. .

ANALISA WEBOMETRICS RANKING PERGURUAN TINGGI STUDI KASUS INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM BANDUNG

A.Yani Ranius, S.Kom.,M.M  & Kurniawan S.Kom.,M.M

Diva Sylviara, Alexandrianto, Angga Marta, Angga Dwi Lasfendo, Apreza Pahlevi, Dika Woelandaro, Edward

ABSTRAK

Teknologi komputerisasi yang makin berkembang mempengaruhi cara promosi yang dilakukan oleh perguruan tinggi untuk dapat menarik minat calon mahasiswa untuk masuk dan belajar di perguruan tinggi tersebut. Website-website yang diciptakan untuk memperkenalkan perguruan tinggi tersebut juga semakin banyak. Karena semakin banyaknya perguruan tinggi yang menggunakan website sebagai media perkenalan juga sebagai media interaksi antara dosen dan mahasiswa. Maka terdapat suatu organisasi yang memberikan peringkat pada perguruan tinggi yang memiliki website. Pemberian peringkat perguruan tinggi didasari atas seberapa besar kegunaan website yang dimiliki perguruan tinggi tersebut dengan tetap menilai kelayakan perguruan tinggi berdasarkan 4 indikator yang dimiliki oleh perguruan tinggi, yaitu Visibility, Size, Rich File dan Scholar. Visibility adalah banyaknya link eksternal yang terkait dalam website tersebut, size adalah besarnya hasil pencarian yang diperoleh oleh mesin pencari seperti google dan yahoo. Rich File bayaknya dokumen yang dimiliki oleh digital library perguruan tinggi tersebut dan Scholar adalah berapa banyak hasil penelitian ataupun tulisan-tulisan ilmiah yang berkaitan dengan perguruan tinggi yang dimaksud. Seluruh nilai yang diperoleh dari 4 indikator tersebut dinormalisasikan dan dilogaritmik sehingga memperoleh sebuah nilai yang diurutkan dari kecil ke besar. Nilai yang terkecil yang diperoleh oleh suatu perguruan tinggi memperbesar peringkat yang diperoleh oleh perguruan tinggi tersebut.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi yang semakin meningkat memperbesar kemungkinan perguruan tinggi menggunakan teknologi website sebagai media mempromosikan diri dan sebagai eksistensi mereka di dunia pendidikan. Website tidak dapat menilai kualitas suatu perguruan tinggi. Karena belum tentu website yang dimiliki oleh suatu perguruan tinggi mencerminkan mutu akademik yang dimiliki oleh perguruan tinggi tersebut tetapi jika mutu yang mereka miliki telah dikenal maka besar kemungkinan jika perguruan tinggi tersebut memiliki homepage sendiri.

Belum lengkap rasanya jika kualitas akademik tidak dilengkapi dengan kualitas website perguruan tinggi tersebut. karena promosi dengan menggunakan website sangat digemari oleh setiap instansi begitu juga perguruan tinggi, selain kualitas akademik tentunya, maka pada saat ini banyak sekali perguruan tinggi yang memiliki website bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.

Karena banyaknya perguruan tinggi yang dimiliki oleh setiap perguruan tinggi baik se-Indonesia maupun sedunia maka sejak tahun 2004 terdapat suatu penilaian yang menentukan peringkat perguruan tinggi berdasarkan kualitas website yang dimiliki oleh masing-masing perguruan tinggi. Sebenarnya ada Tiga teknik perangkingan universitas yang cukup diakui di dunia yaitu menurut ARWU (Academic Ranking World University) dan menurut THES (the Times Higher

Education Supplement) dan yang paling umum dan terkenal adalah teknik perangkingan ala Webometrics.

Dari sekian banyak perguruan tinggi yang memiliki website tidak seluruhnya dapat masuk dalam ranking webometrics, maka secara langsung dapat diajukan pertanyaan website seperti apa yang menjadi acuan untuk dapat masuk dalam webometrics peringkat perguruan tinggi?”

Setelah ditelusuri ternyata Webometrics itu memiliki 4 unsur penilaian yang telah ditetapkan yaitu Visibility (V), Size (S), Reach File (R), dan Scholar (Sc) yang wajib dipenuhi oleh perguruan tinggi yang memiliki website. Keempat kriteria tersebut memudahkan pengguna Web dengan tujuan selalu meningkatkan kualitas dan kuantitas dari web site tersebut.

Berdasarkan katalog Perguruan Tinggi yang terdaftar di Webometrics Ranking yaitu berjumlah 13.074 dengan rasio di benua Afrika sebanyak 512, Amerika sebanyak 5.022, Eropa sebanyak 3988, Oceania sebanyak 96, dan Asia sebanyak 3.456 yang dapat dilihat pada Tabel 1.1 berikut:

Tabel 1.1 Katalog Perguruan Tinggi yang terdaftar di Webometrics

Benua

Jumlah Negara

Jumlah Universitas

AFRIKA

58

512

AMERIKA

52

5.022

ASIA

47

3.456

ERcOPA

57

3.988

OCEANIA

26

96

Total

260

13074

Sumber: http://www.webometrics.info/university_by_country_select.asp

Tetapi hanya 132 perguruan tinggi di Indonesia yang dapat masuk padahal hampir setiap perguruan tinggi saat ini memiliki website. Penulis dalam hal ini mengambil studi kasus mengenai STT Telkom (Sekolah Tinggi Teknologi Telkom) Bandung yang kini telah berubah nama menjadi IT Telkom (Institut Teknologi Telkom) Bandung mencapai peringkat ke-6 se-Indonesia dan ke-1960 sedunia untuk kategori perguruan tinggi (Lihat Gambar 1.1). IT Telkom memiliki Websites yang baik dengan menyertakan berbagai link pada satu tampilan Web. Link-Link tersebut juga sangat dibutuhkan oleh mahasiswa, karyawan, alumni dan juga untuk masyarakat umum.

http://www.webometrics.info/rank_by_country.asp?country=id

Gambar1.1 Ranking Web Perguruan Tinggi di Indonesia

Tampilan homepage IT Telkom dapat dilihat pada Gambar 1.2 berikut:

Gambar 1.2 Tampilan Homepage IT Telkom (http://www.ittelkom.ac.id/)

Oleh karena itu berdasarkan informasi yang ada, maka dalam laporan praktek kerja lapangan ini penulis mengangkat masalah tersebut dengan judul ”Analisis Webometrics Ranking Perguruan Tinggi Studi Kasus Institut Teknologi Telkom Bandung”.

1.2.  Perumusan Masalah

Berdasarkan hasil pengamatan pada IT Telkom Bandung maka penulis menyimpulkan untuk “Apa yang menyebabkan IT Telkom Bandung dapat mencapai peringkat ke-6 se-Indonesia dan ke-1960 sedunia pada Webometrics Ranking Perguruan Tinggi Dunia?”

1.3. Tujuan dan Manfaat

1.3.1 Tujuan

Adapun tujuan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui bagaimana tata cara penilaian webometrics ranking perguruan tinggi dalam menentukan peringkat.
  2. Mengetahui apa yang menjadi penyebab IT Telkom dapat masuk sebagai  perguruan tinggi terbaik ke-6 se-Indonesia dan ke-1960 sedunia.
  3. Mengetahui indikator yang menjadi titik penilaian pada setiap website yang dimiliki oleh suatu peguruan tinggi sehingga dapat masuk dalam ranking webometrics.
  4. Memenuhi salah satu persyaratan akademik untuk menyelesaikan pendidikan di Universitas Bina Darma Palembang.

1.3.2 Manfaat

Adapun manfaat yang diperoleh dari penulisan ini adalah sebagai berikut:

  1. Memudahkan pencarian informasi mengenai penilaian Webometrics secara keseluruhan.
  2. Mengenal lebih dekat tentang Institut Teknologi Bandung dan keistimewaan website yang IT Telkom miliki.
  3. Memperoleh penjelasan secara singkat tentang webometrics dan indikator yang mempengaruhi nilai suatu perguruan tinggi.

1.4. Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam penulisan PKL ini hanya pada Analisa Webometrics Ranking Perguruan Tinggi pada Institut Teknologi Telkom Bandung.

1)      Link-link yang terhubung pada website IT Telkom Bandung.

2)      Indicator yang masuk dalam penilaian webometrics

a) Visibilitas

b) Size

c) Rich File

d) Scholar

1.5. Metodologi Penelitian

1. Tempat dan Waktu

a.   Tempat

Tempat pengumpulan data yaitu Institut Teknologi Telkom Bandung.

b.   Waktu

Waktu pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 27 April 2008.

  1. 2. Metodologi Pengumpulan Data

Metode yang digunakan sebagai landasan penyusunan laporan ini adalah metode diskritif yaitu langkah yang dimulai dari pengumpulan data, penyampaian data sampai pada analisis data.

Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah :

  1. Metode Observasi

Dalam metode ini penulis mengadakan pengamatan atau kunjungan langsung mengenai kondisi yang ada di lapangan dalam hal ini adalah IT Telkom Bandung.

  1. Metode Wawancara

Dalam metode wawancara penulis mengadakan tanya jawab kepada dosen, dekan dan juga staf ahli yang membawahi perancangan dan pemeliharaan web di IT Telkom Bandung.

  1. Metode Kepustakaan

Dalam menyelesaikan laporan penulisan juga mengumpulkan data dengan menggunakan buku-buku, membaca, dan mencatat semua hal-hal yang berhubungan dengan penulisan laporan.

1.6. Sistematika Penyusunan Laporan

Dalam penyusunan laporan ini agar lebih mudah dipahami penulis dapat memberikan kerangka atau susunan garis besar secara jelas tentang laporan ini dan dapat dilihat hubungan antara bab satu dengan bab lainnya.

BAB I.            PENDAHULUAN

Pada bab ini berisikan tentang latar belakang, permasalahan, tujuan, dan manfaat, batasan masalah, metode pengumpulan data dan sistematika penyusunan laporan.

BAB II.   TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini berisikan materi dasar yang akan dibahas, pengertian dari kata-kata yang terdapat dalam laporan ini.

BAB III. GAMBARAN UMUM OBJEK YANG DIANALISIS

Pada bab ini penulis menguraikan secara singkat mengenai sejarah singkat organisasi, struktur organisasi, pembagian tugas dan tinjauan pustaka.

BAB IV.  HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dilakukan analisa kebutuhan dari data awal yang ada sesuai dengan data yang diterima secara keseluruhan.

BAB V.   KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini akan dikemukakan suatu kesimpulan dan saran dari permasalahan yang ada dan telah dibahas oleh penulis.

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *