Uhang Dihi
Anak Rantau

SAHABAT SEJATI

PENDAHULUAN

 1.1 Latar Belakang

Ketrampilan menulis merupakan salah satu ketrampilan yang sangat penting dalam kehidupan. Tarigan (2008: 3) menyatakan bahwa menulis merupakan ketrampilan bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia terdapat 4 keterampilan yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.

Akhadiah (1988: 2) menyatakan bahwa menulis merupakan ketrampilan berbahasa yang paling rumit. Hal ini disebabkan menulis melibatkan berbagai ketrampilan lainnya, di antaranya kemampuan menyusun pikiran dan perasaan dengan menggunakan kata-kata dalam bentuk kalimat yang tepat sesuai dengan kaidah-kaidah tata bahasa kemudian menyusunnya dalam bentuk paragraf.Keterampilan menulis siswa perlu diperhatikan oleh para pendidik. Hal ini untuk menunjang keberhasilan dalam prestasi akademik di sekolahnya. Ketrampilan menulis siswa harus dimotivasi sejak dini, agar siswa terdorong untuk terampil dalam menulis. Kemauan siswa untuk menulis akan mendorong kualitas siswa dalam menulis.Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terdapat aneka jenis kegiatan menulis. Semua jenis menulis terwujud dalam kegiatan menulis baik fiksi maupun non fiksi. Pengertian Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Dalam cerpen dipisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan (Kosasi DKK, 2004 :431). Pengertian Cerpen Nugroho nutosusanto (dalam Terigan,1993: 176) mengatakan bahwa cerpen adalah cerita yang panjangnya disekitar 5000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi yang terputus dan lengkap pada dirinya sendiri. Untuk menentukan panjang cerpen memang sulit untuk ukuran yang umum, cerpen selesai di baca dalam waktu 10 sampai 20 menit, jika cerpennya lebih panjang 100 halaman. (Surana, 1987: 58). Pengertian cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk proses. Dalam cerita pendek di pisahkan sepenggal kehidupan tokoh yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan dan mengandung kesan yang tidak pernah di lupakan. Sejarah cerpen di dunia cerita pendek atau sering disingkat CERPEN adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya di bandingkan karya flusi yang lebih panjang seperti novella (dalam pengertian modern) karena singkatnya, cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa, dan insiht secara lebih luas di bandingkan dengan fiksi lebuh panjang. Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang di gambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dan parallel pada tradisi lisat. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur. Cerita pendek berasal/mula pada tradisi penceritaan lisan yang menghasilkan kisah-kisah terkenal seperti Iliad dan ody ssy karya homer. Kisah-kisah tersebut di sampaikan dalam bentuk puisi yang berirama, dengan irama yang berfungsi alat untuk menolong orang untuk mengingat ceritannya. Bagian-bagian singkat dari kisah-kisah ini di pusatkan pada naratif-naratif individu yang dapat disampaikan pada satu kesempatan pendek. Fabel, yang umumnya berupa cerita rakyat dengan pesan-pesan moral di dalamnya, konon di anggap oleh sejarahwan Yunani Herodotus sebagai hasil temuan seseorang budak Yunani yang bernama Aesop pada abad ke- 6 M (meskipun ada kisah-kisah lain yang berasal dari bahasa-bahasa lain yang dianggap berasal dari Aesop) fabel-fabel kuno ini kini dikenal sebagai fabel Aesop. Akan tetapi ada pula yang memberikan definisi lain terkait istilah Fabel. Fabel, Khazanah sastra indonesia seringkali. Diartikan sebagai cerita tentang binatang cerita tabel yang populer misalnya kisah si kancil, dan sebagainya bentuk kunt lainnya dari cerita pendek, yakni anekdot, populer pada masa kekaisaran Romawi. Anekdot berfungsi seperti perumpamaan sebuah cerita realistis yang singkat, yang mencakup satu pesan atau tujuan. Banyak dari anekdot Romawi yang bertahan dikumpulkan dalam satu tempat.

1.2 Masalah

Dari uraian latar belakang diatas dapat diambil suatu perumusan masalah yaitu Bagaimana membuat sebuah cerpen yang baik dan benar sesuai dengan aturan dan unsur – unsurnya.

 1.3 Tujuan

Adapun tujuan penelitian ini sebagai berikut :

  • Mengetahui pengertian cerpen
  • Mengetahui ciri-ciri cerpen
  • Dapat membedakan antara cerpen, novel, roman.

1.4 Manfaat

Manusia merupakan makhluk multi dimensi. Jasmani, rokhani, individu, sosial, ber-Tuhan, dan sebagainya. Semua dimensi itu harus terpenuhi dengan baik. Jika ada yang kurang dapat menyebabkan ketidak seimbangan hidup.

Alangkah jenuhnya orang yang kesehariannya hanya itu-itu saja. Dari itu ke itu. Rutinitas kerja yang seperti telah diprogram otomatis. Alangkah gersangnya orang yang hanya berpikir linier. Untung rugi, target dan target. Alangkah hambarnya orang yang selalu berpikiran matematis. Sebab akibat yang pasti. Satu ditambah dua pasti tiga. Hidup ini penuh warna. Kadang penuh kejutan. Kadang menggembirakan. Kadang menyedihkan. Hidup ini penuh peristiwa yang bisa dijadikan pelajaran. Hidup ini penuh cerita. Menulis cerpen berarti berbagi cerita pada orang lain melalui tulisan. Ada kepuasan batin jika bercerita pada orang lain. Hati seperti terasa lega. Plong. Membaca cerpen berarti mendengarkan cerita orang lain. Mengambil pelajaran hidup dari cerita itu. Sungguh bermakna dan memperkaya jiwa. Menulis dan membaca cerpen bermanfaat dalam memperkaya pengalaman hidup manusia. Pengalaman hidup yang penuh warna. Pengalaman apa saja. Baik nyata maupun rekaan. Pengalaman seorang anak, remaja, manula. Pengalaman laki-laki, perempuan. Pengalaman hewan, tumbuhan, benda mati. Pengalaman yang sangat menyedihkan, humor, dan sebagainya.

 

1.4 Ciri-ciri

Masih banyak orang belum mengetahui ciri-ciri sebuah cerita pendek. Mengenai hal tersebut, di bawah ini penulis kemukakan ciri-ciri cerita pendek menurut pendapat Sumarjo dan Saini sebagai berikut:

  • Bersifat rekaan (fiction)
  • Bersifat naratif
  • Memiliki kesan tunggal.

Pendapat lain mengenai ciri-ciri cerita pendek di kemukakan pula oleh Lubis dalam Tarigan sebagai berikut.

         Cerita Pendek harus mengandung interprestasi pengarang tentang konsepsinya mengenai kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

         Dalam sebuah cerita pendek sebuah insiden yang terutama menguasai jalan cerita.

         Cerita pendek harus mempunyai seorang yang menjadi pelaku atau tokoh utama.

         Cerita pendek harus satu efek atau kesan yang menarik.

Menurut Morris dalam Tarigan ciri-ciri cerita pendek adalah sebagai berikut.

Ciri-ciri utama cerita pendek adalah singkat, padu, dan intensif (brevity, unity, and intensity). Unsur-unsur cerita pendek adalah adegan, toko, dan gerak (scena, character, and action). Bahasa cerita pendek harus tajam, sugestif, dan menarik perhatian (incicive, suggestive, and alert).

PEMBAHASAN

 2.1 Unsur intrinsik dalam Cerpen kelompok berjudul “Sahabat Sejati”

2.1.1 Judul

“SAHABAT SEJATI”

2.1.2 Tema

Tema adalah ide pokok sebuah cerita, yang diyakini dan dijadikan sumber cerita.

2.1.3 Plot atau Alur

Plot atau Alur adalah susunan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita.

Alur dibagi menjadi 3 yaitu:

  1. Alur majuadalah rangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak ke depan terus.
  2. Alur munduradalah rangkaian peristiwa yang susunannya tidak sesuai dengan urutan waktu kejadian atau cerita yang bergerak mundur (flashback).
  3. Alur campuranadalah campuran antara alur maju dan alur mundur.

Alur meliputi beberapa tahap:

  1. Pengantar: bagian cerita berupa lukisan , waktu, tempat atau kejadian yang merupakan awal cerita.
  2. Penampilan masalah: bagian yang menceritakan maslah yang dihadapi pelaku cerita.
  3. Puncak ketegangan / klimaks: masalah dalam cerita sudah sangat gawat, konflik telah memuncak.
  4. Ketegangan menurun / antiklimaks: masalah telah berangsur–angsur dapat diatasi dan kekhawatiran mulai hilang.
  5. Penyelesaian / resolusi: masalah telah dapat diatasi atau diselesaikan.

2.1.4 Tokoh cerita dan Perwatakan

Tokoh cerita dan Perwatakan  menggambarkan watak atau karakter seseorang tokoh yang dapat dilihat dari tiga segi yaitu melalui:

  1. Dialog tokoh
  2. Penjelasan tokoh
  3. Penggambaran fisik tokoh

2.1.5 Teknik Dialog

Menulis dialog dalam cerpen bukan hanya untuk menunjukkan bagaimana masing-masing tokoh cerita berbicara.  Melainkan ia harus kita gunakan untuk mendukung tema cerita kita. Kita tidak harus menulis semua percakapan seperti kita bercakap sehari-hari melainkan yang sesuai dengan kebutuhan cerita saja, yang perlu-perlu saja. Untuk menulis dialog yang baik dan benar kita hanya perlu menulis dialog yang relevan dengan cerita saja. Kalau cerita anda tentang tugas sekolah, maka dialog yang harus ditampilkan adalah dialog tentang tugas sekolahnya. Dan bila cerita anda tentang “Kabar teman” maka yang ditekankan pada “kabarnya”.

2.1.6 Konflik

Cerita pendek (cerpen) memuat penceritaan  yang memusat kepada satu peristiwa pokok. Peristiwa pokok dalam cerpen sudah barang tentu tidak selalu sendirian, ada peristiwa lain yang sifatnya mendukung peristiwa pokok. Menurut Satyagraha Hoerip, cerita pendek adalah karakter yang dijabarkan lewat rentetan kejadian-kejadian daripada kejadian-kejadian itu sendiri satu persatu. Apa yang terjadi di dalam cerpen lazim merupakan suatu pengalaman atau penjelajahan yang menjiwai  cerpen. Sebuah cerpen pada dasarnya menuntut adanya perwatakan jelas pada tokoh cerita. Sang tokoh merupakan ide sentral dari cerita; cerita bermula dari sang tokoh dan berakhir pula pada nasib yang menimpa sang tokoh itu. Unsur perwatakan lebih dominan daripada unsur serita itu sendiri. Membaca sebuah cerpen berarti kita memahami manusia, bukan sekedar ingin mengetahui bagaimana jalan ceritanya. Beda dengan sebuah novel di mana kedudukan dan jalan cerita berada dalam satu keseimbangan, ibarat dua sisi dari satu mata uang.Soal panjang pendek ukuran fisiknya tidak menjadi ukuran yang mutlak; tidak ditentukan bahwa cerpen harus sekian halaman atau sekian kata, walaupun ia mempunyai kecenderungan untuk berukuran pendek dan pekat. Karena kesingkatannya jelas tidak memberi kesempatan bagi cerpen untuk menjelaskan dan mencantumkan segalanya, kepadanya dituntut menyampaikan sesuatu yang tidak kecil kendatipun menggunakan kebenaran yang diciptakan, dipadatkan, digayakan, dan diperkokoh oleh kemampuan imajinasi pengarangnya. Jadi cerpen memilih cara penampilan cerita yang pekat dan mirip kepada individualitas pengarangnya, tetapi juga mempunyai identitasnya sendiri.

2.1.7 Latar

Latar adalah tempat, waktu , suasana yang terdapat dalam cerita. Sebuah cerita harus jelas dimana berlangsungnya, kapan terjadi dan suasana serta keadaan ketika cerita berlangsung.

2.1.8 Amanat

Sebaiknya kita menulis cerpen dengan teliti dan selalu bertanya kepada orang yang lebih tau supaya hasilnya maksimal.

2.1.9 Bahasa

Gaya Bahasa dengan baik dan jelas, juga menggunakan bahasa Indonesia dengan baik.

2.2 Unsur ekstrinsik dalam Cerpen keplompok berjudul “Sahabat Sejati”

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Unsur ekstrinsik meliputi:

  • Nilai-nilai dalam cerita (agama, budaya, politik, ekonomi)
  • Latar belakang kehidupan pengarang
  • Situasi sosial ketika cerita itu diciptakan

ISI “SAHABAT SEJATI”

 Hai namaku Michael Alyesha. Aku masih duduk di bangku kelas tiga SD. Aku mempunyai seorang sahabat ia bernama: Chika jessi, namun aku seiring memanggilnya dengan sebutan chika. Hari-hariku selalu penuh dengan canda dan tawa bersamanya.
Hari kamis pun tiba saatnya aku sekolah dengan giat. Michael pun segera bangun dari tempat tidurnya.
“Umm.. pagi yang sangat cerah” kata Michael
“Michael ayo bangun ini sudah jam 06.30, kamu bangun terlambat lagi?” ujar sang mamah
“oke mah” ujar Michael dengan santai
Michael pun segera membereskan tempat tidurnya dan segera mandi.
Setelah itu Michael dihampiri oleh salah seorang sahabatnya yang bernama chika.
“Michael cepat kamu sudah ditunggu chika didepan” ujar sang mamah dengan agak marah, karena Michael bangun terlambat lagi.

Michael dan chika pun tiba sampai sekolah. Bell sekolah pun sudah berbunyi.
kami berdua pun duduk, untuk mengikuti pelajaran. Tiba-tiba ada seoarang cewek yang masuk keruang kelas kami.
“Oh iya anak-anak kita kedatangan tamu dari panitia lomba membuat cerpen. Anak-anak bu guru mau menyampaikan sebuah pengumuman” kata bu guru
“iya bu…” seru murid-muridnya
“ini ada lomba membuat cerpen tingkat kota yang diselenggarakan pada hari minggu 02 april 2013, tempatnya di SMP 2 JAKARTA jika ada yang mau ikut lomba ini, segera mendafatarkan diri ke kak nita itu panitia lomba membuat cerpen” kata buguru

Michael sangat antusias untuk mengikuti lomba itu.
“kak aku mau ikutan lomba membuat cerpen” ujar Michael dengan semangat
“baik… nama adek siapa, kelas berapa dan umurnya berapa?” kata kak nita dengan suara yang sangat lembut
“namaku Michael Alyesha, aku kelas tiga SD, umurku 9 tahun kak, oh iya kak berarti lombanya tinggal 2 hari lagi ya?” kata Michael
“iya dek, lombanya tinggal 2 hari lagi” jawab kakak nita
“apakah ada yang mau ikut lagi, selain Michael?” Tanya bu guru
“Tidak ada bu…” seru para murid

Bell pulang sekolah pun telah berbunyi.
Saat di perjalanan mau pulang chika bertanya kepada Michael.
“Michael kamu benar mau ikut lomba membuat cerpen?” Tanya chika
“iya aku mau ikut lomba membuat cerpen, emang kenapa chik?” jawab chika
“iya tidak papa sih… oke deh nanti waktu kamu lomba aku pasti bakal datang deh. Buat nyemangatin kamu hehe…” kata chika
“makasih ya chika. Kamu memang sahabat aku yang paling oke deh” ujar Michael

Keesokan harinya. aku dan chika main sore disebuah taman
“chika aku udah buat cerpen nih… judulnya SAHABAT SELAMANYA, tapi bagus nggak ya chik?” tanya Michael dengan wajah pesimis
“coba aku lihat ceritanya… tapi dari judulnya si udah bagus. kayaknya isinya juga bagus deh” kata chika
Setelah chika membaca cerpen yang dibuat oleh Michael.
“wahh… Michael kamu hebat, kamu bisa buat cerpen sebagus ini” ujar chika
“makasih atas pujiannya chik. Tapi apa benar chik cerpen buatanku bagus?” tanya chika dengan wajah heran melihat chika yang senang saat membaca cerpennya
“iya benar masa aku bohong sama kamu hehe…” ujar chika
“hufftt… besok lomba membuat cerpennya lagi. Aku kok jadi takut gini ya chik” ujar Michael
“nggak usah takut, kamu harus tetap semangat jangan putus asa oke… besokkan ada aku dan keluargamu datang kesana buat nyemangatin kamu… oke” ujar chika kepada Michael
“oke deh… makasih ya chik, kamu udah nyemangatin aku” kata Michael
“iya sama-sama Michael” kata chika

Keesokan harinya, perlombaan pun hampir dimulai
“heyy… Michael semangat ya!!! Semoga kamu menjadi juara oke” kata chika
“oke chik… doa’in aja biar aku jadi juara ya” kata Michael
“eh tuh… lombanya udah mau dimulai kesana gih. Semangat ya Michael Alyesha !!!” ujar chika
“ya udah aku kesana dulu ya mah, papah, chika” ujar Michael
“Semangat!!!” seru mamah, papah Michael dan chika sahabatnya

Dan perlombaan pun telah selesai. Saatnya para juri mengumumkan siapa pemenang dari perlombaan membuat cerpen.
“Inilah saat-saat yang kita tunggu yaitu mengumumkan siapa pemenang dari perlombaan ini” kata juri
“Dan pemenang juara pertama adalah… Michael Alyesha… cerpen yang berjudul SAHABAT SELAMANYA” ujar sang juri dengan suara yang seru
“horee… aku menang” ujar Michael dengan semangat
“Michael kamu hebat, selamat ya sahabatku…” ujar chika
“makasih ya chika… makasih juga atas dukunganmu selama ini. Kamu emang sahabat aku yang paling setia hehehe…” kata michael
“Iya sama-sama Michael. Oh iya walupun kamu sudah menjadi juara, kamu tidak boleh sombong ya hehe…” kata chika
“pasti chik, aku akan selalu tetap menjadi Michael yang selalu ceria dan tidak pernah sombong hehe…” kata Michael kepada chika
“oh iya buat mamah sama papahku, aku juga mau berterimakasih kepada kalian. tanpa adanya kalian disini aku tidak bisa sehebat ini. Terima kasih ya mah, pah :D” ujar Michael kepada mamah papahnya

Leave a Comment