PENGARUH BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 KELAS XI SMA TERHADAP PSIKOLOGIS SISWA KOTA PALEMBANG

PENGARUH BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 KELAS XI SMA TERHADAP PSIKOLOGIS SISWA
KOTA PALEMBANG

Hastari Mayrita1, Ayu Puspita Indah Sari2
Dosen Universitas Bina Darma
Jalan Jenderal Ahmad Yani No.3 Palembang
Sur-el: hastari_mayrita@binadarma.ac.id1, ayupuspita.indahsari@binadarma.ac.id2

Abstract: This is a qualitative research method, with the type of qualitative descriptive study, utilizing quantitative data. Data collection techniques using a questionnaire with Likert scale calculations, documentation, and interviews. Before the questionnaires were distributed to the study sample groups, first in the trial to determine the level of validity and reliability. The data source is a textbook or textbooks Indonesian XI grade school curriculum in high school in 2013 who used the city of Palembang. While the school population to be helped this research is a high school in Palembang to implement the curriculum in 2013 and used textbooks Indonesian curriculum in 2013, publisher of the Ministry of Education and Kebuadayaan. Questionnaires were distributed to the school students of class XI. Interviews were also conducted to the students and teachers Indonesian XI grade at the school.

Keywords: books, language, curriculum, psychological, students

Abstrak: Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan memanfaatkan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan perhitungan skala likert, dokumentasi, dan wawancara. Sebelum angket disebar kepada kelompok sampel penelitian, terlebih dahulu di uji coba untuk mengetahui tingkat validitasnya dan reliabilitasnya. Sumber data adalah buku teks atau buku pelajaran bahasa Indonesia kelas XI SMA kurikulum 2013 yang digunakan di SMA Kota Palembang. Sedangkan populasi sekolah yang akan membantu terlaksananya penelitian ini adalah SMA di kota Palembang yang menerapkan kurikulum 2013 dan menggunakan buku teks bahasa Indonesia kurikulum 2013, penerbit Kementerian Pendidikan dan Kebuadayaan. Angket dibagikan kepada siswa kelas XI sekolah tersebut. Wawancara juga dilakukan kepada siswa dan guru bahasa Indonesia kelas XI di sekolah tersebut.

Kata kunci: buku, bahasa, kurikulum, psikologis, siswa

1. PENDAHULUAN

Di era globalisasi saat ini, pemerintah telah memutuskan untuk menginovasi kurikulum sebelumnya menjadi kurikulum 2013. Jadi setiap sekolah diharapkan dapat menggunakan kurikulum 2013, dengan tujuan menghasilkan lulusan peserta didik yang berkarakter baik. Buku ajar dalam kurikulum 2013 pun dikemas sedemikian rupa agar sesuai dengan tujuan kurikulum 2013. Tetapi terkadang penyusunan buku ajar tersebut tidak melihat unsur ketertarikan siswa untuk belajar dan membaca buku tersebut. Buku itu sendiri adalah sebagai media cetak yang merupakan kunci pembuka gudang ilmu pengetahuan. Seseorang yang ingin maju dan pandai dalam suatu bidang ilmu, maka dia haruslah memanfaatkan buku tersebut, yaitu dengan membaca buku. Apalagi di dunia modern saat ini walaupun kecanggihan teknologi telah menghasilkan bahan-bahan bacaan yang bisa langsung diakses melalui internet yang tidak semua orang bisa memanfaatkannya, buku tetap merupakan salah satu media cetak yang dapat membantu kita memperoleh ilmu pengetahuan.
Melalui penelitian ini, peneliti bermaksud mengkaji kualitas buku teks berdasarkan aspek psikologis siswa, karena hal ini merupakan salah satu aspek kualitas buku ajar yang perlu diperhatikan oleh penulis, maupun penerbit. Aspek kualitas buku teks yang berkaitan dengan bidang ilmu Psikologi yang dibahas di dalam penelitian ini meliputi motivasi, minat, dan stimulus aktivitas siswa. Berdasarkan uraian pada kalimat sebelumnya, seorang penulis buku teks yang baik sedikitnya harus banyak mengetahui psikologi siswa. Pemahaman yang benar terhadap dunia siswa, akan memberi warna yang berbeda terhadap sajian sebuah buku, baik dalam hal pilihan materi, warna, bentuk huruf, ukuran buku, maupun penggunaan ragam bahasanya, sehingga siswa menarik untuk membaca dan mempelajari isi dari buku tersebut.
Penelitian tentang kualitas buku teks pernah dilakukan oleh Septa Olpidiya Siska (2003) dengan penelitian berjudul “Telaah Kualitas Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas Tiga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Penerbit Mitra Angkasa Panaitan.” Hasil analisisnya menerangkan bahwa buku teks bahasa Indonesia kelas tiga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama penerbit Mitra Angkasa Panaitan terdapat 90 topik bahasan, 89 topik sesuai dengan kurikulum 1994 dan 1 topiknya lagi tidak sesuai dengan kurikulum 1994. Kesimpulan dari hasil analisisnya adalah buku teks bahasa Indonesia kelas tiga SLTP, penerbit Mitra Angkasa Panaitan tidak memenuhi kriteria kualitas buku teks.
Selain itu, penulis sendiri juga pernah melakukan penelitian tentang telaah kualitas buku teks bahasa Indonesia yang berlabelkan kurikulum 2004 atau berbasis kompetensi di kota Palembang dalam aspek motivasi, minat, dan stimulus siswa. Hasilnya dari 17 buku teks bahasa Indonesia yang digunakan di kota Palembang, hanya ada dua buku yang dapat memotivasi, menstimulus, dan menarik minat siswa (Mayrita, 2007). Pada tahun 2010 juga, peneliti pernah peneliti tentang evaluasi buku teks bahasa Indonesia penerbit Platinum. Yang diteliti adalah isi buku pelajaran bahasa Indonesia tersebut dan ketertarikan siswa terhadap buku itu.
Berbeda dengan penelitian sebelumnya peneliti secara lebih khusus akan mengkaji kualitas buku pelajaran bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas XI SMA di kota Palembang yang sudah menerapkan kurikulum 2013, berdasarkan aspek perkembangan psikologis siswa yaitu motivasi, penumbuhan minat, dan daya stimulus aktivitas belajar siswa.
Peneliti menganalisis buku teks bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas XI SMA, penerbit Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk melihat dan mendeskripsikan kualitas buku teks tersebut berdasarkan aspek motivasi, minat, dan daya stimulus aktivitas siswa melalui persepsi siswa. Persepsi siswa terhadap buku teks yang telah digunakannya, dapat mengetahui sejauh mana kebutuhan siswa terhadap buku teks itu sendiri, sedangkan kebutuhan siswa harus merupakan prioritas utama. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Kosasih (2003:192) bahwa buku teks haruslah menyenangkan; menjadi teman para siswa dalam memenuhi kehausan mereka akan ilmu pengetahuan.
Dari persepsi siswa inilah, akan diketahui apakah buku teks yang telah digunakan berpengaruh terhadap motivasi, minat, dan daya stiumulus aktivitas siswa dalam membaca dan mempelajari buku tersebut.
Sebagai data pendukung penelitian ini, peneliti tidak hanya menggunakan persepsi siswa, tetapi melakukan wawancara terhadap guru bahasa Indonesia yang membaca dan mengajarkan siswa bahasa Indonesia melalui buku teks bahasa Indonesia kelas XI Kurikulum 2013.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kualitas buku pelajaran bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas XI SMA yang sudah diterapkan di SMA di kota Palembang berdasarkan aspek psikologis siswa yang meliputi; motivasi, minat, dan daya stimulus aktivitas siswa dalam belajar, terutama belajar bahasa Indonesia?
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan kualitas buku pelajaran bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas XI SMA yang sudah diterapkan di SMA di kota Palembang berdasarkan aspek perkembangan psikologis siswa yang meliputi; motivasi, minat, dan daya stimulus aktivitas siswa dalam belajar, terutama belajar bahasa Indonesia.
Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan suatu teori untuk menilai kualitas buku pelajaran terutama yang berkaitan dengan motivasi, minat, dan stimulus siswa dalam membaca dan mempelajari buku tersebut. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan pemerintah untuk selalu mengembangkan buku pelajaran bahasa Indonesia yang berkualitas tinggi, terutama yang menarik minat siswa untuk membaca dan memperlajari buku tersebut.

2. METODOLOGI PENELITIAN

2.1 Buku Teks

Greene dan Petty telah menyusun cara penilaian buku teks dengan sepuluh kriteria. Apabila sesuatu buku teks dapat memenuhi 10 persyaratan yang diajukan, maka dapat dikatakan buku teks tersebut berkualitas. Butir-butir yang harus dipenuhi oleh suatu buku teks, yang tergolong dalam kategori berkualitas tinggi adalah:
1) Buku teks itu haruslah menarik minat anak-anak, yaitu para siswa yang mempergunakannya.
2) Buku teks itu haruslah mampu memberikan motivasi kepada para siswa yang memakainya.
3) Buku teks itu haruslah membuat ilustrasi yang menarik hati para siswa yang memanfaatkannya.
4) Buku teks itu seyogianyalah mempertimbangkan aspek-aspek linguistik sehingga sesuai dengan kemampuan para siswa yang memakainya.
5) Buku teks itu isinya haruslah berhubungan erat dengan pelajaran-pelajaran lainnya; lebih baik lagi kalau dapat menunjang rencana, sehingga semuanya merupakan suatu kebulatan yang utuh dan terpadu.
6) Buku teks itu haruslah dapat menstimulasi, merangsang, aktivitas-aktivitas pribadi para siswa yang mempergunakannya.
7) Buku teks itu haruslah dengan sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang samar-samar dan tidak biasa, agar tidak sempat membingungkan para siswa yang memakainya.
8) Buku teks itu haruslah mempunyai sudut pandangan atau “poin of view” yang jelas dan tegas sehingga pada akhirnya menjadi sudut pandangan para pemakainya yang setia.
9) Buku teks itu haruslah mampu memberi pemantapan, penekanan pada nilai-nilai anak dan orang dewasa.
10) Buku teks itu haruslah dapat menghargai perbedaan-perbedaan pribadi para siswa yang memakainya.
(Greene dan Petty 1971:545-548, dikutip dalam Tarigan, 1986:21).
Dari sebelas aspek tersebut yang menjadi kajian peneliti adalah aspek nomor 4, nomor 5, dan nomor 6. Untuk lebih memahami ketiga aspek tersebut, peneliti akan menguraikan lebih lanjut mengenai teori motivasi, minat, dan stimulus.

2.2 Teori Motivasi

Setiap tindakan motivasi mempunyai tujuan. Makin jelas tujuan yang diharapkan atau yang akan dicapai, makin jelas pula bagaimana tindakan memotivasi itu dilakukan. Tindakan memotivasi akan lebih dapat berhasil jika tujuannya jelas dan disadari oleh yang dimotivasi serta sesuai dengan kebutuhan orang yang dimotivasi. Hal ini sama seperti apa yang telah dikemukakan oleh Stone (2002:221) bahwa orang yang sukses memperoleh motivasi apabila dia telah menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkannya.
Dinyatakan Purwanto (2003:71) bahwa motivasi adalah “pendorongan”; suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah daya pendorong yang berguna untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.
Berhubungan dengan penelitian ini, motivasi akan dihubungkan dengan adanya dorongan siswa untuk belajar, menentukan arah perbuatan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, dan dapat menentukan perbuatan mana yang harus dilakukan, yang serasi, guna mancapai tujuan itu, sehingga motivasi dapat dikatakan sebagai salah satu alat yang dapat menentukan kebiasaan dan keberhasilan belajar siswa.
Berdasarkan uraian-uraian yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi belajar adalah daya pendorong yang menciptakan kondisi yang ideal, sehingga seseorang ingin, mau, dan senang untuk melakukan aktivitas belajar. Dengan diartikannya motivasi belajar sebagai penciptaan kondisi yang ideal sehingga seseorang ingin, mau, senang mengerjakan/belajar sesuatu, maka salah satu pendukungnya adalah penggunaan buku teks yang baik.

2.3 Teori Minat

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa minat sebagai kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu; gairah; dan keinginan. Sedangkan meminati berarti menaruh minat; memperhatikan; dan menginginkan. (Pusat Bahasa, 2008:744).
Purwanto (2003) mengemukakan bahwa minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Apa yang menarik minat seseorang, mendorongnya untuk berbuat lebih baik dan lebih giat. Perasaan senang dan tidak senang yang dimaksud di sini adalah perasaan senang terhadap buku teks bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas XI SMA yang digunakan di SMA kota Palembang.
Bahan-bahan pelajaran yang disajikan hendaknya disesuaikan dengan minat siswa dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Untuk menarik minat siswa, maka bahan belajar yang ada di dalam buku teks hendaknya dapat berwujud benda dan isi pendidikan. Bahan belajar dapat dijadikan sarana mempergiat belajar. Bahan belajar dapat menarik perhatian/minat siswa. Wujud fisik seperti bentuk buku, ukuran buku, gambar sampul, bentuk huruf dapat dibuat oleh penyusun buku sehingga dapat menarik perhatian pembaca. Isi buku yang terdiri dari informasi pengetahuan dapat dibuat mudah dibaca oleh pengarang. Gambar/foto dapat dibuat berwarna seperti aslinya agar menarik perhatian/minat siswa.

