APLIKASI KOREKSI KESALAHAN BERBAHASA PADA TULISAN BERBAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENULISAN KARYA ILMIAH

BAB I   

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Di Indonesia, ada dua bahasa yang digunakan; bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Bahasa daerah, pada umumnya, merupakan bahasa pertama yang dikuasai (bahasa ibu), sedangkan bahasa Indonesia baru dipelajari ketika masuk sekolah Taman Kanak-kanak (TK) atau bahkan Sekolah Dasar (SD). Bahasa daerah juga digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk berkomunikasi sedangkan bahasa Indonesia baru digunakan pada situasi-situasi resmi.  Hal ini membuat bahasa Indonesia menjadi bahasa yang tidak terlalu dikuasai oleh masyarakat Indonesia sendiri yang diindikasikan oleh rendahnya nilai rerata bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa Inggris pada Ujian Nasional (Dinas Pendidikan Kota Palembang, 2008-2010)

Kurangnya penguasaan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar juga dapat dilihat dari karya ilmiah yang dihasilkan dosen. Dari hasil penelitian  Ariana, 2011 diidentifikasi bahwa dosen masih melakukan kesalahan penggunaan ejaan yang disempurnakan (eyd) dalam hampir semua unsur; pemakaian huruf, penulisan kata, pemakaian tanda baca, dan penulisan unsur serapan. Kesalahan penulisan, akan lebih banyak lagi kalau diperluas dengan meneliti kalimat efektif dan penggunaan afiksasi. Hal ini sangat memprihatinkan mengingat karya ilmiah adalah laporan hasil penelitian yang menggunakan ragam tulis baku yang menyaratkan penggunaan kaidah bahasa yang baik dan benar yang  memenuhi ciri sebagai standar orang berpendidikan.

Salah satu ciri ragam bahasa ilmiah adalah ‘benar’. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan ‘benar’ adalah kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia  yang telah baku (Nazar, 2004). Ragam bahasa baku biasanya diperoleh melalui pendidikan formal yang biasanya disebut dengan bahasa sekolah. Ragam bahasa yang sering digunakan oleh kaum terpelajar ini dianggap sebagai tolok ukur pemakaian bahasa yang benar. Oleh karena itu, ragam bahasa sekolah disebut juga ragam bahasa baku (Alwi et.al., 1998).

 

Kenyataan bahwa karya ilmiah dosen masih lemah dalam memenuhi kaidah ragam tulis baku sangat merisaukan mengingat seorang dosen seharusnya tidak saja menguasai bidang ilmu tetapi juga tata cara penulisan ragam tulis baku karena pada proses pembimbingan seharusnya dosen dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan berbahasa mahasiswa dari sisi konten maupun tata tulis.

Kalau dianalisis lebih jauh, bukan hanya dosen yang lemah dalam menggunakan kaidah eyd dalam ragam tulis baku yang dituntut pada saat menulis karya ilmiah tetapi juga mahasiswa bahkan masyarakat Indonesia secara luas. Hal ini disebabkan antara lain karena bahasa Indonesia hanya digunakan pada saat-saat tertentu saja. Untuk itu perlu dicarikan jalan keluar agar penulisan karya ilmiah dapat memenuhi kaidah penulisan ragam tulis baku yang baik dan benar.

Pada saat menulis dalam bahasa Inggris menggunakan komputer yang memiliki aplikasi pengolah kata, ada alat yang secara otomatis mengoreksi kesalahan berbahasa dengan memberikan tanda bahkan sampai memberikan solusi perbaikan agar tulisan yang dikerjakan mengikuti kaidah bahasa Inggris yang benar. Hal ini menginspirasi  Peneliti untuk membuat alat bantu berupa program aplikasi koreksi kesalahan berbahasa yang dapat mengetahui dan mendeteksi kesalahan dalam tulisan yang menggunakan bahasa Indonesia. Kaidah yang akan dipedomani adalah eyd terbaru tahun 2009 berdasarkan Surat Keputusan  Menteri Pendidikan Nasional nomor 46 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

Keyakinan bahwa aplikasi koreksi kesalahan berbahasa dapat diwujudkan karena sebelumnya Peneliti sudah pernah melakukan penelitian membahas mengenai pengolahan bahasa alami, dalam penelitian ini penulis membuat sebuah aplikasi pencarian sebuah katalog online perpustakaan. Aplikasi katalog online tersebut menggunakan kalimat bahasa Indonesia sebagai kalimat kunci pencarian.

