jurnal

November 2nd, 2012

ABSTRAK

Rega Yulliyanti, Penelitian berjudul “Analisis Kinerja Keuangan Pada Koperasi Karyawan PT. PUSRI Palembang”, dibimbing oleh M. Amiruddin Syarif dan Gagan Ganjar Resmi.

Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis kinerja keuangan berbasis laporan keuangan pada koperasi karyawan PT. PUSRI Palembang. Analisis Kinerja Keuangan Pada Koperasi Karyawan PT. PUSRI Palembang menggunakan alat analisis yaitu informasi laporan keuangan dalam bentuk neraca dan laporan laba rugi yang digunakan untuk mengukur rasio yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang bersumber dari hasil wawancara dan data sekunder berupa data sejarah koperasi, laporan keuangan koperasi dan struktur organisasi koperasi.

Berdasarkan hasil penelitian, kinerja keuangan berbasis laporan keuangan yang diukur dengan menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas. Rasio likuiditas menunjukkan tingkat likuiditas pada koperasi karyawan PT. PUSRI Palembang tahun 2005-2009 termasuk kategori baik, terlihat pada current ratio dan quick ratio sehingga koperasi dalam keadaan likuid atau dapat memenuhi kewajiban dalam jangka pendek. Rasio solvabilitas menunjukkan tingkat solvabilitas pada koperasi karyawan PT. PUSRI Palembang tahun 2005-2009 termasuk kategori sangat baik, terlihat pada total debt to assets ratio dan total debt to equity ratio sehingga koperasi dalam keadaan solvabel atau dapat memenuhi kewajiban dalam jangka panjang. Rasio rentabilitas menunjukkan tingkat kemampuan koperasi dalam menghasilkan Sisa Hasil Usaha (SHU) selama periode 2005-2009 termasuk kategori sangat baik, terlihat pada operating margin ratio, gross margin ratio dan rentabilitas modal sendiri sehingga koperasi mampu menghasilkan SHU yang maksimal. Namun pada net margin ratio dan return on investment pada koperasi karyawan PUSRI (KKP) termasuk kategori cukup, disebabkan karena meningkatnya biaya beban-beban usaha koperasi sehingga mempengaruhi kinerja keuangan koperasi di masa yang akan mendatang.

Kata kunci : Kinerja keuangan, laporan keuangan, rasio likuiditas, rasio   solvabilitas, rasio rentabilitas

ABSTRACT

Rega Yulliyanti, study entitled “Analysis of Financial Performance in the cooperative employees of PT. PUSRI Palembang”, Guided by M. Amiruddin Syarif and Gagan Ganjar Resmi.

Purpose of research is to investigate and analyze the financial performance of the financial statements based on cooperative employees of PT. PUSRI Palembang. Analysis of financial performance in the cooperative employees of PT. PUSRI Palembang using the analytical tools of financial statement information in the form of balance sheet and income statement are used to measure the ratio of liquidity ratio, solvency ratio and profitability ratio. The type of data used are the primary data sourced from interviews and secondary data from cooperative’s history, the cooperative’s financial statements and organization structure of cooperatives.

Based on research results, financial performance based on financial statements are measured using liquidity ratio, solvency ratio and profitability ratio. The liquidity ratio shows the level of liquidity in the cooperative employees of PT. PUSRI Palembang 2005-2009, including the category of good, looks at the current ratio and quick ratio so that the cooperatives in liquid state or to fulfill obligations in the short term. Solvency ratio shows the level of solvency in the cooperative employees of PT. PUSRI Palembang 2005-2009, including the category of very good, looks at the total debt to assets ratio and total debt to equity ratio so that the cooperative in solvabel state or to fulfill obligations in the long term. Profitability ratio indicate the level of ability in generating cooperative of business (SHU) during the period 2005-2009 including the category of very good, looks at the ratio of operating margin ratio, gross margin ratio and profitability ratio of own capital so that the cooperative is able to produce the maximum SHU. However, the net margin ratio and return on investment in cooperative employees PUSRI including sufficient category, due to the rising cost burdens cooperative venture thus affecting the financial performance of cooperatives in the foreseeable future.

Key words : financial performance, financial statements, liquidity ratio, solvency ratio, profitability ratio.

petuah kehidupan

November 2nd, 2012

kalau kita bisa berbuat baik sekarang mengapa harus nanti, kalau kita bisa lakukan sekarang mengapa harus ditunda, kalau semua itu bisa mengapa harus ditanyakan dalam hati yang dalam

jurnal

October 31st, 2012

JURNAL

PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT BUKIT ASAM (PERSERO) TBK, BAGIAN ATAU DIVISI SUMBER DAYA MANUSIA, TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN

FIRMAN AL GHAZALI

ABSTRAK

Firman Al Ghazali, Pengaruh motivasi terhadap prestasi kerja karyawan pada PT Bukit Asam (Persero), Tbk, bagian atau divisi sumber daya manusia, Tanjung Enim, Sumatera Selatan. dibimbing oleh Rahmad Effendi, dan Fitriasuri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh pemberian motivasi Terhadap prestasi kerja karyawan pada PT Bukit Asam (Persero), Tbk, bagian atau divisi sumber daya manusia, Tanjung Enim, Sumatera Selatan secara parsial. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknis analisis kualitatif dan teknis analisis kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus solvin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, 1). Persamaan regresi linear sederhana Y = 1.476 + 0,688 X yang artinya pemberian motivasi berpengaruh terhadap prestasi kerja 2). Nilai koefisisen korelasi sebesar 0,788 artinya nilai koefisien korelasi ( r ) menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel tersebut kuat dan positif dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan. 3) Hasil analisis koefisien determinasi sebesar r2 = 0,621. Hal ini berarti nilai rata-rata prestasi kerja adalah 62,1% ditentukan oleh motivasi yang dirasakan oleh karyawan dan motivasi yang diberikan oleh perusahaan. Sisanya adalah 37,9% ditentukan oleh faktor-faktor lain.4) Hasil analisis uji t di dapat t-hitung sebesar 8,961 sedangkan t-tabel 1,676 karena t-hitung lebih besar dari t-tabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap prestasi kerja karyawan. Dari hasil kuisioner, jumlah rata-rata dari motivasi  sebesar 3,919 dan prestasi kerja karyawan sebesar 4,170. Jadi, pemberian motivasi dapat dikatakan baik dan prestasi kerja karyawan dapat di katakan baik.

Kata kunci : Motivasi, Prestasi Kerja Karyawan

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan zaman di era globalisasi seperti sekarang ini membuat persaingan semakin ketat dalam memasuki dunia kerja baik dalam bidang produksi maupun jasa. Pengelolaan sumber daya manusia yang profesional sangat dibutuhkan dalam berbagai dunia usaha. Perusahaan akan mencapai keberhasilan yang besar jika mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas mampu bekerja dengan giat dan bersemangat serta melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

Motivasi menurut Hasibuan (2007:143) motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala daya upaya nya untuk mencapai kepuasan.

Menurut menurut Rivai (2005:14) prestasi kerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas di bandingan dengan berbagai kemungkinan seperti standar hasil kerja, target atau sasaran, atau kriteria yang ditentukan terlebih dahulu dan di sepakati bersama.

PT Bukit Asam (Persero) Tbk, adalah perusahaan milik pemerintah yang bergerak dalam bidang pertambangan, PT Bukit Asam (Persero) Tbk bergerak dibidang pertambangan batubara, PT Bukit Asam (Persero) Tbk memiliki sebuah wilayah izin usaha pertambangan yang terletak ditanjung enim, kabupaten muara enim, propinsi sumatera selatan. Masalah yang sering timbul pada karyawan bagian/divisi Sumber daya manusia PT Bukit Asam adalah karyawan yang sering bermalas-malasan dalam bekerja, Faktor yang mengakibatkan mereka malas bekerja antara lain,: Kurangnya gaji/upah yang diberikan oleh perusahaan, Tidak tepatnya penempatan karyawan sesuai dengan profesi atau ahli mereka, Banyaknya tugas yang dibebankan pada bagian ini. Banyaknya tugas yang dibebankan membuat karyawan tidak kosentrasi dalam bekerja, dan kurang optimalnya bekerja.

1.2 Perumusan Masalah

Adapun yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pengaruh pemberian motivasi terhadap prestasi kerja karyawan PT Bukit Asam (Persero) Tbk, bagian/divisi sumber daya manusia, Tanjung Enim ?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap prestasi kerja karyawan PT Bukit Asam (Persero) Tbk, bagian/divisi sumber daya manusia, Tanjung Enim.

Pemilihan topik bahasan tentang Pengaruh Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan secara teori akan memberikan gambaran yang konkrit dalam pengembangan ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia dan dapat dijidikan referensi dan bahan penelitian selanjutnya.

1.4 Batasan Masalah

Agar pembahasan lebih terarah dan tidak menyimpang dari masalah yang ada dan mempermudah pembahasan pada penelitian ini, maka penulis membatasi pembahasan pada  Bagaimana pengaruh pemberian motivasi terhadap prestasi kerja karyawan PT Bukit Asam (Persero) Tbk, bagian/divisi sumber daya manusia, Tanjung Enim.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan proposal ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran garis-garis besar secara jelas tentang isi dari pada penulisan skripsi ini.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1.1 Pengertian Motivasi

Menurut Hasibuan (2007 : 143) motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.

2.1.2 Indikator-indikator Motivasi

1. Upah atau Gaji :

Upah atau Gaji yang dibayarkan kepada karyawan disesuaikan dengan ketetapa yang ditentukan oleh perusahaan, tanpa membedakan karyawan satu sama lainnya.

2. Keamanan Kerja :

Keadaan yang mempengaruhi kegiatan perusahaan, kondisi kerja yang akan mendorong motivasi kerja karyawan seperti keamanan dan keselamatan kerja

3. Kondisi Kerja :

Kondisi kerja yang akan mendorong motivasi kerja karyawan seperti ketenangan, kondisi tempat kerja yang memiliki fasilitas lengkap serta sarana lain yang mendukung.

4. Status :

Status karyawan akan mempengaruhi motivasi kerja karyawan, seperti status karyawan tetap dan honorer.

5. Prosedur Perusahaan :

Prosedur perusahaan atau aturan perusahaan sangat mempengaruhi motivasi kerja seperti prosedur perusahaan yang baik tentu akan sangat berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan.

6. Hubungan interpersonal antara sesama rekan kerja, atasan dan bawahan :

Hubungan yang baik akan sesama rekan kerja, atasan dan bawahan akan menciptakan lingkungan kerja yang baik, dengan lingkungan kerja yang baik karyawan akan menimbulkan motivasi kerja yang baik antar sesame karyawan.

2.2.1 Pengertian Prestasi Kerja

Menurut Rivai (2005:14) prestasi kerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan dalam periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.

2.2.2 Indikator – Indikator Prestasi Kerja

  1. Kesetiaan :

Penilai mengukur kesetiaan karyawan terhadap pekerjaan, jabatannya dan organisasi

  1. Prestasi kerja :

Penilaiaan menilai hasil kerja baik kualitas maupun kuantitas yang dapat dihasilkan karyawan tersebut dari uraiaan pekerjaan.

  1. Kejujuran :

Penilai menilai kejujuran dalam melaksanakan tugas-tugasnya memenuhi perjanjian baik bagi dirinya maupun terhadap orang lain.

  1. Kedisiplinan :

Penilai menilai disiplin karyawan dalam mematuhi peraturan-peraturan yang ada dan melakukan pekerjaanya sesuai dengan intruksi yang diberikan kepadanya.

  1. Kreatifitas :

Penilai menilai kemampuan karyawan mengembangkan kreatifitasnya untuk menyelesaikan pekerjaannya, sehingga bekerja lebih berdaya guna dan berhasil guna.

  1. Kerja sama.

Penilai menilai kesediaan karyawan berpartisipasi dan bekerja sama dengan karyawan secara vertical atau horizontal di dalam maupun diluar pekerjaan sehingga hasil pekerjaan akan semakin baik.

  1. Kepemimpinan.

Penilai menilai kemampuan untuk memimpin, berpengaruh, mempunyai pribadi yang kuat, dihormati, berwibawa dan dapat memotivasi orang lain atau bawahannya untuk bekerja secara efektif.

  1. Prakarsa.

Penilai menilai kemampuan berpikir yang orisina dan berdasarkan inisiatif sendiri untuk menganalisis, menilai, menciptakan, memberikan alasan, mendapatkan kesimpulan, dan membuat keputusan penyelesaian masalah yang dihadapi.

  1. Kecakapan.

Penilai menilai kecakapan karyawan dalam menyatukan dan menyelesaikan bermacam-macam element yang semuanya terlibat di dalam penyusunan kebijakan dan di dalam situasi manajemen.

10.  Tanggung jawab.

Penilai menilai kesediaan karyawan dalam mempertanggung jawabkan kebijaksanaanya, pekerjaan dan hasil pekerjanya, sarana dan prasarana, yang dipergunakanya, serta prilaku kerjanya.

2.3 Kerangka Pemikiran

Adapun kerangka pemikiran yang penulis kembangkan terdapat adanya hubungan positif antara motivasi terhadap prestasi kerja sebagaimana pada gambar dibawah ini

Gambar  2.4

Skema Kerangka Pemikiran

Pengaruh Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan

PRESTASI

KERJA

(Y)

Gambar 2.18 : Variable yang mempengaruhi prestasi kerja

2.4 Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap suatu permasalahan yang dihadapi dalam penelitian, dimana jawaban sementara akan diuji lagi kebenarannya. Hipotesis berarti pendapat yang kebenarannya masih rendah atau kadar kebenarannya masih belum meyakinkan (Sugiyono, 2007 : 93)

Ho             : p = 0 Tidak ada hubungan antara motivasi dengan prestasi  kerja

Ha             :  p  ≠ 0 Ada hubungan antara motivasi dengan prestasi kerja.

BAB III

METEDOLOGI PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian yang penulis lakukan adalah pada PT Bukit Asam (Persero) Tbk Tanjung Enim yang berlokasi di Jalan Parigi No.01 Tanjung Enim kode Pos 31716 Indonesia.

3.2 Metode Pengambilan Sample

Menurut Sugiyono (2006 : 89) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian/divisi sumber daya manusia PT Bukit Asam (Persero) Tbk, Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Menurut Sugiyono (2006 : 90) Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Cluster random sampling . Menurut Sugiyono ( 2006 ) Cluster random sampling adalah Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang diteliti atau sumber datanya sangat luas. Berdasarkan objek penelitian yang penulis ambil dibagian/divisi sumber daya manusia PT Bukit Asam (Persero) Tbk, Tanjung Enim, dengan karyawan 103 orang.

3.3 Alat Analisis

1. Rumus Regresi Linier Sederhana.

Alat analisis regresi ini digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variable independen terhadap variabel dependen. Apakah naik dan turunnya variabel dependen dapat dilakukan melalui menaikan dan menurunkan keadaan varibel independen. Dalam hal ini motivasi sebagai variabel independen yang mempengaruhi prestasi kerja sebagai variabel dependen.

Y’ = a + bX

Dimana : Y      = Prestasi  kerja

X       = Motivasi

A         = Konstanta yang merupakan nilai Y pada saat X=0

b          = Koefisien regresi yang menunjukkan angka peningkatan    dan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen.

2. Analisis koefisien korelasi (r)

Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui keeratan hubungan antara  motivasi dengan  prestasi  kerja karyawan yang dihasilkan

3. Analisis koefisien determinasi.

Menurut Priyanto (2010 : 66) Koefisien detriminasi digunakan untuk menjelaskan seberapa besar sumbangan variabel bebas (independent) terhadap variabel terikat (dependent). Dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 20

3.4 Uji T-Tes

Menurut Usman (2006 : 16) uji t bertujuan untuk menguji koefisien regresi, termasuk intercept secara individu.

Langkah-langkahnya :

1. Menentukan hipotesis

2. Membandingkan probilitas t – statistik dengan alpha = 0,05

Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis

Ho : b1 = 0, berarti tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel independen terhadap vaiabel dependen.

Ha :b1 ≠ 0, berati ada pengaruh secara segnifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen.

Uji – t dilakukan dengan cara membandingkan antara probilitas t – statistic dengan a = 0,05 :

  • Bila p ≥ a = 0,05 maka Ho gagal ditolak dan Ho gagal diterima
  • Bila p ≤ a = 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ho gagal ditolak berati tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap varabel dependen, sedangankan penerimaan Ha mempunyai arti terhadap pengaruh yang segnifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

4.1 SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN

Industri batubara pada awalnya hanya merupakan sumber energi kedua setelah minyak bumi. Gagasan untuk menjadikan batubara sebagai sumber energi alternatip bermula saat terjadi embargo ekonomi terhadap Amerika Serikat dan Eropa oleh negara-negara Arab yang melambungkan harga minyak dunia. Mengantisipasi kondisi ini maka pada tahun 1976 pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) mengenai pengembangan batubara sebagai sumber energi alternatip.  Inpres tersebut ditindak lanjuti dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No. 42 tahun 1980, dan sebagai implementasi didirikan perusahaan penambangan batubara PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) yang berlokasi di Tanjung Enim, Muara Enim Sumatera Selatan, pada tanggal 2 Maret 1981. PT.Tambang Batubara Bukit Asam (Persero), Tbk selanjutnya disebut PTBA, memiliki cadangan batubara sebanyak 7,3 Milyar ton atau 17 persen dari sumber dayabatubara Indonesia dan merupakan produsen batubara terbesar ke 5 di Indonesia. Selain itu PTBA merupakan pemasok batubara terbesar ke 2 untuk pasar domistik, serta mendistribusikan sekitar 20 persen produknya ke pasar luar Negeri seperti Jepang, Taiwan, Malaysia, Pakistan, Spanyol, Prancis dan Jerman.

4.2 Kuisioner Motivasi

rata-rata keseluruhan dari pernyataan mengenai motivasi kerja adalah 3,919. Hal ini menunjukan bahwa pemberian motivasi pada PT Bukit Asam (Persero) Tbk, bagian/divisi sumber daya manusia, tanjung enim dapat dikatakan Baik. Rata-rata 3,919 terletak pada range 3,40 – 4,19 kelas interval Baik (B).

4.3 Kuisioner Prestasi Keja

rata-rata keseluruhan dari pernyataan mengenai prestasi kerja adalah 4,170. Berdasarkan interpretasi, hal ini menunjukan bahwa prestasi kerja pada PT Bukit Asam (Persero) Tbk, bagian/divisi sumber daya manusia, tanjung enim dapat dikatakan baik. Rata-rata 4,170 terletak pada range 3,40 – 4,19 kelas interval Baik (B).

4.4 Alat Analisis

4.4.1 Rumus Regresi Linier Sederhana

Dari hasil regresi linier sederhana, pada tabel 4.8.1 dapat ditulis dalam bentuk persamaan sebagai berikut :

Y = a + bX

Prestasi Kerja (Y) = 1.476 + 0.688 Motivasi (X)

Hasil analisis ini terbentuk dalam persamaan regresi  sederhana dan diinterprestasikan sebagai berikut :

  1. Nilai konstanta 1.476, berarti jika motivasi bernilai 0, maka prestasi kerja akan bernilai 1.476.
  2. X = 0.688 artinya jika motivasi bernilai 0, maka prestasi kerja tidak mengalami kenaikan dan tetap sebesar sebesar 0.688.

4.4.2 Koefisien Korelasi

Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.788a

.621

.613

.21837

a. Predictors: (Constant), MOTIVASI_X

Dari perhitungan diatas maka dapat disimpulkan bahwa hubungan yang ditimbulkan antara motivasi terhadap prestasi kerja karyawan pada PT Bukit Asam (Persero) Tbk bagian atau divisi sumber daya manusia, tanjung enim. adalah kuat dan positif yaitu sebesar 0.788 yang berada pada interval koefisien (0,60 – 0,799). Sehingga terdapat hubungan yang kuat antara motivasi terhadap prestasi kerja artinya motivasi yang dirasakan karyawan berpengaruh kuat  dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan pada PT Bukit Asam (Persero) Tbk bagian atau divisi sumber daya manusia, tanjung enim.

4.4.3 Koefisien Determinasi

Koefisien determinasinya adalah r =0,788= 0,621. Hal ini berarti nilai rata-rata prestasi kerja adalah 62,1% ditentukan oleh motivasi yang dirasakan oleh karyawan dan motivasi yang diberikan oleh perusahaan. Sisanya adalah 37,9% ditentukan oleh faktor-faktor lain.

4.5 Uji T-Tes

Pengaruh motivasi terhadap prestasi kerja ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 8.961 dengan nilai signifikansinya sebesar 0,00 < 0,05. Sedangkan nilai  t hitung sebesar 8.961 dan t tabel sebesar 1,676 sehingga nilai t hitung lebih besar dari  t tabel (8,961 > 1,676) maka dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan uji parsial dapat dikatakan bahwa secara parsial  ada pengaruh yang signifikan secara positif antara pemberian motivasi terhadap prestasi kerja karyawan bagian atau divisi sumber daya manusia, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, Tanjung enim, karena rata-rata 62,1% prestasi kerja diperusahaan ini dipegaruhi oleh motivasi, karena pemberian motivasi bisa membangkitkan semangat kerja karyawan, dengan termotivasinya karyawan untuk bekerja lebih baik akan menimbulkan prestasi kerja yang  baik bagi karyawan, dan tentu akan berdampak positif pada perusahaan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1.  Berdasarkan hasil perhitungan regresi linier sederhana bahwa pemberian motivasi berpengaruh positif terhadap prestasi artinya pemberian motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi kerja karyawan.

2.   Berdasarkan hasil perhitungan koefisien korelasi, nilai koefisien korelasi adalah sebesar 0,788 yang berada pada interval koefisien kuat (0,60 – 0,799) ini menunjukan bahwa ada hubungan yang kuat antara pemberian motivasi terhadap prestasi kerja karyawan.

3.   Berdasarkan hasil koefisien deteminasi 62,1 % prestasi kerja karyawan dipengaruhi oleh pemberian motivasi, dan sisanya 37,9 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

4. Berdasarkan hasil dari uji parsial (uji T) Pengaruh motivasi terhadap prestasi kerja ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 1.476 dengan nilai signifikansinya sebesar 0,00 < 0,05. Sedangkan nilai  t hitung sebesar 8,961 dan t tabel sebesar 1,676 sehingga nilai t hitung lebih besar dari  t tabel (8,961 > 1,676) maka dengan demikian Ho ditolak dan menerima Ha diterima.

5.2 Saran

1. Perusahaan harus mempertimbangkan karyawan yang mempunyai prestasi kerja yang baik untuk dapat mempromosikan diri mereka yang berprestasi untuk naik pangkat, dengan adanya promosi naik pangkat bagi karyawan yang berprestasi, tentu akan membuat karyawan yang lain akan termotivasi untuk bekerja lebih giat untuk menghasilkan prestasi kerja yang baik.

2. Perusahaan harus memberikan motivasi kepada semua karyawan agar mereka semangat dalam bekerja, dengan pemberian motivasi yang baik tentu akan menghasilkan prestasi kerja yang baik.

3. Pemberian motivasi terbukti dapat mempengaruhi prestasi kerja karyawan, sebagai unit pengelolah sumber daya manusia PT Bukit Asam, diharapkan perusahaan dan pimpinan memberikan motivasi yang baik kepada semua karyawan pada bagian ini sehingga dapat menghasilkan prestasi kerja yang baik.

4. Bagi penelitian yang ingin meneliti pada bagian sumber daya manusia PT Bukit Asam ini disarankan untuk menambahkan variabel independen lain seperti pelatihan, kemampuan kerja, kedisiplinan dan lain – lain.

jurnal

October 31st, 2012

PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PRODUK THE BOTOL SOSRO

Panji Kurniawan

Universitas Bina Darma Palembang

ABSTRAK

Panji  “Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Produk Teh Botol Sosro ” Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Bina Darma Palembang, Dibimbing Oleh Rahmad Effendi dan Devita Aryasari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besarnya pengaruh harga dan kualitas produk terhadap kepuasan konsumen secara parsial maupun simultan pada produk Teh Botol Sosro Pengujian statistik dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis regresi berganda, pengujian statistik dimana kesimpulannya pengujian diambil berdasarkan uji F tes (simultan) 11,848 > 3,09, berarti secara serentak variabel harga dan kualitas produk berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen, 0,000 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa secara serentak variabel harga dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dan uji T test parsial 2,859 > 1,660 berarti harga berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. 0,005 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya secara parsial harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. 3,558 > 1,660 kualitas produk berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. 0,001 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya secara parsial kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen.

Kata Kunci : Harga, Kualitas Produk dan Kepuasan Konsumen


PENDAHULUAN

Pada era globalisasi sekarang ini, semua bidang industri saling bersaing merebutkan pasar. Tingginya tingkat persaingan serta adanya ketidakpastian, memaksa perusahaan untuk memiliki keunggulan kompetitif agar mampu memenangkan persaingan.

Salah satu kategori produk industri minuman yaitu minuman teh siap minum, yang memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi. Hal ini menuntut para pemain dalam industri untuk melakukan strategi pemasaran yang efektif dan kreatif untuk menjadi pemenang dalam industri ini.


PT. Sinar Sosro dengan merek Teh Botol sosro merupakan leader produsen teh siap minum dalam kemasan (TSMDK). Merek sosro yang sudah terkenal di masyarakat tak lain diambil dari pengalaman nama keluarga Sosrodjojo, yang mulai merintis usaha teh wangi melati pada 1940 di Slawi, Jawa Tengah. Teh merek Sosro diperkenalkan pertama kali pada 1970 dengan merek teh Cap Botol Soft Drink Sosrodjojo, baru pada tahun 1974 menjadi Teh Botol Sosro dengan kemasan botol seperti sekarang. Merek tersebut dipakai untuk mendompleng merek teh seduh cap botol yang sudah sudah lebih dulu populer dan mengambil bagian dari nama belakang keluarga Sosrodjojo.

Dibawah kendali sinar Sosro, teh Botol Sosro tumbuh menjadi pemimpin pasar dengan penguasa 75 % dan menjadi umbrella brand untuk merek fruit Tea sosro, Joy Tea Green Sosro dan Teh Celup Sosro.(SWA,2009). Pada tahun 2009 Top Brand Index dari Teh Botol Sosro ini sebesar 62,5%. (MARKETING,2009). PT. Sinar sosro bukan saja pabrik minuman teh botol siap saji pertama di Indonesia tetapi juga di dunia. Teh Botol Sosro terus merangsek pasar tanpa tanding, menjadi ikon teh dalam kemasan, menjadi kebutuhan banyak orang sehingga satu demi satu pabrik pun terus dibuka agar Teh Botol Sosro makin dekat dengan mereka. Sampai saat ini belum ada produk sejenis yang mampu menandingi Teh Botol Sosro, kendati sejumlah pemain, tak terkecuali pemain asing, menggerogoti pasarnya. Namun hal itu tidak berhasil, dominasi sosro begitu kuat. Hal ini membuktikan The Botol Sosro sangat popular di masyarakat sebagai the siap minum dalam kemasan.

Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti berusaha mengetahui dan menganalisis variabel-variabel yang mempengaruhi kepuasan konsumen teh siap minum dalam kemasan merek teh botol sosro. Peneliti kemudian memutuskan bahwa penelitian ini mengambil judul Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Produk Teh Botol Sosro.



LANDASAN TEORI

Menurut Kotler (2003:139) “Harga adalah salah satu unsur bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan dan menimbulkan biaya harga juga bersifap flexible dan dapat berubah dengan cepat.

Menurut Kotler dan Amstrong (2001:463) “Harga adalah sejumlah uang yang ditukarkan untuk sebuah produk atau jasa.

Dari definisi yang telah dikemukakan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa harga adalah jumlah dari seluruh nilai yang konsumen tukarkan untuk jumlah manfaat dengan mamiliki atau menggunakan suatu barang dan jasa.

Harga merupakan faktor penentu yang mempengaruhi pilihan pembelian, hal ini masih menjadi kenyataan di negara-negara dunia ketiga, dikalangan kelompok-kelompok sosial yang miskin, serta pada bahanbahan pokok sehari-hari. Namun dalam dasawarsa terakhir ini, faktorfaktor lain selain harga telah beralih menjadi relatif lebih penting dalam proses pembelian.

Menurut Kotler (2003:243) kualitas produk adalah salah satu faktor yang paling diandalkan oleh seorang pemasar dalam memasarkan suatu produk.

Sedangkan menurut Gaspersz yang (2004:4) kualitas mempunyai definisi yang berbeda dan bervariasi dari yang konvensional sampai yang lebih strategis. Definisi konvensional dari kualitas biasanya menggambarkan karakteristik langsung dari produk seperti kinerja (Performance), keandalan (Realibility), mudah didalam penggunaan (Easy of use) dan estetika (Easthetic).

Kualitas menurut Tjiptono (2003:389) adalah totalitas dan karakteristik suatu produk (barang dan jasa) yang menunjang kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan. Kualitas sering kali diartikan sebagai segala sesuatu yang memuaskan konsumen atau sesuai dengan persyaratan atau kebutuhan.

Kepuasan konsumen menurut Kotler (2005 : 349) adalah rasa senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja suatu produk dan harapannya. Jika kinerja memenuhi harapan maka pelanggan akan puas, sebaliknya jika kinerja tidak memenuhi harapan maka pelanggan akan kecewa. Sementara jika kinerja melebihi harapan maka pelanggan akan sangat puas.

Menurut Angpora (2002 : 39) Kepuasan pelanggan dianggap sangat penting karena pada dasarny hasil penjualan perusahaan setiap saat berasal dari dua kelompok yaitu pelanggan baru dan pembeli ulang. Sehingga mempertahankan pelanggan lebih penting dari pada memikat pembeli baru, sebab mempertahankan pelanggan melalui pemenuhan kepuasan pelanggan melalui pemenuhan kepuasan pelanggan akan memberikan implikasi seperti :

  • Membeli lagi
  • Mengatakan hal-hal yang baik tentang perusahaan kepada orang lain
  • Kurang memperhatikan merk dan iklan produk pesaing
  • Membeli produk lain dari perusahaan yang sama



Gambar 2.1

Kerangka Penelitian

Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

H1             : Ada pengaruh secara parsial antara harga terhadap kepuasan konsumen.

H2             : Ada pengaruh secara parsial antara kualitas produk terhadap kepuasaan konsumen.

H3             : Ada pengaruh secara simultan antara harga dan kualitas produk terhadap kepuasaan konsumen.


METODELOGI PENELITIAN

Teknik Pengambilan Populasi dan Sampel

Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karateristik yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007 : 78). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Universitas Bina Darma yang berjumlah 5018 orang. (Sumber : Pengolahan Data Universitas Bina Darma 2011/2012)

Sampel

Penentuan pengambilan jumlah responden (sampel) dilakukan melalui teknik purposive sampling yaitu responden dipilih langsung berdasarkan pada kriteria-kriteria tertentu yaitu :

  1. Mahasiswa Universitas Bina Darma yang masih aktif
  2. Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Angkatan 2008 dan 2009
  3. Laki-laki dan Perempuan

Agar ukuran sample yang diambil representative maka dihitung dengan menggunakan rumus Slovin (dalam Umar, 2001) dengan rumus sebagai berikut :

Keterangan :

n  = jumlah sample

N = Jumlah populasi

e  = Presisi (batas kesalahan yang ditolerir)

1  = bilangan konstan

Berdasarkan rumus Slovin tersebut maka jumlah sample yang diperoleh adalah

n       =             5018

1 +  (5018) (0,1) ²

n     =  99 (pembulatan ke atas)

Jadi yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 99 orang responden.



Teknis Analis

Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis Regresi berganda digunakan untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable dependen (kriterium), bila dua atau lebih variable independent sebagai faktor predictor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya). (Sugiyono, 2007: 250).  Persamaan linier regresi berganda sebagai berikut :

Y = a + b1X1 + b2X2 + e

Keterangan :

Y  : Kepuasaan Konsumen

a   :  Konstanta

b1-b2 : Koefisiensi regresi, yang menunjukkan angkatan peningkatan ataupun  penurunan (+) atau penurunan (-) variabel Y

X1 : Harga

X2 : Kualitas Produk

e    : error item


Analisis Koefisien Korelasi (r)

Analisis ini digunakan  untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. (Sugiyono, 2007:182)

Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r

Interval Koefisien

Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Lemah
0,20 – 0,399 Lemah
0,40 – 0,599 Cukup
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat

Sumber : Sugiyono, 2005:175

Koefisiensi Determinasi Berganda ()

Menurut Usman (2006 : 20) koefisien determinasi berganda mencerminkan seberapa besar variasi terikat Y dapat diterangkan oleh variabel X. Bila nilai koefisien sama dengan 0 (), artinya variabilitas dari Y tidak dapat diterangkan oleh X sama sekali. Sementara bila = 1, artinya variabilitas dari Y secara keseluruhan dapat diterangkan oleh X. Dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 20.


Uji Hipotesis

Uji t

Menurut Usman (2006 : 16) uji t bertujuan untuk menguji koefisien regresi, termasuk intercept secara individu. Lankah – langkahnya :

  1. Menentukan hipotesis
  2. Menbandingkan probilitas t – statistik dengan alpha = 0,05
  3. Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis

Ho : b1 = 0, berarti tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel independen terhadap varabel dependen

Ha : b1 ≠ 0, berarti ada pengaruh secara signifikan antara variabel independen  terhadap variabel dependen.

Uji – t dilakukan dengan cara membandingkan antara probilitas t – statistic dengan α  = 0,05 :

  • Bila p  ≥  α = 0,05 maka Ho gagal ditolak dan Ha gagal diterima
  • Bila p  ≤  α = 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Ho gagal ditolak berarti tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen, sedangkan penerimaan Ha mempunyai arti terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap varabel dependen.

Uji F

Uji F digunakan untuk menguji koefisien (slope) regresi secara bersama-sama (Nawawi dan Usman, 2006:16).

Langka-langkah :

  1. Menentukan hipotesis
  2. Membandingkan probabilitas F-statistik dengan alpha = 5%
  3. Kriteria penerimaan dan penolakan

Ho : b1 = b2 =…b1 = 0, bearti tidak ada pengaruh yang signifikan dari seluruh variabel independen terhadap variabel dependen

Ha : b1 ≠ b2 ≠…b1 ≠ 0, bearti ada pengaruh yang signifikan dari seluruh variabel independen terhadap variabel dependen

Dari F akan diputuskan untuk menerima atau menolak hipotesa yang diajukan

  • Bila F hitung < F tabel atau р-value > 0.05 maka Ho diterima dan Ha ditolak ini bearti semua variabel independen secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen
  • Bila F hitung > F tabel atau р-value < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ini bearti semua variabel independen secara bersama-sama berpengaruh

Ho gagal ditolak bearti tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen, sedangkan penerimaan

mempunyai arti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen

Dalam penelitian ini, hasil uji F dapat dilihat pada output ANOVA dari hasil analisis regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan program SPSS 20.



ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Analisis Pengujian

Analisis Regresi Linier Berganda

Tabel 4.4.1

Ringkasan Hasil Analisis Regresi

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1,418 ,504 2,814 ,006
harga ,319 ,112 ,263 2,859 ,005
k.produk ,265 ,075 ,328 3,558 ,001
a. Dependent Variable: k.konsumen

Sumber : Data Primer yang telah diolah  oleh SPSS 20,0

Berdasarkan hasil regresi yang terdapat pada tabel di tunjukan persamaan regresi pengaruh harga dan kualitas produk terhadap kepuasan konsumen adalah sebagai berikut :

Y = 1,418 + 0,319 X1 + 0,265 X2 + e

Dari persamaan regresi di atas dapat dikatahui bahwa :

  1. Nilai konstanta a = 1,418 berarti bahwa jika harga (X1), kualitas produk (X2), sama dengan nol maka Kepuasan konsumen akan bernilai 1,418.
  2. Koefisien regresi harga (b1) = 0,319 berarti  jika harga mengalami peningkatan sebanyak satu unit skor, maka kepuasan konsumen (Y) juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,319.
  3. Koefisien regresi kualitas produk (b2) = 0,265 berarti  jika kualitas produk mengalami peningkatan sebanyak satu unit skor, maka kepuasan konsumen (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,265.



Koefisien Determinasi ()

Usman (2006 : 20 ) menyatakan nilai koefisien deteriminasi (R2) dapat menginformasikan baik tidaknya model regresi yang terestimasi. Nilai koefisien determinasi berganda (R2) mencerminkan seberapa besar sumbangan pengaruh variasi dari variabel dependen dapat diterangkan oleh variabel independen.



Tabel 4.4.2

Koefisien Determinasi

Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 ,445a ,198 ,181 ,52603
a. Predictors: (Constant), kualitas produk, harga

Sumber : Data primer yang telah diolah oleh SPSS 20.0

Besaran Koefisien determinasi ( R2 ) = 0,198 menunjukan bahwa variabel dependen yaitu kepuasan konsumen memiliki determinasi sebesar 19,8% dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu harga dan kualitas produk. Sedangkan sisanya sebesar 80,2% dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya seperti dan yang tidak termasuk dalam penelitian ini tetapi dijelaskan pada penelitian terdahulu seperti Lingkungan dan Promosi (Budhi Poniman, 2006), Kualitas Layanan (Fransisca Widyawati, 2008) dan Persepsi Harga (Fransiska Pramitha W.A, 2010) yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.




Koefisien Korelasi

Berdasarkan pada perhitungan statistik yang ditunjukkan pada tabel 4.4.2 maka diperoleh nilai korelasi ( R) sebesar 0,445 menunjukan bahwa antara variabel independen yaitu harga dan kualitas produk mempunyai keeratan yang cukup dengan variabel dependen yaitu kepuasan konsumen

Tabel 4.4.3

Tabel Koefisien korelasi atau Nilai r

Koefisien Interval

Tingkat Hubungan

0,00 – 0,19 Sangat Lemah
0,20 – 0,399 Lemah
0,40 – 0,599 Cukup
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,00 Sangat Kuat


Sumber : Sugiyono, 2005 : 175



Uji Parsial (Uji t)

Uji ini digunakan untuk mengetahui apabila dalam model regresi variabel secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen ( Priyanto, 2010 : 68). Uji – t dapat dilihat dari tabel berikut :

Tabel 4.4.4

Uji Parsial (Uji t)

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1,418 ,504 2,814 ,006
harga ,319 ,112 ,263 2,859 ,005
k.produk ,265 ,075 ,328 3,558 ,001
a. Dependent Variable: k.konsumen

Sumber : Data Primer yang telah diolah SPSS 20,0

  1. Pengaruh Harga terhadap Kepuasan Konsumen

Berdasarkan hasil pengujian secara parsial pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen dengan menggunakan program SPSS seperti pada tabel 4.4.4 di peroleh t hitung sebesar 2,859 > t tabel 1,660 dengan taraf signifikasi sebesar 0,005 < α =0,05  dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh antara harga terhadap kepuasan konsumen.

  1. Pengaruh Kualitas Produk terhadap Kepuasan Konsumen

Berdasarkan hasil pengujian secara parsial pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen dengan menggunakan program SPSS seperti pada tabel 4.4.4 di peroleh t hitung sebesar 3,558 > t tabel 1,660 dengan taraf signifikasi sebesar 0,001 < α = 0,05 dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh antara kualitas produk terhadap kepuasan konsumen

.


Uji Simultan (Uji F)

Uji F digunakan untuk menguji koefisien (Slope) regresi secara bersama – sama (Nachrowi dan Usman, 2006 : 16). Dari penhitungan pengujian hipotesis dengan membandingkan F tabel dengan df1= derajat pembilang 2 dan df2 = derajat penyebut 96 didapat 3,09 untuk taraf 5%. Uji F dapat dilihat dari tabel berikut ini:

Tabel 4.4.5

Uji F

ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 6,557 2 3,278 11,848 ,000b
Residual 26,563 96 ,227
Total 33,120 98
  1. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen
  2. Predictors: (Constant), Harga, Kualitas Produk

Sumber : Data primer yang telah diolah oleh SPSS 20,0

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa nilai F hitung adalah 11,848 dan F-tabel 3,09 dengan taraf signifikasi 0,000. Nilai signifikan lebih kecil dari 0,05. Uji Simultan 11,848 > 3,09 atau 0,000 < α = 0,05, maka ada pengaruh yang signifikan dari harga dan kualitas produk terhadap kepuasan konsumen.



KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

  1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan harga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap terhadap kepuasan konsumen pada produk teh botol sosro.
  2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan kualitas produk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap terhadap kepuasan konsumen pada produk teh botol sosro.
  3. Hasil dari penelitian uji F menunjukkan bahwa harga dan kualitas produk secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen pada produk teh botol sosro.

4.  Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa harga lebih besar pengaruhnya terhadap kepuasan konsumen pada produk teh botol sosro.

Saran

  1. Bagi peneliti lanjutan hendaknya mempertimbangkan variabel lain seperti Lingkungan dan Promosi (Budhi Poniman, 2006), Kualitas Layanan (Fransisca Widyawati, 2008) dan Persepsi Harga (Fransiska Pramitha W.A, 2010) sehingga hasil yang di dapat lebih akurat.
  2. Bagi peneliti lanjutan hendaknya mempertimbangkan tempat penelitian atau objek penelitian tidak hanya di PT. Sinar Sosro palembang, dapat juga di Rumah Sakit, PT. Semen Baturaja, PT. Pupuk Sriwijaya dan Bank-bank sesuai dengan variabel yang akan diteliti.
  3. Untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan harga dan kualitas produk harusnya lebih meningkatkan kualitas produk yang sesuai dengan harga sehingga kepuasan konsumen lebih meningkat.

Implikasi Manajerial

  1. Bagi PT. Sinar Sosro Palembang  yang akan meningkatkan kepuasan konsumennya, maka variabel harga dan kualitas produk bisa dijadikan indikator untuk mengukur kepuasan konsumen dan mengetahui faktor – faktor apa saja yang perlu mendapatkan perhatian khusus dan lebih agar kepuasan konsumen tidak mengalami penurunan.
  2. Variabel harga sangat berhubungan dengan  kepuasan konsumen karena dengan meningkatnya kepuasan konsumen maka kebutuhan harga akan meningkat juga. Dalam hal ini kebutuhan harga yang dimaksud adalah pihak PT. Sinar Sosro Palembang hendaknya memperhatikan peraturan pemerintah yang berhubungan dengan standar BPOM, harga saing produk , sehingga harga dapat meningkatkan kepuasan konsumen.
  3. Variabel kualitas produk berhubungan juga dengan kepuasan konsumen karena dengan meningkatnya kepuasan konsumen maka kebutuhan kualitas produk akan meningkat juga. Dalam hal ini kebutuhan kualitas produk yang dimaksud adalah Pihak PT. Sinar Sosro Palembang  hendaknya memperhatikan kualitas produk di pasaran dengan masa kadaluarsa produk, pengawasan BPOM dan kadar gula produk sehingga dapat meningkatkan kepuasan konsumen.


DAFTAR PUSTAKA

Angipora, P Marlius. 2002. Dasar-dasar Pemasaran. Cetakan Kedua. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Cohen. 2001. Elemen-elemen Kualirtas. Jakarta : Liberty

Gaspersz, Vincent. 2003. Ekonomi Manajerial. Catakan Kelima. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Irawan, Handy. 2003 Prinsip Kepuasan Pelanggan, Cetakan Ketiga. Jakarta : PT. Elex Media Komputindi.

Kotler, Philip. 2003. Manajemen Pemasaran, Diterjemahkan oleh Drs. Benyamin Molan. Edisi kesebelas, jilid kedua, Jakarta : PT. Indeks.

Lembang, Dua Rosvita. 2010. Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Harga, Promosi, dan Cuaca Terhadap Keputusan Pembelian Teh Siap Minum Dalam Kemasan Merek The Botol Sosro. Universitas Diponegoro Semarang, Jurnal.

Nawawi. 2009 . Manajemen Sumber Daya Manusia yang  Untuk Bisnis. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Poniman, Budhi. 2006. Pengaruh Harga Pelayanan, Lingkungan, Kualitas Produk dan Promosi Terhadap Kepuasan Konsumen pada Dealer Kusuma Motor Surakarta, STIE “AUB” Surakarta, Jurnal Penelitian Terdahulu.

Pramita, W.A Fransiska. 2008. Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Layanan dan Persepsi Harga Terhadap Pelanggan Air Minum Dalam Kemasan. Universitas Diponegoro Semarang, Jurnal Penelitian Terdahulu.

Siswanto, Sutojo. 2005. Mengemukakan Faktor Penting Perusahaan. Diterjemahkan oleh Aldrige, E. Jhon. Jilid Satu. Jakarta : Damar Mulia Pustaka.

Stanton, J William. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran. Diterjemahkan oleh Yohanes Lamarto. Jiid Satu. Jakarta : Erlangga.

Sugiyono. 2007. Metode  Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Tjiptono, Fandy. 2003. Strategi Bisnis Modern. Edisi Pertama. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Usman. 2006. Pengantar Statistika. Edisi Kedua. Yogyakarta : Bumi Aksara

Widyawati, Fransisca. 2010. Pengaruh Persepsi Harga, Persepsi Kualitas Layanan, dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasaan Pelanggan Telkom Flexi. Universitas Diponegoro Semarang, Jurnal Penelitian Terdahulu.

jurnal

October 31st, 2012

ABSTRAK

Fitria Eka Pratiwi, “Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Kerja Karyawan Pada PT. Kimia Farma Palembang”. Dibimbing oleh Heriyanto dan Fitriasuri. Rumusan Masalah apakah ada pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Kimia Farma Palembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Kimia Farma Palembang. Objek penelitian ini dilakukan pada PT. Kimia Farma Palembang. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Persamaan regresi linier berganda Y = 7,011 – 0,021 gaya kepemimpinan + 0,795 motivasi kerja + e, koefisien korelasi sebesar 0,684 menunjukan bahwa antara variabel independen yaitu gaya kepemimpinan dan motivasi kerja mempunyai keeratan yang kuat dengan variabel dependen  yaitu kinerja karyawan. Besaran koefisien determinasi (R2) sebesar 0,467 menunjukan bahwa variabel dependen yaitu kinerja karyawan memiliki determinasi sebesar 46,7% dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu gaya kepemimpinan dan motivasi kerja sedangkan sis any 53,3% dijelaskan oleh variabel lainnya.

Kata kunci : Gaya kepemimpinan, Motivasi kerja, Kinerja

ABSTRACT

Fitria Eka Pratiwi, “The Influence of Leadership Style and Work Motivation Of Employee Performance At PT. Kimia Farma Palembang “. Guided by Heriyanto and Fitriasuri. Problem formulation is there any influence of leadership styles and motivation to work on the performance of employees at PT. Kimia Farma Palembang. The purpose of this study was to determine the style of leadership and motivation to work on the performance of employees at PT. Kimia Farma Palembang. Object of research was conducted at PT. Kimia Farma Palembang. In this study using saturation sampling technique is the technique of determining if all members of the population sample used as a sample. Multiple linear regression equation Y = 7.011 to 0.021 + .795 leadership style motivation + e, the correlation coefficient of 0.684 indicates that among the independent variables of leadership style and motivation have a strong closeness with the dependent variable is the performance of employees. Magnitude of the coefficient of determination (R2) of 0.467 indicates that the dependent variable is the performance of employees had a determination of 46.7% can be explained by the independent variables of leadership style and motivation to work, while sis 53.3% explained by any other variable.

Key words: leadership style, work motivation, performance

jurnal

October 31st, 2012

ABSTRAK

M REZA TOPANI (08151142) Pengaruh Karakteristik tenaga pengajar terhadap produktivitas kerja di FKIP Unsri, Di bimbing oleh Rahmad Efendi dan Gagan Ganjar Resmi. Latar belakang penelitian ini yaitu dimana karakteristik tenaga pengajar di ukur dengan produktivitas kerja, karena produktivitas kerja yang rendah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif dan tidak bertanggung jawab atas pekerjaan nya dapat mempengaruhi karakteristik tenaga di FKIP Unsri, sehingga perlu penanganan dalam upaya mencapai tujuan instansi ada pun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah : Apakah karakteristik tenaga pengajar berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah :Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh karakteristik tenaga pengajar terhadap produktivitas  kerja terhadap di FKIP Universitas Sriwijaya, teknik analisis menggunakan data primer dan sekunder, data primer berupa pengamatan, wawancara dan kuesioner. Perhitungan analisis yang digunakan adalah analisis linier sederhana ,koefisien korelasi, uji T dari hasil perhitungan statistik mendapatkan hasil, ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 1.476 dengan nilai signifikansinya sebesar 0,00 < 0,05. Sedangkan nilai  t hitung sebesar 8,961 dan t tabel sebesar 1,676 sehingga nilai t hitung lebih besar dari  t tabel (8,961 > 1,676) maka demikian adanya pengaruh yang signifikan  antara karakteristik dengan produktivitas kerja

Kata kunci : Karakteristik dan Produktivitas kerja

jurnal

October 31st, 2012

ABSTRAK

Siti Rusdiana (10.151.086P) “Pengaruh Saluran Distribusi terhadap Volume Penjualan Pelumas Enduro Matic pada PT. Pertamina (Persero) Lubricants Region II Palembang”, Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Bina Darma Palembang, dibimbing oleh Heriyanto dan Devita Aryasari.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh saluran distribusi terhadap volume penjualan secara parsial di PT. Pertamina (Persero) Lubricants Region II Palembang. Pengujian statistik dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis regresi sederhana dengan tingkat signifikan 5% dimana kesimpulan pengujian diambil berdasarkan hasil uji t (parsial). Pengujian dilakukan menggunakan aplikasi SPSS versi 20.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial saluran distribusi berpengaruh secara signifikan terhadap volume penjualan karena nilai signifikan yang dihasilkan dari pengujian sebesar 0,000 < 0,05. Nilai t sebesar 0,000 < 0,05 berarti secara parsial saluran distribusi berpengaruh secara signifikan terhadap volume penjualan.

Kata kunci : Saluran distribusi dan Volume penjualan

ABSTRACT

Siti Rusdiana (10.151.086P) “The Effect of Distribution Channel on Sales Volume Enduro Matic Lubricants at PT. Pertamina (Persero) Lubricants Region II Palembang”, Faculty of Economics, Major of Management Program Bina Darma University Palembang, guided by Heriyanto and Devita Aryasari.

The study aims to determine how much the influence of distribution channel on Sales Volume in partial at PT. Pertamina (Persero) Lubricants Region II Palembang. Statistical testing is done by using simple regression analysis with a significant level of 5% which the conclusions drawn based on the t test (partial). The testing is done by using SPSS 20 version application.

The study shows that the distribution channel is partial significant influence on sales volume because of the value 0,000 < 0,05. t value is 0,000 < 0,05 means the distribution channel is partial significantly influence to sales volume.

Keywords : Distribution channel and Sales volume

jurnal

October 31st, 2012

ABSTRAK

Evans septiyan, Pengaruh Motivasi, Persepsi keadilan Atas Kompensasi terhadap Kepuasan kerja Karyawan Pada Bank BRI Cabang Sriwijaya Palembang, dibimbing oleh Heriyanto dan Devita Aryasari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara motivasi dan persepsi keadilan atas kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada Bank BRI cabang Siwijaya Palembang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini berjuumlah 45 orang. Tenik pengembilan sampel yang digunakan adalah dengan metode sampling jenuhdimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji f, dan uji t.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ,1) hasil dari analisis linier berganda dapat diketahui bahwa variabel motivasi mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepuasan kerja karyawan pada Bank BRI cabang Sriwijaya Palembang, hal ini ditunjukan dari nilai regresi Y= 2,042 + 0,617 X1 – 0,116 X2+ e yang artinya motivasi mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja 54,1%. 2) nilai koefisien korelasi sebesar 0,546 atau 54,6 % artinya nilai koefisien korelasi (r) menukjukan bahwa variabel tersebut mempunyai hubungan yang sedang dan positif. 3) hasil analisis koefisien determinasi sebesar 0,298 atau 29,8% sumbangan pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen sedangkan sisanya sebesar 70,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. 4) hasil uji, nilai t-hitung seleksi sebesar 4,212 sedangkan t-tabel sabesar 2,02 sehingga nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (4,212 > 2,02) berarti Ho ditolak dan menerima Ha, hal ini berarti motivasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kepuasan kerja sedangkan nilai t-tabel persepsi keadilan atas kompensasi (2,02 > -1,152) maka dengan demikian Ha ditolak dan menerima Ho, hal ini berarti persepsi keadilan atas kompensasi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja. 5) hasil uji F menunjukan nilai Ftabelsebesar8,935lebihbesardarinilai Fhitungsebesar 3,14 dengantarafsignifikasi 0,001lebihkecildari 0,05.Hal iniberartiterdapatpengaruh yang signifikanantaramotivasi (X1) sertapersepsi keadilan atas kompensasi (X2) terhadap kepuasan kerja (Y) secarasimultan.
Kata kunci : motivasi, persepsi keadilan atas kompensasi, dan kepuasan kerja.

Kesimpulan dan Saran
5.1 Kesimpulan
1. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan secara parsial variabel motivasi terhadap kepuasan kerja pegawai pada Bank BRI cabang Sriwijaya Palembang. Hal ini dilihat dari nilai koefisien sebesar 4,212 dengan tingkat taraf signifikan 0.000 < 0,05. Peningkatan terhadap motivasiakan mampu mendorong pegawai untuk meningkatkan kepuasan kerja dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab terhadap instansi.
2. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi keadilan atas kompensasi secara parsial tidak berpengaruh memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada Bank BRI cabang Sriwijaya Palembang.Hal ini dilihat dari nilai koefisien sebesar -0,152 dengan tingkat taraf signifikasi 0,256> 0,05. Persepsi keadilan atas kompensasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.
3. Hasil dari peneltian uji F menunjukkan bahwa motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada Bank BRI cabang Sriwijaya Palembang. Hal ini dilihat dari nilai koefisien sebesar 8,935 dengan tingkat taraf signifikasi 0,001< 0,05. Selain itu hasil ini juga dibuktikan dari nilai uji korelasi sebesar 0,546 menunjukan hubungan yang sedang antara hubungan variabel independen dan depeden dan nilai koefisien determinasi sebesar 54,6 % sedangkan sisanya 45,4 % dipengaruhi oleh variabel lain.
5.2 Saran
1. Motivasi merupakan salah satu faktor dominan dalam upaya meningkatkan kepuasan kerja karyawan pada Bank BRI cabang Sriwijaya Palembang. Oleh sebab itu, teknik dalam memberikan motivasi terhadap karyawan sebaiknya lebih dikembangkan agar apa yang dibutuhkan oleh karyawan dapat terpenuhi sehingga hal itu dapat meningkatkan kepuasan kerja para karyawan.
2. Meskipun secara parsial persepsi keadilan atas kompensasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja, namun secara simultan persepsi keadilan atas kompensasi mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja. Oleh sebab itu, pemberian kompensasi harus disesuaikan dengan prestasi kerja yang dicapai oleh karyawan agar karyawan mempunyai semangat untuk mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya.
3. Kepuasan kerja karyawan pada Bank BRI cabang Sriwijaya Palembang secara signifikan dipengaruhi oleh pengembangan Sumber Daya Manusia. Peningkatan kepuasan kerja karyawan dapat memberikan efek positif bagi perusahaan seperti meningkatnya profitabilitas. Adapun cara-cara yang dapat ditempuh agar kepuasan kerja karyawan meningkat adalah seperti pemberian motivasi kepada karyawan, kompensasi, serta serta perlakuan yang adil dari perusahaan.
4. Bagi penelitian selanjutnya hendaknya mempertimbangkan variabel lain seperti penilaian pretasi kerja (PPK) seperti sesuai dengan penelitian terdahulu dari Dewi Prabandari Ayu Kusuma (2004). Selain itu pada serta alat analisis data sehingga hasil penelitian yang akan didapatkan akan lebih akurat.

jurnal

October 30th, 2012

ABSTRAK

Firdaus, 08151123.”Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Hotel The Jayakarta Diara Palembang.”Dibimbing oleh Heriyanto dan Dina Melita. Perumusan masalah bagaimana Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang. Objek Penelitian berlamat di Jalan Jendral Sudirman No.153 Palembang. Tehnik Pengambilan Sampel menggunakan mode Random Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang secara acak. Metode analisis menggunakan analisis Kuantitatif. Persamaan regresi linier Y = 0,056 + 0,723 X, Koefisien korelasi r = 0,845, Koefisien determinasi r2 = 0,710, Nilai t hitung dari variabel kompensasi yaitu sebesar 12,754 > t table sebesar 1,66992 dengan tingkat probabilitas t-statistik lebih kecil yaitu 0,033 < α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Hal ini dapat dilihat dari kompensasi setiap karyawan mendapatkan informasi tentang pekerjaan atau tugas dari atasan berpengaruh kuat terhadap kinerja karyawan Hotel The Jayakarta Daira Palembang.

Kata Kunci : Kompensasi dan Kinerja.

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Di Zaman yang sudah canggih seperti ini ilmu manajemen telah mengalami berbagai kemajuan, yaitu dari manajemen yang masih bersifat primitif, masalah-masalah yang dihadapi oleh seorang pimpinan tidak begitu kompleks karena pada masa itu keseluruan sistem produksi dikerjakan oleh tangan-tangan manusia. Begitu juga dengan tingkat kebutuhan masyarakat masih rendah sekali yaitu terbatas pada manajemen modern, masalah-masalah yang terjadi sangat kompleks dan rumit. Hal ini dikarnakan pada masyarakat modern timbul ide-ide baru untuk menciptakan cara-cara kerja yang lebih keras. Revolusi industri yang terjadi pada abad ke 19, merupakan ujung tombak dimulainya babak yang baru bagi periode kegiatan manajemen moderen. Perluasan pasar terjadi dimana-mana begitu juga dengan aktifitas dibidang  yang semangkin berkembang.

Manajeman mempunyai peranan yang sangat penting didalam mengelolah organisasi atau perusahaan, sebab manajemen merupakan motor dan alat pengerak dari segala macam aktifitas organisasi atau perusahaan. Karena itu agar semangat kerja dari diri karyawan sebagai pegerak dari suatu perusahaan menjadi tinggi maka perlu adanya motivasi. Perusahaan harus memberikan motivasi kepada karyawan agar tinggkat kepercayaan karyawan terhadap perusahaan tersebut akan semakin besar. Karyawan atau tenaga kerja merupakan sarana manajemen yang harus diperhatikan kebutuhannya agar motivasi atau dorongan diri dalam individu sendiri bisa timbul sehingga yang dilaksankan bisa selesai dengan baik pula. Untuk melaksanakan tugas dengan baik maka karywan diarahkan untuk meningkatkan kinerja.

Hotel The Jayakarta Daira merupakan salah satu perusahaan jasa yang melayani konsumen dengan meyediakan tempat penginapan dengan misi  hotel jayakarta daira dengan kinerja terbaik memperjuangkan yang terbaik, pertumbuhan dengan inovasi pasar untuk melaksanakan menerapkan nilai perseroan, menjadi perusahaan yang lebih tanggung jawab.

Pembagian uang service yang tidak transfaran, sehingga menimbulkan kecurigaan  karyawan dan berakibat pada sistem kerja pada karyawan Hotel The Jayakarta Daira Palembang.

Menurut Hasibuan (2002: 118) Kompensasi adalah semua pendapat yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Perusahaan mengharapkan agar kompensasi yang dibayarkan memperoleh imbalan prestasi kerja yang lebih besar dari karyawan. Jadi nilai prestasi kerja karyawan harus lebih besar dari kompensasi dibayar perusahaan, supaya perusahaan mendapatkan laba dan kontinuitas perusahaan terjamin.

Dengan memperhatikan semua permasalahan di atas, maka tertulis tertarik untuk meneliti “ Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada The Jayakarta Daira Palembang”

1.1 Perumusan Masalah

Berdasarkan masalah – masalah tersebut yang menjadi masalah pokok adalah bagaimana pengaruh kompensasi karyawan terhadap kinerja  karyawan pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang.

1.2 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh kompensasi karyawan terhadap kinerja pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang.

1.3 Ruang Lingkup Penelitian

Untuk menjaga agar penulis ini terarah dan tidak menyimpang dari permasalahan yang ada, maka penulis membatasi ruang lingkup pembahasan hanya terfokus pada pengaruh kompensasi karyawan terhadap kinerja pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang.

1.4 Manfaat Penelitian

  1. Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini di harapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan sebagai masukan dan salah satu informasi tentang bagaimana penerapan pengaruh kompensasi karyawan terhadap kinerja di Hotel The Jayakarta Daira Palembang

  1. Bagi Penulis

Sebagai proses belajar untuk menambah pengetahuan, pengalaman dan menerapkan ilmu yang telah di pelajari selama di bangku kuliah.

  1. Bagi Peneliti

Sebagai bahan tambahan referensi bagi peneliti yang akan melakukan penelitian dalam bidang pengaruh kompensasi karyawan terhadap kinerja di Hotel The Jayakarta Daira Palembang.

1.5 Sistematika Penulisan.

BAB  I  PENDAHULUAN

Pada bab ini akan di kemukakan latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaaat penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II  LANDASAN TEORI

Pada bab ini di uraikan mengenai pengertian koordinasi, indikator koordinasi, masalah – masalah dalam koordinasi, jenis – jenis koordinasi, sifat – sifat koordinasi, syarat – syarat koordinasi, ciri – ciri koordinasi, tujuan dan ruang lingkup kinerja, aspek – aspek penilain kinerja dan standar pekerjaan, langkah – langkah dalam peningkatan kinerja, penelitian terdahulu, hubungan koordinasi dengan kinerja  dan hipotesis.

BAB  III  OBJEK DAN METODE PENELITIAN

Pada bab ini penulis mengadakan penelitian di Hotel The Jayakarta Daira Palembang, ruang lingkup penelitian, metode pengumpulan data, operasionalisasi variabel, metode pengambilan data dan metode analisis.

BAB  IV  ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini berisi tentang gambaran umum organisasi yang terdiri dari sejarah singkat Hotel The Jayakarta Daira Palembang, visi, misi, struktur organisasi serta analisa dan pembahasan.

BAB  V  KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini penulis akan membuat dan mengambil kesimpulan dari pembahasan sebelumnya dan mencoba untuk mengutarakan beberapa saran yang dapat dijadikan bahan masukan pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Kompensasi

Pengertian Kompensasi

Pada dasarnya manusia bekerja juga ingin memperoleh uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itulah seorang karyawan mulai menghargai kerja keras dan semakin menunjukkan loyalitas terhadap perusahaan dan karena itulah perusahaan memberikan penghargaan terhadap prestasi kerja karyawan yaitu dengan jalan memberikan kompensasi. Salah satu cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, memotivasi dan meningkatkan kinerja para karyawan adalah melalui kompensasi.

2.1.2  Jenis Kompensasi

Kompensasi yang diberikan karyawan dapat dibedakan menjadi dua jenis (Triton PB, 2006) yaitu :

  1. Kompensasi Finansial

Kompensasi yang bersifat finansial adalah kompensasi yang diterima oleh karyawan dalam bentuk uang imbalan yang bernilai uang. Kompensasi Finansial merupakan kompensasi yang diberikan perusahaan terhadap semua karyawan dalam usaha meningkatkan sejahteraan mereka seperti : tunjangan hari raya, uang pensiun dll.

Kompensasi Finansial kompensasi yang berbentuk uang dibayarkan langsung kepada karyawan

  1. Kompensasi non Finansial

Kompensasi terdiri atas kepuasan yang diperoleh seseorang dari pekerjaan itu sendiri, atau dari lingkungan psikologis atau fisik dimana orang itu bekerja. Kompensasi nonfinansial meliputi kepuasan yang didapat dari pelaksanaan tugas yang signifikan yang berhubungan dengan pekerjaan. Kompensasi non finansial kompensasi yang diberikan kepada karyawan dalam bentuk liburan wisata ataupun berbentuk barang.

2.1.3 Prinsip dasar Pemberian Kompensasi

Kompensasi perlu diberikan dengan mengikuti dasar-dasar dan prinsip yang harus diikuti dalam pemberian kompensasi tersebut. Kompensasi yang diberikan dengan pertimbangan yang mendasar dan mengikuti prinsip-prinsip pemberian kompensasi diharapkan dapat berpengaruh pada tercapainya pemenuhan secara menyeluruh terhadap kepentingan perusahaan, karyawan dan pemerintah.

2.1.4   Sistem Kompensasi

Sistem pembayaran kompensasi yang umum diterapkan adalah:

  1. Sistem Waktu

Dalam sistem waktu, besarnya kompensasi (gaji, upah) ditetapkan berdasarkan standar waktu seperti jam, minggu, atau bulan.

  1. Sistem Hasil (Output)

Dalam sistem hasil, besarnya kompensasi/upah ditetapkan atas kesatuan unit

yang dihasilkan pekerja, seperti per potong, meter, liter, dan kilogram.

  1. Sistem Borongan

Sistem borongan adalah suatu cara pengupahan yang penetapan besarnya jasa

didasarkan atas volume pekerjaan dan lama mengerjakannya.

2.1.5 Indikator Kompensasi

Adapun indikator yang digunakan untuk mengukur kompensasi menurut Simamora (2006) adalah sebagai berikut :

  1. Upah dan gaji

Upah biasanya berhubungan dengan tarif gaji per jam. Upah merupakan basis bayaran yang kerapkali digunakan bagi pekerja-pekerja produksi dan pemeliharaan. Gaji umumnya berlaku untuk tarif bayaran mingguan, bulanan, atau tahunan.

  1. Insentif

Insentif adalah tambahan kompensasi di atas atau di luar gaji atau upah yang diberikan oleh organisasi.

  1. Tunjangan

Contoh-contoh tunjangan adalah asuransi kesehatan dan jiwa, liburan yang ditanggung perusahaan, program pensiun, dan tunjangan lainnya yang berkaitan dengan hubungan kepegawaian.

  1. Fasilitas

Fasilitas adalah kenikmatan atau fasilitas seperti mobil perusahaan, keanggotaan klub, tempat parkir khusus, atau akses kepesawat perusahaan yang diperoleh karyawan. Fasilitas dapat mewakili jumlah substansial dari kompensasi, terutama bagi eksekutif yang dibayar mahal.

2.1.6  Tujuan Kompensasi

Menurut Hasibuan (2002 : 121-122) organisasi memiliki beberapa tujuan dalam merancang  kompensasi antaranya yaitu :

Tabel 2.1

Penelitian Terdahulu

No

Nama Peneliti

Judul Peneliti

Hasil Peneliti

1 Keke T. Aritonang, M.Pd (2005) Pengaruh

Kompensasi Kerja, Disiplin Kerja Guru dan

Kinerja Guru SMP Kristen

BPK PENABUR

Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kompensasi dengan kinerja dan terdapat pengaruh positif antara disiplin kerja dengan kinerja
2 Anoki Herdian Dito (2010) Pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan Kompensasi dan Motivasi berpengaruh positif  dan signifikan terhadap Kinerja
3 Warsidi

(2004)

Pengaruh

Kompensasi dan

Kepuasan Kerja

Terhadap Kinerja

Guru

Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru; kepuasan kerja berpengaruh positif

dan signifikan terhadap kinerja guru

4 Astrid Tanjung

Sari

(2008)

Pengaruh Kompensasi

Terhadap Kinerja

Karyawan PT.

Berkah Surya Abadi

Perkasa Unit

Semarang Tengah

Pemberian kompensasi berpengaruh positif pada kinerja karyaawan.
5 Baharudin

2008

Pengaruh Keterampilan, kompensasi dan iklim kerja kinerja karyawan pada PT. Intan Sengkuyit Palembang Pengaruh keterampilam kompensasi berpengaruh positif terhadap iklim kerja kinerja karyawan.

Gambar 2.1

Kerangka Pemikiran

Pengaruh Kompensasi dan terhadap Kinerja

1.2 Hipotesis

Menurut sugiono (2007:51) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, oleh karena itu rumusan masalah penelitian baisanya disusun dalam bentuk kalimat nyata, Adapun hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah hipotesis (HO), dan hipotesis (Ha).

Ho : Tidak ada pengaruh yang singnifikan antara pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan.

Ha :  Ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1.  Subjek Penelitian

Subjek dari penelitian ini adalah karyawan Hotel The Jayakarta Daira yang beralamat di Jl. Jendral Sudirman No.153 Palembang.

3.2. Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan.

3.3. Operasionalisasi Variabel

Menurut Sugiyono ( 2006:32 ), variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Ada dua variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel independen atau variabel bebas yang dinyatakan dalam simbol X dan variabel dependen atau variabel terikat yang dinyatakan dalam symbol Y. Menurut Sugiyono (2006 : 4) variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Sedangkan variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

Variabel

Definisi

Indikator

Pengaruh kompensasi (X) Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai balas jasa yang diberikan perusahaan

Menurut Hasibuan (2002 : 117)

  1. Upah dan gaji
  2. Insentif
  3. Tunjangan
  4. Fasilitas
Kinerja

karyawan ( Y )

Kinerja atau Actual performance yaitu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakantugasnya sesuai dengan tangggung jawab yang diberikan kepadanya

Menurut Mangkunegara (2002 : 67)

  1. Kualitas
  2. Kuantitas
  3. Ketepatan Waktu
  4. Efektivitas
  5. Kemandirian

3.4.1 Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya.Data primer secara khusus dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian.Data primer biasanya diperoleh dari survei lapangan yang menggunakan semua metode pengumpulan data ordinal (Sugiyono, 2005).

  1. a. Kuisioner

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.

  1. b. Studi Kasus

Yaitu mengumpulkan data dengan mempelajari masalah yang berhubungan dengan pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan yang diteliti serta bersumber dari buku-buku pedoman yang disusun oleh para ahli yang berpengaruh dengan masalah yang dianalisis

  1. c. Observasi

Observasi atau yang sering disebut pula dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera (Suharsimi, 2006 : 165).

3.4.2 Data Skunder

Yaitu data primer yang telah diolah lebih lanjut menjadi bentuk-bentuk seperti table, grafik, gambar dan sebagainya sehingga lebih informatif oleh pihak lain (Umar 2002:84). Adapun data skunder yang akan diambil oleh organisasi adalah sebagai berikut : sejarah organisasi, aktivitas dan struktur organisasi

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum

4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan

The Jayakarta Daira Hotel Palembang yang berkantor di Jalan Jendral Sudirman No.153 Palembang, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996 dan Akte Notaris Harun Kamil, SH. No. 40 tanggal 11 Maret 1996.

The Jayakarta Daira Hotel Palembang didirikan oleh bapak Sjukur Pudjiadi pada tahun 1970. Bisnis ini dimulai dari hotel berlantai empat dengan 52 kamar, kemudian bertambah dua hotel lagi yang mana diketahui adalah The Jayakarta cisarua dan The Jayakarta Anyer, Perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan untuk umum pada tahun 1990 dengan penawaran perdananya pada Jakarta stock exchange .

Table 4.1

Variabel Kompensasi (X)

NO

PERTANYAAN

SKOR PERSENTASE

TOTAL

SS

S

RR

TS

STS

RATA-RATA

1

Gaji yang diterima sesuai harapan

16

46

5

0

0

279/67

4,164

23,9%

68,6%

7,5%

0%

0%

2 Gaji yang anda terima saat ini sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup anda

12

36

7

12

0

249/67

3,716

17,9%

53,7%

8,10%

19,4%

0%

3

Sistem pemberian insentif diberikan pihak organisasi telah sesuai dengan jabatan

6

48

7

0

6

249/67

3,716

9,0%

71,6%

10,4%

0%

9,0%

4

Dalam pemberian insentif sudah tepat waktu

12

37

6

12

0

250/67

3,731

17,9%

55,2%

9,0%

17,9%

0%

5

Tunjangan jabatan yang terima sesuai harapan

14

36

7

10

0

255/67

3,806

20,9%

53,7%

10,4%

14,9%

0%

6

fasilitas sarana dan prasarana yang digunakan untk pekerjaan sudah cukup baik

6

54

2

0

5

257/67

3,835

8,9%

80,6%

2,10%

0%

7,5%

7

Fasilitas perusahaan yang diberikan organisasi memudahkan anda bekerja

12

36

7

12

0

249/67

3,716

17,9%

53,7%

10,4%

17,9%

0%

Total Rata-Rata

3,857

Sumber : Lampiran II

Hasil kuesioner dari variabel kesesuaian penempatan kerja (X) diketahui adanya nilai rata-rata terbesar 4,164 yaitu pernyataan pertama Gaji yang diterima sesuai harapan, Sedangkan nilai rata-rata terendah sebesar 3,716 yaitu Pernyataan Pertama Gaji yang anda terima saat ini sudah  bisa memenuhi kebutuhan hidup anda, Pernyataan Kedua Sistem Pemberian Insentif diberikan pihak organisasi telah sesuai dengan jabatan, Pernyataan Ketiga Fasilitas Perusahaan yang diberikan organisasi memudahkan anda bekerja.

4.3.2  Kuesioner Kinerja kerja karyawan

tnya menjadi akomodasi yang berbeda.

Table 4.2

Variabel kinerja karyawan (Y)

NO

PERTANYAAN

SKOR PERSENTASE

TOTAL

SS

S

RR

TS

STS

RATA-RATA

5

4

3

2

1

1

Saya menyelesaikan pekerjaan dengan menggunakan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki. 12 36 7 12 0

249/67

3,716

17,9% 53,7% 10,4% 17,9% 0%

2

Saya menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan perintah atasan. 13 40 6 7 1

258/67

3,850

19,4% 59,7% 8,95% 10,4% 1,50%

3

Saya tepat waktu dalam kehadiran jam kerja 10 37 10 8 2

246/67

3,671

14,9% 55,2% 14,9% 11,9% 2,99%

4

Saya menggunakan peralatan-peralatan kantor 6 54 2 0 5

257/67

3,835

8,95% 80,6% 2,99% 0% 7,46%

5

Saya menyelesaikan pekerjaan sendiri jika rekan kerja sakit/tidak masuk kerja. 6 48 7 0 6

249/67

3,716

8,95% 71,6% 10,4% 0% 8,95%
Total Rata-Rata 3,755

Sumber : Lampiran III

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan uraian yang telah dibahas mengenai tinjauan kompensasi karyawan pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang. Penulis dapat menarik kesimpulan dan saran. Saran-saran ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang sesuai.

5.1 Kesimpulan

1. Sistem kompensasi yang dilakukan pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang dapat dilakukan dengan baik Hasil kuesioner dari variabel kesesuaian penempatan kerja (X) diketahui adanya nilai rata-rata terbesar 4,164 yaitu pernyataan pertama Gaji yang diterima sesuai harapan dimana pemberian gaji atau upah yang sudah ditentukan oleh Hotel The Jayakarta Daira  Palembang diberikan kepada karyawan sesuai dengan skala gaji pokok yang berlaku.

2. Selain gaji tetap yang diberikan, Hotel The Jayakarta Daira  Palembang juga memberikan penghargaan berupa tunjangan tetap Hasil kuesioner dari variabel kesesuaian penempatan kerja (X) diketahui adanya nilai rata-rata terbesar 3,806 yaitu tunjangan tambahan, bonus, insentif, dan reward kepada karyawannya agar dapat memotivasi karyawan untuk bekerja lebih giat lagi sehingga karyawan mendapatkan haknya dan perusahaan mendapatkan hasil yang optimal.

3. Sistem pemberian kompensasi yang diberikan oleh Hotel The Jayakarta Daira  Palembang adalah kompensasi yang bersifat materi yang meliputi gaji pokok, tunjangan, bonus dan insentif. Sedangkan kompensasi yang bersifat non material meliputi pemberian penghargaan tahunan kepada karyawan yang mengajukan untuk mendapatkan penghargaan dan dipilih berdasarkan kriteria dan ketentuan umum yang berlaku pada perusahaan tersebut.

5.2 Saran

Dari kesimpulan yang telah dirangkum diatas, penulis dapat memberikan saran pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang antara lain :

  1. Sebaiknya diberlakukan kesetaraan tunjangan. Jadi tunjangan yang diberikan kepada setiap karyawan dibagikan dalam jumlah yang sama pada setiap karyawan, jadi besar atau kecilnya tunjangan yang di dapatkan tidak didasari oleh tinggi rendahnya jabatan karyawan tersebut.
  2. Sebaiknya manajemen Hotel The Jayakarta Daira Palembang mengadakan komunikasi yang efektif secara kontinyu kepada setiap karyawannya, agar setiap masalah dan keluhan yang dihadapi oleh karyawan dalam menjalankan tugasnya dapat diketahui oleh perusahaan dan segera ditemukan solusinya. Sehingga dengan demikian hasil kerja karyawan akan menjadi lebih baik dan hasil yang didapat baik oleh perusahaan maupun untuk kepentingan masing-masing karyawan tersebut dapat meningkat pula.
  3. Kesejahteraan karyawan sangat bergantung dari program-program insentif yang diberikan perusahaan. Perusahaan perlu meningkatkan program-program  insentif tersebut agar setiap karyawan dapat lebih meningkatkan kinerja dan produktivitasnya bagi kemajuan perusahaan. Misalnya, pada waktu-waktu yang memungkinkan diadakan acara liburan bersama karyawan dan keluarganya (family gathering) sebagai bentuk apresiasi penghargaan atas hasil kerja karyawannya sekaligus juga mempererat rasa kekeluargaan yang akan berdampak positif pula pada atmosfir kerja di perusahaan tersebut.

jurnal

October 30th, 2012

ABSTRAK

Firdaus, 08151123.”Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Hotel The Jayakarta Diara Palembang.”Dibimbing oleh Heriyanto dan Dina Melita. Perumusan masalah bagaimana Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang. Objek Penelitian berlamat di Jalan Jendral Sudirman No.153 Palembang. Tehnik Pengambilan Sampel menggunakan mode Random Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang secara acak. Metode analisis menggunakan analisis Kuantitatif. Persamaan regresi linier Y = 0,056 + 0,723 X, Koefisien korelasi r = 0,845, Koefisien determinasi r2 = 0,710, Nilai t hitung dari variabel kompensasi yaitu sebesar 12,754 > t table sebesar 1,66992 dengan tingkat probabilitas t-statistik lebih kecil yaitu 0,033 < α = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Hal ini dapat dilihat dari kompensasi setiap karyawan mendapatkan informasi tentang pekerjaan atau tugas dari atasan berpengaruh kuat terhadap kinerja karyawan Hotel The Jayakarta Daira Palembang.

Kata Kunci : Kompensasi dan Kinerja.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Di Zaman yang sudah canggih seperti ini ilmu manajemen telah mengalami berbagai kemajuan, yaitu dari manajemen yang masih bersifat primitif, masalah-masalah yang dihadapi oleh seorang pimpinan tidak begitu kompleks karena pada masa itu keseluruan sistem produksi dikerjakan oleh tangan-tangan manusia. Begitu juga dengan tingkat kebutuhan masyarakat masih rendah sekali yaitu terbatas pada manajemen modern, masalah-masalah yang terjadi sangat kompleks dan rumit. Hal ini dikarnakan pada masyarakat modern timbul ide-ide baru untuk menciptakan cara-cara kerja yang lebih keras. Revolusi industri yang terjadi pada abad ke 19, merupakan ujung tombak dimulainya babak yang baru bagi periode kegiatan manajemen moderen. Perluasan pasar terjadi dimana-mana begitu juga dengan aktifitas dibidang  yang semangkin berkembang.

Manajeman mempunyai peranan yang sangat penting didalam mengelolah organisasi atau perusahaan, sebab manajemen merupakan motor dan alat pengerak dari segala macam aktifitas organisasi atau perusahaan. Karena itu agar semangat kerja dari diri karyawan sebagai pegerak dari suatu perusahaan menjadi tinggi maka perlu adanya motivasi. Perusahaan harus memberikan motivasi kepada karyawan agar tinggkat kepercayaan karyawan terhadap perusahaan tersebut akan semakin besar. Karyawan atau tenaga kerja merupakan sarana manajemen yang harus diperhatikan kebutuhannya agar motivasi atau dorongan diri dalam individu sendiri bisa timbul sehingga yang dilaksankan bisa selesai dengan baik pula. Untuk melaksanakan tugas dengan baik maka karywan diarahkan untuk meningkatkan kinerja.

Hotel The Jayakarta Daira merupakan salah satu perusahaan jasa yang melayani konsumen dengan meyediakan tempat penginapan dengan misi  hotel jayakarta daira dengan kinerja terbaik memperjuangkan yang terbaik, pertumbuhan dengan inovasi pasar untuk melaksanakan menerapkan nilai perseroan, menjadi perusahaan yang lebih tanggung jawab.

Pembagian uang service yang tidak transfaran, sehingga menimbulkan kecurigaan  karyawan dan berakibat pada sistem kerja pada karyawan Hotel The Jayakarta Daira Palembang.

Menurut Hasibuan (2002: 118) Kompensasi adalah semua pendapat yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Perusahaan mengharapkan agar kompensasi yang dibayarkan memperoleh imbalan prestasi kerja yang lebih besar dari karyawan. Jadi nilai prestasi kerja karyawan harus lebih besar dari kompensasi dibayar perusahaan, supaya perusahaan mendapatkan laba dan kontinuitas perusahaan terjamin.

Dengan memperhatikan semua permasalahan di atas, maka tertulis tertarik untuk meneliti “ Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada The Jayakarta Daira Palembang”

1.1 Perumusan Masalah

Berdasarkan masalah – masalah tersebut yang menjadi masalah pokok adalah bagaimana pengaruh kompensasi karyawan terhadap kinerja  karyawan pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang.

1.2 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh kompensasi karyawan terhadap kinerja pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang.

1.3 Ruang Lingkup Penelitian

Untuk menjaga agar penulis ini terarah dan tidak menyimpang dari permasalahan yang ada, maka penulis membatasi ruang lingkup pembahasan hanya terfokus pada pengaruh kompensasi karyawan terhadap kinerja pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang.

1.4 Manfaat Penelitian

  1. Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini di harapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan sebagai masukan dan salah satu informasi tentang bagaimana penerapan pengaruh kompensasi karyawan terhadap kinerja di Hotel The Jayakarta Daira Palembang

  1. Bagi Penulis

Sebagai proses belajar untuk menambah pengetahuan, pengalaman dan menerapkan ilmu yang telah di pelajari selama di bangku kuliah.

  1. Bagi Peneliti

Sebagai bahan tambahan referensi bagi peneliti yang akan melakukan penelitian dalam bidang pengaruh kompensasi karyawan terhadap kinerja di Hotel The Jayakarta Daira Palembang.

1.5 Sistematika Penulisan.

PENDAHULUAN

Pada bab ini akan di kemukakan latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaaat penelitian dan sistematika penulisan.

LANDASAN TEORI

Pada bab ini di uraikan mengenai pengertian koordinasi, indikator koordinasi, masalah – masalah dalam koordinasi, jenis – jenis koordinasi, sifat – sifat koordinasi, syarat – syarat koordinasi, ciri – ciri koordinasi, tujuan dan ruang lingkup kinerja, aspek – aspek penilain kinerja dan standar pekerjaan, langkah – langkah dalam peningkatan kinerja, penelitian terdahulu, hubungan koordinasi dengan kinerja  dan hipotesis.

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

Pada bab ini penulis mengadakan penelitian di Hotel The Jayakarta Daira Palembang, ruang lingkup penelitian, metode pengumpulan data, operasionalisasi variabel, metode pengambilan data dan metode analisis.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini berisi tentang gambaran umum organisasi yang terdiri dari sejarah singkat Hotel The Jayakarta Daira Palembang, visi, misi, struktur organisasi serta analisa dan pembahasan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini penulis akan membuat dan mengambil kesimpulan dari pembahasan sebelumnya dan mencoba untuk mengutarakan beberapa saran yang dapat dijadikan bahan masukan pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang.

KAJIAN PUSTAKA

Kompensasi

Pengertian Kompensasi

Pada dasarnya manusia bekerja juga ingin memperoleh uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itulah seorang karyawan mulai menghargai kerja keras dan semakin menunjukkan loyalitas terhadap perusahaan dan karena itulah perusahaan memberikan penghargaan terhadap prestasi kerja karyawan yaitu dengan jalan memberikan kompensasi. Salah satu cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, memotivasi dan meningkatkan kinerja para karyawan adalah melalui kompensasi.

2.1.2  Jenis Kompensasi

Kompensasi yang diberikan karyawan dapat dibedakan menjadi dua jenis (Triton PB, 2006) yaitu :

  1. Kompensasi Finansial

Kompensasi yang bersifat finansial adalah kompensasi yang diterima oleh karyawan dalam bentuk uang imbalan yang bernilai uang. Kompensasi Finansial merupakan kompensasi yang diberikan perusahaan terhadap semua karyawan dalam usaha meningkatkan sejahteraan mereka seperti : tunjangan hari raya, uang pensiun dll.

Kompensasi Finansial kompensasi yang berbentuk uang dibayarkan langsung kepada karyawan

  1. Kompensasi non Finansial

Kompensasi terdiri atas kepuasan yang diperoleh seseorang dari pekerjaan itu sendiri, atau dari lingkungan psikologis atau fisik dimana orang itu bekerja. Kompensasi nonfinansial meliputi kepuasan yang didapat dari pelaksanaan tugas yang signifikan yang berhubungan dengan pekerjaan. Kompensasi non finansial kompensasi yang diberikan kepada karyawan dalam bentuk liburan wisata ataupun berbentuk barang.

2.1.3 Prinsip dasar Pemberian Kompensasi

Kompensasi perlu diberikan dengan mengikuti dasar-dasar dan prinsip yang harus diikuti dalam pemberian kompensasi tersebut. Kompensasi yang diberikan dengan pertimbangan yang mendasar dan mengikuti prinsip-prinsip pemberian kompensasi diharapkan dapat berpengaruh pada tercapainya pemenuhan secara menyeluruh terhadap kepentingan perusahaan, karyawan dan pemerintah.

2.1.4   Sistem Kompensasi

Sistem pembayaran kompensasi yang umum diterapkan adalah:

  1. Sistem Waktu

Dalam sistem waktu, besarnya kompensasi (gaji, upah) ditetapkan berdasarkan standar waktu seperti jam, minggu, atau bulan.

  1. Sistem Hasil (Output)

Dalam sistem hasil, besarnya kompensasi/upah ditetapkan atas kesatuan unit

yang dihasilkan pekerja, seperti per potong, meter, liter, dan kilogram.

  1. Sistem Borongan

Sistem borongan adalah suatu cara pengupahan yang penetapan besarnya jasa

didasarkan atas volume pekerjaan dan lama mengerjakannya.

2.1.5 Indikator Kompensasi

Adapun indikator yang digunakan untuk mengukur kompensasi menurut Simamora (2006) adalah sebagai berikut :

  1. Upah dan gaji

Upah biasanya berhubungan dengan tarif gaji per jam. Upah merupakan basis bayaran yang kerapkali digunakan bagi pekerja-pekerja produksi dan pemeliharaan. Gaji umumnya berlaku untuk tarif bayaran mingguan, bulanan, atau tahunan.

  1. Insentif

Insentif adalah tambahan kompensasi di atas atau di luar gaji atau upah yang diberikan oleh organisasi.

  1. Tunjangan

Contoh-contoh tunjangan adalah asuransi kesehatan dan jiwa, liburan yang ditanggung perusahaan, program pensiun, dan tunjangan lainnya yang berkaitan dengan hubungan kepegawaian.

  1. Fasilitas

Fasilitas adalah kenikmatan atau fasilitas seperti mobil perusahaan, keanggotaan klub, tempat parkir khusus, atau akses kepesawat perusahaan yang diperoleh karyawan. Fasilitas dapat mewakili jumlah substansial dari kompensasi, terutama bagi eksekutif yang dibayar mahal.

2.1.6  Tujuan Kompensasi

Menurut Hasibuan (2002 : 121-122) organisasi memiliki beberapa tujuan dalam merancang  kompensasi antaranya yaitu :

Tabel 2.1

Penelitian Terdahulu

No

Nama Peneliti

Judul Peneliti

Hasil Peneliti

1 Keke T. Aritonang, M.Pd (2005) Pengaruh

Kompensasi Kerja, Disiplin Kerja Guru dan

Kinerja Guru SMP Kristen

BPK PENABUR

Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kompensasi dengan kinerja dan terdapat pengaruh positif antara disiplin kerja dengan kinerja
2 Anoki Herdian Dito (2010) Pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan Kompensasi dan Motivasi berpengaruh positif  dan signifikan terhadap Kinerja
3 Warsidi

(2004)

Pengaruh

Kompensasi dan

Kepuasan Kerja

Terhadap Kinerja

Guru

Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru; kepuasan kerja berpengaruh positif

dan signifikan terhadap kinerja guru

4 Astrid Tanjung

Sari

(2008)

Pengaruh Kompensasi

Terhadap Kinerja

Karyawan PT.

Berkah Surya Abadi

Perkasa Unit

Semarang Tengah

Pemberian kompensasi berpengaruh positif pada kinerja karyaawan.
5 Baharudin

2008

Pengaruh Keterampilan, kompensasi dan iklim kerja kinerja karyawan pada PT. Intan Sengkuyit Palembang Pengaruh keterampilam kompensasi berpengaruh positif terhadap iklim kerja kinerja karyawan.

Gambar 2.1

Kerangka Pemikiran

Pengaruh Kompensasi dan terhadap Kinerja

1.2 Hipotesis

Menurut sugiono (2007:51) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, oleh karena itu rumusan masalah penelitian baisanya disusun dalam bentuk kalimat nyata, Adapun hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah hipotesis (HO), dan hipotesis (Ha).

Ho : Tidak ada pengaruh yang singnifikan antara pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan.

Ha :  Ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan

METODOLOGI PENELITIAN

3.1.  Subjek Penelitian

Subjek dari penelitian ini adalah karyawan Hotel The Jayakarta Daira yang beralamat di Jl. Jendral Sudirman No.153 Palembang.

3.2. Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan.

3.3. Operasionalisasi Variabel

Menurut Sugiyono ( 2006:32 ), variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Ada dua variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel independen atau variabel bebas yang dinyatakan dalam simbol X dan variabel dependen atau variabel terikat yang dinyatakan dalam symbol Y. Menurut Sugiyono (2006 : 4) variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Sedangkan variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

Variabel

Definisi

Indikator

Pengaruh kompensasi (X) Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai balas jasa yang diberikan perusahaan

Menurut Hasibuan (2002 : 117)

  1. Upah dan gaji
  2. Insentif
  3. Tunjangan
  4. Fasilitas
Kinerja

karyawan ( Y )

Kinerja atau Actual performance yaitu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakantugasnya sesuai dengan tangggung jawab yang diberikan kepadanya

Menurut Mangkunegara (2002 : 67)

  1. Kualitas
  2. Kuantitas
  3. Ketepatan Waktu
  4. Efektivitas
  5. Kemandirian

3.4.1 Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya.Data primer secara khusus dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian.Data primer biasanya diperoleh dari survei lapangan yang menggunakan semua metode pengumpulan data ordinal (Sugiyono, 2005).

  1. a. Kuisioner

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.

  1. b. Studi Kasus

Yaitu mengumpulkan data dengan mempelajari masalah yang berhubungan dengan pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan yang diteliti serta bersumber dari buku-buku pedoman yang disusun oleh para ahli yang berpengaruh dengan masalah yang dianalisis

  1. c. Observasi

Observasi atau yang sering disebut pula dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera (Suharsimi, 2006 : 165).

3.4.2 Data Skunder

Yaitu data primer yang telah diolah lebih lanjut menjadi bentuk-bentuk seperti table, grafik, gambar dan sebagainya sehingga lebih informatif oleh pihak lain (Umar 2002:84). Adapun data skunder yang akan diambil oleh organisasi adalah sebagai berikut : sejarah organisasi, aktivitas dan struktur organisasi

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum

4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan

The Jayakarta Daira Hotel Palembang yang berkantor di Jalan Jendral Sudirman No.153 Palembang, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996 dan Akte Notaris Harun Kamil, SH. No. 40 tanggal 11 Maret 1996.

The Jayakarta Daira Hotel Palembang didirikan oleh bapak Sjukur Pudjiadi pada tahun 1970. Bisnis ini dimulai dari hotel berlantai empat dengan 52 kamar, kemudian bertambah dua hotel lagi yang mana diketahui adalah The Jayakarta cisarua dan The Jayakarta Anyer, Perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan untuk umum pada tahun 1990 dengan penawaran perdananya pada Jakarta stock exchange .

Hasil kuesioner dari variabel kesesuaian penempatan kerja (X) diketahui adanya nilai rata-rata terbesar 4,164 yaitu pernyataan pertama Gaji yang diterima sesuai harapan, Sedangkan nilai rata-rata terendah sebesar 3,716 yaitu Pernyataan Pertama Gaji yang anda terima saat ini sudah  bisa memenuhi kebutuhan hidup anda, Pernyataan Kedua Sistem Pemberian Insentif diberikan pihak organisasi telah sesuai dengan jabatan, Pernyataan Ketiga Fasilitas Perusahaan yang diberikan organisasi memudahkan anda bekerja.

4.3.2  Kuesioner Kinerja kerja karyawan

tnya menjadi akomodasi yang berbeda.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan uraian yang telah dibahas mengenai tinjauan kompensasi karyawan pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang. Penulis dapat menarik kesimpulan dan saran. Saran-saran ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang sesuai.

5.1 Kesimpulan

1. Sistem kompensasi yang dilakukan pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang dapat dilakukan dengan baik Hasil kuesioner dari variabel kesesuaian penempatan kerja (X) diketahui adanya nilai rata-rata terbesar 4,164 yaitu pernyataan pertama Gaji yang diterima sesuai harapan dimana pemberian gaji atau upah yang sudah ditentukan oleh Hotel The Jayakarta Daira  Palembang diberikan kepada karyawan sesuai dengan skala gaji pokok yang berlaku.

2. Selain gaji tetap yang diberikan, Hotel The Jayakarta Daira  Palembang juga memberikan penghargaan berupa tunjangan tetap Hasil kuesioner dari variabel kesesuaian penempatan kerja (X) diketahui adanya nilai rata-rata terbesar 3,806 yaitu tunjangan tambahan, bonus, insentif, dan reward kepada karyawannya agar dapat memotivasi karyawan untuk bekerja lebih giat lagi sehingga karyawan mendapatkan haknya dan perusahaan mendapatkan hasil yang optimal.

3. Sistem pemberian kompensasi yang diberikan oleh Hotel The Jayakarta Daira  Palembang adalah kompensasi yang bersifat materi yang meliputi gaji pokok, tunjangan, bonus dan insentif. Sedangkan kompensasi yang bersifat non material meliputi pemberian penghargaan tahunan kepada karyawan yang mengajukan untuk mendapatkan penghargaan dan dipilih berdasarkan kriteria dan ketentuan umum yang berlaku pada perusahaan tersebut.

5.2 Saran

Dari kesimpulan yang telah dirangkum diatas, penulis dapat memberikan saran pada Hotel The Jayakarta Daira Palembang antara lain :

  1. Sebaiknya diberlakukan kesetaraan tunjangan. Jadi tunjangan yang diberikan kepada setiap karyawan dibagikan dalam jumlah yang sama pada setiap karyawan, jadi besar atau kecilnya tunjangan yang di dapatkan tidak didasari oleh tinggi rendahnya jabatan karyawan tersebut.
  2. Sebaiknya manajemen Hotel The Jayakarta Daira Palembang mengadakan komunikasi yang efektif secara kontinyu kepada setiap karyawannya, agar setiap masalah dan keluhan yang dihadapi oleh karyawan dalam menjalankan tugasnya dapat diketahui oleh perusahaan dan segera ditemukan solusinya. Sehingga dengan demikian hasil kerja karyawan akan menjadi lebih baik dan hasil yang didapat baik oleh perusahaan maupun untuk kepentingan masing-masing karyawan tersebut dapat meningkat pula.
  3. Kesejahteraan karyawan sangat bergantung dari program-program insentif yang diberikan perusahaan. Perusahaan perlu meningkatkan program-program  insentif tersebut agar setiap karyawan dapat lebih meningkatkan kinerja dan produktivitasnya bagi kemajuan perusahaan. Misalnya, pada waktu-waktu yang memungkinkan diadakan acara liburan bersama karyawan dan keluarganya (family gathering) sebagai bentuk apresiasi penghargaan atas hasil kerja karyawannya sekaligus juga mempererat rasa kekeluargaan yang akan berdampak positif pula pada atmosfir kerja di perusahaan tersebut.