Archive for October 2012

Contoh Desain Baju dengan Semiotika

Mata kuliah Komunikasi Bisnis yang di ajarkan Oleh DR. Dedi Rianto, waktu menyelesaikan Magister TI, ternyata menyisakan sebuah file…… (kayaknya sudah cukup berdebu, yang tersimpan di dalam harddisk usang). Mr. Zanial yang waktu itu cukup banyak memberikan masukkan dalam proses editingya walau kadang ada perdepatan alot bersama teman-teman “Mr. Ramon Bulu Cawang” yang lain. dengan sedikit keraguan untuk ditampilkan disini, tetapi dengan sedikit senyuman manis dari Mr. Wydyanto yang duduk disebelah, akhirnya dapat keberanian untuk di maki-maki oleh teman teman he..he..he.. just kidding.

Desain Baju khusus untuk jeme Lahat… “Jeme Karoet“… artinya Orang Ganteng he..he..he

Desain yang satu ini memberikan Simbol Batu, dan hanya orang lahat yang tau

Desain yang ini, hanya memberikan kamus singkat tentang bahasa Palembang

Desain ini, mencoba menampilkan makanan wajib kalo berkunjung ke palembang

Desain “Oncak” artinya Andalan, bagaimana keindahan wanita 3 U

Desain ini mencoba memberikan simbol keragaman masyarakat wong kito

Desain ini mengingatkan keindahan sungai musi dan kelembutan “Budak” … Wanita yang emm…!

Desain ini merupan simbol “cinta yang panjang” sepanjang jembatan ampera yang tak pernah Putus

Keragaman Hayati di alam Bawah Sadar

Indahnya Berkarya dengan Semiotika

Semiotika

Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanda. Konsep tanda ini melihat bahwa makna muncul ketika ada hubungan yang bersifat asosiasi atau in absentia antara yang ditandai (signified) dan yang menandai (signifier). Tanda adalah kesatuan dari suatu bentuk penanda (signifier) dengan sebuah ide atau petanda (signified). Dengan kata lain, penanda adalah “bunyi yang bermakna” atau “coretan yang bermakna”.

Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda (sign), fungsi tanda, dan produksi makna. Tanda adalah sesuatu yang bagi seseorang berarti sesuatu yang lain. Semiotik mengkaji tanda, penggunaan tanda dan segala sesuatu yang bertalian dengan tanda. Dengan kata lain, perangkat pengertian semiotik (tanda, pemaknaan, denotatum dan interpretan) dapat diterapkan pada semua bidang kehidupan asalkan ada prasyaratnya dipenuhi, yaitu ada arti yang diberikan, ada pemaknaan dan ada interpretasi (Cristomy dan Untung Yuwono, 2004:79).

Pierce juga menandaskan bahwa kita hanya dapat berfikir dengan medium tanda. Manusia hanya dapat berkomunikasi lewat sarana tanda. Tanda dalam kehidupan manusia bisa berati gerakan ataupun isyarat. Anggukan ataupun gelengan dapat berati sebagai setuju dan tidak setuju, tanda peluit, genderang, suara manusia bahkan bunyi telepon merupakan suatu tanda.

Tanda dapat berupa tulisan, angka dan bisa juga berbentuk rambu lalu lintas contohnya merah berati berhenti (berbahaya jika melewatinya) dan masih banyak ragamnya. Merujuk teori Pierce, tanda-tanda dalam gambar dapat dilihat dari jenis tanda yang digolongkan dalam semiotika. Pierce membagi tanda menjadi tipe-tipe : ikon, indeks dan simbol. Pierce merasa bahwa ini merupakan model yang sangat bermanfaat dan fundamental mengenai sifat tanda. Tanda adalah sesuatu yang yang mewakili sesuatu. Sesuatu itu dapat berupa pengalaman, pikiran, gagasan atau perasaan. Jika sesuatu misalnya A adalah asap hitam yang mengepul di Universitas Bina Darma
kejauhan, maka ia dapat mewakili B, yaitu misalnya sebuah kebakaran (pengalaman). Tanda semacam itu dapat disebut sebagai indeks yakni antara A dan B ada keterkaitan (contiguity). Tanda juga bisa berupa lambang ataupun simbol, Burung Dara sudah diyakini sebagai tanda atau lambang perdamaian; Burung Dara tidak begitu saja bisa diganti dengan burung atau hewan yang lain.

Ikon adalah hubungan antara tanda dan objek atau acuan yang bersifat kemiripan (menunjukkan suatu kemiripan) , ini yang kerapkali jelas dalam tanda-tanda visual misalnya foto seseorang dapat dikatakan ikon; sebuah peta adalah ikon; gambar yang ditempel di pintu kamar kecil pria dan wanita adalah ikon.

Pada dasarnya ikon merupakan suatu tanda yang bisa menggambarkan ciri utama sesuatu meskipun sesuatu sesuatu yang lazim disebut sebagai objek acuan tersebut tidak hadir. Ikon adalah suatu benda fisik (dua atau tiga dimensi) yang menyerupai apa yang dipresentasikannya. Reprentasi ikon ini ditandai dengan kemiripan. Contohnya, foto calon anggota legislatif dalam kertas suara ataupun gambar yang banyak tersebar di jalan raya saat berlangsungnya pemilu adalah sebuah ikon.

Model tanda objek interpretant dari Pierce merupakan sebuah ikon dalam upayanya mereproduksi dalam konkret struktur relasi yang abstrak di antara unsur-unsurnya. Dapat pula dikatakan sebagai ikon atau tanda yang memiliki ciri yang sama dengan apa yang dimaksudkan. Misalnya: Foto atau gambar Soekarno adalah sebagai ikon seorang presiden pertama di Indonesia atau bapak orator indonesia. Peta Indonesia adalah ikon dari wilayah Indonesia yang tergambar dalam peta tersebut. Cap jempol Soekarno adalah ikon dari ibu jari presiden pertama Indonesia.
Indeks adalah tanda yang memiliki hubungan sebab-akibat dengan apa yang diwakilinya. Atau disebut tanda sebagai suatu bukti. Contohnya: asap dan api, asap akan menunjukkan adanya api disekitarnya. Jejak telapak kaki di tanah merupakan tanda indeks orang yang melewati tempat itu. Tanda tangan (signature) adalah indeks dari keberadaan seseorang yang menoreh tanda tangan tersebut.

Simbol merupakan tanda berdasarkan konvensi, peraturan atau perjanjian yang disepakati bersama. Simbol baru dapat dipahami jika seseorang sudah mengerti arti yang telah disepakati bersama. Simbol baru dapat dipahami jika seseorang sudah mengerti arti yang telah disepakati sebelumnya. Contohnya: Garuda Pancasila bagi bangsa Indonesia adalah burung yang memiliki perlambang yang kaya makna. Namun bagi orang yang memiliki latar budaya yang berbeda, seperti orang eskimo, Garuda Pancasila akan dianggap sebagai burung yang biasa saja yang disamakan dengan burung-burung sejenis elang lainnnya.

Hubungan antara ikon, indeks dan simbol bersifat konfesional. Hubungan antara simbol, thought of referenc (pikiran atau referensi) dan referent (acuan) dapat digambarkan melalui bagan semiotic triangle berikut ini : Pikiran atau Referensi Simbol Acuan Sumber: Alex Sobur, 2003:159

Desain Kawat yang Unik dan Lucu

Kawat adalah sebuah benda kecil dan panjang, selain gunanya banyak dan multi fungsi,misalnya kalau tidak ada kawat mungkin tidak ada tiang listrik atau kalau tidak ada kawat mungkin tidak ada lagu ‘kawat-kawat cinta he..he..he..” (ngayal dikit). Ternyata kawat juga dapat dijadikan sebuah objek yang unik dan lucu.

Jihad Melawan Koruptor

Jihad ( جهاد ) adalah berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syariat Islam.[1]

Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan Din Allah atau menjaga Din tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran. Jihad yang dilaksanakan Rasul adalah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi.

Pelaksanaan Jihad

Pelaksanaan Jihad dapat dirumuskan sebagai berikut:

  • Pada konteks diri pribadi – berusaha membersihkan pikiran dari pengaruh-pengaruh ajaran selain Allah dengan perjuangan spiritual di dalam diri, mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
  • Komunitas – Berusaha agar Din pada masyarakat sekitar maupun keluarga tetap tegak dengan dakwah dan membersihkan mereka dari kemusyrikan.
  • Kedaulatan – Berusaha menjaga eksistensi kedaulatan dari serangan luar, maupun pengkhianatan dari dalam agar ketertiban dan ketenangan beribadah pada rakyat di daulah tersebut tetap terjaga termasuk di dalamnya pelaksanaan Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Jihad ini hanya berlaku pada daulah yang menggunakan Din Islam secara menyeluruh (Kaffah).   Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/

Wawancara khusus dengan Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab MA, seputar kasus korupsi yang kian menjalar dari pusat hingga ke daerah-daerah. Bagaimana pandangan Islam mengenai korupsi yang terjadi di Indonesia. Apa solusi Islam untuk memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya. Berikut ini kutipan wawancara bersama TabloidSuara Islam:

Sebagai pemimpin Laskar Anti korupsi (LAKI) Pejuang, menurut Habib mengapa korupsi masih terus terjadi, bahkan intensitasnya semakin meningkat meski telah ada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ?

Intesitas korupsi di Indonesia makin meningkat, karena memang sistem politik dan ekonominya merupakan Sistem Korup. Nah, Sistem Korup inilah yang telah mengebiri KPK agar tidak bisa kerja optimal dengan hasil yang maksimal. Bahkan, kini KPK nya telah terperangkap dalam kubangan Sistem Korup yang mengepungmya, sehingga mulai ada komunitas yang memplesetkan KPK sebagai Komisi Perlindungan Koruptor.

Menurut penilaian Habib, bagaimana kinerja KPK sekarang ini ?

Dalam sejumlah kasus langkah KPK patut dipuji dan diberikan apresiasi, namun dalam sejumlah kasus lainnya KPK masih belum mampu melepaskan diri dari intervensi rezim penguasa. Misalnya dalam Kasus Century, KPK hanya berani menyentuh ekor bukan kepala. Padahal, kalau kita ingin tangkap ular, ketok kepalanya maka ekor ikut lumpuh, tapi kalau ketok ekor maka kepalanya “nyatek”.

Sumber : http://kabarnet.wordpress.com

Jadi apakah anda setuju bila KORUPTOR di Hukum Mati….!!!

Kelucuan Teori Evolusi Jilid 1

Secara teoritis tentang EVOLUSI

Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi.

Dengan Gambar yang sedikit menggelitik urat geli evolusi dapat di licinkan dengan gambar berikut ini.