. .

SISTEM INFORMASI PEGAWAI BERBASIS WEB DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN BANYUASIN

Kurniawan, Efri Yansyah
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Darma
Jalan Jenderal A. Yani No. 12 Palembang
kurniawan@mail.binadarma.ac.id 

Abstracts: This Research was compiled to finish a problem “Information System Officer and Diklat Area of Regency Banyuasin” representing scheme and implementation from information system officer. A scheme was make is start from scheme system from outside view point (external), Inside of activity system. For a scheme is a use tool the name is DIA diagram. After scheme was finish made, the next step was conducted is make a implementation (the program). In this implementation making, was make with Ianguage program PHP Hypertext Preprocessor with use database MySQL. In this implementation is made by an system for the things can do the input process, edit, vanish the mains data, Occupation Data, Children Data, Appreciation Data, Husband/Wife Data, Education Data, Courses Data, Data Diklat, Data of Space Faction, mutation data there with the output information result is Profile PNS, Statistical of PNS, Enlist the Rank Massage, Retired, Mutation.

Keywords<: Information Systems, Employee.

1. PENDAHULUAN

Sistem teknologi informasi telah berkembang dengan sangat pesatnya. Jika diamati, setiap satu dekade, terjadi perkembangan yang cukup signifikan dari segi teknologi informasi. Pesatnya perkembangan komputer dan kelebihannya menjadi pemicu berbagai bidang untuk memanfaatkan hal tersebut. Penggunaan komputer dapat menghasilkan pengolahan data yang lebih akurat dan pencarian data yang lebih cepat.
Pengolahan data secara terkomputerisasi merupakan serangkaian kegiatan yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi yang mencakup pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan dan pencarian data sehingga menghasilkan informasi yang memenuhi persyaratan kelengkapan, kemuktakhiran, keandalan yang tangguh yang dapat digunakan sebagai alat pendukung pengambilan keputusan secara efektif.
Hal ini disadari betul oleh banyak pihak termasuk Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Daerah Kabupaten Banyuasin. Dimana saat ini BKD daerah ini dalam pengelolaan data Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berada di Kabupaten Banyuasin telah terkomputerisasi. Namun, dalam peningkatan kerja PNS pada saat ini belum terealisasi dengan baik, sebab sistem yang sedang berjalan hanya untuk melayani kepentingan pegawai tanpa dapat memberikan pelaporan informasi data pegawai kepada Unit Kerja, Bupati, BKN Regional VII, BKN Pusat secara langsung. Guna dapat terus bersaing dan berkembang maka Sistem Informasi Pegawai pada Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin perlu untuk dikembangkan ke arah yang lebih baik, yaitu dengan membangun Sistem Informasi Pegawai berbasis Web dengan tujuan dapat memacu kinerja dan menjadi acuan dalam meningkatkan pelayanan dan akuntabilitas kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dan manfaat optimal. Disamping itu, diharapkan sistem yang akan dikembangkan dapat memproses pelaporan informasi pegawai secara langsung.

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Informasi

Sistem Informasi adalah kumpulan informasi di dalam sebuah basis data menggunakan model dan media teknologi informasi digunakan didalam pengambilan keputusan bisnis sebuah organisasi (Fauziah, 2007).
Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Sutabri, 2004:36).
Kualitas dari suatu informasi tergantung dari: 1) Akurat (accurate). Informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi harus jelas mencerminkan maksudnya, 2) Tepat waktu (timelines). Informasi yang disampaikan pada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan didalam pengambilan keputuasan, dan 3) Relevan (relevance). Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk setiap orang, satu dengan lainnya berbeda.

2.2 Pegawai Negeri

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian. Dalam Pasal 1 Butir 1 menyatakan bahwa Pegawai Negeri adalah setiap warga Negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri atau diserahi tugas Negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan undang-undang yang berlaku. Menurut Asa (2007:4), tentang Jenis, Kedudukan, Kewajiban dan Hak Pegawai Negeri Pegawai Negeri terdiri dari: 1) Pegawai Negeri Sipil, 2) Anggota Tentara Nasional Indonesia, dan 3) Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Adapun kedudukan Pegawai Negeri sebagai unsur aparatur Negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara professional, jujur, adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintahan dan pembangunan.
Sedangkan kewajiban pegawai negeri yaitu: setia dan taat kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah serta wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2.3 Sistem Informasi Pegawai

SIMPEG (Sistem Informasi Manajemen Pegawai) didefinisikan sebagai Sistem Informasi terpadu, yang meliputi pendataan pegawai, pengolahan data, prosedur, tata kerja, sumber daya manusia dan teknologi informasi untuk menghasilkan informasi yang cepat, lengkap dan akurat dalam rangka mendukung administrasi kepegawaian. (Priyanto, 2008)
Priyanto (2008) juga menjelaskan bahwa tujuan SIMPEG di Lingkup Pemerintahan adalah:
a. Untuk mendukung Sistem Manajemen PNS yang rasional dan pengembangan SDM di Aparatur Pemerintah.
b. Mewujudkan data kepegawaian yang mutakhir dan terintegrasi.
c. Menyediakan Informasi PNS yang akurat untuk keperluan perencanaan, pengembangan, kesejahteraan dan pengendalian PNS
d. Membantu Kelancaran pekerjaan di bidang kepegawaian, terutama dalam pembuatan laporan

Sedangkan manfaat SIMPEG, yaitu:
a. Pelacakan informasi data seseorang pegawai akan mudah dan cepat.
b. Pembuatan Laporan dapat mudah dikerjakan.
c. Mengetahui Pegawai yang akan naik pangkat dan yang akan mendapat kenaikan gaji berkala
d. Memudahkan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan kepegawaian
e. Mendapatkan informasi tentang keadaan pegawai (Profil Kepegawaian) yang cepat dan akurat
f. Dapat merencanakan penyebaran (mutasi) pegawai sesuai pendidikan dan kompetensinya
g. Merencanakan Kebutuhan Pegawai (Neraca Kebutuhan Pegawai)

3. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Pelaksanaan penelitian dilaksanakan di Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin dan waktu penelitian dimulai Maret 2008 sampai dengan Mei 2008.

3.2 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah: 1) Observasi (Pengamatan) terhadap kinerja sistem informasi pegawai yang ada pada bagian Sub Bidang Formasi dan Pengelolahan Data di Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin, 2) Interview (Wawancara) dengan para pemegang peranan terkait, dalam hal ini Sub Bidang Pengelolahan Data, Kepala Bidang Pengembangan dan Mutasi Pegawai, serta para pegawai Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin, dan 3) Study Literature (Studi Kepustakaan). Pencarian buku-buku penunjang sistem informasi yang ada, teori-teori sistem, dan usulan yang dikutif dari orang-orang yang mengerti sistem yang ada.

3.3 Tahapan Pengembangan Sistem

Tahapan pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metodelogi berorientasi objek, pada gambar 1 dijelaskan kerangka kerja pengembangan sistem informasi (Nugroho, 2005:125).

Gambar 1. Kerangka Kerja Pengembangan Sistem Informasi

3.4 Perencanaan

3.4.1 Definisi Kebutuhan

Adapun kebutuhan yang diperlukan oleh Sub bidang Formasi Pengadaan Pegawai dan Pengelolahan Data Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin didefenisikan sebagai berikut: 1) Analisis Kebutuhan Sistem 2) Analisis Kebutuhan Pemakai, dan 3) Usulan Pemecahan Masalah.
Analisis Kebutuhan Sistem. Setelah melakukan beberapa analisis terhadap cara kerja Sistem Informasi Pegawai pada BKD Daerah Kabupeten Banyuasin yang diuraikan sebelumnya dan berdasarkan permasalahan pokok yang teridentifikasikan, terdapat beberapa kebutuhan yang perlu, yaitu: a) adanya sistem yang dapat memproses pelaporan informasi pegawai dari menggunakan Compact Disk menjadi informasi secara On-Line, b) perlunya suatu sistem yang mempunyai kecepatan dalam proses pelaporan informasi pegawai negeri guna menentukan kecepatan pemrosesan informasi pegawai selanjutnya, c) perlunya suatu sistem yang dapat memberikan informasi lebih terperinci, dan d) mudah dimengerti oleh pengguna system
Analisis Kebutuhan Pemakai. Berdasarkan observasi yang dilakukan secara langsung, penulis menganalisis apa yang menjadi kebutuhan dalam sistem yang sedang berjalan, adapun beberapa kebutuhan yang belum terpenuhi yaitu: 1) Kecepatan proses data, yaitu sistem berbasis Web terutama dalam: a) penginputan data baik data induk PNS, data anak, data istri/suami, data jabatan, data diklat, data penghargaan, data statistik, data golongan ruang, data pendidikan, data kursus, dan data mutasi. Kecepatan pencarian data pada saat melakukan pengecekan data induk PNS, data anak, data istri/suami, data jabatan, data diklat, data penghargaan, data statistik, data golongan ruang, data pendidikan, data kursus dan mutasi, dan b) kecepatan dan ketepatan pada saat pencetakan proses pembuatan laporan Pegawai Negeri Sipil kepada pimpinan, 2) Penggunaan sistem yang lebih mudah terhadap proses pengelolahan data Pegawai Negeri Sipil, c) Keamanan data yang terjamin, sehingga tidak dapat dimanipulasi oleh user yang tidak berhak
Usulan Pemecahan Masalah. Berdasarkan analisis kebutuhan sistem dan pemakai yang diuraikan diatas, beberapa usulan pemecahan masalah yang disarankan penulis adalah: 1) membuat suatu program aplikasi yang memungkinkan pemrosesan dan pencetakan data dilakukan dengan cepat dan tepat, 2) membangunn suatu sistem yang dapat memberikan informasi pelaporan informasi kepada pimpinan secara tepat dan akurat, 3) memacu kinerja dan menjadi acuan dalam meningkatkan pelayanan dan akuntabilitas kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dan manfaat optimal, dan 4) membuat suatu aplikasi login, guna menjaga kehilangan dan penggunaan data oleh orang yang tidak berhak.

3.4.2 Studi Kelayakan

Tahapan-tahapan untuk menentukan studi kelayakan terhadap Sistem Informasi Pegawai pada Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin, adalah sebagai berikut: 1) Kelayakan Teknis, 2) Kelayakan Ekonomi, dan 3) Kelayakan Operasional.
Kelayakan Teknis. Dari hasil penelitian yang berjalan pada Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin, saat ini pada Sistem Informasi Pegawai yang digunakan pada Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin sudah layak untuk dikembangkan, sebab sistem yang ada pada saat ini sangat membantu dalam aktivitas perkantoran, dari segi teknis sistem operasi yang digunakan pada saat ini sudah berjalan dengan baik, dimana saat ini peralatan-peralatan yang mendukung proses penginputan data pegawai yang digunakan pada saat proses pengelolahan data pegawai telah menggunakan: 1) Perangkat Keras (Hardware). Adapun perangkat keras yang digunakan meliputi prosesor pentium D CPU 2,80 GHz 2,79 GHz, 922 MB of RAM monitor 17”, keyboard, harddisk 80 Gbytes, mouse, card modem, Printer HP Deskjet 1320, dan 2) Perangkat Lunak (Software). Adapun perangkat lunak yang digunakan adalah Windows Xp Service Pack 2, Microsoft Office 2003, Microsoft Visual Basic 0.6. Dengan spesifikasi peralatan yang dimiliki sekarang ini dalam proses pengolahan data pegawai dirasakan cukup untuk pengembangan Sistem Informasi Pegawai Berbasis Web. Hanya saja dibutuhkan perangkat tambahan antara lain: Web Editor, Database Server, Web Server. Macromedia Dreamweaver sebagai Web Editor dan Appserv sebagai Web Server dan PHPMyAdmin sebagai database server.
Kelayakan Ekonomi. Sistem Informasi Pegawai yang berjalan saat ini pada Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin, sangat memberikan kemudahan bagi para pegawai terlebih lagi Bagian Sub Formasi dan Pengelolahan Data yang berada pada Bidang Pengembangan dan Mutasi Pegawai. Begitu pula dengan sistem yang bakal dikembangkan dari sisi biaya Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Banyuasin tidak perlu lagi dalam pelaporan informasi kepada Pimpinan menggunakan Compact Disk sebagai media penyimpanan, selain itu jika diamati dengan seksama dalam segi waktu informasi yang akan disampaikan juga belum tentu tepat waktu, karena informasi yang disampaikan tidak tepat waktu sama dengan informasi tidak berharga. Kedepannya diharapkan dengan Sistem Informasi Pegawai Berbasis Web ini dapat membantu meningkatkan kinerja pegawai dan mengurangi beban pekerjaan serta meningkatkan pelayanan kepada Pegawai Negeri Sipil dan dapat memberikan informasi tepat waktu.
Kelayakan Operasional. Dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa Sistem Informasi Pegawai yang digunakan Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin sudah berjalan dengan baik, dimana pada saat ini Sistem Informasi Pegawai yang diterapkan dapat dipergunakan dengan sebagaimana mestinya. Selain itu, Sumber Daya Manusia (SDM) yang memegang peran tersebut juga cukup memahami sistem yang telah digunakan. Disisi lain dari hasil pengamatan jika diterapkan Sistem Informasi Pegawai Berbasis Web Pada Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin dirasakan cukup menggunakan saluran telepon yang ada. Koneksi internet dilakukan melalui card modem yang terpasang di CPU dan dihubungkan dengan jaringan telepon. Kemudian dalam pengoperasiaanya nanti masih dipegang oleh para pengelolah sistem selama ini.

3.5 Analisis Sistem Informasi Pegawai

Guna membantu proses kerja bagian Sub Bidang Pengolahan Data Bidang Mutasi dan Pengembangan Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin dan mengurangi beban pekerjaan dalam melakukan pengelolahan data pegawai. Saat ini Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin dalam pengelolahan data Pegawai Negeri Sipil yang berada di Kabupaten Banyuasin telah terkomputerisasi. Namun, dalam peningkatan kerja Pegawai Negeri Sipil pada saat ini yang berada di Kabupaten Banyuasin belum terealisasi dengan baik, sebab sistem yang ada sekarang hanya untuk melayani kepentingan pegawai tanpa dapat memberikan pelaporan informasi data pegawai kepada Unit Kerja, Bupati, BKN Regional 7, BKN Pusat secara langsung. Sistem Informasi Pegawai yang dimiliki oleh Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin masih menggunakan alat bantu Compact Disk (cd) sebagai sarana penunjang dalam pelaporan informasinya, agar dapat terus bersaing dan berkembang maka Sistem Informasi Pegawai pada Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin perlu untuk dikembangkan ke arah yang lebih baik, yaitu dengan membangun Sistem Informasi Pegawai berbasis Web. Dengan tujuan dapat memacu kinerja dan menjadi acuan dalam meningkatkan pelayanan dan akuntabilitas kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dan manfaat optimal.
Adapun manfaat dari sistem yang diterapkan sekarang: 1) mempermudah dalam pencarian data pegawai, 2) akurasi data terjamin, 3) membantu para staf dan pegawai dalam proses pengolahan data pegawai negeri, dan 4) membantu bagi Kepala Badan dan Kepala Bagian mengambil keputusan.
Sedangkan Sistem Informasi Pegawai yang berjalan saat ini pada Badan Kepegawaiaan saat ini adalah sebagai berikut: 1) mengisi formulir isian Pegawai, 2) memasukan data pegawai negeri yang berada di seluruh Kabupaten Banyuasin dalam hal pengerjaannya dilakukan oleh Bidang Pengembangan dan Mutasi Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah, 3) data yang masukan kemudian diolah dan diberikan kepada kepada seluruh Unit Kerja Pemerintah, Bupati, BKN (Badan Kepegawaian Negara) regional 7 dan BKN pusat, dan 4) Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah mengeluarkan informasi Biodata pegawai negeri yang bersangkutan.

3.6 Perancangan

Perancangan sistem menggambarkan pengolahan data dengan komputer yang merupakan gambaran secara menyeluruh mengenai urutan pengolahan data, prosedur untuk mendukung operasi sistem dari persiapan rancangan sistem hingga menghasilkan laporan atau informasi yang digambarkan melalui UML (Unified Modeling Language).
Dari hasil analisis, metode Unified Modeling Language (UML) menyediakan beberapan diagram visual yang menunjukkan berbagai aspek dalam sistem. Beberapa diagram UML yang didesain yaitu:

3.6.1 Rancangan Sistem dari Sudut Pandang Penelitian Luar (Eksternal)

Sub Formasi dan Pengelolahan Data dalam sistem ini adalah bagian operasional yang merupakan aktor dengan use case: memberikan profil PNS, memberikan informasi statistik PNS, memberikan informasi DUK PNS, memberikan informasi pensiun, memberikan informasi Mutasi. User (pengunjung website Badan Kepegawaian dan Diklat), PNS (PNS dalam sistem yang akan dibangun adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil yang berada di Kabupaten Banyuasin). Pimpinan (pimpinan dalam sistem yang akan dibangun adalah Unit Kerja, Bupati, BKN Regional 7 dan BKN Pusat).

3.6.2 Rancangan Aktivitas Dalam Sistem

Rancangan alur aktivitas pada SIMPEG BKD Banyuasin: 1) aktivitas server dimulai, 2) Server membaca URL, user id dan password, 3) Jika user id dan password tidak sesuai maka kembali ke proses 2, jika benar maka server akan melakukan hubungan ke terminal, 4) Server mambaca data PNS dengan status belum diproses, 5) Server mengubah status pada tabel PNS menjadi telah diproses, 6) Server melakukan pengecekkan apakah data PNS sudah ada atau belum, jika tidak tulis pesan konfirmasi bahwa data belum ada, jika data ditemukan maka server akan melakukan hubungan ke terminal, 7) Server menulis data PNS, pesan (isi pesan konfirmasi dan pesan informasi) ke tabel kirim dengan status belum dikirim, 8) Server mengubah status belum dikirim menjadi telah dikirim, 9) Server melakukan hubungan keterminal, server menampilkan informasi data PNS, dan 10) Aktivitas selesai.

Gambar 2. Diagram Aktivitas
Diagram ini menggambarkan aliran fungsionalitas dalam use case, aliran kerja seorang aktor yaitu Sub Bidang Formasi Pengolahan Data mempunyai beberapa kemungkinan ketika mengaktivitaskan objek-objek pada sistem, seperti mengisi data PNS, data Jabatan, data anak, data penghargaan, data suami/istri, data pendidikan, data kursus, data diklat, data golru dan data mutasi melalui pesan-pesan dan pengulangan untuk meng-update objek tersebut dengan koneksi penggerak basisdata.

Gambar 3. Rancangan Langkah Kerja Sekuensial

Gambar 4. Diagram Statechart (Rancangan Langkah Kerja Hardware)

3.6.3 Rancangan Basis Data Dalam Sistem

Gambar 5. Diagram Class Rancangan Basis Data dalam Sistem Informasi Pegawai Pada Badan Kepegawaian

Dari Gambar 5 di atas, rancangan basis data yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi ini meliputi data induk pegawai, data keluarga (anak dan suami/istri), data pendidikan, data diklat, data mutasi, data kursus, data golongan, data jabatan, data penghargaan serta data yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan user seperti data galeri, berita, info, layanan dan topik yang saling berelasi antara satu dengan yang lain.
4. PEMBAHASAN

Setelah semua tahapan pengembangan sistem dilakukan, maka didapatlah suatu perangkat lunak system informasi penjualan dan perbaikan komputer, yang terdiri atas sejumlah form dan report.

4.1 Menu Utama

Pada Menu Utama (index) Website Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Banyuasin ini terdapat beberapa proses yang nantinya dapat diakses oleh siapa saja meliputi: Berita BKD, Profil BKD, Peraturan Pemerintah tentang Pegawai Negeri Sipil, Laporan Informasi menurut Statistik PNS Banyuasin, Layanan Konsultasi dengan pihak BKD. Sedangkan menu login yang disediakan hanya dapat dikunjungi oleh bagian Operasional, Pegawai Negeri Sipil dan Pimpinan.

4.2 Portal Operasional

Tampilan yang menggambarkan kegiatan yang dilakukan bagian operasional pada saat setelah login, adapun kegiatan yang dapat dilakukan bagian operasional mulai dari pengelolahan data sampai dengan pelaporan informasi.

Gambar 6. Tampilan Menu Operasional dan Input Data Pegawai

4.3 Implementasi dan Pengujian

4.3.1 Input Data

Proses input data menjelaskan form-form yang digunakan dalam pembuatan program. Form yang dipakai yaitu form entry/update data induk, form entry/update data Jabatan, form entry/update data Anak, form entry/update data Penghargaan, form entry/update data Suami/Istri, form entry/update data Pendidikan, form entry/update data Kursus, form entry/update data Diklat Struktural, form entry/update data Golru dan form entry/update data Mutasi.

Gambar 7. Tampilan Menu Input Data Pegawai

Seperti halnya pada Gambar di atas, pada proses input ini petugas harus memasukan data induk meliputi nip, nama pegawai, gelar, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, agama, alamat, kota, kode pos, instansi induk, serta meliputi data-data jabatan, golongan, pendidikan dan pelatihan, keluarga, dan mutasi.

4.3.2 Output Data

Pada Output data menjelaskan Infomasi yang dihasilkan dari pembuatan program. Adapun hasil dari sistem yang dibangun yaitu menghasilkan Profil PNS, Laporan Statistik PNS (Golongan / Ruang dan Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan dan Golongan, Unit Organisasi dan Golongan), Laporan Daftar Urut Kepangkatan (DUK Keseluruhan, DUK per Unit Organisasi, DUK Pergolongan), Laporan Pensiun dan Laporan Mutasi pegawai. Gambar berikut menunjukkan salah satu contoh output Profil PNS.

Gambar 8. Tampilan Output Data Pegawai

Dari Gambar 8 di atas menggambarkan tentang profil pegawai berdasarkan profil per individu meliputi data keterangan keluarga, pendidikan, dan pelatihan.

4.4 Portal PNS

Tampilan yang menggambarkan kegiatan apa saja yang dapat dilakukan PNS pada saat login, adapun kegiatan yang di dapat PNS yaitu: informasi profil PNS (data pribadi), mengirim pesan konfirmasi, ubah password, selain itu jika PNS ingin memasukan foto ataupun mengubah foto yang ada, juga disediakan fasilitas help (bertanya) sehingga PNS secara langsung dapat berinteraksi dengan BKD Daerah Kabupaten Banyuasin. Gambar 9 berikut menunjukkan tampilan portal PNS yang dapat diakses oleh pegawai.

Gambar 9. Tampilan Portal PNS

5. SIMPULAN

Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1) Dengan adanya sistem yang telah dibangun ini dapat membantu atau mempermudah pengguna (PNS, bagian operasional, pimpinan, dan pihak yang membutuhkan data) dalam penyajian informasi berupa data induk PNS, data anak, data istri/suami, data jabatan, data diklat, data penghargaan, data statistik, data golongan ruang, data pendidikan, data kursus, dan data mutasi. Kecepatan pencarian data pada saat melakukan pengecekan data induk PNS, data anak, data istri/suami, data jabatan, data diklat, data penghargaan, data statistik, data golongan ruang, data pendidikan, data kursus dan mutasi
2) Penyajian laporan berupa statistik pegawai berdasarkan latar belakang pendidikan, berdasarkan golongan dan pangkat dapat lebih cepat.

DAFTAR RUJUKAN

Fauziah, Yuli. 2007. Sistem informasi (online), http://sisteminformasi. wordpress.com/2007/01/22/sistem-informasi/, diakses 1 Juni 2008.

Nugroho. 2005. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi dengan Metodologi Berorientasi Objek. Yogyakarta: Informatika.

Sutabri. 2004. Analisis Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi.

Undang-Undang RI No. 48 Tahun 1999. Penerbit: Asa Mandiri, 2007.

Priyanto,Eko. 2008. Pengantar Sistem Informasi Manajemen Pegawai (online). http://www.gecko.web.id/implementasi-ti/pengantar-sistem-informasi-manajemen-pegawai/. Diakses tanggal 12 Juni 2008.

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *