Uhang Dihi
Anak Rantau

SISTEM PERAMALAN PENJUALAN BUKU DAN ALAT TULIS PADA TOKO BUKU DIPONEGORO PALEMBANG METODE TREND MOMENT

SISTEM PERAMALAN PENJUALAN BUKU DAN ALAT TULIS PADA TOKO BUKU DIPONEGORO PALEMBANG METODE TREND

Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bina Darma

Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12 Palembang

Email :, yani_ranius@mail.binadarma.ac.id,Baibul_Tujni@mail.binadarma.ac.id., reny789@gmail.com

Abstract :

Bookstore Diponegoro engaged in the sale,based on the sales of books and stationery that are running on Diponegoro Bookstore today,there are still some constraints,namely the lenght of the process of making the bill of sale of books and stationery,because the manufacturing process is a way to write.As for forecasting sales of books and stationery at the Bookstore Diponegoro currently done by estimating the sales results of the previous period by counting in writting that causes every wanted to know peramalan per period employees must recalculate. Such Conditions that cause wasted so much time jobs do not run effctively and efficiently.To overcome the existing problems need a system that uses a computer to make it easier to forecast sales per periodenya so that time can be used effectively and effeciently.

Keywords : Forecasting,trend method of moments, the book.

I. PENDAHULUAN

Pertumbuhan bisnis di era globalisasi dan kemajuan dibidang teknologi informasi yang cepat memberikan pengaruh yang cukup besar baik dalam bidang industri maupun jasa. Hal ini juga membawa suatu perubahan besar dalam tingkat persaingan antara perusahaan terutama dalam bidang penjualan, sehingga pelaku-pelaku perusahaan tersebut harus selalu menciptakan berbagai teknik untuk terus survive. Teknologi informasi saat ini sudah semakin berkembang pesat, dalam hal ini di bidang penjualan, teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk membantu proses penjualan buku agar terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, di dalam suatu perusahan diharuskan memilki suatu sistem agar bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi tersebut . Masalah utama yang dihadapi pada saat menjual suatu barang adalah barang apa yang akan dijual, berapa biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan agar barang tersebut dapat terjual, berapa harga barang tersebut agar dapat keuntungan bagi perusahaan tetapi tetap terjangkau oleh 2     Jurnal Ilmiah Fak.Ilkom Vol.1 No.1, Maret 2015:1 -20 pembeli. Oleh karena itu, sebaiknya perusahaan menggunakan forecasting atau peramalan dalam menentukan berapa besar penjualan yang akan dicapai dimasa yang akan datang melalui pengujian keadaan dimasa lalu. Peramalan penjualan (forecasting) adalah suatu perhitungan untuk meramalkan keadaan dimasa mendatang melalui pengujian keadaan dimasa lalu. Meramalkan penjualan dimasa mendatang berarti menentukan perkiraan besarnya volume penjualan, bahkan menentukan potensi penjualan dan luas pasar yang dikuasai dimasa yang akan datang (Eriyanto, 2012, Hal:2). Peramalan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan pembeli, untuk memperkecil resiko yang timbul akibat pengambilan keputusan dalam suatu perencanaan persedian barang yang mempengaruhi stok, dan sebagai alat untuk perencanaan dimasa depan. Toko Buku Diponegoro Palembang merupakan merupakan jenis usaha yang bergerak di bidang penjualan, yang berlokasi di jalan Jendral Sudirman No. 232 Palembang.Kegiatan utama Toko Buku Diponegoro Palembang yaitu menjual buku-buku sekolah, buku-buku kuliah dan buku-buku umum serta alat-alat tulis. Toko Buku Diponegoro Palembang menyediakan beberapa jenis buku dan alat-alat tulis. Diantaranya yaitu menjual berbagai macam buku pelajaran, mulai dari buku Taman kanak-kanak (TK) sampai dengan perguruan tinggi, buku-buku agama, buku-buku umum serta alat-alat tulis dan kantor.

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih dari waktu ke waktu kebutuhan buku dan alat tulis dalam dunia pedidikan semakin meningkat.Toko buku Diponegoro Palembang dihadapkan pada persaingan pasar yang ketat dalam menghadapi era globalisasi. Toko Buku Diponegoro yang bergerak dalam bidang penjualan, berdasarkan proses penjualan buku dan alat tulis yang sedang berjalan pada Toko Buku Diponegoro saat ini, masih terdapat beberapa kendala, yaitu lamanya proses pembuatan nota penjualan buku dan alat tulis, dikarenakan dalam proses pembuatannya masih dengan cara menulis. Adapun peramalan penjualan buku dan alat tulis pada Toko Buku Diponegoro saat ini dilakukan dengan memperkirakan hasil penjualan dari priode sebelumnya dengan menghitung secara tertulis yang menyebabkan setiap ingin mengetahui peralaman per periodenya pegawai harus menghitung ulang.Kondisi semacam ini yang menyebabkan banyaknya waktu yang terbuang sehingga pekerjaan tidak berjalan dengan efektif dan efisien. Untuk mengatasi permasalahan yang ada perlu adanya sistem yang menggunakan komputer untuk mempermudah melakukan peramalan penjualan per priodenya sehingga waktu yang digunakan bisa efektif dan efesien.

Berdasarkan uraian diatas, maka dalam penelitian ini penulismengambil judul Sistem Peramalan Penjualan Buku Dan Alat Tulis Pada Toko Buku Diponegoro Dengan Metode Trend Moment. Berdasarkan latar belakang diatas maka permasalahan yang dapat diambil adalah “ Bagaimana membangun sistem peramalan penjualan buku dan alat tulis pada Toko Buku diponegoro dengan metode trend moment ?”. SISTEM PERAMALAN PENJUALAN BUKU DAN ALAT TULIS PADA TOKO BUKU DIPONEGORO PALEMBANG METODE TREND MOMENT

Guna lebih terarahnya pembahasan dan tidak menyimpang dari pemasalahan yang terdapat dalam perusahaan, maka penulis membatasi ruang lingkup pembahasan tentang, sistem ini bisa memprediksi penjualan buku dan alat tulis dengan data persediaan, penjualan, buku, alat tulis menggunakan metode trend moment .

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis hasil peramalan penjualan dan merancang aplikasi peramalan penjualan buku dan alat tulis dengan menggunakan metode Trend Moment untuk mengatasi kerugian yang akan dihadapi perusahaan.

Memberikan kemudahan bagi pihak TokoBuku Diponegoro dalam penyusunan laporan dan memprediksi penjualan buku dan alat tulis yang sedang trend atau yang banyakdiminati oleh masyarakat.    Penelitiam ini dilakukakan di Toko Buku Diponegoro Jln. Jend sudirman No. 232 Palembang dari bulan dari bulan September 2014 sampai dengan bulan Januari 2015.

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Hardware

Adapun perangkat keras (hardware) yang digunakan: laptop Samsung processor: intel® celeron ® cpu 847 @ 1.10 GHz 1.10 GHz, harddisk dengan kapasitas: 2.00 GB.

Software

Kebeutuhan perangkat lunak software yang digunakan:

  1. Sistem operasi Windows 7
  2. Microsoft Word 2007
  3. Mysql sebagai database
  4. PHP sebagai bahasa pemrograman

Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif artinya penelitian yang dilakukan adalah menekankan analisanya pada data-data numeric (angka), yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai suatu keadaan berdasarkan data yang diperoleh dengan cara menyajikan, mengumpulkan dan menganalisis data tersebut sehingga menjadi informasi baru yang dapat digunakan untuk menganalisa mengenai masalah yang sedang diteliti.

Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan data dari suatu informasi, maka metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data sebagai berikut :

  1. Observasi

Metode pengumumplan data yang akan dilakukan adalah melihat serta mempelajari permasalahan yang ada dilapangan yang erat kaitannya dengan objek yang diteliti.

  1. Studi Pustaka

Metode yang dilakukan sebagai bahan pembelajaran dengan cara mencari bahan yang mendukung dalam pendefenisian masalah melalui buku-buku, internet.

  1. Wawancara

Merupakan teknik pengumpulan data

dengan cara mengadakan tanya jawab secara langsung kepada pimpinan penjualan pada Toko Buku Diponegoro Palembang. Prototyping adalah pengembangan yang cepat dan pengujian terhadap model kerja (prototipe) dari aplikasi baru melalui proses interaksi dan berulang-ulang yang biasa digunakan ahli sistem informasi dan ahli bisnis. Prototyping disebut juga desain aplikasi cepat (rapid application design/RAD) karena menyederhanakan dan mempercepat desain sistem (O’Brien, 2005).Skema tahapan

pengembangan sistem informasi dengan pendekatan prototyping menurut O’Brien

Pengembangan Sistem (O’Brien, 2005)

Tahapan dalam Prototype

  1. Analisis Kebutuhan Sistem Pembangunan sistem informasi memerlukan penyelidikan dan analisis mengenai alasan timbulnya ide atau gagasan untuk membangun dan mengembangkan sistem informasi.Analisis dilakukan untuk melihat berbagai komponen yang dipakai sistem yang sedang berjalan meliputi hardware, software, jaringan dan sumber daya manusia. Analisis juga mendokumentasikan aktivitas sistem informasi meliputi input, pemrosesan, output,penyimpanan dan pengendalian (O’Brien, 2005).
  2. Desain sistem (system design) Menentukan bagaimana sistem akan memenuhi tujuan tersebut. Desain sistem terdiri dari aktivitas desain yang menghasilkan spesifikasi fungsional. Desain sistem dapat dipandang sebagai desain interface, data dan proses dengan tujuan menghasilkan spesifikasi yang sesuai dengan produk dan metodeinterface pemakai, struktur database serta pemrosesan dan prosedur pengendalian.
  3. Pengujian Sistem Paket software prototipe diuji, diimplementasikan, dievaluasi dan dimodfikasi berulang-ulang hingga dapat diterima pemakainya (O’Brien, 2005).
  4. Implementasi Setelah prototipe diterima maka pada tahap ini merupakan implementasi sistem yang siap dioperasikan dan selanjutnya terjadi proses pembelajaran terhadapsistem baru dan membandingkannya dengan sistem lama, evaluasi secara teknis dan operasional serta interaksi pengguna, sistem dan teknologi informasi.

Analisis sistem merupakan penguraian suatu sistem yang utuh ke dalam bagian komponen – komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi, dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan untuk membuat sistem yang baru. Langkah pertama dalam membuat sistem SISTEM PERAMALAN PENJUALAN BUKU DAN ALAT TULIS PADA TOKO BUKU DIPONEGORO PALEMBANG METODE TREND MOMENT baru ini adalah mempelajari sistem yang sedang berjalan pada sebuah organisasi beserta dengan permasalahannya.Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran secara jelas tentang bentuk permasalahan yang ada pada perusahaan tersebut.

Pada saat ini, berdasarkan proses penjualan buku dan alat tulis yang sedang berjalan pada Toko Buku Diponegoro saat ini, masih terdapat beberapa kendala, yaitu lamanya proses pembuatan nota penjualan buku dan alat tulis, dikarenakan dalam proses pembuatannya masih dengan cara menulis. Adapun peramalan penjualan buku dan alat tulis pada Toko Buku Diponegoro saat ini dilakukan dengan memperkirakan hasil penjualan dari priode sebelumnya dengan menghitung secara tertulis yang menyebabkan setiap ingin mengetahui peralaman per periodenya pegawai harus menghitung ulang, Toko Buku Diponegoro dalam pembuatan laporan juga masih secara tertulis. Aliran sistem yang terjadi pada Toko Buku Diponegoro adalah sebagai berikut :

  1. Pemilik mengecek ketersediaan jenis buku dan alat tulis yang akan habis atau menanyakan ketersediannya kepada pekerja.
  2. Pemilik toko menyimpan kwitansi (bon) pembelian buku dan alat tulis sebagai bukti pembelian.
  3. Karyawan bertugas untuk melayani pembeli.
  4. Pembeli datang ke toko untuk membeli buku dan alat tulis yang dicarinya.
  5. Pemilik mencatat transaksi penjualan buku dan alat tulis yang terjadi sebagai laporan penjualan.
  6. Pemilik toko mengambil kebijakan dari hasil pencatatan laporan penjualan buku dan alat tulis serta pertimbangan-pertimbangan lainnya.

Analisis input adalah menganalisis segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Pada sistem lama Toko Buku Diponegoro, analisis input dilakukan terhadap bukti-bukti pembelian barang yang telah dibeli oleh pemilik toko ke toko grosir buku dan alat tulis. Proses input yang terdapat pada sistem lama Toko Buku Diponegoro hanyalah bukti pembelian barang.Bukti tersebut berupa kertas yang data-datanya belum tersimpan rapi di dalam basis data, sulit untuk menyimpan, mengatur, dan mencari data tersebut secara cepat dan akurat.

Analisis proses adalah menganalisis bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai. Pada sistem lama Toko Buku Diponegoro, analisis proses dilakukan terhadap proses penjualan buku dan alat tulis yang terjadi pada toko tersebut. Proses penjualan buku dan alat tulis yang terjadi pada Toko Buku Diponegoro adalah sebagai berikut.

  1. Pembeli datang ke toko untuk membeli buku dan alat tulis yang dicarinya.
  2. Pemilik mencatat transaksi penjualan buku dan alat tulis yang terjadisebagai laporan penjualan
  3. Pemilik memperkirakan banyaknya buku dan alat tulis yang akan dibeli dari hasil penjualan buku dan alat tulis.
  4. Pemilik toko mengambil kebijakan dari hasil laporanpenjualan buku dan alat tulis serta pertimbangan-pertimbangan lainnya.

Pada prosespenjualan di atas, tampak bahwa peramalan penjualan masih dilakukandengan perkiraan saja (tertulis), transaksi manual, danpenyimpanan data-data transaksi penjualan buku dan alat tulis asih pada buku besar. Analisis output adalah menganalisis hasil dari pemrosesan, dapat berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya. Pada Toko Buku Diponegoro, analisis output dilakukan terhadap laporan transaksi penjualan yang dicatat oleh pemilik toko secara manual (tertulis) pada buku besar setiap harinya.Laporan transaksi ini tidak direkap dan tidak tersimpan pada database.

Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap sistem yang sedang berjalan pada Toko Buku Diponegoro, maka dapat diketahui kelemahan-kelemahan yang terdapat pada sistem tersebut yaitu sebagai berikut.

  1. Masukan yang terdapat pada sistem lama Toko Buku Diponegoro hanyalah bukti pembelian barang. Bukti tersebut berupa kertas yang data-datanya belum tersimpan rapi di dalam basis data, sulit untuk menyimpan, mengatur, dan mencari data tersebut secara cepat dan akurat.
  2. Pada proses penjualan di Toko Buku Diponegoro, peramalan penjualan masih dilakukan dengan perkiraan, transaksi manual (tertulis, dan penyimpanan data-data transaksi penjualan buku dan alat tulis masih pada buku besar.
  3. Keluaran yang terdapat pada sistem lama Toko Buku Diponegoro adalah laporan transaksi penjualan yang dicatat oleh pemilik toko secara tertulis pada buku besar setiap harinya. Laporan transaksi ini tidak direkap dan tidak tersimpan pada basis data.Peramalan penjualan yang dilakukan juga dengan perkiraan saja.

Setelah mengevaluasi dan menemukan kelemahan-kelemahan pada sistem yang sedang berjalan pada Toko Buku Diponegoro, tahap selanjutnya adalah menentukan solusi-solusi yang akan dibuat dan iterapkan pada sistem yang baru.Berikut ini adalah beberapa pengusulan pada sistem yang baru:

  1. Masukan pada sistem baru Toko Buku Diponegoro yang berupa data buku dan alat tulis dapat dientrikan pada sebuah form agar dapatdisimpan pada database. Hal ini bertujuan agar pemilik tokodapat memperoleh data tersebut secara cepat dan akurat.
  2. Untuk proses penjualan, dibuatkan sebuah aplikasi peramalan penjualanyang dapat memudahkan administrator dan bagian penjualan dalam mengelola aplikasi tersebut serta memberikan kemudahan bagi pemilik dalam menentukan banyaknya buku dan alat tulis yang akan dipesan.
  3. Keluaran yang dihasilkan oleh aplikasi peramalan penjualan ini adalah berupa fakturpenjualan dan hasil ramalan penjualan buku dan alat tulis yang berguna bagi administrator, bagian penjulan, dan pemilik yang datanya diambil daridatabase.

Perancangan sistem baru ini merupakan tahapan pengembangan sistemsetelah analisis sistem. Perancangan sistem baru dibagi menjadi dua bagian, yaituperancangan sistem secara umum dan perancangan sistem secara terinci. Perancangan sistem secara umum adalah merancang sistem dengan tujuanuntuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Perancangan ini disebut juga dengan perancangan konseptual, perancanganlogikal, atau perancangan secara makro. Alat bantu yang digunakan oleh penulis untuk merancang sistem secaraumum adalah Unified Modelling Language (UML). Diagram UML yang digunakan adalah use case diagram, class diagram, activity diagram.

memperoleh nilai a dan b yaitu dengan cara sebagai berikut:

Di ket:

Σy = jumlah dari data penjualan

Σx = jumlah dari periode waktu

Σxy = jumlah dari data penjualan dikali dengan periode waktu

n = jumlah data

Rumus : = a.n + b.

= a. + b 2

Hitung :

= a.n + b.     12360

= 24a + 276b           x23

= a. + b 2

151794 = 276a + 4324b       x2

284280 = 552a + 6348b

303588 = 552a + 8648b -19308 = -2300b

b = 8,39

Mencari nilai a, adalah sebagai berikut :

Di ket :

Σy = jumlah dari data penjualan

Σx = jumlah dari periode waktu

n = jumlah data

Rumus :

= a.n + b.

Hitung :

12360 = 24a + 276b

12360 = 24a + 276 (8,39)

12360 = 24a + 2315, 64

24a     = 12360 – 2315,64

24a     = 10044,36

a       = 418,52

Setelah mendapatkan nilai a dan b, maka nilai tersebut dimasukkan ke dalam rumus Trend Moment, yaitu sebagai berikut :

Di ket :

Y = nilai trend atau variable yang

akan diramalkan

a = bilangan konstan

b = slope atau koefisien garis trend

X = indeks waktu

Rumus :

Y = a + b X

Hitung :

Y = 418,52 + 8,39 X

Y = 418,52 + 8,39 (25)

Y = 628,27

Setelah itu peramalan yang diperoleh dari nilai trend diatas akan dihitung menggunakan indeks musim. Berdasarkan rumus indeks musim maka :   = 0,99

Setelah dipengaruhi oleh indeks musim maka hasil akhirnya sebagai berikut :

Di ket :

Y* = Hasil ramalan dengan menggunakan metode Trend Moment yang telah dipengaruhi oleh indeks musim.

Y   = Hasil ramalan dengan menggunakan

Trend Moment.

Rumus : Y* = Indeks Musim × Y

Hitung :

Y* = 0,99 x 628,27 = 622 14     Jurnal Ilmiah Fak.Ilkom Vol.1 No.1, Maret 2015:1 -20

Berdasarkan data yang telah diperoleh sebelumnya pada table 5.2, maka untuk memperoleh nilai a dan b yaitu dengan cara sebagai berikut:

Di ket:

Σy = jumlah dari data penjualan

Σx = jumlah dari periode waktu

Σxy = jumlah dari data penjualan dikali dengan periode waktu

n = jumlah data

Rumus :

= a.n + b.

= a. + b 2

Hitung :

= a.n + b.

12197   = 24a + 276b           x23

= a. + b 2

151142 = 276a + 4324b      x2

280531 = 552a + 6348b

302284 = 552a + 8648b- 93753 = -2300b

b = 9,46

Mencari nilai a, adalah sebagai berikut :

Di ket :

Σy = jumlah dari data penjualan

Σx = jumlah dari periode waktu

n = jumlah data

Rumus :

= a.n + b.

Hitung :

12197 = 24a + 276b

12197 = 24a + 276 (9,46)

12197 = 24a + 2610,96

24a     = 12197 – 2610,96

24a     = 9586,04

a       = 399,42

Setelah mendapatkan nilai a dan b, maka nilai tersebut dimasukkan ke dalam rumus Trend Moment, yaitu sebagai berikut :

Di ket :

Y = nilai trend atau variable yang

akan diramalkan

a = bilangan konstan

b = slope atau koefisien garis trend

X = indeks waktu

Rumus :

Y = a + b X

Hitung :

Y = 399,42 + 9,46 X

Y = 399,42 + 9,46 (24)

Y = 626,46

Setelah itu peramalan yang diperoleh dari nilai trend diatas akan dihitung menggunakan indeks musim. Berdasarkan rumus indeks musim maka : = 0,66

Setelah dipengaruhi oleh indeks musim maka hasil akhirnya sebagai berikut :

Di ket :

Y* = Hasil ramalan dengan menggunakan metode Trend Moment yang telah dipengaruhi oleh indeks musim.

Y   = Hasil ramalan dengan menggunakan Trend Moment.

Rumus :

Y* = Indeks Musim × Y

Hitung :

Y* = 0,66x 626,46

= 413

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang peramalan penjualan dengan metode Trend Moment pada Toko Buku Diponegoro, dapat disimpulkan bahwa :

  1. Sistem yang telah dibuat mengacu pada permasalahan yang ada, dimana sistem dapat meramalkan penjualan perbulannya dengan menggunakan data penjualan pada bulan-bulan sebelumnya sesuai dengan perhitungan berdasarkan metode Trend Moment.
  2. Sistem Peramalan penjualan buku dan alat tulis ini dapat memberikan solusi kepada pihak Toko Buku Diponegoro untuk meramalkan jumlah penjualan buku dan alat tulis pada periode tertentu dengan model peramalan yang telah dihasilkan didalam sistem. Hasil peramalan tersebut dapat digunakan sebagai acuan didalam pemenuhan target permintaan barang kepada supplier pada periode-periode mendatang.

Adapun beberapa saran yang dapat disampaikan untuk mengembangkan aplikasi yang telah dibuat antara lain:

  1. Dalam melakukan proses peramalan penjualan buku dan alat tulis, sebaiknya perusahaan menggunakan metode trend moment, agar perusahaan bisa meramalkan penjualan berdasarkan trend yang ada.
  2. Peneliti mengakui terdapat sejumlah keterbatasan yang ada dalam penelitian ini. Untuk itu disarankan kepada penelitian yang akan datang dapat mengurangi keterbatasa-keterbatasan dari penelitian sebelumnya dan untuk mengetahui tingkat keakuratan sebuah peramalan

hendaknya disertakan pembanding untuk metode-metode peramalan yang akan digunakan.

DAFTAR RUJUKAN

Eriyanto Ocki. 2012. AnalisisPeramalanPenjualanHandphone Blackberry PadaPT. Selular Shop Mall.Skripsi.UniversitasMaritim Raja Ali Haji.Tanjungpinang.

HeryPrasetya, Drs, danfitrilukiastuti, SE., M.M. 2009. ManajemenOperasi. Yogyakarta: Media Pressindo. Halaman 43-45.

Muthia. 2013. PenerapanMetode Trend Moment dalam Forecast Penjualan Motor Yamaha di PT. HasjratAbadi. Skripsi.UniversitasNegeriGorontalo. Gorontalo. 20     Jurnal Ilmiah Fak.Ilkom Vol.1 No.1, Maret 2015:1 -20

Setiadi J Nugroho, SE.,MM. 2003. PrakiraanBisnis. Jakarta: Pernada Media. Halaman 2.

Sugiarto, danDergibson, S. 2002. MetodeStatistikaUntukBisnisdanEkonomi. Jakarta : PT. GramediaPustakaUtama. Halaman 208-217.

Leave a Comment