AUDIT MANAJEMEN DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS FUNGSI SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT ASTRA INTERNASIONAL Tbk-HONDA CABANG PLAJU PALEMBANG

By on October 20th, 2012.
Filed Under:Hasil penelitian mahasiswa
Subscribe via: RSS

Penulis : Tommy Indrianto dan Poppy Indriani

Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas fungsi sumber daya manusia pada PT astra internasional tbk-honda cabang plaju Palembang agar dapat diketahui kelemahan dan kekurangan yang ada di dalam pengelolaan dan pelaksanaan fungsi sumber daya manusia. Fungsi-fungsi dalam manajemen sumber daya manusia telah dijalankan secara menyeluruh namun, masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaannya, yaitu pada pelaksanaan fungsi perencanaan sumber daya manusia, perencanaan seleksi karyawan, serta pelaksanaan terhadap penilaian kinerja karyawan. Maka penulis menyarankan agar lebih memberikan perhatian terhadap prestasi kerja karyawannya, sehingga karyawan merasa dihargai dan terpacu untuk terus berprestasi dalam bekerja agar sesuai dengan efisiensi dan efektivitas yang telah ditetapkan oleh peraturan perusahaan. Perusahaan hendaknya dapat lebih intensif dalam memberikan pelatihan dan pendidikan kembali kepada karyawan. Sehingga karyawan akan mendapatkan pembelajaran yang berguna untuk improvement bagi kemajuan perusahaan

Kata Kunci :  Audit Manajemen untuk meningkatkan Efektivitas dan efisiensi                                                   Pelaksanaan fungsi SDM.

 

Abstrak: This study aims to improve the efficiency and effectiveness of human resource functions at PT Astra International tbk-honda Plaju Palembang branch in order to know the weaknesses and deficiencies in the management and implementation of human resource functions. Functions in human resource management has been implemented as a whole however, there are still shortcomings in the implementation, namely the implementation of human resource planning function, planning, employee selection, and implementation of employee performance appraisal. The authors suggested that more attention to the work performance of employees, making employees feel valued and motivated to continue to excel in working order in accordance with the efficiency and effectiveness that have been set by the regulations. Companies should be more intensive in providing training and education back to the employees. So that employees will get a useful learning for improvement for the company’s progress

Keywords:  Management Audit to improve the effectiveness and efficiency of                   implementation of human resource functions.

 

 

 

1.    PENDAHULUAN

 

Persaingan global memberikan tekanan pada seluruh perusahaan dan kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa sekarang ini dapat digunakan para manajemen dalam memacu perkembangan perusahaan sehingga dapat meningkatkan daya saing yang sangat tinggi pada perusahaan karena setiap perusahaan harus berusaha untuk lebih produktif. Kesadaran bahwa pada era ekonomi global telah menempatkan setiap perusahaan pada posisi yang sama, karena era globalisasi ini sebagai era tanpa batas yang disertai dengan persaingan yang serba ketat, berat, dan cepat perlu perhitungan yang akurat dalam segala hal. Selain itu hanya perusahaan yang mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas yang akan berhasil dalam persaingan global. Era global sebagai era dihapuskannya segala proteksi yang mungkin selama ini dinikmati oleh beberapa pelaku bisnis seperti bisnis di bidang distribusi dan retailer sepeda motor. Bisnis di bidang distribusi dan retailer sepeda motor yang dilakukan oleh beberapa perusahan membutuhkan manajemen yang  baik.

Tujuan sebuah organisasi adalah meraih keuntungan. Kegiatan manajemen umumnya berupa usaha untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara memanfaatkan sumber daya yang ada. Sumber daya ini antara lain meliputi manusia, uang, dan mesin serta infosmasi. Baik manajemen pemasaran,manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia, dan manajemen keuangan memerlukan sumber daya

Salah satu cara untuk mewujudkanya ialah dengan melaksanakan audit, yaitu audit sumber daya manusia. Menurut Rivai (2006:550)  audit SDM adalah pemeriksaan kualitas secara menyeluruh kegiatan SDM dalam suatu departemen, divisi atau perusahaan, dalam arti mengevaluasi kegiatan-kegiatan SDM dalam suatu perusahaan dengan menitik beratkan pada peningkatan/perbaikan kegiatan. Audit sumber daya manusia memberikan peluang untuk menilai efektivitas fungsi sumber daya manusia, memastikan ketaatan terhadap hukum kebijakan dan peraturan serta prosedur, menetapkan pedoman untuk menetapkan standar, memperbaiki mutu dari staf sumber daya manusia, meningkatkan citra dari fungsi sumber daya manusia, meningkatkan perubahan dan kreativitas, menilai kelebihan dan kekurangan dari berbagai fungsi sumber daya manusia, memfokuskan staf sumber daya manusia pada masalah-masalah penting, membawa sumber daya manusia dekat kepada fungsi organisasi yang lain.

PT Astra Internasional Tbk – Honda Cabang Plaju Palembang Merupakan salah satu Corporate Operations PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang distribusi dan retailer sepeda motor Honda.  Didirikan pada tahun 1970 Main Dealer dan Retailer Sepeda Motor Honda. Perusahaan ini Efektif beroperasi dimulai awal tahun 1970. Perusahaan lambat laun merambat kearah perkembangan sesuai rencana, penjualan pun meningkat. Dikarenakan perkembangan penjualan setiap bulan bertambah dan juga penanganan administrasinya, untuk mengatasi keadaan tersebut perusahaan mulai merekrut karyawan baru mulai dari kalangan masyarakat setempat supaya tidak terjadi kesenjangan sosial. Perusahaan Astra motor secara resmi telah menjadi jaringan penjualan motor honda sekaligus mempunyai bengkel resmi honda. Penjualan berkembang pesat, hal ini didukung oleh uang muka pengambilan sepeda motor yang rendah, serta daya beli masyarakat pun tinggi. Bukti dari kerja keras, kehati-hatian dan selaras dengan aturan-aturan  yang berlaku, maka dibutuhkan karyawan yang mau bekerja sama secara produktif untuk mencapai keberhasil dalam mewujudkan tujuan yang telah ditentukan. PT Astra Internasional Tbk – Honda Cabang Plaju mempunyai hasil audit berupa penilaian kinerja meliputi hasil kerja dari karyawan itu sendiri, apakah hal-hal tersebut dilakukan sesuai standar oprasional perusahaan. Dan hasil review itu akan memberikan penilaian kepada masing-masing individu karyawan yang akan mempengaruhi kepada kompensasi masing-masing. Untuk mentaati peraturan yang telah perusahaan buat, maka dibutuhkan audit manajemen sumber daya manusia dari perusahaan serta adanya motivasi kerja.

 

  1. 2.              METODOLOGI  PENELITIAN

 

2.1          Lokasi Penelitian

 

PT Atra Internasional tbk-honda cabang plaju palembang beralamat di jl.A. Yani No.99, Kel 14 ulu kab. Palembang 30264 tlpn (0711) 517676. Fax (0711) 518007,510471

 

2.2     Kerangka Penelitian

 

Dari uraian karangka pemikiran yang telah dijelaskan mengenai audit manajeman sumber daya manusia, maka dapat digambarkan paradigma penelitian dengan dua variabel sebagai berikut

Audit Manajemen Sumber Daya Manusia

(X)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Sumber : Peneliti

Gambar 1. Paradigma Penelitian

 

2.3        Operasionalisasi Variabel

Untuk pengukuran dalam penelitian ini akan digunakan alat ukur atau instrumen penelitian yang disusun berdasarkan dimensi , faktor dan indikator dari masing-masing variabel. Variabel-variabel yang terlibat dalam penelitian ini adalah: 1) Variabel Independen, Variabel independen dalam penelitian ini adalah audit manajemen SDM. (X). 2) Variabel Dependen, Variabel Dependen dalam penelitian ini adalah efisiensi dan efektivitas (Y).

 

2.4      Sumber dan Pengumpulan Data

 

Sumber data yang dapat digunakan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :

1.         Data Primer adalah data yang dikumpulkan secara langsung dalam objek penelitian berupa data mentah yang masih perlu diolah yang diperoleh dengan cara:

a.  Pengamatan (Observasi) yaitu pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung terhadap data-data yang ada pada masa lalu yang berhubungan dengan objek yang diteliti.

b. Wawancara yaitu pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis dalam memperoleh data dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung atau lisan kepada pihak-pihak yang berwenang yaitu pada bagian personalia dan bagian keuangan, di perusahaan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan.

2. Data sekunder adalah data yang digunakan dalam bentuk yang telah dikumpulkan oleh pihak-pihak lain atau intansi tertentu dan dapat langsung digunakan. Pengambilan data sekunder ini dengan cara studi pustaka yaitu pengumpulan bahan yang bersumber dari  membaca buku, artikel, karangan ilmiah, catatan-catatan, laporan dan lain sebagainya.

 

2.5        Teknik Analisis

 

Teknik analisis merupakan cara yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam suatu penelitian dengan menggunakan metode atau alat tertentu. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriftif.

 

  1. 3.            HASIL

 

3.1        Deskripsi

            Tujuan dari pelaksanaan audit manajemen atas fungsi SDM pada suatu perusahaan ialah untuk memastikan bahwa pelaksanaan operasi perusahaan telah dijalankan dengan cara efektif dan efisien, dalam pelaksanaan audit ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu dimulai dari audit pendahuluan atau persiapan pemeriksaan, pengujian pengendalian manajemen, pemeriksaan lanjutan, kemudian tahapan pelaporan yang berupa rekomendasi untuk tindak lanjut.

Tahapan pelaksanaan audit manajemen atas fungsi SDM :

  1. Pelaksanaan Persiapan Pemeriksaan

Langkah-langkah persiapan pemeriksaan yang dilakukan adalah :

  1. Memilih serta menentukan bidang atau cakupan, lingkup dan tujuan audit.

Bidang atau cakupan dan lingkup kegiatan audit yang akan dilakukan terbatas pada pelaksanaan fungsi manajemen sumber daya manusia yang terdiri dari kegiatan sehari-hari yang dilaksanakan berdasarkan kebijakan yang diterapkan dengan tujuan untuk menilai efektivitas dari pelaksanaan kegiatan manajemen SDM tersebut.

  1. Mengumpulkan data-data yang diperlukan, yaitu melalui :

–       Pengumpulan data-data yang berhubungan dengan kegiatan manajemen SDM, seperti : fungsi perencanaan pegawai dan pengembangan sistem, fungsi pelatihan dan pengembangan pegawai, fungsi pengelolaan kinerja dan jalur karir, dan fungsi penunjang umum.

–       Melakukan wawancara langsung dengan staf divisi SDM, untuk mengetahui secara lebih detail mengenai struktur organisasi, kebijakan, perencanaan, prosedur, personalia, dan pemeriksaan intern yang dilaksanakan.

–       Meminta data-data tertulis (dokumentasi) yang dibutuhkan, seperti struktur organisasi yang jelas, data-data penunjang pelaksanaan fungsi kepegawaian, data tentang perencanaan pegawai, dimana semua data itu berhubungan dengan pelaksanaan fungsi SDM.

 

  1. Pengujian Pengendalian Manajemen

Pelaksanaan tahap pengujian pengendalian manajemen bertujuan untuk lebih memantapkan sasaran utama pemeriksaan, dimana dengan menguji pengendalian manajemen dari suatu organisasi atau divisi, auditor dapat menilai apakah pengendalian manajemen telah dilaksanakan secara baik dan sesuai dengan tujuan organisasi.

 

  1. Pemeriksaan Lanjutan atas Fungsi Sumber Daya Manusia

Pada tahapan ini merupakan pokok dari audit atas fungsi SDM, dimana pada tahap ini audit atas fungsi SDM ditujukan untuk mendapatkan informasi faktual dan signifikan berupa data analisis, penilaian, dan rekomendasi yang dapat digunakan oleh manajemen dan para pengelola fungsi SDM untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan fungsi SDM nya, dimana rekomendasi ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk membuat ketentuan, sistem, prosedur baru atau sebagai acuan dalam melakukan kegiatan perbaikan atas ketentuan, sistem dan prosedur yang telah diimplementasikan.

 

  1. Pelaporan

Sesuai dengan tujuan akhir dari audit manajemen adalah menyajikan informasi kepada pihak manajemen mengenai temuan-temuan hasil pemeriksaan yang didapat selama pelaksanaan pemeriksaan dalam mencakup penelitian dan evaluasi atas semua fungsi dari manajemen tersebut. Selanjutnya dari hasil pemeriksaan ini disampaikan masukan-masukan (rekomendasi) dapat dijadikan pertimbangan bagi perusahaan yang bersangkutan dan berguna dalam pengambilan tindakan korektif. Setelah melakukan penelitian dan didasarkan pada data yang dikumpulkan, maka dapat diperoleh temuan-temuan mengenai keadaan di Bank Sumselbabel. Temuan-temuan itu diperoleh dari hasil analisis fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia yang terdiri dari : fungsi perencanaan dan pengembangan sistem, fungsi pelatihan dan pengembangan pegawai, fungsi pengelolaan kinerja dan jalur karir, serta fungsi penunjang umum.

 

  1. Tindak Lanjut

Temuan-temuan yang dianalisis tersebut disusun dengan judul, kondisi, kriteria (keadaan seharusnya), sebab (hal yang menyebabkan itu terjadi), akibat (perbedaan atas kondisi dan kriteria). dan rekomendasi. Temuan-temuan ini akan diuraikan beserta rekomendasi yang diperuntukan bagi pihak manajemen perusahaan dalam mencapai tujuannya.

 

3.3.2 Temuan-temuan

a.    Judul

Tidak adanya perencanaan sumber daya manusia

Kondisi

Perencanaan sumber daya manusia ini tidak akan dilaksanakan jika tidak dibutuhkan. Perencanaan belum secara maksimal dilaksanakan hanya jika mendapat laporan apabila terjadi kekurangan pada masing – masing unit. Perencanaan ini hanya untuk kebutuhan jangka pendek, tanpa mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang.

 

Kriteria

Kebijakan perusahaan yang menginginkan perencanaan sumber daya manusia secara matang untuk memperoleh hasil kerja yang maksimal tertentu untuk mempermudah diputuskan kapan saatnya penambahan karyawan, sehingga dari perencanaan karyawan tersebut dapat diketahui dengan jelas kuantitas dan kualitas dengan baik yang nantinya akan diperoleh hasil kerja yang baik pula serta perusahaa membutuhkan karyawan untuk menambah kekuatan bagi perusahaan.

 

Sebab

Kurangnya kesadaran betapa pentingnya fungsi perencanaan sumber daya manusia agar dapat diperoleh manfaat yang tepat bagi peningkatan pekerjaan perusahaan serta ada pelamar yang belum sesuai dengan kriteria yang di tetapkan untuk menduduki posisi tertentu dan ini akan mengakibatkan perusahaan melakukan rekrutmen ulang. Dalam hal ini perusahaan memiliki pedoman yaitu peraturan perusahaan dan standar operasional perusahaan untuk menempatkan orang-orang yang tepat dengan posisi yang tepat tidak hanya sesuai kriteria tetapi juga di anggap memiliki mental yang kuat dan berkepribadian. Untuk mencapai suatu posisi terkadang peserta telah sesuai dengan kriteria yang ada akan tetapi dianggap belum dianggap mampu untuk menduduki posisi tersebut.

 

 

 

Akibat

Perencanaan dalam perekrutan sangatlah diperhatikan oleh perusahaan karna perusahaan perusahaan ingin mendapatkan kualitas pekerja yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan perusahaan. Dengan tidak adanya perencanaan yang tepat dapat dikhawatirkan perusahaan tidak memiliki dasar yang kuat untuk mendaptkan sumber daya manusia yang berkualitas serta kriteria yang di tetapkan haruslah sesuai dengan yang di minta dan dengan adanya perencanaan, perusahaan dapat dan memiliki barometer untuk perekrutan.

 

Rekomendasi

PT Astra Internasional Tbk – Honda Cabang Plaju Palembang sebaiknya melaksanakan perencanaan sumber daya manusia secara rutin, meskipun perencanaan dan pemenuhan kebutuhan karyawan dilakukan sepenuhnya oleh pusat, tetapi bukan berarti Honda cabang Plaju Palembang tidak melakukan perencanaan sumber daya manusia atas kebutuhan dan ketersediaan SDM untuk menyelesaikan berbagai bidang tugas dan tanggung jawab yang harus dikelola perusahaan cabang dalam mencapai tujuannnya.

Perencanaan yang dilakukan tersebut akan menentukan dan mendukung pengambilan keputusan mengenai perencanaan sumber daya manusia yang dilakukan oleh pusat. Menurut penulis perencanaan tersebut sebaiknya dilakukan di akhir tahun dimana pada saat di awal tahun akan dimulainya dengan program kerja yang baru, dan begitu juga dengan perencanaan sumber daya manusia yang harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan sesuai dengan standart operasional perusahaan. Perusahaan harus melakukan perencanaan SDM secara terus-menerus bukan hanya pada saat dibutuhkan saja, karena perencanaan SDM sangat penting untuk mendapatkan SDM yang berkualitas.

 

  1. b.   Judul

Belum maksimalnya penggunaan daftar penilaian kerja

 

 Kondisi :

Dalam menilai kinerja karyawan berpengaruh pada hasil dari manajemen. Daftar penilaian kerja (form individual performance plan) tidak melakuan pengisian dilakukan sendiri oleh karyawan yang bersangkutan yang akan dinilai, hal ini di khawatirkan terjadinya manipulasi informasi.

 

Krieria :

Penilaian kinerja dilakukan secara berkala setahun sekali, dikirim dari pusat ke cabang untuk diisi sendiri. Isi penilaian sesuai dengan kriteria – kriteria yang ada pada daftar penilaian kerja pusat.

 

Sebab :

Penilaian yang seharusnya karyawan melakukan pengisian  form individual performenace plan tidak melakukan pengisian hal ini berpengaruh pada perbandingan penilaian dari manajeman karna manajemen menganggap karyawan tidak mempunyai plan atau improvment.

 

Akibat :

Informasi mengenai daftar penilaian kerja belum mencerminkan keadaan yang sebenarnya, sehingga dimungkinkan akan terjadinya kesalahan dalam menentukan karyawan yang memiliki prestasi yang baik dan akan terjadinya ketidak efektifan dalam pemberian kompensasi karena prestasi yang dimiliki belum sesuai dengan kenyatan.

 

Rekomendasi :

Penilaian kinerja dilakukan secara objektif dan profesional sesuai dengan ketentuan yang ada dengan menyampaikan pertimbangan – pertimbangan kedekatan hubungan apalagi dengan mengisi sendiri penilaian yang dikirim dari pusat ke cabang, karena penilaian yang dilakukan menyangkut kepentingan perusahaan sehingga harusnya dilaksanakan secara profesional. Hal ini menurut pengamatan penulis akan dapat menimbulkan masalah baru jika tidak segera ditindak lanjuti karena akan mempengaruhi keefektifan dalam pemberian kompensasi dan dikhawatirkan kompensasi yang diberikan akan jatuh ke tangan orang yang tidak tepat. Mengenai informasi yang kurang akurat terhadap karyawan yang bekerja dapat dilakukan pengecekan langsung ke cabang

  1. c.       Judul

     Belum akuratnya perhitungan penjualan    yang berakibat pada perhitungan intensif

 

Kondisi

Dalam melakukan pembayaran insentif karyawan sering terjadi kesalahan. Hal ini disebabkan oleh bagian personalia salah mengklaim jumlah unit yang karyawan jual itu dan membuat besarnya insentif yang di dapat berkurang.