2.4 Teori Stimulus

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa, 2008:1091), Stimulus berarti “perangsang organisme bagian tubuh/reseptor lain untuk menjadi aktif.” Sedangkan stimulasi/menstimulasi berarti “mendorong dan menggiatkan.”
Purwanto (2003:94-95) mengemukakan bahwa stimulus itu adalah perangsang. Pavlov dan Watson, dan Skinner (Dikutip Purwanto, 2003:95) dalam teorinya Operant Conditioning, mengemukakan bahwa tingkah laku itu sebagai hubungan antara perangsang dan respon.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat diartikan bahwa stimulus adalah perangsang yang menimbulkan respon (reaksi) untuk melakukan suatu perbuatan. Stimulus dihubungkan dengan aktivitas belajar siswa dapat diartikan sebagai suatu perangsang, tantangan, dan penggiat aktivitas siswa. Salah satu alat yang dapat menstimulasi atau merangsang aktivitas siswa adalah bahan belajar yang berasal dari buku teks.
Agar bahan pelajaran yang ada di dalam buku teks menantang dan merangsang aktivitas siswa, maka tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar haruslah menantang. Sebagaimana dijelaskan oleh Dimyati dan Mudjiono (2003:48).
Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bergairah untuk mengatasinya. Bahan belajar yang banyak mengandung masalah yang perlu dipecahkan membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya. Pelajaran yang memberi kesempatan pada siswa untuk menemukan konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi akan menyebabkan siswa berusaha untuk mencari dan menemukan konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan generalisasi tersebut.

2.5 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deksriptif kualitatif yang memanfaatkan data kuantitatif.

2.6 Waktu Dan Tempat

Penelitian ini dilaksanakan selama satu tahun mulai dari proses pembuatan proposal sampai proses laporan akhir penelitian yang dimulai dari bulan Desember 2014 dan akan berakhir pada bulan Oktober 2015.
Tempat pelaksanaan penelitian di 3 SMA di Kota Palembang yang menerapkan kurikulum 2013, yaitu SMAN 6, SMAN 19, dan SMA Muhammadiyah V Palembang. Sebelum menyebarkan angket dan wawancara kepada kelompok sampel penelitian, peneliti melakukan uji coba angket terlebih dahulu kepada se-kelompok siswa. Kelompok siswa yang membantu proses uji coba angket adalah seluruh siswa kelas XI SMA NU. Kelompok siswa kelas XI ini pada tahun ajaran 2014/2015 menggunakan buku bahasa Indonesia kurikulum 2013. Siswa kelas XI SMA NU tahun ajaran 2014/2015 berjumlah 3 kelas, yaitu XI IPA 1, XI IPA 2, dan XI IPA 3.

2.7 Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas XI SMA yang ada di SMA kota Palembang yang sudah menerapkan kurikulum 2013. Populasi ditarik menjadi sampel penelitian berdasarkan tujuan penelitian. Penarikan sampel dilakukan dengan cara sampling purposive.
Setelah dilakukan sampling purposive, maka diperoleh beberapa sekolah yang dijadikan sebagai tempat penelitian. Sekolah tersebut adalah SMAN 6 Palembang, SMAN 19 Palembang, dan SMA Muhammadiyah V Palembang. Berdasarkan hasil survei tim peneliti dengan bertanya langsung ke beberapa guru dan siswa di sekolah tersebut, penentuan sekolah tersebut berdasarkan alasan, sebagai berikut.
1) Ketiga sekolah pada tahun ajaran 2014-2015 menggunakan kurikulum 2013.
2) Pada tahun ajaran tersebut, untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, kelas X, kelas XI, dan kelas XII menggunakan kurikulum 2013.
3) Buku paket bahasa Indonesia yang digunakan siswa dan guru dalam proses pembelajaran pada tahun ajaran tersebut, juga masih menggunakan buku bahasa Indonesia kurikulum 2013.
4) SMAN 6 dipilih karena sekolah tersebut termasuk sekolah unggulan di kota Palembang yang akreditasinya A.
5) SMAN 19 dipilih karena sekolah tersebut akreditasinya B.
6) SMA Muhammadiyah V dipilih karena mewakili sekolah swasta yang ada di kota Palembang.
7) Ketiga sekolah tersebut dipilih dengan alasan mewakili SMAN dan SMA swasta yang ada di kota Palembang, dengan alasan-alasan di atas dan status akreditasinya. Sehingga hasil angket yang disebar ke siswa kelas XI SMAN 6, SMAN 19, dan SMA Muhammadiyah V Palembang dapat mewakili seluruh siswa kelas XI di kota Palembang yang menggunakan buku teks bahasa Indonesia kurikulum 2013.

2.8 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, angket, dan wawancara.
Teknik dokumentasi ini dilakukan dengan cara mengkaji literatur yang berkaitan dengan aspek pengembangan motivasi, penumbuhan minat, dan daya stimulus aktivitas siswa.
Setelah itu, peneliti memberikan angket kepada siswa yang buku teksnya diteliti. Angket berbentuk angket tertutup dengan 4 pilihan, menggunakan skala Likert. Penggunaan angket bertujuan untuk menjaring aspek pengembangan motivasi, penumbuhan minat, dan daya stimulus aktivitas siswa.
Prosedur yang dilakukan peneliti dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut:
1) Peneliti mengumpulkan item untuk angket, yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Angket berbentuk angket tertutup dengan 4 pilihan, yaitu:
a = sangat setuju c= kurang setuju
b = setuju d= tidak setuju
2) Sebelum angket diberikan kepada kelompok responden sebagai sampel penelitian ini, peneliti melakukan uji coba angket terlebih dahulu kepada kelompok siswa kelas XI yang menggunakan buku teks bahasa Indonesia kurikulum 2013. Uji coba dilakukan untuk melihat validitas dan reliabilitas angket yang akan diberikan kepada kelompok sampel penelitian. Selain uji coba, peneliti juga meminta bantuan tim ahli untuk melihat dan memperbaiki bahasa angket yang akan diberikan kepada kelompok sampel penelitian.
3) Setelah itu, peneliti memberikan angket kepada sekelompok responden yang cukup representatif dari populasi yang ingin diketahui.
Wawancara dilakukan untuk melengkapi data yang sudah diperoleh dari angket. Wawancara dilakukan kepada guru dan siswa yang buku teks di sekolahnya diteliti. Pelaksanaan wawancara menggunakan panduan wawancara dan lembar pencatat, agar mempermudah peneliti dalam memperoleh dan menyerap informasi dari narasumber.

2.9 Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dari angket dan wawancara dianalisis, dideskripsikan, dan disimpulkan. Data hasil angket terlebih dahulu telah diteliti, dihitung, dan difrekuensi menggunakan perhitungan skala Likert. Jawaban 1 nilai 4, kedua nilai 3, ketiga nilai 2, dan keempat nilai 1, seluruh jawaban dijumlahkan dan dihitung persentasinya. Bila hasil persentasi kurang dari 75 berarti buku tersebut tidak berpengaruh baik terhadap aspek yang dikaji, sehingga kualitas buku yang berhubungan dengan motivasi, minat, dan stimulus siswa untuk membaca atau mempelajari buku tersebut juga tidak baik.
Sebelum memberikan angket kepada sampel penelitian, peneliti melakukan uji reliabilitas dan validitas angket dimaksudkan untuk mengetahui konsistensi alat ukur dalam penggunaannya dan mengukur sah atau valid tidak suatu angket yang akan diberikan.
Setelah angket dianalisis. Sebagai data pendukung penelitian ini, peneliti akan melakukan wawancara kepada guru dan siswa. Hasil angket dan wawancara dianalisis, dideskripsikan, lalu disimpulkan.
Adapun proses analisis data yang dilakukan peneliti dengan menggunakan perhitungan skala Likert, sebagai berikut:
1) Mengelompokkan hasil angket yang diperoleh.
2) Menentukan skor angket, kriterianya sebagai berikut.
a. Jawaban a (sangat setuju) nilainya 4
b. Jawaban b (setuju) nilainya 3
c. Jawaban c (kurang setuju) nilainya 2
d. Jawaban d (tidak setuju) nilainya 1
3) Menghitung skor angket
00% ……(1)
Keterangan:
N = Angka yang diolah dengan skor mentah.
R = Skor yang diperoleh dengan menjumlahkan angka-angka dari setiap butir angket.
S = Skor maksimum seluruh soal angket.
4) Mengelompokkan skor angket setiap siswa ke dalam tabel distribusi frekuensi.
Tabel 2. Contoh Distribusi Hipotesis Frekuensi
Kelas Interval Frekuensi
Kelas Frekuensi Persentase
75% – 100%
49%–74%
23%–48%

5) Menentukan skor angket yang memenuhi (dengan hasil persentasi 75 atau lebih dari 75) atau tidak memenuhi (dengan hasil persentasi kurang dari 75) kriteria.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 Validitas dan Reliabilitas Angket Uji Coba

Angket uji coba diberikan kepada seluruh siswa kelas XI SMA NU (Nadhatul Ulama). Kelas XI SMA NU berjumlah tiga kelas, yaitu XI IPA, XI IPS 1, dan XI IS 2. Jumlah responden kelas XI di sekolah ini ada 83 siswa yang mengisi angket.
Jumlah butir soal angket uji coba 30 soal. Soal 1-10 indikatornya tentang motivasi siswa, soal 11-20 indikatornya tentang minat siswa, dan soal 21-31 indikatornya tentang stimulus siswa membaca buku bahasa Indonesia kurikulum 2013 dan mempelajari bahasa Indonesia melalui buku tersebut.
Setelah memberikan angket di atas, peneliti memberi nilai para responden perbutir soal secara manual. Dengan sistem penilaian jika memilih: a = 4, b = 3, c = 2, dan d = 1. Kemudian, setelah selesai, penelitii melanjutkan ke uji validitas dan reliabilitas butir soal angket yang telah diberikan. Uji validitas dan reliabilitas menggunakan penghitungan data statistik spss.
Hasil pengolahan data statistik untuk uji validitas dan reliabilitas angket yang telah diujicobakan terlebih dahulu kepada kelompok responden uji coba berjumlah 83 angket yang telah diisi dengan jumlah butir soal 30 soal. Adapun hasil datanya, sebagai berikut.
Tabel 3. Hasil Uji Validitas
N %
Cases Valid 83 100.0
Excludeda 0 .0
Total 83 100.0

Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas
Cronbach’s Alpha Cronbach’s Alpha Based on Standardized Items N of Items
.828 .826 30

Berdasarkan hasil data di atas, maka dapat dideskripsikan bahwa angket uji coba (dengan jumlah butir soal 30 dan responden 83 orang) valid dengan tingkat persentase 100% absah dan reliabel. Oleh karena itu, angket tersebut dapat dijadikan sebagai alat instrumen yang tepat dan dapat dipercaya untuk membantu mengetahui kualitas buku teks bahasa Indonesia berdasarkan aspek motivasi, minat, dan stimulus, khususnya buku ajar bahasa Indonesia kelas XI kurikulum 2013.

3.2 Hasil Data Angket Kualitas Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013

Pendapat siswa menggenai kualitas buku teks bahasa Indonesia kelas XI kurikulum 2013 yang berhubungan dengan aspek Psikologis (motivasi, minat, dan stimulus) sangat mempengaruhi hasil penelitian. Pendapat siswa yang tergambar di dalam butir soal pada Angket dihitung dengan skala likert. Butir soal tersebut berjumlah 30 soal. Untuk soal no 1-10 berkenaan dengan motivasi, soal 11-20 untuk soal minat, dan 21-30 soal stimulus. Angket tersebut yang sebelumnya sudah diuji kevalidan dan reliabelnya, disebarkan kepada siswa kelas XI SMAN 6 Palembang, SMAN 19 Palembang, dan SMA Muhammadiyah V Palembang.
Angket yang baru diperoleh peneliti sampai tahap 70% penelitian ini adalah angket yang telah disebar ke siswa kelas XI SMA Muhammadiyah V Palembang. Untuk SMAN 6, angket sudah diproses dan masih akan disebar dan dibantu oleh tim lapangan. Untuk sekolah SMAN 19, penyebaran angket masih pada tahap perjanjian dengan pihak sekolah. Kesepakatan antara tim peneliti dengan pihak sekolah penyebaran angket dan wawancara akan dilakukan pada tanggal 27 Juli 2015. Jadi, sementara jumlah angket yang sudah disebar dan diolah untuk penilaian kualitas buku teks bahasa Indonesia kelas XI kurikulum 2013 di kota Palembang berjumlah 51 angket yang sudah diisi oleh responden. Hasil pengolahan skor angket yang baru diperoleh sementara dapat dilihat pada tabel 5, 6 dan 7.
Tabel 5. Hasil Skor Angket Kualitas Buku Teks Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 Berdasarkan Aspek Motivasi

Skor Angket
Kode Responden Skor
Kode Responden Skor

001 15 37,5% 027 37 92,5%
002 30 75% 028 20 50%
003 27 67,5% 029 30 75%
004 27 67,5% 030 30 75%
005 30 75% 031 24 60%
006 22 55% 032 10 25%
007 24 60% 033 33 82,5%
008 13 32,5% 034 14 35%
009 31 77,5% 035 35 87,5%
010 30 75% 036 36 90%
011 20 50% 037 28 70%
012 30 75% 038 23 57,5%
013 35 87,5% 039 31 77,5%
014 26 65% 040 27 67,5%
015 30 75% 041 29 72,5%
016 28 70% 042 33 82,5%
017 30 75% 043 23 57,7%
018 20 50% 044 32 80%
019 32 80% 045 32 80%
020 17 42,5% 046 32 80%
021 23 57,5% 047 28 70%
022 26 65% 048 27 67,5%
023 21 62,5% 049 30 75%
024 25 62,5% 050 33 82,5%
025 37 92,5% 051 32 80%
026 33 82,5%

Tabel 6. Hasil Skor Angket Kualitas Buku Teks Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 Berdasarkan Aspek Minat

Skor Angket
Kode Responden Skor
Kode Responden Skor

001 19 47,5% 027 38 95%
002 24 60% 028 20 50%
003 24 60% 029 30 75%
004 22 55% 030 30 75%
005 23 57,5% 031 20 50%
006 30 75% 032 16 40%
007 23 57,5% 033 33 82,5%
008 23 57,5% 034 22 55%
009 31 77,5% 035 26 65%
010 24 60% 036 30 75%
011 25 62,5% 037 29 72,5%
012 24 60% 038 26 65%
013 32 80% 039 30 75%
014 22 55% 040 26 65%
015 31 77,5% 041 31 77,5%
016 31 77,5% 042 28 70%
017 27 67,5% 043 22 50%
018 38 95% 044 23 57,5%
019 24 60% 045 29 72,5%
020 18 45% 046 27 67,5%
021 25 62,5% 047 31 77,5%
022 27 67,5% 048 31 77,5%
023 24 60% 049 26 65%
024 28 70% 050 28 70%
025 30 75% 051 23 57,5%
026 40 100%

Tabel 7. Hasil Skor Angket Kualitas Buku Teks Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 Berdasarkan Aspek Stimulus

Skor Angket
Kode Responden Skor
Kode Responden Skor

001 21 52,5% 027 29 72,5%
002 20 50% 028 20 50%
003 23 57,5% 029 30 75%
004 28 70% 030 30 75%
005 25 62,5% 031 20 50%
006 37 67,5% 032 20 50%
007 18 45% 033 30 75%
008 23 57,5% 034 20 50%
009 23 57,5% 035 31 77,5%
010 27 67,5% 036 26 65%
011 28 70% 037 35 87,5%
012 25 62,5% 038 21 52,5%
013 21 52,5% 039 33 82,5%
014 25 62,5% 040 24 60%
015 22 55% 041 22 55%
016 30 75% 042 23 57,5%
017 23 57,,5% 043 27 67,5%
018 17 42,5% 044 27 67,5%
019 29 72,5% 045 25 62,5%
020 28 70% 046 28 70%
021 38 95% 047 25 62,5%
022 26 65% 048 22 55%
023 23 57,5% 049 28 70%
024 20 50% 050 27 67,5%
025 37 92,5% 051 31 77,5%
026 40 100%

Setelah pengolahan data di atas, maka data skor angket di atas disusun ke dalam tabel distribusi hipotesis frekuensi. Hal ini untuk mempermudah peneliti menentukan penilaian persentase angket yang mencapai nilai 75%. Adapun distribusi hipotesis frekuensi yang dimaksud, sebagai berikut.

Tabel 8. Distribusi Hipotesis Frekuensi Relatif dan Persentase Skor Angket
Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum 2013 Berdasarkan Aspek Motivasi

No Kelas Interval Frekuensi Jumlah Siswa Frekuensi Relatif Frekuensi Persentase
1 23-48% 5 0.10 10%
2 49-74% 21 0,41 41%
3 75-100% 25 0,49 49%

Berdasarkan tabel buku teks bahasa Indonesia kelas XI, kurikulum 2013 di atas, untuk sementara dapat dideskripsikan bahwa buku teks ini belum dapat memotivasi siswa untuk membaca dan mempelajari buku tersebut. Hal ini terlihat dari hasil penghitungan persentase yang hanya mencapai 49%.
Tabel 9. Distribusi Hipotesis Frekuensi Relatif dan Persentase Skor Angket
Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum 2013 Berdasarkan Aspek Minat

No Kelas Interval Frekuensi Jumlah Siswa Frekuensi Relatif Frekuensi Persentase
1 23-48% 3 0.06 6%
2 49-74% 31 0,60 60%
3 75-100% 17 0,33 33%

Berdasarkan tabel buku teks bahasa Indonesia kelas XI, kurikulum 2013 di atas, untuk sementara dapat dideskripsikan bahwa buku teks ini belum dapat menarik minat siswa untuk membaca dan mempelajari buku tersebut. Hal ini terlihat dari hasil penghitungan persentase yang hanya mencapai 33%.
Tabel 10. Distribusi Hipotesis Frekuensi Relatif dan Persentase Skor Angket
Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas XI Kurikulum 2013 Berdasarkan
Aspek Stimulus Aktivitas Siswa

No Kelas Interval Frekuensi Jumlah Siswa Frekuensi Relatif Frekuensi Persentase
1 23-48% 2 0.04 4%
2 49-74% 38 0,75 75%
3 75-100% 11 0,22 22%

Berdasarkan tabel buku teks bahasa Indonesia kelas XI, kurikulum 2013 di atas, untuk sementara dapat dideskripsikan bahwa buku teks ini juga belum dapat menstimulus aktivitas siswa untuk membaca dan mempelajari buku tersebut. Hal ini terlihat dari hasil penghitungan persentase yang hanya mencapai 22%.

4. SIMPULAN

Adapun simpulan dari hasil penelitian ini, sebagai berikut.
1) Angket yang akan diberikan kepada kelompok sampel penelitian untuk mengetahui kualitas buku teks bahasa Indonesia kelas XI kurikulum 2013 dapat disimpulkan valid dan reliabel. Hal ini terbukti dengan uji validitas dan reliabilitas yang sudah dilakukan terhadap angket tersebut.
2) Kualitas buku pelajaran bahasa Indonesia kurikulum 2013, kelas XI , yang telah dinilai berdasarkan persepsi siswa kelas XI SMA Muhammadiyah V Palembang untuk kategori motivasi, minat, dan stimulus siswa belajar tidak mencapai persentase nilai 75%, sehingga buku ini dapat dideskripsikan belum dapat memotivasi siswa belajar, menarik minat siswa, dan menstimulus siswa belajar dan membaca buku tersebut.

DAFTAR RUJUKAN

Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta. Jakarta.

Kosasih, E. 2003. Upaya Pembelajaran Bahasa dengan Buku Teks. Artikulasi: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia, Oktober 2003, Vol. 2, No. 4, Hlm. 192—196. Bandung: FBPS-UPI.

Mayrita, Hastari. 2007. Analisis Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas VII SMPN Kota Palembang. Universitas Sriwijaya. Indralaya.

______________. 2010. Evaluasi Buku Teks Bahasa Indonesia Penerbit Platinum. Universitas Sriwijaya. Palembang.

Purwanto, Ngalim. 2003. Psikologi Pendidikan. PT Remaja Rosdakarya. Bandung.

Pusat Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Balai Pustaka. Jakarta.

Siska, Septa Olpidiya. 2003. Telaah Kualitas Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas Tiga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Penerbit Mitra Panaitan. Penelitian. FKIP Universitas Sriwijaya. Indralaya.

Stone, Clement. 2002. Keajaiban Motivasi. Restu Agung. Jakarta.

Tarigan, Djago dan H. G. Tarigan. 1986. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Angkasa. Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *