Research Problem Identification

Assoc. Prof. Leon Abdillah

Research Problem Identification

Leon Andretti Abdillah

 

Introduction

—Penelitian biasanya dilakukan untuk:
  1. menjawab pertanyaan yang belum dapat dijawab oleh seorang peneliti.
  2. melihat dengan jelas tujuan dan sasaran penelitian, maka perlu dilakukan identifikasi masalah.
—Masalah penelitian dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan, antara lain dilihat dari sisi waktu, biaya, kemampuan si peneliti maupun kontribusi yang akan diberikan oleh penelitian tersebut bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Problem Formulation

 

 

—Ada beberapa cara untuk merumuskan masalah:
  1. Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan (research question) yang berfokus pada dependent variable atau pada apa yang akan diteliti.
  2. Rumusan hendaknya jelas dan padat
  3. Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah Rumusan masalah dasar dalam membuat hipotesa

Research Topics

—Jika digolongkan secara sederhana, sumber masalah yang dapat dijadikan sebagai topik research adalah:
  1. Penelitian Observasi. Dengarkan secara langsung keluhan-keluhan yang ada di lapangan dan adakan eksploratif sendiri secara singkat.
  2. Diskusi-diskusi. Diskusi ini termasuk di dalamnya diskusi resmi atau diskusi tidak resmi. Ikuti dengan seksama diskusi tersebut dan kutip masalah-masalah yang timbul dalam diskusi tersebut.
  3. Dosen-dosen atau ahli riset. Pada umumnya dosen menguasai suatu bidang ilmu tertentu secara lebih baik daripada orang lain.
  4. Bibliographi. Sumber bibliografi yang dapat dijadikan sumber problem adalah journal, encyclopedia, review, skripsi/tesis, disertasi, buku-buku teks, majalah, buletin, research report dan lain sebagainya.
—Terdapat empat langkah penting yang harus dilakukan dalam membuat suatu perumusan masalah, yaitu:
  1. Langkah 1 : Tentukan fokus penelitian
  2. Langkah 2: Cari berbagai kemungkinan dari berbagai faktor yang ada kaitannya dengan fokus penelitian tersebut yang dalam hal ini dinamakan subfokus.
  3. Langkah 3: Diantara faktor-faktor yang terkait adakan pengkajian faktor mana yang paling menarik untuk ditelaah, kemudian tetapkan faktor apa saja yang akan dipilih.
  4. Langkah 4: Kaitkan secara logis faktor-faktor subfokus yang dipilih dengan fokus penelitian.

 

 

References

Abdillah, L. A. (2014). Research Methods.  Retrieved from http://blog.binadarma.ac.id/mleonaa/teaching/research-methods-metode-penelitian/

Moleong, L.J. (2005).  Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wiersma, W. (1986). Research Methods in Education: An Introduction. Boston Allyn and Bacon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *