Home » » Proyeksi Komplementer

Proyeksi Komplementer

24 February 2014

Ketika berjalan sendirian di mala hari pada gang yang sempit, saat menelusuri jalan tersebut, ada rasa cemas dan takut. Suara-suara gaduh tikus pun dirasakan sebagai suatu yang terdengar sangat jelas dan menambah perasaan cemas pada diri sendiri. Saat melihat kearah ujung jalan, dan melihat seorang laki-laki berjaket berjalan menuju kitsa. Kecemasan yang dirasakan berubah menjadi perasaan takut. Laki-laki berjaket tersebut digambarkan sosok yang mengancam. Kita pun mencoba menambah irama jalan sedikit lebih cepat bakhan bertambah sampai berlari.

Kondisi tersebut di dalam istilah psikologis dinamakan kondisi proyeksi komplementer. Proyeksi komplementer adalah suatu kondisi berupa kecemasan, marah atau ketakutan dalam diri sendiri yang mempengaruhi gambaran ketika menilai orang lain. Saat muncul perasaan takut pada diri seseorang, maka orang tersebut akan menggambarkab orang lain yang mencurigakan, tidak dikenal, dan yang telah dipandang negative sebagai sesuatu yang mengancam.

Ketika kondisi cemas atau takut yang dirasakan penyebabnya bukan dari kesalahan internal, maka penyebab akan diproyeksi ke orang lain. Dengan kata lain, orang lain dijadikan sebagai penyebab rasa cemas dan rasa takut. Cara yang lebih dalam mengilustrasikannya dengan mempelajari proses proyeksi komplementer dengan penelitian eksperimen

Uncategorized

No Comments to “Proyeksi Komplementer”

Leave a Reply

(required)

(required)