Uhang Dihi
Anak Rantau

Kepemimpinan Dalam Organisasi Belajar

Tugas Kuliah

Prof. Dr. Bintang Petrus Sitepu, M.A

 

Kepemimpinan Yang Efektif dan Dinamis

Suatu organisasi akan menjalani masalah berubah, waktu berubah, kemasayarakatan yang berubah, dan sikap-sikap manusiapun berubah, Pemimpin yang efektif dan dinamis seharusnya mempertimbangkan perubahan-perubahan tersebut. Sebagai pemimpin haruslah menyadari lingkungannya dan perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya. Harus mengingat dan menyadari bahwa seorang pemimpin yang membawa pembaharuan dan bukan hanya melihat ke belakang. Sebagai seorang pemimpin selalu hadir dan ada diantara lingkungannya. Kemampuan akan mengkaji ulang permasalahan sebenarnya belum ditemukan suatu cara yang tepat untuk dapat memandu menjadi seorang pemimpin yang efektif dan yang dinamis.

Harus disadari akan siapa dirinya maka ia akan dapat mengembangkan gaya atau pola sendiri dalam kepemimpinan. Hal ini akan mendasari pada banyak hal dan akan bertemu dengan banyaknya jenis orang yang berbeda dan akan bertanggung jawab atas dan lingkungan dimana ia beraktifitas. Untuk dapat terus berjalan dan bertahan hidup, tentunya sebuah perusahaan akan memerlukan pemimpin yang bersifat efektif dan dinamis. Dengan demikian kepemimpinan yang diharapkan pada dunia di masa modernisasi ini.

Kepemimpinan yang efektif dan dinamis selalu dapat atau bisa dicapai jika ia mampu untuk beradaptasi dengan cepat dan efektif pada masa atau zaman saat ini dengan perubahan yang cepat. Kecepatan perubahan ini begitu cepat sehingga sulit untuk mempertahankan pada suatu tingkat yang komitmen yang sama, dengan demikian akan berubah dan berkembang sesuai dengan tuntutan yang terjadi.

Peter Senge (1990) dalam bukunya The Fifth Discipline: The Art & Practice of The Learning Organization  menyebutkan bahwa seorang pemimpin yang dinamis sejatinya memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan cara kerja dan berpikir menjadi jelas, perubahan cara kerja dan berpikir adalah manifestasi dari bagaimana sistem itu sendiri mendorong kembali, proses alami yang bergerak terhadap homeostasis. Kebanyakan inisiatif perubahan fokus hanya pada proses pertumbuhan dan tidak membatasi proses.

Dalam penjelasan ini, seorang pemimpin yang dinamis harus dapat  melakukan dan menjaga perubahan. Selanjutnya disebutkan ada tiga phase perubaha dalam sepuluh tahapan sbb:

– Memulai Perubahan

  1. Tidak punya waktu untuk hal perubahan (tidak membuang waktu untuk hal tidak perlu)
  2. Tidak membantu perubahan (tidak membantu untuk melakukan hak yang negative)
  3. Tidak relevan peruhaan (meninggalkan hal yang tidak relevan)
  4. Tidak hanya bicara perubahan (perubahan dengan bekerja

– Mempertahankan Momentum

  1. Hal ini adalah  kejadian (melihat peluang yang sedang terjadi)
  2. Hal ini tidak bekerja dengan sendirinya (menghindari atau membuang hal yang tidak produktif)
  3. Memiliki cara yang benar, ketidak mengertian (mereka tahu apa yang harus mereka lakukan, walaupun orang lain tidak memahaminya)

– Mendesain ulang Organisasi

  1. Siapa yang bertanggung jawab atas hal ini ?. (memilih orang yang tepat untuk sebuah pekerjaan tertentu).
  2. Terus menciptakan kembali roda aktifitas (mereka senantiasa menjadikan organisasi terus berubah sesuai dengan tuntutan zaman)
  3. Kemana akan pergi ?, untuk apa di sini ?, (mereka selalu mempertanyakan setiap tahapan yang mereka lakukan, apakah sudah benar atau belum, sehingga menjaga organisasi tidak jatuh pada kondisi yang tidak baik,selalu mempertanyakan eksistensi mereka pada sebuah posisi, hal ini menjaga apakah mereka sudah benar berada pada sebuah keadaan tertentu

Lebih lanjut Peter Senge  menegaskan dinamika perubahan, interaksi antara faktor-faktor penguat dan faktor pertumbuhan membatasi. Tantangan perubahan yang  dinamis, non-linear, dan saling tergantung. Dia menggambarkan Proses yang seimbang dan  umpan balik kompensasi yang merupakan aspek alami dari proses pertumbuhan.

Daniel Theyagu seorang pembicara dan penulis buku tentang kepemimpinan mengatakan : “Becoming a leader is the easy part. But how you motivate yourself and have the ability to motivate others is going to be challenging.”

Menjadi pemimpin adalah bagian yang mudah, tetapi bagaimana cara memotivasi agar dapat menjadi seorang pemimpin yang unggul yang bukan hanya dapat memotivasi diri sendiri saja tetapi juga dapat memotivasi  orang lain juga. Dan Daniel menyatakan hal itu dapat diperoleh bila kita melakukan dan menerapkan 10 langkah untuk dapat menjadi pemimpin yang sempurna.

Berikut 10 langkah untuk dapat menjadi pemimpin yang unggul menurut Danie Theyagu :

  1. Memiliki pandangan yang jelas dan bertindak sesuai dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Diperlukan pembelajaran agar mau belajar untuk mengubah pola pikir untuk tetap kredibel dan efektif di dunia yang selalu ada perubahan.
  2. Tidak peduli apapun yang terjadi, selalu menjaga sikap mental yang positif untuk menghadapi tantangan apa pun, ingat bahwa untuk memimpin adalah agar berani dan karena berani akan mencoba.
  3. Memiliki rasa komitmen berkesinambungan untuk apa yang telah dilakukan. Bila akan tetap berkomitmen, maka orang-orang yang dipimpinya pasti akan mengikutinya.
  4. Sebagai seorang pemimpin harus memiliki energi, untuk dapat menghadapi tantangan yang datang secara mendadak dimana posisi sebagai seorang pemimpin dituntut untuk tetap menjaga kepala tetap dingin untuk dapat menyelesaikan segala sesuatu secara efektif.
  5. Melibatkan diri dalam diskusi untuk mengevaluasi dan menerangi masalah yang ada. Dimana harus menyelesaikan semua masalah dengan keputusan yang kita harus buat.
  6. Menciptakan lingkungan dan memperkaya untuk memotivasi diri sendiri dan pengikutnya.
  7. Mengatur waktu dan merencanakan apa yang harus dilakukan, ingat pepatah, “Jika kita gagal untuk merencanakan, maka kita berencana untuk gagal”
  8. Tanda sesungguhnya dari seorang pemimpin adalah kepercayaan. Kepercayaan adalah kualitas yang mendahului kepercayaan, ras, agama dan seks. Bila kita menunjukkan bahwa kita dapat dipercaya, maka orang akan mengikutinya sampai akhir.
  9. Atur hidup sebelum dia mulai mengatur kehidupan orang lain.
  10. Bertanggung jawab dan belajar untuk bertanggung jawab atas tindakan.

Sebagai pemimpin biasa mengalami situasi yang serba salah antara memilih untuk pengikutnya dan juga atasannya sendiri,  beliau akan bekerja dan mempercayakan untuk memimpin.  Terkadang situasi yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakankan atau diprediksi, sebagai pemimpin dan juga owner atau pemilik dan ia bekerja di tempatnya sendiri. Tetapi pemikiran-pemikiran yang harus cepat segera diambil untuk menjadi suatu keputusan dalam suatu keadaan yang mendesak dan itu biasanya akan menimbulkan pro dan kontra bagi berbagai pihak dan itu akan menjadi suatu situasi yang sulit yang sering hadapi.

Daniel Theyagu nyatakan sebagai seorang ahli dalam kepemimpinan : “Becoming a leader is the easy part. But how you motivate yourself and have the ability to motivate others is going to be challenging.” Dimana menurut Daniel menjadi pemimpin itu memang suatu hal yang mudah tetapi bagaimana dapat memotivasi diri kita sendiri sebagai seorang pemimpin dan bagaimana dapat memotivasi orang lain, dan hal itu menjadi motivasi yang kuat untuk tetap dapat menjalankan akan posisinya sebagai seorang pemimpin yang baik.

Seorang pemimpin yang dinamis adalah ketika memiliki pandangan yang jelas dan bertindak sesuai dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Keadaan dapat berubah dengan cepat sesuai dengan keadaan atau kondisi yang terjadi di tempat kejadian, dengan tetap memiliki semangat dan memegang akan komitmen untuk tetap dapat memotivasi karyawan sekalipun perubahan yang terjadi begitu cepat terjadi yang diluar dari kemauan atau kehendak. Tentu dengan tidak melupakan akan keterlibatan dari semua orang termasuk juga karyawan tanpa membedakan ras, suku, agama ataupun perasaan terlepas dari suka atau tidak suka.

 

Referensi

Daniel Theyagu, http://www.lateralsc.com/dev/about (24 September 2017)

Kiseki, Iris . 1 Mei 2011.  Kepemimpinan Yang Dinamis . WWW.blogspot.

Senge, P. (1990). The Fifth Discipline: The Art & Practice of The Learning Organization. New York: Doubleday

Sitepu, B.P. Ledership. Bahan Kuliah Kepemimpinan dalam organisasi,Pascasarjana Universitas Negeri Jakarata.

 

One Response to “Kepemimpinan Dalam Organisasi Belajar” »

  1. kemasrian Says:

    informasi yang sangat menarik 🙂

Leave a Comment