 

Kriteria

Pada saat akhir bulan semua total

penjualan karyawan akan direkapitulasi

berdasarkan unit dan leasing penjualan

(cash/kredit) hal ini akan berpengaruh

untuk pembayaran insentif kepada

karyawan.

 

Sebab

Hal ini terjadi bukan karena kesalahan

perhitungan oleh pihak personalia tetapi

juga karyawan salah memberikaninformasi

dalam laporan penjualan mereka sehingga

terjadi kesalahan dalam perhitungan yang

berujung pada pemberian insentif

karyawan tersebut.

 

Akibat

Informasi yang salah dari salesman dalam

laporan penjualalan mereka akan

mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam

perhitungan insentif dipihak personalia dan

pembayaran insentif juga akan terjadi

kesalahan ini akan dilakukan revisi yang

tidak mudah dan harus dengan persetujuan

dari manajemen.

 

Rekomendasi

Perhitungan insentif pada dasarnya

didasarkan dengan ketetapan berdasarkan

surat keputusan akan tetapi kesalahan yang

terjadi dalam laporan penjualan salesman

mengakibatkan kesalahan perhitungan.

Oleh sebab itu disarankan untuk laporan

penjualan yang dilakukan oleh salesman

diperiksa ulang atau dicocokan dengan

laporan penjualan dengan menggunakan

sistem yang ada yaitu PSS (Pygmalion

syncronitation system) Sehingga tidak ada

perbedaan atau kesalahan perhitungan. Jika

memang masih terjadi kesalahan ini berarti

harus dilakukan training terhadap sumber

daya manusia nya.

 

3.3.3 Analisis atas Audit Manajemen pada          Divisi SDM terhadap Efektivitas

Pelaksanaan Fungsi SDM

Dalam menentukan efektivitas fungsi sumber daya manusia, penulis menggunakan survei kuesioner. Penulis mengambil sampel sebanyak 71 responden yang bekerja pada Divisi SDM PT Astra internasional tbk honda. Dalam penilaian akhir efektivitas pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia digunakan suatu skala pengukuran yaitu dengan skala rating scale. Dengan skala ini maka variabel yang akan di ukur dijabarkan menjadi indikator variabel.

Dari kuesioner yang penulis olah dimana terdiri dari 24 pertanyaan mengenai fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia pada Divisi SDM PT Astra internasional tbk honda. Berikut ini pengolahan data yang digunakan sebagai keusioner dan diberikan kepada 71 responden. maka sebelum dianalisis, data dapat ditabulasikan seperti berikut :

Tabel 1

Pengolahan Data Kuesioner

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Data interval diatas dapat dianalisis dengan menghitung rata-rata jawaban berdasarkan skoring setiap jawaban dari responden. Jumlah skor untuk seluruh item (bila setiap pertanyaan mendapat skor tertinggi) = 5 x 24 x 71 = 8520. untuk ini skor tertinggi tiap pertanyaan = 5, jumlah pertanyaan = 24, dan jumlah responden 71 orang.

Jumlah skor hasil pengumpulan data yang diperoleh dari penelitian adalah 6915 dengan demikian kualitas pengelola fungsi SDM di Divisi SDM menurut persepsi 20 responden itu 6915: 8520 x 100% = 81% dari kriteria yang ditetapkan.

 

Hal ini secara kontinum dapat dibuat kategori sebagai berikut :

 

 

 

 

Jadi berdasarkan data yang diperoleh dari 20 responden maka pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia di Kantor pusat Bank Sumselbabel berada pada nilai 1.560 termasuk dalam kategori interval “cukup baik dan baik” tetapi lebih mendekati Baik.

 

  1. 4.              SIMPULAN

 

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan dalam bab IV, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia pada PT Astra Internasional tbk-honda cabang plaju palembang telah berjalan secara efektif. Hanya saja masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki, yaitu :

1. Terdapat kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaanya, yaitu pada pelaksanaan fungsi perencanaan sumber daya manusia, pelaksanaan seleksi karyawan, serta pelaksanaan terhadap penilaian kinerja karyawannya.

2. Belum akuratnya perhitungan penjualan yang berakibat pada perhitungan intensif, dalam melakukan pembayaran insentif karyawan sering terjadi kesalahan. Hal ini disebabkan oleh bagian personalia salah mengklaim jumlah unit yang karyawan jual itu dan membuat besarnya insentif yang di dapat berkurang.

 

 

 

DAFTAR RUJUKAN

Agoes, Sukrisno. 2004. Auditing (Pemeriksaan Akuntan) Oleh Kantor Akuntan Publik. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

 

Agoes, Sukrisno dan Jan Hoesada. 2009. Bunga Rampai Auditing. Jakarta : Salemba Empat

 

Bayangkara, IBK. 2008. Audit Manajemen : Prosedur dan Implementasi. Jakarta : Salemba Empat

 

Ismail, Hanif dan Darsono Prawironegoro. 2009. Sistem Pengendalian Manajemen Konsep dan Aplikasi. Jakarta : Mitra Wacana Media

 

 

Lubis, Arfan Ikhsan. 2010. Akuntansi Keperilakuan. Jakarta : Salemba Empat

 

Mulyadi. 2002. Sistem Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat

Pratisto, Arief. 2004. Masalah Statistik dan Rancangan Percobaan Dengan SPSS 12. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo Gramedia (www.google.com)

 

Priyanto, Duwi. 2010. Paham Analisa Statistik Data Dengan SPSS. Yogyakarta : Penerbit Mediakom

 

Rivai, Veithzal. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan : Dari Teori ke Praktik. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

 

Siagian, Sondang P. 1998. Audit Manajemen. Jakarta : PT Bumi Aksara

Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : CV Alfabeta

 

Zawarni , Michael. 2012. Peranan Audit Manajemen Atas Sumber Daya Manusia Terhadap Efektivitas Pelaksanaan Fungsi Sumber Daya Manusia Pada PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan Dan Bangka Belitung Kapten A.Rivai. Palembang : Universiats Bina Darma. (Tidak untuk Dipublikasikan)

 

 

6 Responses to “AUDIT MANAJEMEN DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS FUNGSI SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT ASTRA INTERNASIONAL Tbk-HONDA CABANG PLAJU PALEMBANG”

  1. I saw a writer talking about this on Tumblr and it linked to¡­

  2. I got what you intend, regards for posting .Woh I am pleased to find this website through google. ¡°The eye of a human being is a microscope, which makes the world seem bigger than it really is.¡± by Kahlil Gibran.

  3. I have to voice my admiration for your generosity in support of visitors who actually need assistance with this particular content. Your real commitment to passing the message throughout came to be wonderfully interesting and have enabled folks like me to arrive at their objectives. Your entire interesting hints and tips means a whole lot to me and especially to my office workers. Warm regards; from each one of us.

  4. Thanks for each of your efforts on this site. Debby take interest in managing internet research and it’s really simple to grasp why. A lot of people know all regarding the lively manner you render very useful techniques by means of the website and in addition invigorate participation from visitors on that concept so our own princess has always been becoming educated a lot of things. Take pleasure in the remaining portion of the new year. Your performing a good job.

  5. thanks you

  6. thanks you for your attention

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.