KURSI AMAN BAGI SI KECIL SAAT BERKENDARA PADA KENDARAAN RODA DUA

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

KURSI AMAN BAGI SI KECIL SAAT BERKENDARA PADA
KENDARAAN RODA DUA

BIDANG KEGIATAN:
PKM-KC (KARYA CIPTA)

DI USULKAN OLEH :
RENDI RIANSYAH 08.173.025 (KETUA)
DEFRI ANDENES 08.173.011 (ANGGOTA)
RANNI BAROKAH RUKMANA 10.1730.001 (ANGGOTA)

UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG
PALEMBANG
2011 

A. JUDUL
Kursi Aman Bagi Si Kecil Saat Berkendara Pada Kendaraan Roda Dua.

B. LATAR BELAKANG MASALAH
Saat ini kendaraan merupakan suatu alat transportasi yang kerap sekali dipergunakan, karena kendaraan berfungsi untuk meringankan beban dalam berjalan kaki, dapat mempercepat waktu dan mempermudahkan dalam perjalanan jarak jauh.
Saat ini sering sekali anak-anak yang dibawah oleh orang tua dalam berkendara roda dua sangatlah tidak aman dikarenakan anak tersebut hanyak duduk didepan tanpa adanya alat pengaman dan tempat duduk yang sesuai. Masalah ini biasa terjadi pada saat berpergian jauh, ini bisa menyebabkan banyaknya angka kecelakaan. Oleh karena itu setiap orang tua yang memiliki anak-anak yang masih kecil atau balita diharuskan berhati-hati membawa anak-anaknya dalam berkendara, terutama kendaraan roda dua.
Membuat si kecil duduk diam selama berada di motor merupakan perkara yang tidak mudah. Tapi sebenarnya hanya diperlukan sedikit persiapan untuk merubah perjalanan bersama sang buah hati pun jadi menyenangkan. (Astrid Anastasia)
Sebagai orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anak dan ingin selalu melindungi anak. Tapi, apakah sudah maksimal dalam perlindungan anak saat berkendara? Berikut merupakan hal yang harus dilakukan oleh orang tua:
1. Anak kecil dengan berat lebih dari 9 kg dan setidaknya berusia 1 tahun harus di tempat yang menghadap bagian depan.
2. Anak yang lebih besar dengan berat lebih dari 18 kg harus duduk di tempat tambahan sampai terasa lebih baik baik.
3. Bayi jangan ditempatkan yang memiliki tempat sempit. Jika terjadi kecelakaan, tempat sempit akan mengenai dan melukai atau berakibat fatal pada bayi.
Anak-anak harus duduk di kursi pada setiap perjalanan – bahkan yang berjarak dekat. Ketika kendaraan berhenti tiba-tiba, penumpang akan terlempar ke depan ke arah titik tumbukan. Anak yang tidak menggunakan kursi aman dapat terlempar dan membentur dashboard, mengenai kepala motor, atau terlempar ke luar kendaraan. Memangku atau menggendong mereka nampaknya menjadi kompromi yang cukup baik – namun kursi jauh lebih aman: lengan orang dewasa tidak cukup kuat untuk menahan anak saat terjadi tabrakan, dan bobot orang dewasa dapat menekan anak kecil atau bayi. Karena ukuran tubuhnya, anak kecil dan bayi tidak mendapatkan manfaat dari sebagian besar fitur keselamatan yang terdapat pada kendaraan modern. Tanpa kursi pengaman, mereka akan berisiko lebih besar mengalami benturan ke bagian kendaraan dibandingkan orang dewasa. Anak-anak membutuhkan perlindungan dari kursi anak. Struktur tulang lunak, otot yang masih lemah, kepala berat dan ukuran tubuh kecil membuat mereka memiliki risiko lebih besar mengalami cidera ketika terjadi tabrakan. (Ratni Irina)
Dalam penelitian ini menjelaskan bahwa keselamatan hal utama yang diinginkan setiap individu, maka itu penelitian akan membuat suatu alat/produk baru untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bagi pengendara dan penumpang. Dengan ini pemusatan masalah yang akan dilakukan, yaitu memberikan alat/produk kepada penumpang, yang paling penting bagi si kecil atau anak-anak yang masih balita. Jenis alat.produk yang diberikan berupa kursi aman bagi si kecil supaya dapat duduk dengan nyaman dan amannya pada saat berkendara. Orang tua si kecilpun tidak perlu kawatir untuk alat.produk ini, karena alat.produk telah pernah diterapkan, dan diterapkannya alat/produk ini pada kendaraan roda empat. Maka dari itu dalam penelitian ini mencoba menerapkanya pada kendaraan roda dua.

C. PERUMUSAN MASALAH
Pada zaman globalisasi ini indonesia merupakan pengguna kendaraan terbanyak baik itu kendaraan roda empat maupun roda dua. Akibat banyak penggunaan kendaraan tersebut maka semakin banyak pula angka kecelakaan yang disebabkan kurang aman atau safety-nya pengendara dan penumpang. Tapi dalam masalah ini dapat dicegah dengan diadakannya modifikasi atau menciptaan alat baru untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengendara maupun penumpang. Dan alat/produk baru yang diteliti saat ini berupa “Kursi Aman Bagi Si Kecil Saat Berkendara Pada Kendaraan Roda Dua”.

D. TUJUAN
1. Memberikan keamanan untuk si kecil pada saat dibawa berkendaraan.
2. Memberikan kenyaman pada si kecil dan orang dewasa dalam berkendara.
3. Menciptakan suatu lapangan pekerjaan
4. Menciptakan lahan baru bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
1. Membuat suatu ide kreatif dalam menerapkan keselamatan si kecil dalam berkendaraan.
2. Inovasi yang dilakukan dapat menghilangkan kecemasan orang tua dalam berkendara membawa si kecil.
3. Memberikan kenyamanan dan memberikan keleluasaan pengendara.

F. KEGUNAAN
1. Sebagai tempat duduk bagi si kecil pada saat dalam perjalanan.
2. Sebagai pengaman si kecil di kendaraan.
3. Mempermudahkan orang tua dalam mengemudi.

G. TINJAUAN PUSTAKA
Kita yang memiliki anak kecil terutama yang berusia di bawah 5 tahun, kita diharuskan memahami aturan membawa anak kita berkendara bersama. Salah satunya adalah memberikan kursi khusus anak (child seat) yang menurut data analisis statistik dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) tahun 2006, sekitar 425 anak balita berhasil selamat dari kecelakaan karena menggunakan sabuk pengaman, dan 392 diantaranya selamat karena sabuk pengaman dari child seat. (Christina/Astrid Anastasia)
Dalam merancang kursi aman si kecil dalam berkendaraan roda dua terdapat beberapa kajian teori yang dijadikan acuan pemikiran (pembentukan konsep) hingga terwujud satu kesatuan rancangan. Adapun beberapa kajian teori dasar berhubungan dengan konsep penelitian yang akan dilakukan adalah:
1. Kajian teori dasar ergonomi
Ilmu ini muncul akibat banyaknya kesalahan yang dilakukan dalam proses kerja yaitu kesalahan dalam perancangan atau prosedur kerja. Sejumlah peralatan kerja dirancang tdk sesuai dengan kondisi fisik, psikis dan lingkungannya.
Empat dasar subkategori utama dlm ergonomi, yaitu :
1. skeletal/muscular (kerangka/otot)
2. sensory (alat indera)
3. environmental (lingkungan)
4. mental.

2. Kajian teori dasar antropometri
Antropometri adalah pengetahuan yang menyangkut pengukuran dimensi tubuh manusia dan karakteristik khusus lain dari tubuh yang relevan dengan perancangan alat-alat/benda-benda yang digunakan manusia.
Antropometri dibagi atas dua bagian utama, yaitu:
1. Antropometri statis (struktural)
Pengukuran manusia pada posisi diam, dan linier pada permukaan tubuh.
2. Antropometri Dinamis (fungsional)
Yang dimaksud dengan antropometri dinamis adalah pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam keadaan bergerak atau memperhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat pekerja tersebut melaksanakan kegiatannya.
Yang sering disebut sebagai antropometri rekayasa adalah aplikasi dari kedua bagian utama di atas untuk merancang workspace dan peralatan.
Metode Perancangan dengan Antropometri (Antropometric Method)
Tahapan perancangan sistem kerja menyangkut work space design dengan memperhatikan faktor antropometri secara umum adalah sebagai berikut (Roebuck,1995):
1. Menentukan kebutuhan perancangan dan kebutuhannya (establish requirement)
2. Mendefinisikan dan mendiskripsikan populasi pemakai
3. Pemilihan sampel yang akan diambil datanya
4. Penentuan kebutuhan data (dimensi tubuh yang akan diambil).
5. Penentuan sumber data (dimensi tubuh yang akan diambil) dan pemilihan persentil yang akan dipakai
6. Penyiapan alat ukur yang akan dipakai
7. Pengambilan data
8. Pengolahan data
– Uji kenormalan data
– Uji keseragaman data
– Uji kecukupan data
– Perhitungan persentil data (persentil kecil, rata-rata dan besar)
9. Visualisasi rancangan dengan memperhatikan:
– Posisi tubuh secara normal
– Kelonggaran (pakaian dan ruang)
– Variasi gerak
10. Analisis hasil rancangan

a. Solusi yang Pernah Diterapkan
Kendaraan di indonesia terutama mobil dan motor merupakan fungsi hidup bagi masyarakat. Karena itu solusi ini pernah diterapkan pada kendaraan roda empat atau mobil yang dibuat untuk si kecil supaya dapat duduk, berbaring dengan nyamannya. Dan kepada orang dewasa tidak terlalu repot untuk menggendongnya, hanya diletakan/ditempatkan pada kursi aman buat si kecil.
Keterbatasan pemakaian kursi aman si kecil di Indonesia disebabkan kurangnya informasi tentang komoditi kursi aman si kecil. Padahal komoditi ini sangat potensial sebagai keamanan dan kenyamanan buat si kecil, terutama kepada orang dewasa tidak perlu kawatir kepada si buah hatinya.

b. Perbaikan Solusi Terdahulu
Upaya untuk meningkatkan daya guna kursi aman dan nilai ekonominya dapat dilakukan dengan menganekaragamkan jenis kursi aman si kecil, untuk itu kami mengembanngkan suatu kursi yang aman dengan membuat kursi yang aman untuk si kecil agar si kecil dan orang dewasa tidak tersebut bisa nyaman dalam berkendaraan dan bisa menjadikan suatu kebaggaan kepada orang dewasa untuk anaknya.

H. METODE PELAKSANAAN
a. Bahan dan Alat
Proses pembuatan kursi aman si kecil memerlukan bahan dan Peralatan yang baik untuk menjaga keamanan si kecil. Adapun Bahan dan Alat yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Besi
2. Busa
3. Baut dan Mur
4. Cat Spray + Clear Spray
5. Dasar Kain
6. Dasar Parasut
7. Socket dan Tali Karet
8. Mesin las
9. Mata Bor
10. Gergaji Besi
11. Meteran
12. Amplas
13. Staplas
14. Tool Box
b. Proses pembuatan kursi aman si kecil adalah sebagai berikut :
1. Pengambilan sampel untuk membuat kursi aman si kecil.
2. Mendesain kursi aman si kecil.
3. Pemotongan besi.
4. Pengukuran besi yang akan dibuat sesuai kendaraan roda dua.
5. Pengelasan besi yang telah diukur.
6. Pembuatan lubang baut dan mur untuk menyatukan dari masing-masing besi yang telah dipotong.
7. Pengecatan besi
8. Pembuatan alas duduk, pinggiran kursi dan sandaran kursi aman sikecil.
9. Perakitan kursi aman si kecil.
10. Pemasangan busa kursi dan kulit kursi yang nyaman buat si kecil.
11. Verifikasi kursi aman si kecil.

c. Langkah-langkah strategis antara lain:
1. Proses pembuatan kursi aman sikecil dapat dilakukan dengan teliti dan dilaksanakan semaksimal mungkin.
2. Hasil dari kursi aman sikecil tersebut diteliti dahulu sebelum disosialisasikan kepada masyarakat.
3. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik secara langsung dan tidak langsung dengan menggunakan media baik media cetak, internet, TV, dan lain sebagainya.
4. Memberitahukan kepada peneliti atau penulis lain, supaya ada kajian lebih lanjut mengenai hal ini.
Diharapkan hal ini dapat sesuai dengan tujuan dan dapat diterima masyarakat banyak. Dan dapat meperbaiki solusi-solusi yang pernah ada. Sehingga menjadikan kursi aman sikecil sebagai tempat duduk sikecil dalam berkendaraan terutama kendaraan roda dua.
Konsep yang akan diterapkan pada program penelitian ini menggunakan konsep analisa perancangan kerja yang meliputi ergonomi dan antropometri yang di gunakan dalam pembuatan kursi aman si kecil dalam berkendaraan roda dua.
Adapun metode pelaksanaan program mengandung beberapa proses penting, yaitu sebagai berikut:
1. Mendapatkan data masukan berupa data antropometri dari beberapa sampel yang diambil dari beberapa dimensi ukuran.
2. Mendapatkan data masukan berupa konsep disain dari produk yang akan dibuat.
3. Mendapatkan data masukan untuk proses pengujian meliputi kenyamanan dan keamanan kursi untuk si kecil.
Sehingga proses-proses dari metode pelaksanaan yang akan digunakan untuk menyelesaikan program penelitian ini dapat dipahami seperti yang ditunjukkan pada diagram alir berikut:

I. JADWAL KEGIATAN

Tahap Jenis Kegiatan Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Persiapan Rapat mengenai jadwal kegiatan X
Pemikiran desain produk X X
Pengumpulan bahan-bahan penunjang PKM X X X
Pelaksanaan Pembuatan rangka X X X X X X X X X
Pembuatan kursi X X X X X X
Perakitan produkdikendaraan X X X
Pengecekan kelemahan produk X X X
Uji produk X X X
Laporan Evaluasi program X X X X
Laporan hasil X X X X

J. RANCANGAN BIAYA
Adapun biaya yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah terdapat pada tabel 1 sebagai berikut:
a. Peralantan Penunjang PKM
No Modal Vol Harga satuan Jumlah
1 Mesin Las 1 pcs 5.500.000 5.500.000
2 Mata Bor 6 pcs 25.000 150.000
3 Gergaji besi 3 pcs 25.000 75.000
4 Meteran 2 pcs 8.000 16.000
5 Staplas 2 pcs 10.000 20.000
6 Amplas 300 5 lembar 3.000 15.000
7 Lem 5 botol 3.000 15.000
8 Mata gergaji besi 6 pcs 10.000 60.000
9 Tool Box 1 pcs 560.000 560.000
TOTAL 6.411.000

b. Bahan Habis Pakai
No Jenis Biaya Vol Harga satuan Jumlah
1 Besi 15 meter 100.000 1.500.000
2 Busa 3 pc 100.000 300.000
3 Baut dan mur 24 buah 3.000 72.000
4 Cat 6 kaleng 15.000 90.000
5 Clear 6 kaleng 15.000 90.000
6 Dasar Kain 10 meter 20.000 200.000
7 Socket + Tali Karet 6 pcs 10.000 60.000
TOTAL 2.312.000

c. Biaya Lain-lain
No Jenis Biaya Vol Harga satuan Jumlah
1 Printer Canon 1 pcs 500.000 500.000
2 Kertas A4 1 pcs 35.000 35.000
3 Tinta Print (B/C) 2 pcs 80.000 160.000
4 Biaya Perjalanan 3 Orang 200.000 600.000
5 Alat Tulis komplit 49.000
TOTAL 1.277.000

Jumlah Biaya Keseluruhan Adalah Rp. 6.411.000 + Rp. 2.312.000 + Rp. 1.277.000 = Rp. 10.000.000

K. DAFTAR PUSTAKA

Anastasia, Astrid. Kursi Aman Bagi Si Kecil Saat Berkendara. http://www.preventionindonesia.com/article.php?name=/kursi-aman-agi-si-kecil-saat-berkendara.
Anastasia, Astrid. Aman Berkendara Bersama Anak. http://www.proventionindonesia.com/article.php?name=/aman-berkendara-bersama-anal&channel=health
Irina, Ratna. Cara aman Berkendara Dengan Anak. 2011. http://www.fimela.com/read/2011/07/13/cara-aman-berkendara-dengan-anak
http://babyproducts.about.com/bio/Heather-Corley-14113.html

Posted in Hibah Mahasiswa, PKM, Program mahasiswa, Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

PRODUKTIVITAS DAN PENGUKURAN KERJA PROSES PRODUKSI MEDIUM DENCITY FIBREBOARD (MDF)

Ch. Desi Kusmindari*), Andang Aprianto,
*) Dosen Universitas Bina Darma, Palembang
Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12, Palembang
Pos-el : desi_christofora@yahoo.com

Abstract : Technological growth progressively go forward to bring the remarkable impact for various area. To face the tight emulation in industry and to improve the work productivity used work productivity measurement. Intention of this research are : (1) measure standard time for Medium of Density Fibreboard production process, (2) Medium of Density Fibreboard production process at shift I and shift II, (3) knowing factors influencing productivity storey level produce the Medium of Density Fibreboard at shift I and shift II. Result from this research are standard time data for MDF production is 561.32 minute, performance indicator at november 2008 at shift I is 240 and shift II 615. The work productivity index at shift I is – 58.97 and shift II is – 7.5, Factors influencing work productivity at PT. Prima Sumatra Fibreboard is raw material factor, machine, labour and method.

Keyword: Work measurement, work productivity, OMAX

Abstrak: Untuk menghadapi persaingan yang ketat, industri yang memproduksi barang jadi atau jasa perlu meningkatkan produktivitas kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) menghitung waktu baku proses produksi Medium Density Fibreboard, (2) menghitung produktivitas proses produksi Medium Density Fibreboard pada shift I dan shift II, (3) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas produksi Medium Density Fibreboard pada shift I dan shift II. Hasil dari penelitian ini adalah data waktu baku perusahaan adalah 487 menit, data waktu baku dari penelitian adalah 561.32 menit, indikator performansi bulan november 2008 pada shift I adalah 240 nilai indeks produktivitas kerja – 58.97, indikator performansi bulan november 2008 pada shift II adalah 615, nilai indeks produktivitas kerja adalah – 7.51, nilai produktivitas kerja pada shift II masih kurang dari harapan perusahaan, faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja pada PT. Sumatera Prima Fibreboard adalah faktor bahan baku, mesin, tenaga kerja dan metode.

Kata kunci: Pengukuran waktu kerja, produktivitas kerja , OMAX
DOWNLOAD

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENGARUH TINGKAT KELEMBABAN NISBI DAN SUHU RUANG KELAS TERHADAP PROSES BELAJAR

Marsidi dan Ch. Desi Kusmindari
Dosen Universitas Bina Darma
Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12, Palembang
Pos- el : desi_christofora@yahoo.com

Abstract : Human Center Design is the big point for work design. Learning process at Binadarma University depending on study room design, class temperature and relative humidity. It is very important to design a comfortable room for process study. This research told about class temperature and relative humidity at Binadarma University to support process study. The goal from this research are (1) to know level of class temperature and relative humidity, (2) evaluate level of class temperature and relative humidity to study prestation, (3) make a practical procedure for laboratorium. Sample of class temperature and relative humidity from every building at binadarma university is collect and we show the rate of them. From the evaluation shows the rate of class temperature and relative humidity at Binadarma University are normal.
Keyword : relative humidity, class temperature, process study
Abstrak : Sebuah perancangan kerja yang baikbila mengacu pada penggunanya Human Center Design. Proses pembelajaran di Universitas Binadarma tergantung pada kondisi ruang, temperature dan kelembaban ruang kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur suhu ruangan dan kelembaban di ruang kelas yang ada di Universitas Binadarma Palembang. Tujuan dari penelitan ini adalah 1) mengetahui tingkat suhu ruangan dan kelembaban nisbi ruang kelas, 2) mengevaluasi pengaruh tingkat suhu ruang dan kelebaban nisbi terhadap proses belajar mengajar, 3) membuat modul praktikum sehubungan dengan penelitin ini. Sampel diambil secara acak pada setiap gedung yang dimiliki oleh Universitas Binadarma Palembang. Dari evalusi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa rerata suhu ruangan dan kelembaban nisbi di ruang kelas universitas Binadarma masih tergolong normal.
Kata kunci : kelembaban nisbi, suhu ruangan, proses pembelajaran
download

Posted in Artikel, jurnal, jurnal nasional | Tagged , , , , | Leave a comment

KEBUTUHAN PASAR TERHADAP SARJANA TEKNIK INDUSTRI DENGAN MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCY PROCESS

Ch. Desi Kusmindari, Renilaili
Dosen Fakultas Teknik Universitas Bina Darma, Palembang
Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12, Palembang
desi_christofora@yahoo.com

Abstract : The fundamental purpose of a university is to answer the needs of the community in many aspects of life. Competencies provided by the College must support graduates have skills that can be absorbed by market and create new jobs. To achieve this goal, the university needs to get information as possible about the needs of today’s market. This research was done to the Industrial Technology Studies Program Bina Darma University in an effort to meet market demands. This research using descriptive statistical analysis and implement Analytical Hierarchy Process and decision making. The results of this research is a priority of the selected 14 factors is the leadership factor with a value of 4.98. Strategy 1 (certification of technical ability) has a priority value of 2.81; strategy 2 (improvement of curriculum and syllabus) 3:00 priority values and strategy 3 (Learning Process Improvement) has a priority value of 2.74

Key word : Analytical Hierarcy Process, needs analysis, strategy of achieving

Abstrak : Tujuan yang mendasar dari suatu Perguruan Tinggi adalah untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini dimaksudkan agar kemantapan ekonomi selalu seimbang sesuai dengan kebutuhan pasar. Untuk itu Perguruan Tinggi dituntut untuk lebih terlibat aktif dalam membentuk apa yang seharusnya dibutuhkan oleh masyarakat. Kompetensi yang diberikan oleh Perguruan Tinggi terhadap lulusannya diharapan memiliki keahlian yang dapat terserap oleh pasar serta mampu menciptakan lapangan kerja baru. Untuk mewujudkan hal tersebut maka Perguruan Tinggi perlu mendapatkan informasi seluas-luasnya tentang kebutuhan pasar saat ini. Penelitian ini dilakukan terhadap Program Studi Teknologi Industri Universitas Bina Darma dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan mengimplementasikan Analytical Hieracry Process dan pengambilan keputusan. Hasil dari penelitian ini adalah prioritas dari 14 faktor yang dipilih adalah faktor kepemimpinan dengan nilai sebesar 4,98. Strategi 1 (sertifikasi kemampuan teknis) memiliki nilai prioritas 2,81; strategi 2 ( perbaikan kurikulum dan silabus) nilai prioritasnya 3.00 dan strategi 3 ( Perbaikan proses Belajar Menegajar ) memiliki nilai prioritas 2,74

Key word : Analytical Hierarcy Process, analisis kebutuhan, strategi pencapaian
download

Posted in Artikel, jurnal, jurnal nasional | Tagged , , , , | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment