Artikel PKM GT

PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN MENJADI ANAK YANG CERDAS DAN MANDIRI DI KOTA PALEMBANG

DIUSULKAN OLEH :

 1. TIARA DAMAR WULAN           (09132025)                  ( 2009)

2. FEBRY ANGGRAINI                  (10132026)                  (2010)

3. KURNILAH                                  (08132020)                  (2008)

 

UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG

PALEMBANG

2012

RINGKASAN

 

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki luas perairan 3.257.483 km² dan luas daratan 1.922.570 km². Indonesia terdiri dari 33 provinsi dengan populasi penduduk yang cukup padat. Masalah kependudukan merupakan masalah umum yang dimiliki oleh setiap negara di dunia ini. Secara umum, masalah kependudukan di berbagai negara dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dalam hal kuantitas atau jumlah penduduk dan kualitas penduduknya

 

Palembang sebagai salah satu ibu kota provinsi memiliki jumlah populasi penduduk sebanyak 1.455.284 jiwa. Hal ini membuat kualitas penduduk di Palembang tidak begitu baik, terlihat dengan banyaknya masyarakat yang kelas ekonominya menengah ke bawah. Himpitan ekonomi warga membuat anak-anak turut mencari nafkah di jalanan. Di kota Palembang banyak terdapat anak jalanan atau pun anak punk yang berkeliaran di jalanan. Mereka mengaharap belas kasihan dari orang lain. Mereka mengamen, meminta-minta kepada siapa saja yang lewat. Untuk mengamen biasanya mereka menaiki bus-bus yang sedang beroperasi. Tak jarang kegiatan mereka mengancam keselamatan diri mereka sendiri dan meresahkan warga sekitar. Oleh karena itu, diperlukan suatu strategi untuk memberdayakan anak jalanan menjadi anak yang cerdas dan mandiri.

 

Permasalahan anak jalanan merupakan salah satu permasalahan yang cukup rumit dan selama ini kurang diperhatikan oleh pihak lain, termasuk pemerintah. Namun demikian, masih terdapat beberapa kepedulian terhadap mereka.Masalah ini harus diselesaikan secara pelan-pelan melalui satu proses yang panjang sehingga mereka dapat menjadi anak rumahan dan pemberdayaan anak jalanan tersebut harus dilakukan secara langsung, dengan memberikan contoh karena mereka butuh contoh, bukan omongan karena omongan cenderung bersifat prematur, tambahnya.

 

Karya tulis ini bertujuan untuk merumuskan konsep untuk menjadikan Palembang sebagai kota yang tertib. Selain itu karya tulis ini bertujuan untuk memberikan gagasan agar anak jalanan dapat menjadi anak yang cerdas dan mandiri. Konsep tersebut ditunjang oleh beberapa teori yaitu mengaktualisasikan kemampuan diri anak jalanan di masyarakat sekitarnya, dan memberikan keterampilan kepada anak jalanan sehingga mereka dapat mengekspresikan karya mereka. Gagasan ini ditulis dengan dengan analisis dari beberapa permasalahan yang terjadi pada anak jalanan di Indonesia, yang dikombinasi dengan solusi logis berdasarkan tinjauan pustaka yang ada.

 

Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa terdapat 3 (tiga) kelompok penyebab pokok anak-anak menjadi anak jalanan yaitu (1) kesulitan ekonomi keluarga yang menempatkan seorang anak harus membantu keluarganya mencari uang dengan kegiatan-kegiatan dijalan; (2) ketidakharmonisan rumah tangga atau keluarga, baik hubungan antara bapak dan ibu, maupun orang tua dengan anak; (3) suasana lingkungan yang kurang mendukung untuk anak-anak menikmati kehidupan masa kanak-kanaknya termasuk suasana perselingkungan yang kadang-kadang dianggap mereka sangat monoton dan membelenggu hidupnya.

 

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

 

Sejak krisis ekonomi terasa semakin kompleks memburuknya situasi perekomonian nasional yang berkepanjangan dengan cepat mulai menyentuh lapisan masyarakat paling bawah, termasuk di wilayah Sumatera Selatan.  Permasalahan ini bukan saja menyebabkan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat mengalami kemunduran berupa terganggunya produksi distribusi dan konsumsi, tetapi juga melahirkan penurunan daya beli masyarakat dan bahkan daya tahan penduduk dalam memenuhi kebutuhan hidup yang makin melambung (Suyanto, 2002). Terpuruknya perekonomian berakibat lebih jauh terhadap banyaknya anak yang mencari kegiatan agar dapat menghasilkan uang untuk membantu ekonomi orangtuanya dengan turun ke jalan dan banyak di antara mereka terpaksa meninggalkan sekolah guna mencari nafkah di jalan. Sehingga jumlah anak jalanan di kota-kota besar menunjukkan peningkatan yang cukup tajam.  Hal ini ditunjukkan  data secara nasional dari Badan Kesejahteraan Sosial Nasional  bahwa peningkatan anak jalanan sebelum krisis 15% dan angka itu meningkat hingga 100% dalam masa krisis, selain itu terungkap berbagai perlakuan eksploitasi dan perlakuan salah terhadap anak jalanan diantaranya adalah: 1) penanganan yang cenderung represif dari Pemda yang lebih demi kepentingan kebersihan kota; 2) melakukan pelecehan seksual dari orang dewasa terhadap anak; dan 3) adanya penculikan anak jalanan untuk dipekerjakan untuk eksploitasi ekonomi dan eksploitasi seksual.

 

Permasalahan anak jalanan saat ini tidak henti-hentinya disoroti sebagai permasalahan yang tak ada ujung pangkalnya bagaikan lingkaran setan yang tak kunjung habisnya. Ada apa dan kenapa, apakah pembinaan yang selama ini diterapkan tidak sesuai atau karena hal lain? faktor inilah yang membuat penulis tertarik dan ingin turut memberikan sumbangan pemikiran dalam mengidentifikasi penyebab maraknya anak jalanan serta upaya mencari solusi pembinaan yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan anak jalanan di kota Palembang,  karena jika permasalahan ini tidak segera diatasi maka kondisi anak jalanan itu sendiri akan semakin gawat, kemungkinan besar menghadapi kematian dini selalu ada dan sekalipun bisa bertahan hidup maka masa depan mereka teramat suram. Selain itu sangat mungkin kelak setelah dewasa mereka akan menjadi warga masyarakat yang menyusahkan orang lain atau dapat dikatakan melahirkan generasi yang semakin terpuruk. Oleh karena itu, kompleksnya permasalahan anak jalanan sehingga menuntut penanganan yang cermat, serius, terfokus, dan kontinyu.

Tujuan

Karya tulis ini bertujuan merumuskan konsep pemberdayaan anak jalanan menjadi anak cerdas dan mandiri di kota Palembang.

Manfaat

Manfaat karya tulis ini adalah menambah kesadaran pemerintah kota dan masyarakat akan pentingnya pemberdayaan anak jalanan demi ketertiban kota dan masa depan anak karena anak merupakan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, pendidikan dan rehabilitasi bagi anak jalanan harus dijalankan.download
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *