Tentang Saya

Ramadhan Sutejo atau yang akrab dipanggil Tejo lahir di Jambi, 15 Februari 1994. Anak kedua dari 3 bersaudara dari pasangan Bapak Sudianto & Ibu Kasanah (Alm). Nama ini pemberian orang tua yang mempunyai arti, Ramadhan : Lahir dibulan Ramadhan (Puasa) dan Sutejo : singkatan dari nama sang bapak Sudianto dan mendiang kakek Sastromiharjo. Sejak kecil saya mengidolakan sosok Albert Einstein, seorang ilmuan jenius yang menemukan persamaan teori relativitas. Sedari dulu ia selalu menginspirasi dan mendorong obsesi saya untuk menjadi seorang ilmuan, atau pakar science. Tapi entah mengapa seiring bergulirnya waktu saya terlempar jauh dari dunia science (Apa mungkin karena saya membenci matematika?) .

Sekarang saya bekerja di Universitas Bina Darma sebagai staff Web Admin UPT-SIM. Saya mulai tertarik dengan dunia komputer sejak diperkenalkan dengan komputer pentium 1 milik ayah oleh kakak perempuan saya ketika duduk dikelas 6 SD. Dan sejak saat itulah saya mulai melupakan obsesi menjadi ilmuan dan beralih menjadi maniak teknologi. Dikelas 3 SMP saya mulai tertarik membongkar pasang komputer (komputer tua milik ayah). Niat hati ingin melanjutkan sekolah ke SMK namun orang tua tidak mengizinkan dengan terpaksa saya bersekolah di SMA. Namun hal itu tidak membuat minat saya terhadap komputer menurun, terlebih lagi dikelas 1 SMA kami diajarkan HTML dasar (dasar banget malah) lewat mata pelajaran Praktikum Komputer. Disini awal mula saya jatuh cinta terhadap coding. layaknya seorang Linus Torvalds yang memiliki “my first line of code“, saya juga memiliki “my first line of code” yaitu : [souce code language=”html”]<html>[/source code] Barulah ketika Facebook mulai booming saya tertarik dengan PHP dan mulai mempelajarinya, walaupun hanya untuk sekedar membuat sebuah halaman fake login Facebook.

Sampai dengan saat ini saya masih terus belajar bahasa-bahasa pemrograman. Diantaranya PHP, Python, AngularJs dan C#. Disamping itu saat ini saya masih hobi “me-ngoprek” perangkat jaringan dan masih senang bermain dengan linux. Saya sadar bahwa saya tidak mempunyai bakat besar dalam bidang komputer & teknologi, namun setidaknya saya punya waktu dan media untuk terus belajar hingga suatu saat nanti tidak ada lagi yang bisa saya pelajari didunia ini.