Agar Ibadah Puasa Ramadhan Lebih Bermakna – bagian 4

4. Manfaat-Manfaat Ibadah Puasa

Syaikh Ali Hasan dalam “kitabu Ash-Shiyam” menuturkan beberapa faedah puasa berdasarkan keterangan dari beberapa hadits. Akan kami sebutkan di sini dengan ringkas :

4.1. Puasa itu adalah perisai
Bagi mereka yang masih diamuk jiwa muda dan syahwat membara, namun masih belum terbuka pintu menuju pelaminan; disyari’atkan baginya untuk mengekang keinginan syahwatnya itu dengan berpuasa. Rasulullah bersabda, yang artinya :
“Wahai pemuda-pemudi, barangsiapa di antara kamu yang sudah memiliki kemampuan seksualitas, hendaknya ia menikah. Karena menikah itu lebih dapat memelihara pandangan dan kemaluan. Kalau ia belum mampu menikah, hendaknya ia berpuasa. Sesungguhnya puasa itu adalah obat penawar gejolak syahwat.”

Lebih khusus lagi Rasulullah juga bersabda yang artinya :
“Puasa itu ibarat perisai, ia akan menamengi seorang samba dari siksa
neraka.” 17)
Nah khusus di bulan Ramadhan, sebulan penuh seorang Muslim akan diasah jiwanya dengan puasa sehingga bisa terbentengi dari sergapan setan yang selalu memperalat hawa nafsu untuk menjungkirkan seorang hamba ke jurang neraka. Tentu saja hal itu utama bagi mereka yang berkeinginan dengan puasanya untuk mencapai ketakwaan kepada Allah.

4.2 Puasa adalah jalan menuju Jannah
Dari Umamah berkata: “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah aku satu amalan yang akan menggiringku menuju Jannah.” Beliau bersabda: “Lakukan puasa, tak ada amalan yang setara dengannya.” 18)

4.3 Puasa dapat menjadi perantara turunnya syafa’at
Rasulullah bersabda, yang artinya:
“Puasa dan al-Qur’an akan memberi syafat kepada seorang hamba di hari kiamat nanti. Sang puasa berkata: “Ya Allah, aku telah menghalanginya makan dan mengumbar nafsu, jadikanlah aku perantara untuk menyampaikan syafa’at-Mu kepadanya. 19)

4.4 Dua saat kebahagiaan bagi orang yang berpuasa
Nabi bersabda:
“Orang yang berpuasa memiliki dua saat-saat penuh kebahagiaan: kala ia berbuka, dan, di saat ia menjumpai Rabb-nya (selepas hidup di dunia). 20)

4.5 Pintu Rayyan di Jannah (surga), bagi kaum yang berpuasa
Dari Sahal bin Sa’ad, dari Nabi bahwasanya beliau bersabda, yang artinya:
“Sesungguhnya di Jannah kelak, ada pintu yang bernama Rayyan. Dari situlah kaum yang berpuasa akan masuk Jannah di hari kiamat. Tak seorangpun kecuali mereka yang akan memasukinya. Bila orang terakhir di antara mereka telah masuk, pintu segera ditutup; dan barangsiapa (di antara yang masuk) meminum sedikit airnya, niscaya ia tak akan dahaga selamanya.” 21)

Allah-lah Pencipta segala kebahagiaan, kepada-Nyalah’ kembali akhir kehidupan. Selayaknya kita menyambut bulan yang penuh berkah dengan penuh gairah dan kegembiraan. Di sanalah, dan dari sanalah kita akan beranjak dengan taufik Sang Maha Rahman menuju Jannah-Nya yang penuh kebahagiaan.

Referensi :
17. Diriwayatkan oleh Ahmad 111/241.
18. Diriwayatkan oleh Nasa’i (1V/165), Ibnu Hibban (hal. 232 – Mauridu Adz-Dzam’an) dan Al-Hakim (1/421).
19. Diriwayatkan oleh Ahmad: 6626, Al-Hakim: U 54 dan lain-lain dari hadits Abdullah bin Amru.
20. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Ash-Shaum.
21. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (4/95), Muslim (1152). Sedikit tambahan dibagian akhir hadits berasal dari Shahih Khuzaimah (1903).

Download : Puasa Lebih Bermakna by Abu Umar Basyir

PDF Software    Send article as PDF