Uhang Dihi
Anak Rantau

KESIAPAN PEMBERLAKUAN SKKNI BIDANG PARIWISATA

 

Berdasarkan peraturan menteri pariwisata RI no. 11 tahun 2015 tentang pemberlakuan standar kompetensi kerja nasional Indonesia bidang pariwisata telah diberlakukan sejak tanggal 9 Juli 2015.

Dalam peraturan ini dimaksudkan bahwa Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Peraturan tersebut dimaksudkan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi, uji kompetensi dan sertifikasi profesi bidang kepariwisataan.

Memberlakukan SKKNI Bidang Pariwisata yang terdiri dari :

  1. Sub Sektor Biro Perjalanan Wisata
  2. Sub Sektor Hotel dan Restoran
  3. Sub Sektor SPA
  4. Sub Sektor Restoran, BAR dan Jasa Boga Bidang Industri Jasa Boga.
  5. Bidang Jasa Pramuwisata dan Pemimpin Perjalanan Wisata (Tour Leader)
  6. Bidang Kepemanduan Wisata Selam
  7. Bidang Kepemanduan Wisata
  8. Bidang Kepemanduan Museum
  9. Bidang Kepemanduan Ekowisata
  10. Bidang Arung Jeram
  11. Bidang Kepemanduan Wisata Taman
  12. Bidang Kepemanduan Wisata Agro
  13. Bidang Jasa Boga.
  14. Bidang Pemandu Wisata Gunung
  15. Bidang Kepemanduan Wisata Goa
  16. Bidang Kepemanduan Wisata Panjat Tebing
  17. Bidang Jasa Impresariat
  18. Bidang Konsultansi Perencanaan Destinasi Pariwisata
  19. Bidang Kepemanduan Wisata Olah Raga Air
  20. Bidang Taman Rekreasi sebagaimana
  21. Bidang Jasa Konsultansi Perencanaan Pemasaran Pariwisata
  22. Bidang Kepemanduan Outbound/Fasilitator Experiential Learning
  23. Bidang Keselamatan Wisata Tirta
  24. Bidang Pengemudi Angkutan Wisata
  25. Bidang Pemandu Karaoke
  26. Bidang Rumah Minuman/Kafe (Barista)
  27. Bidang Jasa Informasi Pariwisata
  28. Bidang Manajerial SPA
  29. Bidang Pemandu Wisata
  30. Bidang MICE

Sesuai dengan pasal 4 pada peraturan ini dinyatakan bahwa SKKNI Bidang Pariwisata yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi berlaku wajib secara nasional. Dengan demikian bagi pelaku pariwisata sesuai dengan sektor maupun bidang mengacu ke pemberlakuan peraturan tersebut. Untuk memenuhi peraturan menteri pariwisata nomor 11 tahun 2015 tersebut diperlukan pengakuan terhadap usaha pariwisata yang dijalani termasuk tenaga kerjanya. Tentunya pengakuan ini dilakukan dengan proses sertifikasi usaha pariwisata sesuai dengan sektor dan bidang pariwisata yang ditekuni. Selanjutnya bagi tenaga kerja pariwisata yang telah memiliki sertifikat kompetensi, sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini, sertifikatnya masih tetap berlaku sampai berakhirnya masa sertifikat dimaksud. Sebaliknya bagi yang belum memiliki setifikat kopentensi atau telah berakhir masa berlaku sertifikat yang telah ada maka diwajibkan untuk memiliki sertifkasi.

Untuk terwujudnya tujuan tersebut diperlukan suatu lembaga yang dapat menerbitkan sertifikasi dimaksud disamping untuk meningkatkan kualitas daya saing industri pariwisata guna menghadapi persaingan ke depan, terutama menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 yang telah berjalan saat ini.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada tahun 2014 secara resmi telah mengumumkan 17 Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) pariwisata yang akan melaksanakan sertifikasi usaha pariwisata.

Ke 17 LSU Bidang Pariwisata yang ditunjuk dan ditetapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atas rekomendasi Komisi Otorisasi Usaha. Kehadiran LSU ini juga bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai target kunjungan 25 juta wisman dan pergerakan 371 juta wisnus pada 2025.

“Dengan kehadiran 17 Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) Bidang Pariwisata, diharapkan mendorong dipenuhinya standar usaha dan peningkatan kualitas layanan pelaku usaha di sektor pariwisata yang otomotis juga akan meningkatkan daya saing industri pariwisata nasional,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu pada launching LSU bidang Pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman,  seperti dilansir http://www.parekraf.go.id/.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menunjuk dan menetapkan 17  (tujuh belas) Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) bidang Pariwisata yaitu:

  1. PT. Sucofindo International Certification Service, Jakarta;
  2. PT. Sai Global Indonesia,  Jakarta;
  3. PT. Mutu Indonesia Strategis Berkelanjutan,  Jakarta;
  4. PT. Sertifindo Wisata Utama,  Semarang;
  5. PT. Karsa Bhakti Persada, Bandung;
  6. PT. Megah Tri Tunggal Mulia (National Hospitality Certification), Surabaya;
  7. PT. Tribina Jasa Wisata, Jakarta;
  8. PT. Graha Bina Nayaka,  Jakarta;
  9. PT. El John Prima Indonesia,  Jakarta;
  10. PT. Adi Karya Wisata, Yogyakarta;
  11. PT. Indonesia Certification Services Management,  Jakarta;
  12. PT. Sertifikasi Usaha Pariwisata Indonesia,  Jakarta;
  13. PT. Bhakti Mandiri Wisata Indonesia, Yogyakarta;
  14. PT. Tuv Rheinland Indonesia,  Jakarta;
  15. PT. Mutuagung Lestari, Jakarta;
  16. PT. Enhai Mandiri 186, Bandung;
  17. PT. Sertifikasi Usaha Pariwisata Nasional, Denpasar. (SS);

Guna mencukupi target yang akan dicapai, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga menyiapkan 1.500 auditor standar usaha pariwisata. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sudah mempersiapkan berbagai hal dalam menyambut MEA tahun ini.
Menpar optimistis sektor pariwisata mampu bersaing di era MEA bahkan para pelaku industri di dalamnya diperkirakan bisa memanfaatkan peluang dalam MEA.

Diatara auditor yang telah mengikuti pelatihan dilaksanakan pada tahun 2015 yang lalu berasal dari Universitas Bina Darma sebagai utusan dari Sumatera Selatan dan telah dinyatakan lulus adalah :

  1. Sunda Ariana, M.Pd., M.M : Auditor Pondok Wisata.
  2. Yani Ranius, S.Kom., M.M : Auditor Arena Permainan.
  3. Sholahuddin Arsyad, S.E., M.Si. : Auditor Hotel.
  4. Iskandar Rosyidin M.Pd : Auditor Hotel.
  5. Dilmai Putra S.Sn : Arena Permainan.

Didasari atas program pemerintah terutama bidang kepariwisataan dan ketersediaan sumber daya manusia serta fasilitas yang ada telah berupaya mendukung program tersebut. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan program Universitas Bina Darma serta menyikapi terhadap perkembangan pendidikan terutama kurikulum yang ada di Program Studi Manajemen Perusahaan. Keberadaan Program studi ini adalah diatara program studi yang ada di Universitas Bina Darma yang sebelumnya program studi ini awalnya berada di fakultas Ekonomi Diploma III Universitas Bina Darma, selanjutnya berubah beberapa kali menyesuaikan dengan perkembangan ilmu manajemen dan ketentuan penamaan program studi oleh DIKTI. Pada tahun 2014 dibentuklah Program Vokasi yang terdiri dari seluruh pragram studi jenjang studi Diploma III dari fakultas Ekonomi dan fakultas Ilmu Komputer yang ada di Universitas Bina Darma, termasuklah program studi Manajemen Perusahaan.

Seiring dengan perkembangan pendidikan selanjutnya nama Program Vokasi diubah menjadi Fakultas Vokasi merupakan fakultas baru yang ada di Universitas Bina Darma yang terdiri dari semua program studi Diploma III yang ada. Pada waktu yang hampir bersamaan nama program studi yang sebelumnya telah berubah nama menjadi Manajemen Industri dengan konsentrasi Pariwisata dan Perhotelan, selanjutnya berubah kembali lagi ke nama Manajemen Perusahaan. Sebelumnya telah ditetapkan konsentrasinya Pariwisata dan Perhotelan maka konsentrasinya tetap tidak ada perubahan yaitu Pariwisata dan Perhotelan.

Program Studi Diploma III Manajemen Perusahaan pada Fakultas Vokasi Universitas Bina Darma merupakan program pendidikan yang mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan keahlian terapan, beradaptasi pada bidang pekerjaan tertentu dan dapat menciptakan peluang kerja. Program studi ini berorientasi pada kecakapan kerja sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan serta sesuai dengan tuntutan kebutuhan lapangan kerja.

Adapun profil lulusan sebagai berikut :

  1. Program Studi Manajemen Perusahaan Diploma III, Program Studi ini mendidik mahasiswa untuk menjadi lulusan yang terampil, unggul, dan siap kerja atau siap berwirausaha.
  2. Program Studi Manajemen Perusahaan Diploma III, Program Studi ini mendidik mahasiswa untuk menjadi lulusan yang kompeten di bidang :
  • Kepariwisataan,
  • Perhotelan
  • dan memiliki softskil bidang kewirausahaan.

Keahlian tersebut akan dibangun melalui kurikulum sebanyak minimal 110 sks. Program Diploma III, ini dapat ditempuh dan diselesaikan dalam kurun waktu 3 tahun akademik atau 6 Semester.

Proses belajar mengajar di program studi Manajemen Perusahaan mengedepankan model pembelajaran berbasis mahasiswa, dimana dosen lebih banyak berperan sebagai motivator dan fasilitaror. Dengan menggunakan studi kasus dunia pariwisata dan perhotelan yang riil, mahasiswa diajak berdiskusi dan memutuskan permasalahan manajemen yang ada di praktek. Selain menggunakan kasus-kasus dunia pariwisata dan perhotelan, proses belajar mengajar juga dilengkapi dengan kandungan teknologi. Sebagai tugas akhir selain tugas akhir, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengikuti magang di perusahaan yang akan memberikan bekal manajerial yang berharga ketika mahasiswa nanti akan menjadi tenaga terampil juga dapat membangun usaha yang akan memberikan pengalaman berharga untuk menjadi wirausahawan. Pemagangan telah dilakukan di dalam negeri maupun di luar negeri seperti tahun 2015 lalu pemagangan ke Thailand dan tahun 2016 ini sudah direncanakan pemagangan di Australia.

Program studi Manajemen Perusahaan dengan konsentrasi Periwisata dan Perhotelan adalah pilihan yang paling tepat bila akan mendalami bidang kepariwisataan dan telah mempersiapkan mendukung pemberlakukan SKKNI.

Leave a Comment