adanya aplikasi pengolahan data perpustakaan  ini diharapkan dapat membantu dalam pengolahan data perpustakaan di SMA Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA) Palembang.

Saran

Saran yang dapat diberikan dengan adanya penelitian yang telah dilakukan yaitu:

  1. Sebelum menggunakan sistem pengolahan data perpustakaan sebaiknya untuk diberikan pelatihan terlebih dahulu.
  2. Proses input data dikembangkan dengan menggunakan alat pembaca digital, sehingga dapat mempercepat proses.

DAFTAR RUJUKAN

Ario Surya Kusuma, 2010, Bahasa Pemrograman Microsft Visual Basic 6.0. Jakarta,PT. Elex Media Komputindo.

Jogiyanto, 1999, Pengenalan Komputer, Yogyakarta : Graha Ilmu.

Kriastanto, 2008,  Rekayasa Perangkat Lunak, Yogyakarta : Gava Media

Kusuma, Ario Surya, 2010, Perangkat Lunak Microsoft Visual Basic 6.0, Bandung:Gava Media

Longkutoy, Drs. Jhon J. Pengenalan Komputer, Bandung : Mutiara Sumber Widya

Noor,Slamet.B, 1990, Kamus Komputer, Jakarta : PT. Melton Putra.

Soetminah, 1995, Perpustakaan, kepustakaan, dan Perpustakaan, Yoyakarta : Kanisius.

Sitompul, 2007, Analisis dan Perancangan Sistem Dengan Metodelogi Berorientasi Objek : Mutiara Sumber Widya