Internetwork Operating System (Chapter 1)

Internetwork Operating System

Software sistem operasi yang digunakan dirouter Cisco dikenal sebagai Cisco Internetwork Operating System (IOS). Seperti sistem operasi di komputer manapun, Cisco IOS mengelola sumber daya perangkat keras dan perangkat lunak router, termasuk alokasi memori, proses, keamanan, dan sistem file. Cisco IOS adalah sistem operasi multitasking yang terintegrasi dengan routing, switching, internetworking, dan fungsi telekomunikasi.

Seperti sistem operasi lain Cisco IOS memiliki user interface sendiri. Meskipun beberapa router menyediakan graphical user interface (GUI), command line interface (CLI) adalah metode yang jauh lebih umum mengkonfigurasi router Cisco.

Setelah boot-up, file startup-config dalam NVRAM disalin ke RAM dan disimpan sebagai file running-config. IOS mengeksekusi perintah konfigurasi di running-config. Setiap perubahan yang dimasukkan oleh administrator jaringan disimpan dalam running-config dan langsung diimplementasikan oleh IOS.

Proses Bootup Router

Terdapat empat tahapan utama proses boot-up:

  1. Melakukan POST
  2. Memuat program bootstrap
  3. Menemukan dan loading IOS Cisco
  4. Menemukan dan loading file konfigurasi startup atau masuk setup mode

1. Melakukan POST

Power-On Self Test (POST) adalah proses umum yang terjadi pada hampir setiap komputer saat boot-up. Proses POST digunakan untuk menguji perangkat keras router. Ketika router dinyalakan, perangkat lunak pada chip ROM yang melakukan POST. Selama self-test berlangsung, router menjalankan diagnosa dari ROM pada komponen beberapa hardware termasuk CPU, RAM, dan NVRAM. Setelah POST selesai, router mengeksekusi program boot-strap.

2. Memuat program boot-strap

Setelah POST, program boot-strap disalin dari ROM ke RAM. Selama di RAM, CPU mengeksekusi instruksi dalam program boot-strap. Tugas utama dari program boot-strap adalah untuk menemukan IOS Cisco dan memuatnya ke RAM.

 

Gambar 1. Proses boot up 1 dan 2

Catatan: Pada titik ini, jika Anda memiliki koneksi konsol ke router, Anda akan mulai melihat output di layar.

3. Menemukan dan loading IOS Cisco

Menemukan software Cisco IOS. IOS biasanya disimpan dalam memori flash, tetapi juga dapat disimpan di tempat lain seperti server (Trivial File Transfer Protocol) TFTP.

Jika IOS image sepenuhnya tidak dapat ditemukan, versi skala-down dari IOS disalin dari ROM ke RAM. Versi IOS ini digunakan untuk membantu mendiagnosa masalah dan dapat digunakan untuk memuat versi lengkap dari IOS ke RAM.

Catatan: Sebuah server TFTP biasanya digunakan sebagai server cadangan untuk IOS tetapi juga dapat digunakan sebagai titik sentral untuk menyimpan dan loading IOS. Manajemen IOS dan menggunakan server TFTP dibahas kemudian.

4. Menemukan dan loading file konfigurasi startup atau masuk setup mode

Menemukan Startup Configuration File. Setelah IOS dimuat, Program bootstrap mulai mencari startup configuration file, yang dikenal sebagai startup-config, dalam NVRAM. File ini memiliki perintah konfigurasi yang telah disimpan dan parameter-parameter didalamnya termasuk:

  • Alamat interface
  • Informasi routing
  • passwords
  • konfigurasi lainnya yang disimpan oleh administrator

Jika startup configuration file, startup-config, terletak di NVRAM, semua disalin ke RAM sebagai running configuration file, running-config.

Catatan: Jika startup configuration file tidak terdapat di NVRAM, router dapat mencari di TFTP server. Jika router mendeteksi bahwa itu memiliki link aktif ke router lain yang telah dikonfigurasi, router mengirimkan broadcast mencari file konfigurasi di link aktif. Kondisi ini akan menyebabkan router berhenti, tapi akhirnya akan terlihat pesan konsol seperti yang berikut ini:

<router pauses here while it broadcasts for a configuration file across an active link>

%Error opening tftp://255.255.255.255/network-confg (Timed out)

%Error opening tftp://255.255.255.255/cisconet.cfg (Timed out)