. .

Rapid Application Development

Menurut Pressman R.S (1997:42) Rapid Application Development adalah sebuah model proses perkembangan software sekuensial linier yang menekankan siklus perkembangan yang sangat pendek. Model RAD ini merupakan sebuah adaptasi kecepatan tinggi dari model sekuensial linier di mana perkembangan cepat dicapai dengan menggunakan pendekatan kontruksi berbasis komponen. Jika kebutuhan dipahami dengan baik, proses RAD memungkinkan tim pengembangan menciptakan sistem fungsional yang utuh. Zulvani (2010), Rapid Application Development (RAD). Sistem yang semakin komplek dan waktu pengembangan yang dibutuhkan semakin cepat, membuat para pengembang sistem berfikir keras dan berusaha untuk mencari solusi teknik pengembangan yang cepat tanpa mengurangi kualitas sistem yang dihasilkan. Dengan kondisi ini, dikembangkanlah Rapid Aplication Development (RAD). Berikut ini ilustrasi RAD.

Gambar 1. Rapid Application Development (RAD)

Yang membedakan antara antara waterfall dengan RAD adalah dimana pada teknik waterfall pengguna atau pemilik sistem akan ikut berpartisipasi dalam tahap cutover sedangkan pada RAD pada tahap construction. Hal ini menyebabkan tahap cutover akan lebih cepat dibandingkan pada waterfall.

1. Penerapan Rapid Application Development

Model RAD mengadopsi model waterfall dan pembangunan dalam waktu singkat yang dicapai dengan menerapkan :

a) Component based construction ( pemrograman berbasis komponen bukan prosedural).
b) Penekanan pada penggunaan ulang (reuse) komponen perangkat lunak yang telah ada.
c)
Pembangkitan kode program otomatis/semi otomatis.
d)   
Multiple team (banyak tim), tiap tim menyelesaikan satu tugas yang level yang sama tapi tidak berbeda. Banyaknya tim tergantung dari area dan kompleksitasnya sistem yang dibangun.

2. Kelemahan Rapid Application Development

Beberapa hal kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan dalam implementasi pengembangan menggunakan model RAD adalah :

  1. Model RAD memerlukan sumber daya yang cukup besar, terutama untuk proyek dengan skala besar.
  2. Model ini cocok untuk proyek dengan skala besar.
  3. Model RAD memerlukan komitmen yang kuat antara pengembang dan pemesssan, bahkan keduanya bisa tergabung dalam 1 tim
  4. kinerja dari perangkat lunak yang dihasilkan dapat menjadi masalah manakala kebutuhan-kebutuhan diawal proses tidak dapat dimodulkan, sehingga pendekatan dengan model ini kurang bagus.
  5. sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model ini.
  6. penghalusan dan penggabungan dari beberapa tim di akhir proses sangat diperlukan dan ini memerlukan kerja keras.
  7. proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi
  8. risiko teknis yang tinggi juga kurang cocok untuk model ini.

 

   Send article as PDF   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *