ANALISIS POSTUR KERJA : OWAS

OWAS merupakan suatu metode yang digunakan untuk melakukan pengukuran tubuh dimana prinsip pengukuran yang digunakan adalah keseluruhan aktivitas kerja direkapitulasi, dibagi ke beberapa interval waktu (detik atau menit), sehingga diperoleh beberapa sampling postur kerja dari suatu siklus kerja dan/atau aktivitas lalu diadakan suatu pengukuran terhadap sampling dari siklus kerja tersebut. Konsep pengukuran postur tubuh ini bertujuan agar seseorang dapat bekerja dengan aman (safe) dan nyaman. Metode ini digunakan untuk mengklasifikasikan postur kerja dan beban yang digunakan selama proses kedalam beberapa kategori fase kerja. Postur tubuh dianalisa dan kemudian diberi nilai untuk diklasifikasikan. OWAS bertujuan untuk mengidentifikasi resiko pekerjaan yang dapat mendatangkan bahaya pada tubuh manusia yang bekerja
SELENGKAPNYA

http://ergonomi-fit.blogspot.com/2012/01/analisis-postur-kerja-owas.html

Leave a comment

POKA YOKE

Di dalam kegiatan produksi atau kerja banyak faktor yang menyebabkan defect akibat kesalahan kerja, di antaranya faktor manusia, material, mesin, metode, informasi, dan lain-lain. Namun jika ditelusuri kita akan sampai pada suatu fakta bahwa setiap defect sumbernya adalah manusia. Sangat fatal jika sikap kita dengan mengatakan, “Ya, tidak ada yang dapat diperbuat terhadap sebuah kasalahan, manusia selalu membuat kesalahan”. Dan sayangnya kita cenderung menerima kasalahan sebagai hal yang biasa, dan menyalahkan orang yang membuat kesalahan. Dengan sikap seperti ini, kita mungkin sama saja dengan membiarkan defect terjadi dalam Produksi. Akhirnya defect ini terdeteksi hanya pada saat inspeksi terakhir atau, yang lebih parah, terdeteksi oleh Pelanggan.

Seharusnya kita memiliki sikap, bahwa kesalahan dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan. Salah satu caranya mengurangi atau menghilangkan kesalahan yang bersumber pada manusia atau human error adalah dengan Poka Yoke.

Poka Yoke (diucapkan “po-ka-yo-ke”) berasal dari bahasa Jepang yokeru yang berarti “menghindari” dan poka yang berarti “kesalahan (diakibatkan kelalaian dan/atau ketidaksengajaan)”. Jadi secara sederhana Poka Yoke adalah menghindari kesalahan dalam produksi atau kerja. Konsep Poka Yoke ditemukan oleh Shigeo Shingo, seorang insinyur di Matsushita manufacturing, dan merupakan bagian dari Toyota Production System. Poka-Yoke awalnya disebut sebagai Baka Yoke, namun karena artinya kurang pantas, yaitu “menghindari ketololan”, maka kemudian diubah menjadi Poka Yoke.

Secara umum, Poka Yoke didefinisikan sebagai suatu konsep manajemen mutu guna menghindari kesalahan akibat kelalaian dengan cara memberikan batasan-batasan dalam pengoperasian suatu alat atau produk dan pada umumnya berkaitan dengan isu produk cacat atau defects.

Shigeo Shingo memperkenalkan 3 jenis Poka Yoke:
• Metode Kontak, mengidentifikasi apakah ada kontak antara alat dan produk.
• Metode Nilai-Tetap, memastikan apakah sejumlah tertentu gerakan telah dilakukan.
• Metode Tahap-Gerak, memastikan apakah sejumlah langkah proses tertentu telah dilakukan.
Poka Yoke berfungsi optimal saat ia mencegah terjadinya kesalahan, bukan pada penemuan adanya kesalahan. Karena kelalaian operator atau pekerja biasanya terjadi akibat letih, ragu-ragu atau bosan/jenuh. Jadi Poka Yoke mencegah terjadinya kesalahan atau kerusakan atau defect yang bisa terjadi akibat human error. Keberadaan Poka Yoke menjadi sangat berarti karena solusi mencegah terjadinya kelalaian tersebut sama sekali tidak memerlukan perhatian penuh dari operator bahkan saat si operator sedang tidak fokus dengan apa yang dikerjakannya.

Penerapan konsep Poka Yoke dalam kehidupan sehari-hari pun ternyata sangat banyak ditemukan. Contoh paling umum adalah kesalahan pemasangan akan dideteksi dan pemakai seolah “diingatkan” kalau telah terdapat kekeliruan/pemasangan yang tidak tepat atau terbalik. Berikut adalah contoh-contoh kasus penerapan Poka Yoke diberbagai kondisi:
• Kunci kendaraan (motor dan mobil) didesain sedemikian rupa sehingga pengemudi tidak bisa melepaskan kunci sebelum kunci pada posisi ‘OFF’. Pada kendaraan dengan sistem transmisi otomatis, bahkan kunci kendaraan tidak bisa dilepaskan sebelum posisi transmisi di posisi ‘PARK’
• Disket komputer berukuran 3,5” didesain sedemikian rupa sehingga bisa masuk ke drivernya jika posisinya benar
• Dalam proses manufaktur, biasanya jig didesain sedemikian rupa sehingga hanya memungkinkan material diproses dalam arah dan letak tertentu
• Di beberapa produk, biasa kita jumpai posisi sekrup tidak simetris, sehingga saat akan dipasang kembali, hanya dimungkinkan jika arah dan posisinya sesuai
• Keping SIM card pada telepon genggam, pada salah satu ujungnya di trim sehingga posisi letaknya tidak bisa tertukar
Tentu ini merupakan contoh yang sangat sederhana. Pada proses produksi terutama pada proses manufaktur di pabrik, beragam proses yang sangat “sulit” berpotensi “lolos” dari pemeriksaan pekerja yang bersangkutan. Poka yoke yang dipergunakan pun akan lebih kompleks untuk dapat mendeteksi terjadinya penyimpangan proses dan parts yang cacat (defect).

Setiap pekerja seharusnya dapat mempraktekkan Poka Yoke di area kerja masing-masing, karena prinsip-prinsip dasar dari Poka Yoke sesuai dengan karakteristik dari perangkat Poka Yoke, dimana sebuah perangkat Poka Yoke haruslah memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Dapat digunakan oleh semua orang/karyawan
2. Mudah dipasang
3. Tidak memerlukan perhatian terus-menerus dari operator
4. Murah, kurang dari USD 50
5. Dapat memberikan umpan-balik dan/atau tindakan korektif/pencegahan secara cepat
Poka Yoke dan Ergonomi

Telah disebutkan bahwa secara sederhana, Poka Yoke merupakan salah satu metode untuk mecegah terjadinya kesalahan pada kerja dan yang menjadi isu utama penerapan dari Poka Yoke adalah kesalahan manusia atau human error. Karena berkaitan dengan kerja dan manusia maka tidak bisa lepas dari ilmu kerja yakni ergonomi yang berprinsip fit the job to the man. Selain itu, Poka Yoke bermaksud untuk mengatasi kesalahan kerja sehingga dapat mengurangi akibat dari kesalahan kerja (yang biasanya berupa product defect) dan muaranya jelas untuk meningkatkan produktivitas kerja sesuai dengan tujuan akhir ergonomi.

Di dalam area kerja, Poka Yoke lebih dipandang suatu konsep ketimbang sebuah prosedur, karenanya penerapannya dimulai dari apa yang karyawan pikir dapat mereka lakukan untuk mencegah kesalahan di area kerja mereka, dan bukan sebagai langkah demi langkah bagaimana melakukan suatu pekerjaan. Karena itu Poka Yoke bisa disebut sebagai konsep dalam kerja yang ergonomis. Bahkan ada sumber yang mengatakan bahwa Poka Yoke adalah “ergonomics by another name”. Masih berkaitan dengan ergonomi, selain mengatasi kesalahan kerja atau produksi, Poka Yoke juga dapat meminimalisir kecelakaan kerja. Contoh penerapan Poka Yoke dalam mengurangi risiko bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan adalah pada desain produk standar beberapa sepeda motor (terutama sepeda motor keluaran baru). Ketika standar masih dalam posisi di bawah maka sepeda motor tidak dapat dinyalakan, sepeda motor hanya bisa dinyalakan ketika standar sudah dinaikan.

Poka Yoke dan Eliminasi Waste / Muda

Konsep dasar Poka Yoke tidak terpisah dari eliminasi waste / muda, yaitu untuk mengeliminasi kemunculan berbagai muda karena proses yang tidak benar (untuk mengetahui lebih lanjut tentang waste atau muda klik disini atau disini). Salah satu tujuan memasang Poka Yoke adalah untuk menghindari kerusakan, baik kerusakan mesin atau peralatan maupun kerusakan produk. Kerusakan mesin atau peralatan jelas akan menilmbulkan biaya perbaikan, proses berhenti-muda of waiting, produk cacad-muda of producing reject. Itu belum opportunity cost karena proses berhenti sebagai akibat dari Pull System dimana proses yang berhenti di suatu unit kerja akan mempengaruhi unit kerja upstream maupun downstream.

Jadi, konsep revolusioner Pull System memang menghendaki kesempurnaan di semua proses dimana zero defect quality bukan sekedar pemuasan kebutuhan konsumen namun merupakan bagian integral dari usaha untuk meningkatkan produktivitas yang dilakukan dengan mengeliminasi muda. Poka Yoke adalah salah satu penunjangnya.

Sebenarnya, dalam banyak contoh pekerjaan di Indonesia, Poka Yoke itu sudah dijumpai namun namanya bukan Poka Yoke. Misal di pekerjaan bangunan, pertukangan, dan permesinan.

Sumber:

http://mnovessro.weebly.com/2/post/2009/12/sekilas-poka-yoke.html

http://hardipurba.com/

http://fe.uajy.net/fs/as/?p=2218

http://baletraining.com

http://ergonomi-fit.blogspot.com/2011/06/poka-yoke.html

Leave a comment

PKM-K 2014

PKM-K (KEWIRAUSAHAAN)

DI USULKAN OLEH :

RANNI BAROKAH RUKMANA 10.173.001 ANGKATAN 2010 (KETUA)
K.A HERU IRIANTO 11.173.050 ANGKATAN 2011 (ANGGOTA)
MARDOYOK 12.173.045 ANGKATAN 2011 (ANGGOTA)
RENGGA HERMAWAN 12.173.040 ANGKATAN 2012 (ANGGOTA)

RINGKASAN

Pada umumnya Tahu merupakan jenis makanan yang hanya dapat diolah menjadi lauk atau gorengan, namun selain itu tahu juga bisa diolah menjadi cemilan yang lebih inovatif dan cipta rasa yang lebih menggoda yang merupakan cemilan yang disukai semua kalangan. Pada tahu terdapat berbagai macam kandungan gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, kalori dan mineral, fosfor, vitamin B-kompleks seperti thiamin, riboflavin, vitamin E, vitamin B12, kalium dan kalsium (yang bermanfaat mendukung terbentuknya kerangka tulang). Tujuan dari usulan ini yaitu meningkatkan nilai ekonomi tahu agar bisa menangkap peluang pasar yaitu dengan cara mengolah tau menjadi cemilan tahodo. Dengan diolah menjadi cemilan peluang pasar penjualan tahu akan terbuka. “TAHODO” Cemilan Rendah Kalori yang biasa dinikmati kapan saja oleh masyarakat penderita jantung dan orang yang sedang melakukan program diet. Dengan inovasi kami ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi dari tahu serta meningkatkan daya beli masyarakat yang menkonsumsi tahu.

Kata Kunci : Tahu, Gizi, Cemilan Sehat.
Ranni Barokah Rukmana_Universitas Bina Darma_PKMK

Leave a comment

ANALISIS KELELAHAN KERJA DENGAN APLIKASI QEC (Quick Exposure Check ) DAN REBA (Rapid Entire Body Assessment)

Ch. Desi Kusmindari , Djaka Halibona
Universitas Bina Darma
Jl. A.Yani 12 Palembang
Email: desi_christofora@mail.binadarma.ac.id

Abstrak

PT. Sinar Sosro adalah perusahaan yang bergerak dibidang Industri minuman. Hampir semua pekerjaan di bagian produksi sudah dilakukan dengan mesin dan bersifat kontinu, walaupun demikian masih ada beberapa bagian yang dilakukan secara manual. Objek penelitian ini dilakukan pada operator penyeduh teh dan Light Inspection yang dilakukan secara manual. Dari hasil kuesioner QEC (Quick Exposure Check) di ketahui bahwa kedua operator di bagian inilah yang memiliki keluhan-keluhan terhadap posisi kerjanya. Postur kerja yang tidak baik bagi operator dapat menyebabkan timbulnya kelelahan pada operator itu sendiri, sehingga lambat laun dapat menyebabkan timbulnya penyakit kerja. Metode yang dipakai untuk mengukur kelelahan kerja adalah metode REBA (Rapid Entire Body Assessment). Setelah melakukan perhitungan maka didapatlah skor REBA untuk operator penyeduh teh adalah 11 dan skor REBA untuk operator Light Inspection adalah 6. Level tindakan pada operator penyeduh teh adalah 4 artinya diperlukan tindakan secepatnya dan untuk operator Light Inspection adalah 2 yaitu hanya diperlukan tindakan. Level resiko untuk operator penyeduh teh adalah tinggi karena beban kerja nya 5-10 kg dan operator Light Inspection adalah sedang karena beban kerjanya <5 kg.
.

Kata Kunci: QEC, REBA, kelelahan kerja postur Kerja.
selengkapnya selengkapnya

Leave a comment

PENGARUH MUSIK TERHADAP BEBAN KERJA FISIK KARYAWAN DI BAGIAN PRODUKSI

Ch. Desi Kusmindari 1, Yanti Pasmawati 2 , Hardiyanto 3
1,2 Dosen Universitas Bina Darma, Palembang
3Alumni Universitas Bina Darma, Palembang
Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12, Palembang
Pos-el : desi_christofora @yahoo.com 1, yantipasmamati@yahoo.com2

Abstract : The main purpose of this study were to (1) Knowing the physical workload of the employees on the production of PT Aneka Niaga Prasidha on initial conditions, (2) Determine the physical workload of the employees on the production of PT Aneka Niaga Prasidha when working while listening to music and (3) Knowing the influence of music on physical workload. The method used in this study is a physiological method for measuring workload and MANOVA analysis to see the different influences. The conclusion of this study is the burden of workers on the production before music therapy ranged from very light untuil light. Using music therapy then becomes lighter workload. MANOVA test found there is a differences in the use of music types A and C are applied to three shifts working time and for the music type B whereas there is no difference either to shift 1.2 or 3.

Key word : work load, music influence, physiological method, MANOVA

Abstrak: Salah satu usaha untuk menurunkan tingkat stress pada pekerja fisik maupun mental adalah dengan melakukan terapi musik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui beban kerja fisik yang diterima karyawan pada bagian produksi PT Prasidha Aneka Niaga pada kondisi awal?, (2) Mengetahui beban kerja fisik yang diterima karyawan pada bagian produksi PT Prasidha Aneka Niaga ketika bekerja sambil mendengarkan music dan (3) Mengetahui pengaruh jenis musik terhadap beban kerja fisik. Metode yang digunakan adalah metode fisiologis untuk mengukur beban kerja dan analisis MANOVA untuk melihat perbedaan pengaruh. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beban pekerja pada bagian produksi sebelum terapi musik berkisar antara ringan dan sedan. Dengan menggunakan terapi musik maka beban kerja menjadi lebih ringan. Hasil uji Manova ternyata ada perbedaan penggunaan musik jenis A dan C yang diterapkan pada 3 shift waktu kerja sedangkan untuk music jenis B tidak terdapat perbedaan baik untuk shift 1,2 atau 3.

Kata Kunci : pengaruh musik, metode fisiologis, beban kerja, MANOVA

selengkapnya download

Posted in Artikel, Uncategorized | Tagged , , , | Leave a comment

PERBAIKAN SISTEM KERJA KARYAWAN BONGKAR MUAT MANUAL DENGAN METODE PARTICIPATORY ERGONOMIC

Ch Desi Kusmindari1 , Ricco F Sibuea2
1 Dosen Universitas Bina Darma, Palembang
3Alumni Universitas Bina Darma, Palembang
Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12, Palembang
Pos-el : desi_christofora@yahoo.com1, riccofebruawan@yahoo.com2

Abstract : Entering the era of free trade, each company is required to be able to always improve its competitiveness in order to face tough competition. In this regard, necessary skills Resource management companies to effectively and efficiently in order to provide maximum results for the company. Therefore in order to study the causes of low labor productivity and improvement efforts, the company’s management needs to know the science of ergonomics is the application of one of them is Participatory Ergonomics. The results of this study were (1) Elements of participation, organization, methods, and design concepts Paticipatory affect the application of Ergonomics at PT Multi Ekspress Transindo followed the regression model Y = 18.493 + 0.076 X1 + 0.846 X2 + 2.271 X3 + 1.259 X4, (2) elements of cost savings and reduction in accidents on the benefits of Participatory Ergonomics followed the equation Y = 38.752 + 3.033 X1 + 0.958 X2

Key words: Participation ergonomics, Multiple Regression, Increased Productivity

Abstrak : Memasuki era perdagangan bebas, setiap perusahaan dituntut untuk dapat selalu meningkatkan daya saingnya agar bisa tangguh menghadapi persaingan. Dalam kaitan inilah, diperlukan kemampuan pengelolaan Sumber Daya Perusahaan secara efektif dan efisien agar dapat memberikan hasil yang maksimal bagi perusahan. Produktivitas tenaga kerja perusahaan dapat meningkat apabila kondisi dan suasana kerja mendukung. Oleh karena itu guna mempelajari sebab-sebab rendahnya produktivitas tenaga kerja dan upaya perbaikannya, maka pengelola perusahaan perlu mengetahui penerapan ilmu ergonomi yang salah satunya adalah Participatory Ergonomics. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Elemen partisipasi, organisasi, metode, dan konsep desain berpengaruh terhadap penerapan Paticipatory Ergonomics pada PT Multi Ekspress Transindo dengan model regresi Y = 18,493 + 0,076 X1 + 0,846 X2 + 2,271 X3 + 1,259 X4, (2) Elemen penghematan biaya dan penurunan kecelakaan kerja terhadap manfaat Participatory Ergonomics mengikuti persamaan Y = 38,752 + 3,033 X1 + 0,958 X2

Kata kunci : Partisipasi ergonomi, Multipel Regresi, Peningkatan Produktivitas

Selengkapnya download

Posted in Artikel, jurnal, jurnal nasional | Tagged , , , , | Leave a comment

JAMUR TIRAM SEBAGAI BAHAN MAKANAN PENGGANTI DAGING AYAM DAN DAGING SAPI DAGING SAPI

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JAMUR TIRAM SEBAGAI BAHAN MAKANAN PENGGANTI
DAGING AYAM DAN DAGING SAPI

BIDANG KEGIATAN:
PKM-GT

DI USULKAN OLEH :
FAHRI ROZI 11 173 009 (KETUA)
RIZAL NOVRIASYAH 09.173.018 (ANGGOTA)
DANIEL GUNTUR A. 11.173.026 (ANGGOTA)

UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG
PALEMBANG
2012

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nya jualah, sehingga penulis dapat menyelesaikan artikel ini.
Adapun maksud dan penyusunan artikel ini adalah untuk sarana pencetus ide-ide kreatif dalam suatu kegiatan berupa Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Penulis menyadari bahwa penyusunan artikel ini tidak dapat diselesaikan oleh penulis sendiri tanpa melibatkan pihak-pihak untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Allah SWT yang memberikan kesehatan serta kesempatan untuk membuat karya tulis ini.
2. Orangtua yang sangat membantu pemberian motivasi serta nasehat yang bermanfaat dalam proses penulisan yang cukup banyak menyita waktu.
3. Ibu Yanti Pasmawati, ST. MT. dan Ibu Ch. Desi Kusmindari, ST, MT dari Jurusan Teknik Industri Universitas Bina Darma Palembang yang selalu membimbing kami.
4. Teman-teman lain yang telah memberi motivasi bagi penulisan karya tulis ini.

Palembang, Maret 2012

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN i
HALAMAN PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI iv
DAFTAR TABEL v
RINGKASAN vi

A. PENDAHULUAN 1
B. GAGASAN 2
1. Kondisi Kekinian Pencatus Gagasan 2
2. Solusi yang Pernah di Tawarkan 4
3. Memperbaiki Kondisi Kekinian Pencatus Gagasan 4
4. Pihak-pihak Implementasi Gagasan 5
5. Langkah-langkah Implementasi Gagasan 6

C. KESIMPULAN 6
1. Inti gagasan 6
2. Teknik Implementasi Gagasan 6
3. Prediksi Keberhasilan Gagasan 7

D. DAFTAR PUSTAKA 7
E. DAFTAR RIWAYAT HIDUP 8

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Strategi Pengembengan Pengolahan Jamur Tiram ……………………………….. 4

Tabel 2. Identifikasi pelaksana dan sumber dana 5

Tabel 3. Peranan elemen terkait dalam pengembangan pembudidayaan jamur tiram 5

download

RINGKASAN

Tingkat konsumsi daging masyarakat Indonesia terbilang rendah. Betapa tidak, perkapita per tahunnya hanya sekitar 2 kilogram. Sementara, tingkat impor daging cukup tinggi mencapai 30 persen per tahunnya. Dalam setiap harinya, manusia makan untuk mencukupi kebutuhan tubuh akan nutrisi. Selain faktor kuantitas, kualitas makanan merupakan hal yang sangat penting agar tubuh dapat tumbuh dengan optimal. Makanan yang berkualitas tentu mengandung bermacam-macam gizi. Salah satu gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh adalah protein. Protein berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh di samping untuk perbaikan sel-sel yang rusak. Kebutuhan standar protein manusia dewasa sehari-hari ialah sebanyak 0.8 g protein per kg berat badan.
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Jamur ini memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin, fosfor, besi, kalsium, karbohidrat, dan protein. Untuk kandungan proteinnya, lumayan cukup tinggi, yaitu sekitar 10,5-30,4%. Komposisi dan kandungan nutrisi setiap 100 gram jamur tiram adalah 367 kalori, 10,5-30,4 persen protein, 56,6 persen karbohidrat, 1,7-2,2 persen lemak, 0.20 mg thiamin, 4.7-4.9 mg riboflavin, 77,2 mg niacin, dan 314.0 mg kalsium. Kalori yang dikandung jamur ini adalah 100 kj/100 gram dengan 72 persen lemak tak jenuh. Serat jamur sangat baik untuk pencernaan. Kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk para pelaku diet.
Untuk optimalisasi penggunaan protein, maka konsumsi makanan sumber protein juga harus optimal, artinya bahwa asupan protein sesuai dengan kebutuhan, tidak kurang tidak lebih. Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori yang dapat memenuhi kebutuhan protein yang dibutuhkan oleh tubuh. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jamur timar dapat digunakan sebagai bahan pengganti daging ayam dan daging sapi.

selengkapnya

Posted in Hibah Mahasiswa, PKM, PKM GT dan AI, Program mahasiswa, Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

PEMANFAATAN LIMBAH DEBU PT SEMEN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BATAKO

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PEMANFAATAN LIMBAH DEBU PT SEMEN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BATAKO

BIDANG KEGIATAN:
PKM-GT

DI USULKAN OLEH :
DIAN ARIUS 08.173.036 (KETUA)

UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG
PALEMBANG
2012 

KATA PENGANTAR

Debu semen banyak diperoleh dari sekitar lingkungan Pabrik di daerah Baturaja Sumatera Selatan. Disekitar lingkungan pt semen banyak terdapat debu yang terbuang tidak dimanfaatkan hanya dibiarkan menumpuk di sekitar daerah proses produksi terutama di dekat cerobong pembuangan limbah serta dipenampungan debu dan terbuang sia-sia. Debu semen ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, misalnya menjadi pengganti Bahan baku pasir halus pada pembuatan batako dimana kandungan debu semen tersebut berupa pasir silika halus.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian karya tulis ini yaitu:
1. Allah SWT yang memberikan kesehatan serta kesempatan untuk membuat karya tulis ini.
2. Orangtua yang sangat membantu pemberian motivasi serta nasehat yang bermanfaat dalam proses penulisan yang cukup banyak menyita waktu.
3. Ibu Ch. Desi Kusmindari. M.T dari Jurusan Teknologi Industri Universitas Bina Darma yang selalu membimbing kami.
4. Teman-teman lain yang telah memberi motivasi bagi penulisan karya tulis ini.
Karya ini diharapkan dapat memberikan masukan informasi serta wacana yang bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya.

Palembang, Februari 2012

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN……………………………………………………………………………… i
HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………………………………. ii
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………. iii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………. iv
DAFTAR TABEL…………………………………………………………………………………. v
RINGKASAN……………………………………………………………………………………….. vi
A. PENDAHULUAN…………………………………………………………………………….. 1
B. GAGASAN……………………………………………………………………………………….. 2
1. Kondisi Kekinian Pencatus Gagasan……………………………………………….. 2
a. Debu Semen Pengganti Pasir Halus……………………………………………… 2
b. Kandungan Debu Semen …………………………………………………………… 3
2. Solusi yang Pernah di Tawarkan……………………………………………………… 3
3. Memperbaiki Kondisi Kekinian Pencatus Gagasan……………………………. 3
4. Pihak-pihak Implementasi Gagasan…………………………………………………. 4
5. Langkah-langkah Implementasi Gagasan………………………………………….. 4
C. KESIMPULAN…………………………………………………………………………………. 6
1. Inti gagasan ………………………………………………………………………………….. 6
2. Teknik Implementasi Gagasan…………………………………………………………. 6
3. Prediksi Keberhasilan Gagasan………………………………………………………… 6
D. DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………… 7
E. DAFTAR RIWAYAT HIDUP……………………………………………………………. 8

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Identifikasi pelaksana, sumber dana dan program pemanfaatan debu semen…………………………………………………………………………………………. 7
Tabel 2 Peranan elemen terkait dalam pengembangan usaha di Indonesia………..7

RINGKASAN

Menurut Astawan (2009), kacang-kacangan (leguminosa), seperti kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, dan kacang tanah, merupakan sumber protein, dengan kandungan protein berkisar 20-35%. Selain itu, kacang-kacangan juga merupakan sumber lemak, vitamin, dan mineral.

Pertumbuhan jumlah manusia yang demikian tinggi dan cepat, menyebabkan pertanian tradisional tidak mampu mencukupi kebutuhan pangan. Keadaan pasar yang terus berkembang menjadikan permintaan dunia akan produk organik mengalami peningkatan. Oleh karena itu, masyarakat mencoba meningkatkan produksi bahan makanan dan mencari solusi pengganti yang sama manfaatnya khususnya bahan makanan yang dapat diolah yaitu biji buah karet. Biji buah karet dapat digunakan sebagai bahan makanan atau bumbu pengganti kacang tanah yang bergizi tinggi.

Karya tulis ini bertujuan untuk merumuskan konsep mengenai meningkatkan nilai jual produk biji buah karet sebagai bahan pangan dan bahan makanan atau bumbu pengganti kacang tanah Indonesia. Menciptakan suatu lapangan pekerjaan, serta menciptakan lahan baru bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya.

Peningkatan pemanfaatan penggunaan serta nilai jual biji buah karet sebagai pengganti kacang tanah yang bergizi tinggi ini secara ekonomis sangat menguntungkan bagi petani, dimana mampu melipatgandakan keuntungan petani. Keberhasilan dari keseluruhan gagasan ini nantinya ditentukan oleh seberapa besar pendapatan petani Indonesia yang mampu meningkatkan taraf kesejahteraanya.

selengkapnya download

Posted in Hibah Mahasiswa, Kewirausahaan, PKM, PKM GT dan AI, Program mahasiswa | Tagged , , , | Leave a comment

ANALISIS PENGUKURAN KERJA KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE WORK SAMPLING PADA PT KARYA MAKMUR ARMADA PALEMBANG

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
ANALISIS PENGUKURAN KERJA KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE WORK SAMPLING PADA PT KARYA MAKMUR ARMADA PALEMBANG

BIDANG KEGIATAN:
PKM-AI

Diusulkan oleh:

Ketua : Riwanto NIM : 08173039 Angkatan 2008

UNIVERSITAS BINA DARMA
PALEMBANG
2012

ANALISIS PENGUKURAN KERJA KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE WORK SAMPLING PADA PT KARYA MAKMUR ARMADA PALEMBANG

Riwanto, ,
Program Studi S1 Teknologi Industri
Universitas Bina Darma
ABSTRACT

Productivity of workers is one key element in determining the successful implementation of a construction project, but often not effective use of labor, such as idle, talking, eating, drinking, and smoking outside at recess, and others. To that end, management must be aware of ways to measure the productivity of workers prior to further improve productivity. The purpose of this study include: (1) to calculate the percentage of productive and non productive percentage (2) to test the uniformity of data (3) calculate penyusuaian factor (4) calculate the leeway factor, and (5) to calculate the workload of the operator. The method used in this study is the method of work sampling. Sampling or analytical work is often referred to as work sampling, Ratio delay or random observation study method is one technique had a number of observations on the work activities of the machine, process or service. Measurement of work in this way is also classified as direct measurement of the work. From the observation that the workload generated by the operator of 92.98%, this means the employees working within normal limits. Because, according to the workload Suma’mur very mild 3%, 7% mild, 25% moderate, 35% by weight, and above 50% is so severe, it can be said that the operator is working very hard and need improvement in order to reduce the level of the holding of the workload the operator.
Key words: productivity, work sampling, work load.

ABSTRAK
Produktivitas pekerja merupakan salah satu unsur utama dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan suatu proyek konstruksi, tapi seringkali penggunaan tenaga kerja tidak efektif, seperti menganggur, mengobrol, makan, minum, dan merokok di luar jam istirahat, dan lain-lain. Untuk itu, pihak manajemen harus dapat mengetahui cara-cara untuk mengukur produktivitas pekerja sebelum melakukan upaya peningkatkan produktivitas. Tujuan dari penelitian ini antara lain; (1) untuk menghitung persentase produktif dan persentase non produktif (2) melakukan pengujian keseragaman data (3) menghitung faktor penyusuaian (4) menghitung faktor kelonggaran dan (5) menghitung beban kerja operator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode work sampling. Analisis sampling kerja atau sering disebut sebagai work sampling, Ratio delay study atau random observation method adalah salah satu teknik mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktivitas kerja dari mesin, proses ataupun operator. Pengukuran kerja dengan cara ini juga diklasifikasikan sebagai pengukuran kerja secara langsung. Dari hasil pengamatan beban kerja yang dihasilkan oleh operator sebesar 92,98%, ini berarti pekerja bekerja dalam batas ambang normal. Karna, menurut Suma’mur beban kerja 3% sangat ringan, 7 % ringan , 25% sedang, 35% berat, dan diatas 50% sangat berat sehingga, dapat dikatakan bahwa operator tersebut bekerja sangat berat dan perlu diadakannya perbaikan guna mengurangi tingkat beban kerja operator tersebut.
Kata kunci : produktivitas, work sampling, beban kerja.

PENDAHULUAN
Kurang diperhatikannya produktivitas pekerja pada suatu proyek konstruksi dapat menghambat pekerjaan konstruksi tersebut. Ada berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas dalam proyek konstruksi, dimana salah satunya adalah faktor tenaga kerja yang berkaitan langsung dalam pembangunan konstruksi di lapangan. Produktivitas pekerja merupakan salah satu unsur utama dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan suatu proyek konstruksi, tapi seringkali penggunaan tenaga kerja tidak efektif, seperti menganggur, mengobrol, makan, minum, dan merokok di luar jam istirahat, dan lain-lain. Untuk itu, pihak manajemen harus dapat mengetahui cara-cara untuk mengukur produktivitas pekerja sebelum melakukan upaya peningkatkan produktivitas.
Ada banyak metode yang bisa digunakan untuk mengukur produktivitas pekerja. Namun pengukuran ini sulit untuk dilakukan secara akurat. Oleh karena itu, metode-metode pendekatan biasanya dilakukan untuk mengukur produktivitas pekerja. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisa produktivitas pekerja dengan metode work sampling. Analisis sampling kerja atau sering disebut sebagai work sampling, Ratio Delay Study atau Random Observation Method adalah salah satu teknik mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktivitas kerja dari mesin, proses atau pekerja/oprator. Pengukuran kerja dengan cara ini juga diklasifikasikan sebagai pengukuran kerja secara langsung.
Metode sampling kerja dikembangkan berdasarkan hukum probabilitas atau sampling, oleh karna itu pengamatan terhadap obyek yang ingin diteliti tidak perlu di laksanakan secara menyeluruh (populasi) melainkan cukup dilaksanakan secara mengambil sampel pengamatan yang di ambil secara acak (rondom) atau sampel yang diambil secara rondom dari suatu gerup populasi yang besar. Metode work sampling juga dapat digunakan untuk mengetahui distribusi pemakaian waktu kerja oleh pekerja atau mesin.
Pengamatan yang tidak perlu dilakukan pada keseluruhan jumlah populasi, cukup dengan menggunakan sampel yang diambil secara acak dari populasi. Selain digunakan untuk mengetahui distribusi pemakaian waktu pekerja selama melakukan pekerjaan, work sampling juga digunakan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan mesin yang baik serta menentukan waktu baku dan kelonggaran bagi para pekerja. Hal ini bertujuan agar dapat diketahui perbaikan apa saja yang dibutuhkan perusahaan dalam memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik.

TUJUAN

Penelitian di PT Karya Makmur ini bertujuan untuk mengetahui besarnya beban kerja operator dalam upaya meningkatkan efektifitas, efisiensi dan produktifitas para pekerja.

selengkapnya download

Posted in Artikel, Hibah Mahasiswa, Kewirausahaan, PKM, PKM GT dan AI, Program mahasiswa | Tagged , , , | Leave a comment

MENJADIKAN BIJI BUAH KARET SEBAGAI PENGGANTI KACANG TANAH UNTUK BUMBU GADO-GADO YANG BERGIZI TINGGI

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

MENJADIKAN BIJI BUAH KARET SEBAGAI PENGGANTI KACANG TANAH UNTUK BUMBU GADO-GADO YANG BERGIZI TINGGI

BIDANG KEGIATAN:
PKM-GT

DI USULKAN OLEH :
RENDI RIANSYAH 08.173.025 (KETUA)
RANNI BAROKAH RUKMANA 10.1730.001 (ANGGOTA)

UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG
PALEMBANG
2012 
KATA PENGANTAR

Biji buah karet dapat diperoleh dari perkebunan karet di daerah Rimba Asam, Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Satu pohon karet dapat menghasilkan 1000 biji buah karet atau sekitar 3,5 kg. Jumlah yang dimanfaatkan untuk pembenihan hanya 10% saja selebihnya biji buah karet terbuang sia-sia. Biji buah karet ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, misalnya menjadi sale biji karet yang diproses dengan pengasapan dan tempe biji buah karet. Selain itu, biji buah karet dapat juga di olah menjadi kacang pengganti bumbu gado- gado..
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian karya tulis ini yaitu:
1. Allah SWT yang memberikan kesehatan serta kesempatan untuk membuat karya tulis ini.
2. Orangtua yang sangat membantu pemberian motivasi serta nasehat yang bermanfaat dalam proses penulisan yang cukup banyak menyita waktu.
3. Ibu Ch. Desi Kusmindari. M.T dari Jurusan Teknik Industri Universitas Bina Darma yang selalu membimbing kami.
4. Teman-teman lain yang telah memberi motivasi bagi penulisan karya tulis ini.
Karya ini diharapkan dapat memberikan masukan informasi serta wacana yang bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya.

Palembang, 1 Maret 2012

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN……………………………………………………………………………… i
HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………………………………. ii
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………. iii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………. iv
DAFTAR TABEL…………………………………………………………………………………. v
RINGKASAN……………………………………………………………………………………….. vi
A. PENDAHULUAN……………………………………………………………………………… 1
B. GAGASAN……………………………………………………………………………………….. 2
1. Kondisi Kekinian Pencatus Gagasan……………………………………………….. 2
a. Biji buah karet pengganti kacang tanah……………………………………….. 2
b. Nilai gizi yang terkandung…………………………………………………………. 3
2. Solusi yang Pernah di Tawarkan……………………………………………………… 3
3. Memperbaiki Kondisi Kekinian Pencatus Gagasan……………………………. 3
4. Pihak-pihak Implementasi Gagasan…………………………………………………. 4
5. Langkah-langkah Implementasi Gagasan………………………………………….. 4
C. KESIMPULAN…………………………………………………………………………………. 6
1. Inti gagasan ………………………………………………………………………………….. 6
2. Teknik Implementasi Gagasan…………………………………………………………. 6
3. Prediksi Keberhasilan Gagasan………………………………………………………… 6
D. DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………… 7
E. DAFTAR RIWAYAT HIDUP……………………………………………………………. 8

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Identifikasi pelaksana, sumber dana dan program pengolahan biji buah karet………………………………………………………………………………………….. 7
Tabel 2 Peranan elemen terkait dalam pengembangan pertanian di Indonesia…. 8

RINGKASAN

Kacang-kacangan (Fabaceaea), seperti kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, dan kacang tanah, merupakan sumber protein, dengan kandungan protein berkisar 20-35%. Selain itu, kacang-kacangan juga merupakan sumber lemak, vitamin, dan mineral.

Pertumbuhan jumlah manusia yang demikian tinggi dan cepat, menyebabkan pertanian tradisional tidak mampu mencukupi kebutuhan pangan. Keadaan pasar yang terus berkembang menjadikan permintaan dunia akan produk organik mengalami peningkatan. Oleh karena itu, masyarakat mencoba meningkatkan produksi bahan makanan dan mencari solusi pengganti yang sama manfaatnya khususnya bahan makanan yang dapat diolah yaitu biji buah karet. Biji buah karet dapat digunakan sebagai bahan makanan atau bumbu pengganti kacang tanah yang bergizi tinggi.

Karya tulis ini bertujuan untuk merumuskan konsep mengenai meningkatkan nilai jual produk biji buah karet sebagai bahan pangan dan bahan makanan atau bumbu pengganti kacang tanah Indonesia. Menciptakan suatu lapangan pekerjaan, serta menciptakan lahan baru bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya.

Peningkatan pemanfaatan penggunaan serta nilai jual biji buah karet sebagai pengganti kacang tanah yang bergizi tinggi ini secara ekonomis sangat menguntungkan bagi petani, dimana mampu melipatgandakan keuntungan petani. Keberhasilan dari keseluruhan gagasan ini nantinya ditentukan oleh seberapa besar pendapatan petani Indonesia yang mampu meningkatkan taraf kesejahteraanya.

selengkapnya download

Posted in Hibah Mahasiswa, PKM, PKM GT dan AI, Program mahasiswa | Tagged , , , , | Leave a comment