02 MarSUPERVISORY COMPUTER AUTOMATIC TANK GAUGING (CATAMS SOFTWARE) (Studi Kasus PT. PERTAMINA PERSERO PADA DPPU SMB II )

Normaliaty Fithri
Dosen Universitas Bina Darma
Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12, Palembang
Pos-el : noorty09@yahoo.com

Abstract : Increasing in technological sector and growth of economics affect the fuel (BBM). This situation push people consuming pattern are predominated by BBM. On the other side, progress of technology and growth of world globalization, hence one of the consequence of is the increasing of free computation, and to be able to compete globalization improved efficiency and productivity. System Automation Depot/ DPPU built for upgrade service to society namely on schedule, precisely type, precise amount and also to improve efficiencies in the case of distribution and levying of BBM. One of facility in acceptance, conglomeration, and most channeling is often used in all area is border on electronic Human Resource quality specially apresiasi to sophisticated and high technology by using computer ( Computer Supervisory) as a means of assist operation of all. With Supervisory computer Automation system of Automatic Tank Gauging we can optimized all movemend of BBM.

Key word :Automation, Tangk, computer

Abstrak : Perkembangan yang cepat di bidang teknologi, diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak kalah cepatnya berdampak pada pertumbuhan kebutuhan BBM. Kebutuhan BBM yang meningkat sangat pesat juga disebabkan oleh bertambahnya permintaan dari sektor-sektor transportasi, industri, serta rumah tangga. Disisi lain, kemajuan teknologi dan perkembangan globalisasi dunia, maka salah satu konsekwensinya adalah meningkatnya persaingan bebas, dan untuk dapat bersaing di era globalisasi tersebut adalah dengan meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat yakni tepat waktu, tepat jenis, tepat jumlah serta untuk meningkatkan efisiensi dalam hal pengadaan dan distribusi BBM, dibangun Sistem Otomasi di Depot/ DPPU. Salah satu fasilitas dalam penerimaan, penimbunan, dan penyaluran yang paling sering digunakan dalam segala bidang adalah elektronik yang berdampingan dengan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya apresiasi terhadap teknologi tinggi dan canggih dengan menggunakan komputer (Supervisory computer) sebagai alat bantu pengoperasiannya. Dengan Supervisory computer pada sistem Otomasi Automatic Tank Gauging (ATG) kita bisa melihat, mencermati serta menjalankan penerimaan BBM secara lebih cepat, hemat dan tepat.

Kata kunsi: Otomatisasi, Tank, komputer

PENDAHULUAN

Perkembangan yang cepat di bidang teknologi, diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak kalah cepatnya berdampak pada pertumbuhan kebutuhan BBM. Kebutuhan BBM yang meningkat sangat pesat juga disebabkan oleh bertambahnya permintaan dari sektor-sektor transportasi, industri, serta rumah tangga. Hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi yang pesat, mengakibatkan peningkatan pendapatan perkapita penduduk. Peningkatan pendapatan ini mendorong pula pola konsumsi energi masyarakat, yang sebagian besar masih didominasi oleh BBM.

Disisi lain, kemajuan teknologi dan perkembangan globalisasi dunia, maka salah  satu kosenkuensinya adalah meningkatnya persaingan bebas, dan untuk dapat bersaing di era globalisasi tersebut adalah dengan meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat yakni tepat waktu, tepat jenis, tepat jumlah serta untuk meningkatkan efisiensi dalam hal pengadaan dan distribusi BBM, dibangun Sistem Otomasi di Depot/ DPPU.

Sistem Otomasi Depot/ DPPU diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat yakni tepat waktu, tepat jenis, tepat jumlah serta untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Penggunaan peralatan modern dan canggih harus dibarengi dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia agar dapat mengoperasikan dan memeliharanya dengan baik dan benar.

Salah satu fasilitas dalam penerimaan, penimbunan, dan penyaluran yang paling sering digunakan dalam segala bidang adalah elektronik yang berdampingan dengan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya apresiasi terhadap teknologi tinggi dan canggih dengan menggunakan komputer (Supervisory computer) sebagai alat bantu pengoperasiannya. Dengan Supervisory computer pada sistem Otomasi Automatic Tank Gauging (ATG) kita bisa melihat, mencermati serta menjalankan penerimaan BBM secara lebih cepat, hemat dan tepat serta penerimaan & penyaluran BBM yang diterima dan diserahkan juga tidak terbatas namun kita bisa melihat pergerakan BBM.

Pengaturan otomatis berbasis jaringan memiliki beberapa keunggulan dan kemudahan bila dibandingkan dengan sistem stand-alone. Salah-satu kelebihannya adalah memungkinkannya berbagi data dengan kontroler atau komputer lain yang letaknya berjauhan. Komputer PC sebagai kontroler supervisor (Master Station, MS) yang tugasnya untuk mengkoordinasikan dan mengendalikan kontroler-kontroler lokal (Local Controller, LC) yang berada dilapangan.

Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui aplikasi CATAMS sebagai software program dari TOKYO KEISO yang berfungsi sebagai Supervisory Computer untuk memonitor data dari setiap tangki yang diterima dari Automatic Tank Gauging PT. Pertamina Persero di lokasi DPPU SMB II Palembang.

Batasan masalah pada penulisan ini adalah membahas tentang aplikasi CATAMS sebagai software program dari TOKYO KEISO yang berfungsi sebagai Supervisory Computer untuk memonitor data level dan temperatur dari setiap tangki yang diterima dari Automatic Tank Gauging PT. Pertamina Persero di lokasi DPPU SMB II Palembang.

2.       METODOLOGI PENELITIAN

2.1.    Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dan pengumpulan data dilakukan di lokasi DPPU Sultan Mahmud Badarudin II Palembang PT. Pertamina Persero.

2.2.    Metode Penelitian

Dalam melakukan Penelitian ini, untuk mendapatkan data-data dan informasi, maka dapat digunakan metode pengumpulan data sebagai berikut :

a.       Riset Lapangan (Field Research)

Merupakan pengumpulan data yang dibutuhkan dengan cara mendapatkan keterangan langsung dari perusahaan dan pihak-pihak intern perusahaan yang mempunyai wewenang memberikan informasi dan data yang diperlukan dalam penulisan ini.

b.       Riset pustaka (Library Research)

Yaitu pengumpulan data dengan jalan mempelajari buku-buku literature serta sumber yang berhubungan dengan objek permasalahan.

3.       DATA DAN PEMBAHASAN

Sistem kontrol di Instalasi Depot/ DPPU pada dasarnya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

a.       Kontrol dengan cara Manual

b.      Kontrol dengan cara Otomatis

Sasaran usaha dari suatu perusahaan pada dasarnya adalah untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Sasaran operasi suatu proses industri secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga faktor yang diurutkan berdasarkan prioritasnya, yaitu:

a.       Safety

b.      Kualitas produk

c.       Efisiensi

Operasi Depot/ DPPU

Gambar  1. Flowchart Operasi Depot/ DPPU

Pada dasarnya operasi Depot/DPPU mencakup operasi penerimaan, operasi penimbunan, operasi penyaluran dan kegiatan administrasi yang menyertai masing-masing operasi tersebut dengan :

a.       Aman

b.      Tepat Mutu

c.       Tepat Jumlah

d.      Tepat Waktu

e.       Efisien/Optimal

Pada sistem otomasi, sebagian atau semua kegiatan operasi dilakukan dengan alat, untuk menggantikan fungsi operator. Alat tersebut dipakai untuk berbagai kegiatan, antara lain :

a. Aman                     = Safeguarding System

b.      Tepat Jumlah         =    Pengukuran

c. Tepat Mutu            =    Analyzer

d.      Efisiensi/ Optimasi       =       Otomasi

Untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat yakni tepat waktu, tepat jenis, tepat jumlah serta untuk meningkatkan efisiensi dalam hal pengadaan dan distribusi BBM, dibangun Sistem Otomasi Depot/ DPPU, dan juga di Transit Terminal. (Couloris.G., 2001).

Dengan Sistem Otomasi tersebut diharapkan dapat diperoleh manfaat dan keuntungan-keuntungan antara lain adalah :

a.       Terjadinya alih teknologi sehingga dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya apresiasi terhadap teknologi tinggi dan canggih.

b.      Meningkatkan produktivitas kerja karyawan.

c.       Meningkatkan efisiensi operasi terutama pengawasan / pengendalian rugi kerja atau susut (loss control).

Fungsi sistem otomasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

a.       Fungsi Non-Kontrol

Berhubungan dengan akuisisi, pemrosesan dan komunikasi data dengan operator atau yang lain.

b.      Fungsi Kontrol

Berhubungan dengan manipulasi  control valve secara lang-sung, penggerak dan  aktuator yang lain (Kirrman.H, 2005).

