Logo Design by FlamingText.com

Metode Service Oriented Architecture (SOA)

SOA adalah sebuah pendekatan dalam merancang (arsitek) suatu aplikasi dengan menggunakan kembali (reuse) komponen-komponen yang sudah ada sebelumnya. Dalam hal ini, komponen-komponen tersebut memberikan suatu jenis layanan bisnis (service) tertentu seperti antara lain: mengecek credit rating, mencari data customer, mengecek status inventori, melakukan transfer dana, dan lain sebagainya.

Dengan kata lain, SOA adalah sebuah arsitektur kerangka kerja berbasis standar terbuka yang memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk saling mengintegrasikan data yang sebelumnya hanya tersimpan rapat di markas para pelanggan, mitra, atau pemasok. SOA merupakan arsitektur yang mendukung integrasi bisnis sebagai layanan yang terhubung dan menjadi jalan menuju inovasi. SOA juga menjadi strategi bisnis berbasis teknologi dan hasil evolusi untuk mengintegrasikan berbagai macam sumber informasi yang ada.

SOA menawarkan suatu bentuk arsitektur sistem yang dibangun berdasarkan service. Service ini sendiri sebenarnya merupakan suatu bentuk perampingan dari proses bisnis yang besar. Dalam SOA, proses bisnis yang besar dan kompleks di pecah menjadi service yang lebih kecil dan sederhana.

Proses bisnis yang lebih kecil dan sederhana dalam bentuk service memungkinkan perubahan proses bisnis yang lebih cepat. Sehingga bisnis menjadi lebih mudah dan lebih cepat berubah mengikuti kebutuhan konsumen.

Berikut ini adalah beberapa keunggulan dan keuntungan yang kita dapatkan ketika kita melakukan implementasi SOA:

  1. Kecepatan
    Dalam SOA, proses bisnis dipecah dan disederhanakan dalam bentuk service yang lebih kecil. Ketergantungan yang ada antar service harus diminimalisir. Sehingga apabila terjadi perubahan pada suatu proses bisnis, cukup service yang berkaitan saja yang mengalami perubahan. Tidak perlu seluruh sistem. Dengan begini, sistem dapat merespon perubahan dengan cepat.
  2. Real time- resposive

Dalam service-service tersimpan business rules dan batasan-batasan dalam bisnis. Dan service-service ini disimpan dan dikelola dalam sebuah server aplikasi yang disebut ESB. Sehingga berbagai jenis aplikasi dapat mengakses business rules tersebut. Apabila terjadi suatu perubahan terhadap business rules, ESB akan mengelolanya secara otomatis. Sehingga business rules yang baru akan berlaku saat itu juga.

  1. Channel independent

Bisnis berkaitan dengan banyak pihak, Baik pelanggan maupun supplier. Berbagai pihak yang behubungan dengan organisasi tentu saja memungkinkan adanya berbagai jenis aplikasi yang berbeda-beda. Dengan adanya service dan ESB, memungkinkan untuk berbagai aplikasi tersebut untuk mengakses business rules yang telah kita definisikan. Sehingga pihak-pihak yang berkaitan dengan organisasi tidak tergantung lagi terhadap suatu aplikasi tertentu yang telah kita definisikan.

  1. Penghematan

Meskipun pada awalnya implementasi SOA membutuhkan biaya yang besar, dengan implementasi SOA memungkinan pengembangan sistem yang terpusat. Sehingga ada banyak resource yang bisa dikurangi. Dengan demikian akan mengurangi biaya juga.

  1. Waktu pengembangan yang lebih singkat

Dalam SOA, bisnis proses yang dipecah dalam bentuk service yang lebih kecil memungkinkan perubahan dan pengembangan pada service yang tertentu saja. Karena pengembangan dilakukan secara terfokus, waktu yang dibutuhkanpun menjadi lebih sedikit.

  1. Mengurangi duplikasi

Service dalam SOA dikelola dalam server aplikasi yang disebut ESB. Karena service dikelola secara terpusat, hal ini akan mengurangi kemungkinan adanya duplikasi sistem. Selain itu, bentuk service yang memungkinkan reuseability juga mengurangi adanya fungsi yang sama yang ada didalam sebuah sistem.

My  Personal Signature

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress | New Best Free WordPress Themes | Thanks to New WordPress Themes, Best MLM and Free WP Themes