Reksa Dana sebagai salah satu alternatif solusi investasi

By on May 15th, 2012.
Filed Under:Jurnal Ilmiah
Subscribe via: RSS

Poppy Indriani, SE., AK., M.si

Dosen Universitas Bina Darma, Palembang

Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12, Palembang

poppy_ucat@yahoo.com

Abstract:.An investor who has chosen to invest in the Fund rather than choice other investment instruments such as gold or buy property, buy a market instrument capital such as stocks or bonds directly, which it has been entrusted funds held to be managed by the Investment Manager to be managed in a portfolio the investment.
For small investors, Mutual Fund is a solution to overcome the high cost of direct investment in the stock market. In addition, the Fund will also encourage the participation of the community to invest in the stock market. Viewed from the side of safety, mutual fund must be very safe considering the legal basis for its establishment through legislation that is clear. In terms of business, Mutual Funds are also very profitable. When talking about the return, every business person would see this factor in the Mutual Fund. In other words, investors will not buy something if it is not profitable.

Keywords : Reksa Dana, Investment, investors

 

Abstrak : 

  Seorang investor yang telah memilih untuk berinvestasi di Reksa Dana daripada pilihan instrumen investasi lainnya seperti membeli emas atau properti, membeli instrumen pasar modal seperti saham atau obligasi secara langsung, artinya telah mempercayakan dana yang dimilikinya untuk dikelola oleh Manajer Investasi untuk dikelola dalam sebuah portofolio investasi.Bagi investor kecil, Reksa Dana merupakan solusi untuk mengatasi tingginya biaya investasi langsung di pasar  modal. Selain itu, adanya Reksa Dana juga akan mendorong partisipasi masyarakat untuk menanamkan modalnya di pasar modal. Dilihat dari sisi keamanannya, Reksa Dana tentu sangat aman mengingat dasar hukum pendiriannya melalui peraturan perundangan yang jelas. Sedangkan dari sisi bisnis, Reksa Dana juga sangat menguntungkan. Bila bicara soal return, setiap pelaku bisnis tentu melihat faktor ini dalam Reksa Dana. Dengan kata lain,investor tidak akan membeli sesuatu bila tidak menguntungkan. Reksa Dana saat ini telah berkembang pesat dengan berbagai macam jenis. Melihat berkembangan yang sangat mengesankan itu, prospek Reksa Dana dimasa mendatang  sangatlah menjanjikan.  

 

Kata Kunci: Reksa Dana, Investasi, Investor, Pasar Modal

 

 


PENDAHULUAN

Perkembangan perekonomian negara pada era globalisasi dipengaruhi oleh komponen-komponen yang ada dalam struktur ekonomi negara salah satu komponen tersebut yaitu pasar modal. Fungsi dari pasar modal adalah menjadi jembatan penghubung dana dari unit surplus kepada unit yang defisit dana. Di Negara-negara maju seperti Jepang, Amerika dan Inggris, pasar modal dijadikan ukuran dalam melihat perkembangan perekonomian negara setiap tahunnya. Semakin maju pasar modal suatu negara, maka dapat dipastikan bahwa negara tersebut mempunyai perekonomian yang baik pula.

Saat ini dapat kita lihat bahwa perkembangan pasar modal Indonesia  masih didominasi oleh investor besar dan badan usaha. Salah satu diantaranya adalah Reksa Dana. Pertumbuhan Reksa Dana di Indonesia sangatlah pesat. Hal ini tentu saja mempunyai pengaruh yang positif bagi pasar modal Indonesia.

Reksa Dana  sendiri merupakan investor yang peranannya cukup besar dalam kontribusi dana investasi di pasar modal. Bagi investor kecil, Reksa Dana merupakan solusi untuk mengatasi tingginya biaya investasi langsung di pasar  modal. Selain itu, adanya Reksa Dana juga akan mendorong partisipasi masyarakat untuk menanamkan modalnya di pasar modal. Dilihat dari sisi keamanannya, Reksa Dana tentu sangat aman mengingat dasar hukum pendiriannya melalui peraturan perundangan yang jelas. Sedangkan dari sisi bisnis, Reksa Dana juga sangat menguntungkan. Bila bicara soal return, setiap pelaku bisnis tentu melihat faktor ini dalam Reksa Dana. Dengan kata lain,investor tidak akan membeli sesuatu bila tidak menguntungkan.

Reksa Dana saat ini telah berkembang pesat dengan berbagai macam jenis. Melihat perkembangan yang sangat mengesankan itu, prospek Reksa Dana dimasa mendatang sangatlah menjanjikan. Tidak hanya pasar modal yang diuntungkan karena mendapat tambahan likuiditas dana dari investor, para investor pun mempunyai pilihan untuk berinvestasi sesuai dengan kemampuan dan return yang diharapkan.

Melihat trend penurunan BI Rate secara perlahan terus berlangsung, maka dengan demikian Reksa Dana dapat dijadikan sarana bagi investor yang terbiasa berinvestasi di deposito bank, untuk beralih ke Reksa Dana yang menawarkan return yang lebih menarik

METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi yang dipergunakan adalah studi pustaka. Metode ini dilakukan untuk mendapatkan dasar-dasar teori dari bacaan-bacaan, buku-buku, dan jurnal penelitian terdahulu.

HASIL

  1. 1.      Pengertian Reksadana

Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi (Ponco Utomo, 10:2010).” Dari kedua definisi di atas, terdapat tiga unsur penting dalam pengertian Reksa Dana yaitu:

1. Adanya kumpulan dana masyarakat, baik individu maupun institusi

2. Investasi bersama dalam bentuk suatu portofolio efek yang telah terdiversifikasi;

3. Manajer Investasi dipercaya sebagai pengelola dana milik masyarakat investor.

Pada reksa dana, Manajer Investasi mengelola dana-dana yang ditempatkannya pada surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerima dividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam “Nilai Aktiva Bersih” (NAB) reksa dana tersebut.

Kekayaan reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi tersebut wajib untuk disimpan pada bank Kustodian yang tidak terafiliasi dengan manajer investasi, dimana bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administratur.

  1. 2.      Sejarah Reksa Dana

Reksa dana yang pertama kali bernama Massachusetts Investors Trust yang diterbitkan tanggal 21 Maret 1924, yang hanya dalam waktu setahun telah memiliki sebanyak 200 investor reksa dana dengan total aset senilai US$ 392.000. Pada tahun 1929 sewaktu bursa saham jatuh maka pertumbuhan industry reksa dana ini menjadi melambat. Menanggapi jatuhnya bursa maka Kongres Amerika mengeluarkan Undang-undang Surat Berharga 1933 (Securities Act of 1933) dan Undang-undang Bursa Saham 1934 (Securities Exchange Act of 1934).

Berdasarkan peraturan tersebut maka reksa dana wajib didaftarkan pada Securities and Exchange Commission atau biasa disebut SEC yaitu sebuah komisi di Amerika yang menangani perdagangan surat berharga dan pasar modal. Selain itu pula, penerbit reksa dana wajib untuk menyediakan prospektus yang memuat informasi guna keterbukaan informasi reksa dana, juga termasuk surat berharga yang menjadi objek kelolaan, informasi mengenai manajer investasi yang menerbitkan reksa dana. SEC juga terlibat dalam perancangan Undang-undang.

Perusahaan Investasi tahun 1940 yang menjadi acuan bagi ketentuan-ketentuan yang wajib dipenuhi untuk setiap pendaftaran reksa dana hingga hari ini. Dengan pulihnya kepercayaan pasar terhadap bursa saham, reksadana mulai tumbuh dan berkembang. Hingga akhir tahun 1960 diperkirakan telah ada sekitar 270 reksa dana dengan dana kelolaan sebesar 48 triliun US Dollar.

Reksa dana indeks pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976 oleh John Bogle dengan nama First Index Investment Trust, yang sekarang bernama Vanguard 500 Index Fund yang merupakan reksa dana dengan dana kelolaan terbesar yang mencapai 100 triliun US Dollar. (Asosiasi Pengelola Reksa Dana  Indonesia)

Salah satu kontributor terbesar dari pertumbuhan reksa dana di Amerika yaitu dengan adanya keten tuan mengenai rekening pensiun perorangan (individual retirement account – IRA), yang menambahkan ketentuan kedalam Internal Revenue Code ( peraturan perpajakan di Amerika) yang mengizinkan perorangan (termasuk mereka yang sudah memiliki program pensiun perusahaan) untuk menyisihkan sebesar 4.000 US $ setahun.

3 Bentuk Hukum dan Sifat Reksa Dana

a. Bentuk Hukum Reksa Dana

Berdasarkan Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18, ayat (1), bentuk hukum Reksa dana di Indonesia ada dua, yakni(Bapepam-LK RI, 241:2010):

1). Reksa Dana berbentuk Perseroan, yaitu perusahaan penerbit Reksa Dana menghimpun dana dengan menjual saham dan selanjutnya dana dari hasil penjualan tersebut diinvestasikan pada berbagai jenis investasi yang diperdagangkan di pasar modal maupun di pasar uang.

2). Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, yaitu kontrak antara Manajer Investasi dengan Bank Kustodian yang mengikat pemegang unit penyertaan, dimana Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portfolio investasi kolektif.

b. Sifat Reksa Dana

Dilihat dari segi sifatnya, Reksa Dana dapat dibedakan menjadi dua

yaitu:

1). Reksa Dana bersifat Tertutup, yaitu Reksa Dana yang tidak dapat membeli kembali saham – saham yang telah dijual kepada pemodal.

2). Reksa Dana bersifat terbuka, yaitu Reksa Dana yang menawarkan dan membeli saham – sahamnya / unit penyertaan dari pemodal sampai sejumlah modal yang sudah dikeluarkan.

 

B Produk atau Jenis Reksa Dana

Berikut ini adalah macam – macam jenis atau produk Reksa Dana yang ada pada saat ini (Ponco Utomo: 11:2010)

 

Reksa Dana Konvensional (Biasa)

Reksa Dana Konvensional (Biasa) adalah reksa dana yang dapat dibeli atau dijual kembali oleh investor setiap saat tergantung tujuan investasi, jangka waktu dan profil risiko investor.

Jenis-jenis Reksa Dana Konvensional (Biasa)

adalah sebagai berikut:

a. Reksa Dana Saham, adalah Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang –kurangnya 80% dari aktivanya dalam efek bersifat ekuitas. Reksa Dana Saham mempunyai ciri – ciri antara lain :

_ Resiko paling tinggi.

_ Fluktuasi sangat sering dan tajam.

_ Strategi investasi harus bersifat jangka

panjang.

_ Manajemen fee paling tinggi dari seluruh jenis

Reksa Dana.

_ Cocok bagi investor yang bertipe Risk Taker.

Komposisi investasi pada Reksa Dana ini terdiri dari common stock maupun preferred stock dengan batas maksimum 80% dari seluruh portfolionya. Sisa 20% dengan batas maksimum 80% dari seluruh portfolionya.

b. Reksa Dana Pendapatan Tetap, adalah Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang – kurangnya 80% dari aktivanya bersifat utang. Reksa Dana Pendapatan Tetap mempunyai ciri – ciri antara lain :

_ Resiko lebih aman dibandingkan dengan Reksa

Dana Saham dan Campuran.

_ Fluktuasi relatif lebih stabil.

_ Strategi investasi menengah dan jangka    panjang.

_ Manajemen fee relatif lebih rendah.

_ Cocok bagi investor Risk Adverter.

Komposisi investasi pada Reksa Dana ini terdiri dari efek – efek utang dengan batas maksimum 80% dari seluruh portfolionya. Sisa 20% diinvestasikan pada efek ekuitas maupun pasar uang.

c. Reksa Dana Pasar Uang, adalah Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang – kurangnya 80% aktivanya dalam efek yang bersifat utang yang jatuh temponya kurang dari satu tahun. Reksa Dana Pasar Uang mempunyai

ciri – ciri antara lain:

_ Resiko relatif aman dan sangat likuid, setara

dengan deposito.

_ Fluktuasi relatif sangat stabil.

_ Strategi investasi bersifat jangka pendek.

_ Manajemen fee paling rendah dibanding

dengan Reksa Dana jenis lainnya.

_ Cocok untuk investor pemula.

Komposisi investasi terdiri dari Treasury Bill, Surat Berharga, Deposito, Commercial Paper dengan batas maksimum 80% dari seluruh portfolionya. Sisa 20% diinvestasikan pada efek ekuitas maupun efek utang jangka panjang.

d. Reksa Dana Campuran, adalah Reksa Dana yang melakukan investasi dalam efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang yang perbandingannya termasuk seperti Reksa Dana Saham, Pendapatan Tetap, dan Pasar Uang. Reksa Dana Campuran mempunyai ciri – ciri antara lain :

_ Resiko lebih rendah dari Reksa Dana Saham

tetapi lebih tinggi dari Reksa Dana   Pendapatan Tetap dan Pasar Uang.

_ Fluktuasi lebih rendah dari Reksa Dana Saham

tetapi lebih tinggi dari Reksa Dana    Pendapatan Tetap dan Pasar Uang.

_ Strategi investasi jangka menengah dan jangka

panjang.

_ Manajemen fee lebih rendah dari Reksa Dana

Saham, tetapi lebih tinggi dari Reksa Dana

Pendapatan Tetap dan Pasar Uang

. _ Cocok bagi investor yang moderat terhadap

resiko   Komposisi investasi kombinasi efek

bersifat utang dan ekuitas.

 

Reksa Dana Terstruktur

Reksa Dana Terstruktur adalah reksa dana yang hanya dapat dibeli atau dijual kembali oleh investor pada saat tertentu saja yang ditentukan oleh Manajer Investasi. Jenis-jenis Reksa Dana Terstruktur adalah sebagai berikut:

A. Exchange traded fund (ETF) adalah sebuah reksa dana yang merupakan suatu inovasi dalam dunia industri reksa dana yang sifatnya mirip dengan suatu perusahaan terbuka dimana unit penyertaannya dapat diperdagangkan di bursa. ETF ini adalah merupakan kombinasi dari reksa dana tertutup dan reksadana terbuka, dan ETF ini biasanya adalah merupakan reksa dana yang mengacu kepada indeks saham.

ETF ini lebih efisien daripada reksa dana konvensional seperti yang kita kenal saat ini, dimana reksa dana senantiasa menerbitkan unit penyertaan baru setiap harinya dan membeli kembali yang dijual oleh pemegang unit (manajer investasi harus menjual surat berharga yang merupakan aset reksa dana tersebut untuk memenuhi kewajibannya membeli unit penyertaan yang dijual,  sedangkan unit penyertaan ETF diperdagangkan langsung di bursa setiap hari (menyerupai reksa dana tertutup, dimana tidak ada dapat dijual kembali

kepada manajer investasi)

Di Indonesia, ETF ini disebut “Reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa Efek dan pada hari senin tanggal 4 Desember 2006, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) telah menerbitkan suatu aturan baru yaitu peraturan nomor IV.B.3 tentang “Reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit

penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek”.

B. Reksa Dana Terproteksi (Protected Fund). Reksa dana ini tergolong baru di Indonesia dan lahir setelah longsornya nilai aset reksa dana beberapa tahun lalu. Reksa dana ini diinvestasikan pada instrument surat hutang, biasanya pada obligasi yang hampir jatuh tempo. Khusus pada reksa dana ini usianya biasanya pendek sesuai dengan jatuh tempo surat hutang yang dibelinya.

C. Reksa Dana Syariah, mengandung pengertian sebagai reksa dana yang pengelolaan dan kebijakan investasinya mengacu pada syari’at Islam. Reksadana syariah, misalnya tidak diinvestasikan pada saham-saham atau obligasi dari perusahaan yang pengelolaan atau produknya bertentangan dengan syariat Islam. Seperti pabrik makanan/minuman yang mengandung alkohol, daging babi, rokok dan tembakau, jasa keuangan konvensional, pertahanan dan persenjataan serta bisnis hiburan yang berbau maksiat.

D. Reksa Dana Indeks (Index Fund), Reksa Dana yang portofolio Efeknya terdiri dari atas Efek yang menjadi bagian dari suatu indeks yang menjadi acuannya. Sekurang-kurangya 80% dari NAB diinvestasikan pada Efek yang merupakan bagian dari kumpulan Efek yang ada dalam indeks tersebut. Pembobotan masing-masing Efek antara 20% sampai 80% dari pembobotan atas masingmasing Efek dalam Indeks yang menjadi acuan dan tingkat penyimpangan dari kinerja Reksa Dana Indeks terhadap kinerja indeks yang menjadi acuan.

 

C Resiko Investasi Reksa Dana

Berikut ini adalah risiko yang akan dihadapi oleh investor yang akan berinvestasi di Reksa Dana. Resiko itu antara lain :

a. Resiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan.

Pailitnya perusahaan penerbit efek Pendapatan Tetap/tertundanya pembayaran bunga akibat kesulitan likuiditas penerbit efek Pendapatan Tetap. Hal ini mengakibatkan NAB per unit penyertaan turun secara signifikan.

b. Resiko Likuiditas.

Penjualan kembali tergantung kepada likuiditas portfolio atau kemampuan dari Manajer Investasi untuk membeli kembali dengan menyediakan uang tunai. ( Reksa Dana Terbuka). Bagi Reksa Dana Tertutup penjualan atau redemption dilakukan di bursa tempat saham Reksa Dana tercatat.

c. Resiko Pertanggungan atas Kekayaan Reksa Dana.

Bila terjadi hal – hal seperti wanprestasi oleh pihak yang terkait dengan ReksaDana seperti bencana alam, kebakaran, serta kerusuhan akan mempengaruhi NAB per unit.

d. Resiko Perubahan Politik Ekonomi.

Perubahan kondisi politik dan ekonomi dapat mempengaruhi investasi pada Reksa Dana.

e. Resiko Penurunan Suku Bunga

Penerimaan bunga investasi Reksa Dana tergantung pada kemampuan Manajer Investasi dalam memilih jenis – jenis investasi yang menguntungkan serta kondisi Pasar Modal dan Pasar Uang di dalam dan luar negeri.

 

f. Resiko Pertukaran Mata Uang.

Investasi Reksa Dana pada mata uang asing, memungkinkan terjadinya rugi kurs valuta asing yang menyebabkan penurunan NAB.

 

D Manfaat Investasi Reksa Dana

Reksa Dana memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara lain:

1. Dikelola oleh Manajemen Profesional

Pengelolaan portofolio suatu Reksa Dana dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. Peran Manajer Investasi sangat penting mengingat Pemodal individu pada umumnya mempunyai keterbatasan waktu, sehingga tidak dapat melakukan riset secara langsung dalam menganalisa harga efek serta mengakses informasi ke pasar modal.

2. Diversifikasi Investasi

Diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi risiko (tetapi tidak dapat menghilangkan), karena dana atau kekayaan Reksa Dana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar. Dengan kata lain, risikonya tidak sebesar risiko bila seorang membeli satu atau dua jenis saham atau efek secara individu.

3. Transparansi Informasi

Reksa Dana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolionya dan biayanya secara kontinyu sehingga pemegang Unit Penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya, dan risiko setiap saat. Pengelola Reksa Dana wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) nya setiap hari di surat kabar serta menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan serta prospektus secara teratur sehingga Investor dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.

4. Likuiditas yang Tinggi

Agar investasi yang dilakukan berhasil, setiap instrumen investasi harus mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Dengan demikian, Pemodal dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan yang dibuat masing-masing Reksa dana sehingga memudahkan investor mengelola kasnya. Reksa dana terbuka wajib membeli kembali Unit Penyertaannya sehingga sifatnya sangat likuid.

 

5. Biaya Rendah

Karena reksa dana merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal dan kemudian dikelola secara profesional, maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut akan menghasilkan pula efisiensi biaya transaksi. Biaya transaksi akan menjadi lebih rendah dibandingkan apabila Investor individu melakukan transaksi sendiri di bursa.

 

 

 

Reksa Dana Tepat bagi Investor Cermat

Kesadaran akan pentingnya investasi, hingga seseorang mengambil langkah nyata untuk berinvestasi pada salah satu instrumen investasi yang sesuai dengan dirinya adalah satu tindakan positif yang dilakukan seseorang untuk mencapai kehidupan yang lebih baik untuk mencapai tujuannya di masa mendatang.

Seorang investor yang telah memilih untuk berinvestasi di Reksa Dana daripada pilihan

instrumen investasi lainnya seperti membeli emas atau properti, membeli instrumen pasar

modal seperti saham atau obligasi secara langsung, artinya telah mempercayakan dana yang dimilikinya untuk dikelola oleh Manajer Investasi untuk dikelola dalam sebuah portofolio

investasi.

Namun, peran aktif seorang investor belum sepenuhnya usai sampai di sini. Setelah memutuskan berinvestasi di Reksa Dana, Investor juga perlu untuk menentukan Reksa Dana yang tepat bagi dirinya. Pada umumnya, Investor yang masih awam, cenderung menyamakan pilihan reksa dana dengan pilihan teman sejawatnya yang sudah terlebih dahulu berinvestasi di reksa dana. Hal ini dikarenakan kurang pemahaman perbedaan jenis reksa dana yang ada.

Namun sesungguhnya jenis Reksa Dana yang paling tepat untuk setiap investor berbeda-beda

dan hanya dapat ditentukan oleh investor itu sendiri.

Mengibaratkan proses penyampaian informasi, terdapat sumber (informan) yang menyampaikan informasi melalui berbagai jenis media/saluran (channel), antara lain melalui media cetak (koran, majalah) atau media elektronik (website, internet), dan pada akhirnya

informasi tersebut diperoleh penerima informasi (reciever).

Persamaannya dengan dunia investasi di Reksa Dana, sumber informasi di sini diibaratkan Manajer Investasi yang menginvestasikan dana investor yang dititipkan kepadanya ke dalam beragam pilihan Reksa Dana yang ada (Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran atau Saham), sehingga yang bertindak sebagai receiver (penerima informasi) di sini adalah investor, yaitu pihak yang menanggung risiko maupun menikmati return hasil investasi yang dihasilkan dari jenis Reksa Dana yang diinvestasikan.

Namun, perlu diketahui bahwa proses penyampaian informasi ini, tidak terlepas dari gangguan (noise). Dalam proses penyampaian informasi, gangguan (noise) yang dapat terjadi adalah informasi yang diterima receiver tidak sama dengan informasi yang dikeluarkan oleh sumber (source). Sedangkan dalam berinvestasi, setiap reksa dana mempunyai tingkat risikonya

masing-masing.

Untuk memperoleh informasi paling cepat dan terbaru dari beragam sumber informasi dari seluruh penjuru dunia, dapat diperoleh dengan mengakses internet, namun hal ini tidak terlepas

dari risiko adanya salah pemberitaan akibat terlalu cepatnya penyebaran berita, yang faktanya belum tentu benar. Selain itu mengakses internet juga memerlukan biaya yang cukup besar dan relatif lebih mahal dari media lainnya.

Hal ini ibarat berinvestasi pada Reksa Dana Saham, yaitu Reksa Dana yang portofolionya

terdiri dari saham pilihan, dapat memberikan hasil investasi yang paling tinggi, namun disamping itu juga mengandung risiko yang paling tinggi pula. Sebaliknya, untuk bentuk  penyampaian informasi yang paling awal/konservatif, jauh sebelum adanya media elektronik dan segala inovasinya, informasi yang disampaikan kepada publik, pada umumnya disampaikan melalui koran.

Sedangkan untuk Reksa Dana yang paling konservatif adalah Reksa Dana Pasar Uang. Reksa Dana ini memiliki tingkat risiko yang paling rendah dan imbal hasil yang relatif stabil dan tepat bagi investor yang memerlukan likuiditas tinggi.

Untuk jenjang penyampaian informasi yang lebih cepat daripada koran, penyampaian informasi dilakukan melalui media elektronik seperti TV atau Radio.

Untuk itu, Reksa Dana dengan satu tingkat yang dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi

daripada Reksa Dana Pasar Uang adalah Reksa Dana Pendapatan Tetap. Reksa Dana ini portofolionya terdiri dari obligasi pemerintah ataupun obligasi korporasi.

Selain itu, ada pula penerima informasi (receiver) yang cenderung menginginkan berita dengan analisa yang lebih mendalam, hal ini pada umumnya dapat diperoleh melalui ulasan majalah yang lebih detail, karena dalam penyusunan sebuah majalah mempunyai lebih banyak waktu untuk merangkum segala bentuk informasi yang telah diperoleh dari koran, radio, TV, dan internet, terkadang juga dilengkapi dengan wawancara eksklusif dengan narasumber

terpercaya. Namun untuk memperoleh majalah tersebut, pada umumnya memerlukan waktu

untuk menunggu masa terbitnya majalah tersebut, tergantung masa terbit majalah, kurang lebih 1(satu) bulan 1 (satu) kali.

Hal ini ibarat berinvestasi di Reksa Dana Campuran yaitu portofolio yang berisi gabungan

instrumen investasi yang ada, seperti obligasi, saham, atau pasar uang. Ibarat majalah yang masa terbitnya lebih lama daripada koran, untuk memperoleh hasil investasi yang optimal pada

Reksa Dana Campuran diperlukan jangka waktu yang lebih panjang daripada Reksa Dana Pendapatan Tetap atau Pasar Uang yang memiliki risiko yang lebih rendah. Jadi dalam berinvestasi di Reksa Dana, beberapa hal paling penting yang perlu dipahami oleh investor itu sendiri adalah, seberapa besar risiko (risk) yang mampu dihadapi, apakah termasuk investor yang konservatif, moderat atau agresif, tingkat pengembalian imbal hasil (return) yang diinginkan, jangka waktu (time horizon) untuk mencapai tujuan investasi tersebut, dan tujuan

(goal) investasi.

Setelah memilih jenis Reksa Dana yang tepat, supaya berinvestasi dapat memperoleh hasil

yang lebih maksimal, maka perlu diperhatikan pula strategi berinvestasi. Bila berinvestasi pada

Reksa Dana yang sangat fluktuatif seperti Reksa Dana Saham, maka perlu dilakukan dengan dollar cost averaging, yaitu berinvestasi secara konsisten dalam setiap satuan waktu dalam jangka waktu yang panjang. Hal tersebut akan memperoleh rata-rata nilai aktiva bersih yang

lebih tinggi dan cepat daripada berinvestasi secara lump sump (berinvestasi dalam satu satuan dana yang besar dalam satu satuan waktu).

Berinvestasi di Reksa Dana dapat juga dimaksimalkan dengan berinvestasi pada beberapa jenis reksa dana sekaligus, yaitu misalnya pada Reksa Dana yang dapat memberikan imbal hasil tertinggi dan imbal hasil terendah, yaitu Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Saham.

Hal ini dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang

sekaligus. Kebutuhan jangka pendek dapat dipenuhi dari Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa

Dana Saham dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang.

Dengan berinvestasi di Reksa Dana yang tepat dan menetapkan strategi berinvestasi dengan

disiplin, maka dapat menghasilkan investasi yang optimal bagi investor. 

SIMPULAN

  1. Pada saat financial market mengalami krisis, Reksa Dana Terproteksi merupakan

pilihan yang tepat mengingat pokok awal investasi dijamin tidak akan berkurang

selama diinvestasikan dalam jangka waktu tertentu.

  1. Melihat kencenderungan reboundnya Bursa Saham, maka Reksa Dana Saham dan

Reksa Dana Indeks berkecenderungan mempunyai return yang lebih tinggi dari

Reksa Dana Jenis lainnya.

  1. Berinvestasi di Reksa Dana mempunyai keuntungan optimal karena dikelola

secara professional dan biaya yang lebih murah bila dibandingkan Investasi

langsung di Pasar Modal.

  1. Reksa Dana dapat dijadikan sarana bagi pasar modal Indonesia dalam rangka

meningkatkan Likuiditas dan partisipasi masyarakat terhadap pertumbuhan pasar

modal Indonesia.

  1. Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana dipengaruhi oleh underlying asset masing –masing Reksa Dana, sehingga historical NAB tidak dapat dijadikan acuan pertumbuhan return dimasa mendatang.
  2. Walaupun memberikan return yang sangat menarik, Reksa Dana merupakan suatu investasi yang mempunyai resiko juga. Untuk memahaminya, investor harus terlebih dahulu membaca prospektus dari Reksa Dana yang bersangkutan.

 

DAFTAR RUJUKAN

Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga   Keuangan Republik Indonesia, Ikhtisar ketentuan di Bidang Pasa Modal, Jakarta, 2010.

Asosiasi Pengelola Reksa Dana  Indonesia (APRDI)

Ponco Utomo, Peluang dan Tantangan pertumbuhan Reksa Dana di Indonesia, 2010.

Tags:

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.