Penerimaan produk dapat berasal dari kilang UP III Plaju menggunakan bridger tergantung fasilitas yang ada dalam terminal itu sendiri. Oleh karena itu, kendali penerimaan harus disesuaikan dengan fasilitas yang ada tersebut, dimana pelaksanaan operasi penerimaan minyak terbagi atas :

a.             Klasifikasi Sistem Pengukuran Kuantitas Minyak

Pengukuran kuantitas minyak yang diserahkan / diterima oleh  pihak pertama  kepada /dari pihak ke tiga dalam rangka :1) Kegiatan fiskal, 2) Kegiatan custody transfer komersial, merupakan pengukuran yang diklasifikasikan oleh PECPS (Pertamina Engineering Code of Practice and Standard) CP 18 Sect 6 : Flow Measurement, sebagai “Class 1 Flow Measurement”.

Ciri-ciri Class 1 Flow Measurement merupakan aplikasi yang paling terikat dengan berbagai ketentuan peraturan dan perjanjian bisnis (stringent) yang harus dilengkapi dengan peralatan subordinate (ancillary equipment) untuk membuktikan (prove) kebenaran akurasi dan repeat ability.

b.            Sistem Yang Memenuhi Kriteria Sesuai Klasifikasi

Sistem pengukuran yang memenuhi kriteria “Fitness for purpose” untuk Class 1 adalah Turbine Meters dan Positive Displacement Meter yang dilengkapi dengan accessories/ancillary equipment sehingga terbentuk Metering System yang memenuhi standar.

Parameter penting yang menunjukkan bahwa metering system bekerja untuk kerja yang baik dan standar antara lain (Ref. ISO 7278-2, 1988-012-15, Pipe Prover) :

  1. Repeatability pada prover dan meter  ≤ 0,02 %.

2.                  Accuracy  ±  0,01 %

  1. ∆MF < 0,5 % (untuk liquid dan kondisi operasi yang sama)

Setiap sistem pengukuran akan selalu terdapat kesalahan, hal ini menuntut adanya metoda untuk menentukan besarnya kesalahan dan memperbaikinya.

Displecement meter prover banyak digunakan untuk mengkalibrasi flow meter, yaitu dengan cara membandingkan volume aliran yang mengalir melalui meter dengan volume daripada pipa prover yang sudah diketahui dan terkalibrasi, disebut volume basis prover.

Volume aliran diukur oleh meter dan prover, sehingga dapat ditentukan ratio atau meter faktor antara volume yang tercatat di meter dengan volume sebenarnya. Meter faktor selanjutnya dipakai sebagai faktor pengali terhadap volume hasil peng-ukuran yang tercatat pada meter register, untuk menentukan banyaknya volume aliran yang sebenarnya yang melalui meter.

Ada beberapa macam tipe prover, antara lain :

a. Prover Tank

b. Displacement Pipe Prover

c. Master meter

Dari berbagai tipe prover yang ada, displacement pipe prover adalah yang paling banyak digunakan, oleh karena praktis, ekonomis dan akurat; khususnya untuk meter dengan kapasitas besar.

Gambar 2.  Meter Prover dan Totalizer/Proving Computer

Setiap hari sebelum kegiatan penyaluran dimulai, semua persediaan di dalam tangki-tangki timbun harus diukur. Untuk itu diperlukan seorang petugas juru ukur mengerti cara mengukur yang benar, alat ukur yang baik dan standard, serta metode pengu-kuran yang standard. Pengukuran-pengukuran yang dilakukan di tangki meliputi pengukuran tinggi minyak innage/ outage, tinggi air bebas, density dan suhu (Kirrman.H, 2005).

Tata cara pengukuran tinggi minyak, tinggi air, suhu dan density sesuai dengan juklak tata cara pengukuran dan perhitungan minyak korporat.

Perhitungan volume didasarkan atas :

a.       Tabel masing-masing tangki

b.      ASTM Standard Metric Edition

c.       Volume Observed, Liter 15 oC,Barrel 60 oF

Prosedur Pengukuran Tangki ini meliputi :

a.             Pengukuran Tinggi Minyak          (ASTM D 1085 – API 2545)

b.            Pengukuran Air Bebas                    (ASTM D 1085 – API 2545)

c.             Pengukuran Suhu Minyak           : (ASTM D 1086 – API 2543)

d.            Pengambilan Sample       :           (ASTM D 270 – API 2546)

e.             Pengujian Density           :               (ASTM D 1298-API 2547)

Peranan tangki timbun di Depot/ DPPU adalah sangat vital, baik sebagai sarana untuk menyimpan BBM maupun sebagai sarana penyerahan. Selama ini dan yang masih berlangsung, penghitungan volume tangki dan pengukuran data-data yang diperlukan masih dilakukan secara manual.

Hal demikian tentu saja mengandung resiko kesalahan karena faktor manusia, antara lain:

a. Adanya parallax.

b.            Ketelitiannya rendah.

c.             Kecepatan pengukurannya rendah.

d.            Data hasil pengukuran hanya dapat diperoleh di satu tempat.

e.             Data hasil pengukuran tidak dapat diperoleh setiap saat.

Dengan kemajuan teknologi, pengukuran secara manual mulai digantikan oleh pengukuran secara elektrorik yang disebut Automatic Tank Gauging (ATG) System. Detektor ATG akan mendeteksi parameter-para-meter, dan setelah melalui suatu rangkaian tertentu dan mikroprosessor, hasil pengukuran dan perhitungan dapat ditampilkan di monitor atau dicetak.

Automatic Tank Gauging (ATG) diharapkan mampu mengatasi hal tersebut di atas, yaitu bisa memberikan data-data yang diperlukan dalam penghitungan volume di dalam tangki, untuk mengetahui volume produk di dalam suatu tangki penimbun secara automatic (Kirrman.H, 2005).

Data-data yang bisa dihasilkan oleh ATG system adalah :

a.             Liquid Level.

b.            Temperatur liquid.

c. Specific gravity.

d. Interface Level.

e. Level dari lumpur dan air (bottom sludge & water).

Kelebihan ATG sistem ini dibandingkan dengan cara Manual, antara lain :

a.             Mampu mengukur besaran level dan specific gravity dengan cepat dan akurat.

b.            Ketelitiannya tinggi.

c.             Pengukuran dapat dilaksanakan setiap saat.

d.            Pengukuran bisa dilakukan dari jarak jauh (remote) yaitu dari control room.

e.             Pihak lain dapat mengetahui hasil pengukuran, sepanjang dilengkapi dengan fasilitas yang sama.

Variabel pokok yang berpengaruh dalam perhitungan volume suatu produk BBM, adalah menjadi prioritas pengukuran ATG, yakni level, SG dan temperatur. Hal lain yang berkaitan dengan level BBM di dalam suatu tangki produk adalah batas BBM dan media lainnya yang disebut interface, dan adanya lumpur dan air.

Gambar 3. Automatic Tank Gauging (ATG)

3.1. Supervisory Computer

Supervisory computer berfungsi mengkoordinasi aktivitas dari beberapa Input-Output Distributed Control System lokal. Pengaturan otomatis berbasis jaringan memiliki beberapa keunggulan dan kemudahan bila dibandingkan dengan sistem stand-alone. Salah-satu kelebihannya adalah me-mungkinkannya berbagi data dengan controler atau komputer lain yang letaknya berjauhan. Komputer PC sebagai kontroler supervisor (Master Station, MS) yang tugasnya untuk mengkoordinasikan dan mengendalikan kontroler-kontroler lokal (Local Controller, LC) yang berada dilapangan. Kontroler supervisor juga diharapkan bisa memasukan parameter-parameter pengontrolan ke LC dan bisa mengambil data dari LC untuk ditampilkan di layar monitor dan menyimpan datanya sesuai keinginan operator untuk bahan analisa lebih lanjut.

Komputer digital dapat dipakai mengendalikan secara simultan beberapa output. Pada sistem kontrol utama (supervisor controller) terdapat satu prosesor komputer untuk mengendalikan dan mengoperasikan proses. Jadi semua data dikumpulkan dalam satu unit komputer. Komputer digunakan untuk mengubah nilai set point sesuai dengan harga parameter local controller. Local controller berfungsi sebagaimana sinyal digital yang diterapkan pada Direct Digital Controller (DCC). Interfase input/output akan menghasilkan informasi kepada komputer supervisor berupa tetapan pada local control loop yang dipakai komputer untuk menghasilkan nilai set point pada local control loop. Komputer menrima secara langsung hasil pengukuran dari proses, kemudian menghitung nilai manipulated variables berdasarkan control law yang telah diprogram dan tersimpan dalam memorinya.

Manipulated variables tersebut kemudian diterapkan kembali ke dalam proses dengan menggunakan elemen pengendali akhir seperti kerangan, pompa, kompresor, switch, dan sebagainya. Dengan demikian komputer dan proses dijembatani oleh perangkat-perangkat keras yang digunakan untuk mendapatkan komunikasi yang baik antara komputer dengan proses. Direct Digital Controller umumnya dipakai untuk unit dalam skala terbatas seperti untuk satu unit produksi, atau digunakan untuk sebuah unit operasi dengan sebuah unit produksi.

Kemungkinan penggunaan komputer yang terakhir adalah untuk mengatur penjadwalan operasi suatu proses. Kondisi lapangan yang berubah setiap waktu akan menyebabkan manajemen perlu terus menerus mengubah penjadwalan operasional pabrik, beberapa keputusan dapat diambil dengan bantuan komputer digital, yang kemudian akan mengkomunikasikan keputusan-keputusan tersebut dengan supervisory computer controller, yang kemudian mengimplementasi kan keputusan-keputusan tersebut melalui DDC-DDC yang berhubungan langsung dengan sebuah proses (J., Limbong M. 2009).

Pengukuran isi tangki dapat dilakukan secara otomatis dengan menggunakan ATG (Automatic Tank Gauging), hanya tangki-tangki yang tidak sedang digunakan (diisi/disalurkan) yang dapat diukur isinya sebagai dasar perhitungan AMK (Arus Minyak Korporat).

Gambar 4. Konvigurasi Sistem ATG

Supervisory computer berfungsi mengkoordinasi aktivitas dari beberapa Input-Output Distributed Control System lokal. Pengaturan otomatis berbasis jaringan memiliki beberapa keunggulan dan kemudahan bila dibandingkan dengan sistem stand-alone. Salah-satu kelebihannya adalah memungkinkannya berbagi data dengan kontroler atau komputer lain yang letaknya berjauhan.

Perancangan Sistem Pengendali Sistem pengendali (controller) adalah elemen aktif dalam sistem pengendalian yang menerima informasi dari pengukuran dan membuat tindakan yang sesuai untuk mengatur harga manipulated variables. Pengaturan manipulated variables sangat bergantung pada control law yang diterapkan secara otomatis

pada controller. Programmed intelligence dari komputer dapat dimanfaatkan untuk menganalisis situasi proses dan memberikan usulan setting pengoperasian yang terbaik.

Programable Logic Computer (PLC) berfungsi sebagai slave controller yang menggerakkan dan memonitor valve/pompa setelah mendapat instruksi dari Supervisory Computer. Program dalam PLC mengatur agar produk yang disalurkan dari tanki/tanker ke tujuan yang diinginkan dapat benar-benar disalurkan dengan benar.

Gambar 5.  Flowchart PLC

Pada sistem otomasi, sebagian kegiatan operasi dilakukan dengan alat, sebagai sarana untuk menggantikan fungsi operator.  Pada sistem ini satu buah komputer utama (supervisory computer) membagi kerja pengendalian pada beberapa komputer yang bekerja sebagai Input-Output Distributed Control System lokal. Komputer sebagai kontroler dipakai untuk mengontrol dan memonitor berbagai kegiatan, adapun  fungsi utama dari komputer adalah :

a.             Mengontrol dan memonitor pengisian truk tangki, pengisian/pembongkaran muatan kapal, meter proving dan pengawasan density & kadar air.

b.            Melakukan inventory management pada saat penerimaan dan penyaluran produk

c.             Mampu berkomunikasi dengan komputer di kantor Pusat/Unit untuk melaksanakan pengelolaan file-file data pesanan pelanggan

Gambar 6.  Konfigurasi Supervisory Computer Sistem Otomasi Terpadu

Fungsi Main/Supervisory Computer pada Automatic Tank Gauging System antara lain adalah :

a.             Sebagai file server dan pusat database dari user console.

b.            Mengendalikan seluruh operasi otomasi terminal.

c. Melakukan monitoring tangki (Tank Gauging System).

d. Melakukan komunikasi dengan office computer.

e.             Melakukan administrasi internal terminal seperti membuat laporan, penjadwalan, dan pengelolaan database.

3.2. CATAMS

CATAMS adalah software program dari TOKYO KEISO yang berfungsi sebagai alat untuk memonitor data dari setiap tangki yang diterima dari Automatic Tank Gauging.

Data tangki yang dikirim oleh Automatic Tank Gauging ke CATAMS adalah data level dan temperatur. Main Menu CATAMS adalah tampilan menu dari program CATAMS, untuk membuka salah satu menu tersebut, arahkan kursor ke menu yang kita inginkan lalu “klik” mouse. Untuk memilih menu-menu CATAMS ini bisa dilakukan juga melalui icon Application” dengan cara yang sama, arahkan cursor ke icon Application lalu klik mouse pada menu yang kita inginkan.

(Tokyo Keisho, Training Material CATAMS software, 2007)

Tampilan program CATAMS :

3.2.1. Data Satu Tangki (One Tank Display)

Adalah tampilan menu untuk satu tangki. Pada menu ini terdapat nilai level dan temperature yang didapat dari ATG di lapangan, observed density sampai ke volume dalam jumlah barrels.

Untuk nilai volume didapat berdasarkan perhitungan menggunakan tabel-tabel yang digunakan oleh Pertamina. Untuk mengetahui data salah satu tangki, kita cukup mengarahkan cursor ke tanda panah pada icon Tank No kemudian klik tangki yang kita inginkan.

(Tokyo Keisho Training Material CATAMS software, 2007).

a. Icon Tank Data Set

Adalah icon yang digunakan untuk setting data tangki : setting alarm dari level, temperature, tinggi tangki.  Tank Data Set tidak perlu dirubah selama tangki belum di kalibrasi Direktorat Metrologi. Karena nilai setting pada Tank Data Set adalah berdasarkan Tabel Tangki Direktorat Metrologi.

b. Manual Data Input

Adalah icon yang digunakan untuk simulasi nilai level tangki. Nilai level ini tidak actual. Untuk itu Manual Data Input tidak perlu digunakan dalam kondisi operasi sehari-hari.

c. Gauge Control

Adalah icon yang digunakan untuk menggerakkan Displacer yang ada di ATG, baik itu menaikkan, menurunkan, stop, measure.  Icon ini juga dapat digunakan untuk mengetahui nilai Density minyak serta interface minyak.

d.  Error Status

Adalah indikasi kerusakan pada ATG

3.2.2. Data Pergerakan Tangki, Loading Dan Unloading (Movement Mode)

Menu ini berfungsi untuk mengetahui pergerakan tangki, baik saat tangki loading maupun unloading. Caranya adalah :

  1. Buka menu Movement Mode
  2. Pilih tangki yang kita inginkan
  3. Pada saat mulai loading klik “OPEN”
  4. Setelah selesai loading klik “CLOSE”

Data minyak yang loading akan terlihat jumlah dan waktunya.

3.2.3. Data Seluruh Tangki (Tank Data List Mode)

Menu ini menampilkan data seluruh tangki. Tampilan ini adalah yang biasa digunakan untuk pelaporan, menu ini juga bisa di print out secara otomatis tergantung setting jam yang kita inginkan.

3.2.4. Tampilan Data Tangki Berupa Grafik (Bar Graph)

Menu ini adalah tampilan data semua tangki dalam bentuk grafik

3.2.5. Data Satu Tangki Pada Waktu Yang Telah Lampau (Historical Mode)

Adalah menu yang menampilkan data satu tangki selama 24 jam pada waktu yang telah lampau. Menu ini terekam dalam tempo satu tahun dan dapat di print out secara otomatis.

3.2.6. Data Pengelompokkan Tangki Per Produk/Per Group (Block Data List Mode)

Menu ini dapat digunakan untuk mengelompokkan tangki berdasarkan produk ataupun berdasarkan pembagian loop.

3.2.7. Data Satu Tangki Dalam Bentuk Besar (Large Display)

Adalah tampilan satu tangki dalam bentuk besar, yang muncul disini adalah data level dan temperature.

3.2.8. Data Tangki-Tangki Yang Sedang Operasi (Operation Tank List)

Menu ini digunakan untuk memonitor tangki-tangki yang sedang beroperasi.

4.       SIMPULAN

Berdasarkan hasil uraian di atas dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. User (Operator) dapat melakukan pengendalian dan pengawasan dari masing masing Personal Computer. User juga dapat melakukan pengawasan dan pengendalian secara keseluruhan serta melakukan maintenance dan meningkatkan efisiensi kinerja.

2.  Sistem Supervisory Computer juga mampu memberikan report pada setiap proses yang terjadi di Automatic Tank Gauging dengan baik dan akurat.

DAFTAR RUJUKAN

Couloris.G., Dollimore.J & Kindlberg. T., Distributed Control System, Concept and design, Harlow, England Pearson Education Limited, 2001.

J., Limbong M. Modul Praktikum Pengendalian Proses. Departemen Teknik Kimia ITB, 2009.

Kirrman.H., Industrial Automation, Swistzerland,AB Research Center, 2005.

Tokyo Keiso-Krohne, Training Material CATAMS software Tokyo Keiso, Indonesia, 2007.

Leave a Reply