Uhang Dihi
Anak Rantau

Evaluasi Manajemen Sistem Informasi Rawat Jalan Pada Rumah Sakit Umum Daerah BARI Palembang

Abstrak. Teknologi informasi adalah contoh dari produk teknologi yang berkembang cepat yang dapat membantu manusia dalam mengolah data dan menyajikan informasi yang berkualitas. Informasi ini diperlukan untuk memberikan media atau alat untuk mengelola berbagai data yang akan disajikan menjadi informasi yang berguna dengan kemasan menarik dan dipandu oleh kriteria kualitas informasi. Penggunaan Sistem Informasi rawat jalan dari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari Palembang, digunakan sebagai kebutuhan untuk analisis tingkat kualitas sistem informasi yang mudah dipelajari, mudah digunakan dan pengguna sistem sebagai bantuan dalam menyelesaikan pekerjaan. Kegunaan mencerminkan keberhasilan sistem ini diterima oleh pengguna. Prinsip kegunaan yang baik dapat membuat pekerjaan lebih produktif, efektif, efisien, aman dan fungsional. Analisis Discriminant Validity semua nilai rhitung > rtable sebesar 0,217, jadi data dinyatakan valid, Average Variance Extracted (AVE) semua konstruk nilai AVE > 0,50 sebagaimana kriteria yang direkomendasikan, Composite Reliability nilai composite reliability > 0,60 sampai 0,70 menunjukan bahwa semua data reabilitas. Uji Hipotesis semua variabel berhubungan kecuali variabel ERROR terhadap EFFICIENCY t tabel (0.681) atau thitung 0,412 > ttabel 0.681, dan variabel MEMORABILITY terhadap variable EFFICIENCY t tabel (0.681) atau thitung 0.0002 < ttabel 0.681.

Kata Kunci: Information, Sistem, Teknologi, Usabiliti

  1. Pendahuluan

Masing-masing instansi pemerintah atau sektor kesehatan swasta atau sektor lain pasti membutuhkan suatu sistem informasi dalam kegiatannya. Pekerjaan akan menjadi lebih terorganisir dan terfokus dengan waktu lebih efisien. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari Palembang adalah salah satu rumah sakit yang telah diimplementasikan terkomputerisasi menggunakan peralatan komputer untuk melakukan aktivitas kerja. Sistem informasi yang digunakan untuk administrasi rawat jalan pengolahan data. Sistem informasi yang ada dapat dengan mudah digunakan dan mendorong pengguna untuk menggunakan sistem sebagai bantuan dalam menyelesaikan tugas. Kegunaan mencerminkan keberhasilan sistem yang dapat diterima oleh pengguna.

Antarmuka perangkat lunak yang dirancang dengan prinsip-prinsip Usability yang baik dapat membuat pekerjaan lebih produktif, efektif, efisien, aman dan fungsional. Pekerjaan yang akan lebih mudah diselesaikan dengan interaksi yang baik, sehingga menguntungkan pengguna. Desain antarmuka yang tidak sesuai dapat menyebabkan masalah yang tak terduga dan akhirnya merugikan pengguna. Sebuah perangkat lunak yang tidak memenuhi prinsip-prinsip kegunaan yang tidak akan mudah untuk belajar, sehingga pengguna biasa akan sulit untuk mulai menggunakan perangkat lunak. Perangkat lunak ini juga tidak akan efisien dalam penggunaannya, pengguna akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan. Perintah pada perangkat lunak yang tidak memenuhi prinsip-prinsip kegunaan tidak akan mudah diingat oleh pengguna.

 

  1. Teori

2.1. Evaluasi

Evaluasi adalah “batas processof, memperoleh, dan memberikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan,” itu adalah proses evaluasi menggambarkan, memperoleh dan memberikan informasi yang berguna untuk merumuskan keputusan alternatif. [1]

 

2.2. Sistem Informasi

Pemahaman tentang sistem adalah kombinasi dari informasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diselenggarakan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi ‘. [2]

2.3 Administrasi

Administrasi adalah penyusunan dan catatan sistematis dan informasi dengan maksud untuk memberikan informasi serta mudah untuk mendapatkannya kembali secara keseluruhan dan dalam hubungannya satu sama lain. Data dan informasi yang berkaitan dengan kegiatan organisasi, baik internal maupun eksternal. [3]

2.4. Rumah Sakit

Rumah sakit adalah sebuah lembaga yang fungsi utamanya adalah untuk memberikan layanan kepada kesehatan masyarakat. Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas kesehatan sebagai perilaku kesehatan. Upaya kesehatan adalah semua kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, bertujuan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. [4]

2.5. Pasien Rawat Jalan

Rawat jalan merupakan salah satu unit di rumah sakit yang melayani pasien rawat jalan dan dengan tidak lebih dari 24 jam pelayanan, termasuk semua prosedur diagnostik dan terapeutik. [5]

2.6. Usability

Usability adalah ukuran seberapa efektif karakteristik yang menggambarkan pengguna untuk berinteraksi dengan produk. Kegunaan juga ukuran seberapa mudah sebuah produk bisa dipelajari dengan cepat dan mudah bagaimana suatu produk dapat digunakan. [6]

2.7. SmartPLS

Pertama dikembangkan oleh Herman Wold (1982). Beberapa metode yang dikembangkan sehubungan dengan Bagian liest Square (PLS) adalah model PLS Regression (PLS-R) dan PLS Jalur Modeling (PLS-PM). PLS Jalur Modeling Square dikembangkan sebagai alternatif untuk struktural equation modeling (SEM) yang merupakan teori dasar lemah. Varian PLS-PM berbasis berbeda dari metode SEM dengan software AMOS, Lisrel, EQS, SmartPLS menggunakan dasar kovarians. [7]

 

  1. 3. Pembahasan dan Kesimpulan

3.1. Pembahasan

Dari hasil pengolahan data kuesioner yang disebar ke 80 sampel diperoleh hasil berupa deskripsi permasing-masing variable. Variable LEARNABILITY berjumlah 64 orang atau 61% yang memilih sangat setuju, 22 orang atau 28% yang memilih setuju, dan 9 orang atau 11% yang memilih cukup setuju, 0 yang memilih dan sangat tidak setuju, dapat disimpulkan variable ini masih dalam kategori sangat setuju oleh responden. Variable EFFICIENCY berjumlah 52 orang atau 65% yang memilih sangat setuju, 23 orang atau 29% yang memilih setuju, dan 5 orang atau 6% yang memilih cukup setuju, 0 yang memilih dan sangat tidak setuju, dapat disimpulkan variable ini masih dalam kategori sangat setuju oleh responden. Variable MEMORABILITY berjumlah 41 orang atau 51% yang memilih sangat setuju, 24 orang atau 30% yang memilih setuju, dan 14 orang atau 18% yang memilih cukup setuju, 1 orang atau 1% yang memilih tidak setuju, dan 0 yang memilih sangat tidak setuju, dapat disimpulkan variable ini masih dalam kategori sangat setuju oleh responden. Variable ERRORS berjumlah 44 orang atau 55% yang memilih sangat setuju, 21 orang atau 26% yang memilih setuju, dan 7 orang atau 9% 0 yang memilih tidak setuju dan sangat tidak setuju, dapat disimpulkan variable ini masih dalam kategori sangat setuju oleh responden. Variable SATISFACTION berjumlah 48 orang atau 60% yang memilih sangat setuju, 22 orang atau 28% yang memilih setuju, dan 10 orang atau 13%, dan 0 yang memilih tidak setuju dan sangat tidak setuju, dapat disimpulkan variable ini masih dalam kategori sangat setuju oleh responden.

3.2. Pengujian Model Struktural (Inner Model)

Pengujian inner model atau model struktural dilakukan untuk melihat hubungan antara konstruk, nilai signifikansi dan R-square dari model penelitian. Model struktural dievaluasi dengan menggunakan R-square untuk konstruk dependen uji t serta signifikansi dari koefisien parameter jalur struktural.

3.3. Hasil Penelitian Menunjukan bahwa :

  1. Variabel SATISFACTION sebesar 5% berkorelasi dengan variable EFFICIENCY, variable ERRORS, variable MEMORABILITY.
  2. Variabel ERRORS sebesar 74% berkorelasi dengan variable EFFICIENCY dan variable MEMORABILITY
  3. Variabel EFFICIENCY sebesar 56% berkorelasi dengan variable ERRORS, variable MEMORABILITY, variable SATISFACTION, dan variabel LEARNABILITY
  4. Variabel MEMORABILITY sebesar 65% berkorelasi dengan variable EFFICIENCY
  5. Variabel LEARNABILITY sebesar 100% berkorelasi dengan variable SATISFACTION, variable ERRORS, variable EFFICIENCY dan variable MEMORABILITY.

3.4. Deskripsi Objek Penelitian

Antarmuka perangkat lunak yang dirancang dengan prinsip-prinsip kegunaan yang baik dapat membuat pekerjaan lebih produktif, efektif, efisien, aman dan fungsional. Jumlah kuesioner yang dibagikan dengan jumlah responden sebanyak 80 orang.

  1. Learnability variable

Variabel pengguna terdiri dari 4 butir pertanyaan yang terkelompok. Berikut ini adalah tabel distribusi frekuensi variabel LEARNABILITY berdasarkan hasil pengumpulan kuisioner yang diolah.

Tabel 1 Responden variabel LEARNABILITY

Interval Letter Frek. % Criteria
100% – 84.01% SS 49 61% Sangat Setuju
84.00% – 68.01% S 22 28% Setuju
68.00% – 52.01% CS 9 11% Cukup Setuju
52.00% – 36.01% TS 0 0% Tidak Setuu
36.00% – 20.00% STS 0 0% Sangat Tidak Setuju
Jumlah 80 100%  

Hasil yang diperoleh adalah 61% responden merasa sangat setuju, 28% disepakati, 11% merasa cukup setuju, 0% perasaan tidak setuju, dan 0% merasa sangat tidak setuju. Responden sehingga dapat disimpulkan tertinggi untuk Learnability variabel sangat setuju.

Gambar 1 Responden variabel LEARNABILITY

  • Variable efficiancy

Variabel pengguna dari 2 butir pertanyaan yang terkelompok. Berikut ini adalah tabel distribusi frekuensi variabel EFFICIANCY berdasarkan hasil pengumpulan kuisioner yang sudah diolah.

Tabel 2 Responden variabel EFFICIANCY

Interval Letter Frek. % Criteria
100% – 84.01% SS 52 65% Sangat Setuju
84.00% – 68.01% S 23 29% Setuju
68.00% – 52.01% CS 5 6% Cukup Setuju
52.00% – 36.01% TS 0 0% Tidak Setuu
36.00% – 20.00% STS 0 0% Sangat Tidak Setuju
Jumlah 80 100%  

Hasil yang didapatkan adalah 65% responden merasa sangat setuju, 29% merasa setuju, 6% merasa cukup setuju, 0% merasa tidak setuju, dan 0% merasa sangat tidak setuju. Sehingga dapat diambil kesimpulan jawaban responden tertinggi untuk variable EFFICIANCY adalah sangat setuju.

Gambar 2 Responden variable EFFICIANCY

  1. Variable

Variabel pengguna terdiri dari 3 butir pertanyaan yang terkelompok. Berikut ini adalah tabel distribusi frekuensi variabel MEMORABILITY berdasarkan hasil pengumpulan kuisioner yang diolah.

Tabel 3 Responden variabel MEMORABILITY

Interval Letter Frek. % Criteria
100% – 84.01% SS 41 51% Sangat Setuju
84.00% – 68.01% S 24 30% Setuju
68.00% – 52.01% CS 14 18% Cukup Setuju
52.00% – 36.01% TS 1 1% Tidak Setuu
36.00% – 20.00% STS 0 0% Sangat Tidak Setuju
Jumlah 80 100%  

Hasil yang didapatkan adalah 51% responden merasa sangat setuju, 30% merasa setuju,18% merasa cukup setuju, 1% merasa tidak setuju, dan 0% merasa sangat tidak setuju. Sehingga dapat diambil kesimpulan jawaban responden tertinggi untuk variable MEMORABILITY adalah sangat setuju.

Gambar 3 Responden variable MEMORABILITY

  1. VariableERRORS

Variabel pengguna terdiri dari 4 butir pertanyaan yang terkelompok. Berikut ini adalah tabel distribusi frekuensi variabel ERRORS berdasarkan hasil pengumpulan kuisioner yang diolah.

Tabel 4 Responden variabel ERRORS

Interval Letter Frek. % Criteria
100% – 84.01% SS 44 55% Sangat Setuju
84.00% – 68.01% S 21 26% Setuju
68.00% – 52.01% CS 7 9% Cukup Setuju
52.00% – 36.01% TS 8 10% Tidak Setuu
36.00% – 20.00% STS 0 0% Sangat Tidak Setuju
Jumlah 80 100%  

Hasil yang didapatkan adalah 55% responden merasa sangat setuju, 26% merasa setuju,9% merasa cukup setuju, 0% merasa tidak setuju, dan 0% merasa sangat tidak setuju. Sehingga dapat diambil kesimpulan jawaban responden tertinggi untuk variable ERRORS adalah sangat setuju.

Gambar 4 Responden variable ERRORS

  1. VariableSATISFACTION

Variabel Manusia terdiri dari 3 butir pertanyaan yang terkelompok. Berikut ini adalah tabel distribusi frekuensi variabel SATISFACTION berdasarkan hasil pengumpulan kuisioner yang diolah.

Tabel 5 Responden variabel SATISFACTION

Interval Letter Frek. % Criteria
100% – 84.01% SS 48 60% Sangat Setuju
84.00% – 68.01% S 22 28% Setuju
68.00% – 52.01% CS 10 13% Cukup Setuju
52.00% – 36.01% TS 0 0% Tidak Setuu
36.00% – 20.00% STS 0 0% Sangat Tidak Setuju
Jumlah 80 100%  

Hasil yang didapatkan adalah 60% responden merasa sangat setuju, 28% merasa setuju,13% merasa cukup setuju, 0% merasa tidak setuju, dan 0% merasa sangat tidak setuju. Sehingga dapat diambil kesimpulan jawaban responden tertinggi untuk variable SATISFACTION adalah sangat setuju.

Gambar 5 Responden variable SATISFACTION

3.5. Diskusi Hipotesis Penelitian

Dari hasil analisis Uji nilai R Square dan Uji nilai t diperoleh hasil hipotesis sebagai berikut :

  1. Pengujian Hipotesis 1 (variabel ERRORS tidak berhubungan dan negative terhadap variable EFFICIENCY)

Nilai tersebut lebih kecil dari t tabel (0.688) atau thitung 0.387 > ttabel 0.688. Hasil ini berarti bahwa Variabel ERRORS tidak memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap variable EFFICIENCY Hal ini berarti Hipotesis 1 ditolak.

  1. Pengujian Hipotesis 2 (variable ERRORS berhubungan langsung dan positif terhadap variable MEMORABILITY)

Nilai tersebut lebih besar dari t tabel (0.688) atau thitung 0.985 > ttabel 0.688. Hasil ini berarti bahwa variable ERRORS memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap variable MEMORABILITY yang berarti sesuai dengan hipotesis kedua dimana variable ERRORS berpengaruh terhadap variable MEMORABILITY. Hal ini berarti Hipotesis 2 diterima.

  1. Pengujian Hipotesis 3 (variable LEARNABILITY berhubungan langsung dan positif terhadap variable EFFICIENCY)

Nilai tersebut lebih besar dari t tabel (0.688) atau thitung 1.012 > ttabel 0.688. Hasil ini berarti bahwa variable LEARNABILITY memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap variable EFFICIENCY Hal ini berarti Hipotesis 3 diterima.

  1. Pengujian Hipotesis 4 (variable LEARNABILITY berhubungan langsung dan positif terhadap variable ERRORS)

Nilai tersebut lebih besar dari t tabel (0.688) atau thitung 1.074 > ttabel 0.688. Hasil ini berarti bahwa variable LEARNABILITY memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap variable ERRORS Hal ini berarti Hipotesis 4 diterima.

  1. Pengujian Hipotesis 5 (variable LEARNABILITY berhubungan langsung dan positif terhadap variable MEMORABILITY).

Nilai tersebut lebih besar dari t tabel (0.688) atau thitung 1.496 > ttabel 0.688. Hasil ini berarti bahwa variable LEARNABILITY memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap variable MEMORABILITY Hal ini berarti Hipotesis 5 diterima.

  1. Pengujian Hipotesis 6 (variable LEARNABILITY berhubungan langsung dan positif terhadap variable SATISFACTION)

Nilai tersebut lebih besar dari t tabel (0.688) atau thitung 2.041 > ttabel 0.688. Hasil ini berarti bahwa variable LEARNABILITY memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap variable SATISFACTION Hal ini berarti Hipotesis 6 diterima.

  1. Pengujian Hipotesis 7 (variable MEMORABILITY tidak berhubungan langsung dan negative terhadap variable EFFICIENCY)

Nilai tersebut lebih kecil dari t tabel (0.688) atau thitung 0.000 < ttabel 0.688. Hasil ini berarti bahwa variable MEMORABILITY memiliki hubungan yang negative dan tidak signifikan terhadap variable EFFICIENCY Hal ini berarti Hipotesis 7 ditolak.

  1. Pengujian Hipotesis 8 (variable SATISFACTION berhubungan langsung dan positif terhadap variable EFFICIENCY).

Nilai tersebut lebih besar dari t tabel (0.688) atau thitung 2.572 >ttabel 0.688. Hasil ini berarti bahwa variable SATISFACTION memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap variable EFFICIENCY Hal ini berarti Hipotesis 8 diterima.

  1. Pengujian Hipotesis 9 (variable SATISFACTION berhubungan langsung dan positif terhadap variable ERRORS).

Nilai tersebut lebih besar dari t tabel (0.688) atau thitung 21.958 >ttabel 0.688. Hasil ini berarti bahwa variable SATISFACTION memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap variable ERRORS Hal ini berarti Hipotesis 9 diterima.

Pengujian Hipotesis 10 (variable SATISFACTION berhubungan langsung dan positif terhadap variable MEMORABILITY).

Nilai tersebut lebih besar dari t tabel (0.688) atau thitung 3.966 >ttabel 0.688. Hasil ini berarti bahwa variable SATISFACTION memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap variable MEMORABILITY Hal ini berarti Hipotesis 10 diterima.

 

  1. Kesimpulan

Pengujian Hipotesis ada 2 variabel yang tidak berhubungan yaitu : variabel ERRORS tidak terhadap variable EFFICIENCY dan MEMORABILITY tidak terhadap variable EFFICIENCY dikarenakan kesalahan dari system tidak berpengaruh pada proses effisiensi yang dihasilkan program billing yang sering dialami oleh user/pengguna program dan berupa tampilan menu, ikon dan animasi gambar tidaklah berhubungan dengan effisiensi waktu penggunaan aplikasi karena menurut user tidak ada hubungan dengan proses.

 

  1. Daftar Referensi
  • Lababa, Djunaidi : Evaluasi program : sebuah pengantar, http://evaluasipendidikan.blogspot.com
  • Kadir, Abdul : Pengenalan Sistem Informasi, Penerbit Andi, Yogyakarta,
  • Silalahi, Ulbert : Studi Tentang administrasi Konsep, Teori dan Dimensi, Sinar Baru Algesindo, Bandung, 2007.
  • Siregar : Farmasi Rumah Sakit Teori dan Penerapan, EGC. Jakarta, 2003.
  • Departemen Pendidikan dan Kebudayaan : Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 2002.
  • upasoc.org, Jeff Axup, 2004
  • http://www.statistikolahdata.com/2011/12/partial-least-square.html, Pengertian dan Analisis SEM menggunakan aplikasi

Leave a Comment