 

1.2   Tujuan Penelitian

Tujuan khusus  dari penelitian ini adalah membangun dan merancang aplikasi koreksi kesalahan berbahasa pada karya tulis berbahasa Indonesia berdasarkan eyd no 46 tahun 2009.

 

 

1.3    Urgensi Penelitian

Saat ini, aplikasi koreksi kesalahan berbahasa pada karya tulis berbahasa Inggris sudah ada dalam pengolah kata di mana aplikasi ini dapat menunjukkan kesalahan gramatikal dengan garis bawah berwarna hijau dan kesalahan  spelling dengan garis bawah berwarna merah. Dalam karya tulis berbahasa Indonesia belum tersedia aplikasi koreksi kesalahan berbahasa seperti yang sudah ada untuk karya tulis berbahasa Inggris. Karya tulis yang baik harus memenuhi kaidah atau standar baku seperti yang telah ditentukan. Dari hasil penelitian terdahulu, terindikasi bahwa dosen dan mahasiswa belum menggunakan eyd dengan benar yang ditunjukkan dengan hasil penelitian Ariana, 2011 yang menyatakan bahwa karya ilmiah dalam bentuk artikel yang ditulis oleh dosen masih ditemukan banyak kesalahan di semua unsur yang ada pada eyd. Untuk itu, dirasakan perlu untuk membuat suatu aplikasi koreksi kesalahan berbahasa dalam karya tulis berbahasa Indonesia agar karya ilmiah yang dihasilkan memenuhi kaidah ragam tulis baku yang baik dan benar.

Ketersediaan aplikasi koreksi dimaksud diharapkan dapat berdampak dalam upaya meningkatkan kualitas karya ilmiah dosen, mahasiswa, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

 

1.4    Temuan yang Ditargetkan

a)      Tahun Pertama

Objek Penelitian

Segi Penelitian

Temuan yang Ditargetkan

Antisipasi yang Dikontribusikan pada Bidang Ilmu

Ejaan yang disempurnakan:

(a)    pemakaian huruf;

(b)   penulisan  kata;

(c)    pemakaian tanda baca;

(d)   penulisan unsur serapan.

 

Merancang aplikasi koreksi kesalahan berbahasa dari sisi ejaan yang disempurnakan.

 

 

 

 

 

Prototipe aplikasi koreksi kesalahan berbahasa.

 

 

 

 

Meningkatkan kualitas karya tulis berbahasa Indonesia dari sisi ragam tulis baku.

 

b)     Tahun Kedua

Objek Penelitian

Segi Penelitian

Temuan yang Ditargetkan

Antisipasi yang Dikontribusikan pada Bidang Ilmu

  1. Penyusunan kalimat efektif
  2. Afiksasi

 

Penyempurnaan aplikasi koreksi kesalahan berbahasa dari sisi pembuatan kalimat efektif: kelengkapan, kesejajaran, kebernalaran, kecermatan, kegramatikalan, dan afiksasi.

 

Aplikasi Koreksi kesalahan berbahasa

 

 

 

 

Meningkatkan kualitas karya tulis berbahasa Indonesia dari sisi ragam tulis baku

 

 

 

1.5     Luaran Penelitian

Luaran penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Aplikasi koreksi kesalahan berbahasa pada karya tulis berbahasa Indonesia yang mengikuti kaidah ejaan yang disempurnakan, kalimat efektif, dan afiksasi yang dapat membantu memperbaiki dan meningkatkan karya tulis berbahasa Indonesia.
  2. Menjadi solusi alternatif dalam upaya meningkatkan kualitas karya ilmiah dari sisi tata tulis.
  3. Publikasi pada berkala ilmiah,  berkala  yang menjadi sasaran adalah berkala Masyarakat Linguistik Indonesia (terakreditasi), dan Jurnal Informatika (terakreditasi).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

 TINJAUAN PUSTAKA

 

Fakta bahwa pada umumnya orang Indonesia adalah dwibahasawan menyebabkan penguasaan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua terpengaruh  oleh bahasa ibu atau bahasa pertama (bahasa daerah) yang dikenal dengan interferensi. Interferensi adalah penerapan penggunaan dua bahasa secara bergantian sehingga menimbulkan kekacauan bahasa yang mengakibatkan kesalahan (Tarigan, 1990).

Kesalahan berbahasa dalam penulisan karya ilmiah yang berbahasa Indonesia masih sering terjadi. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian Ariana (2011) yang menunjukkan bahwa dosen masih melakukan kesalahan berbahasa dalam artikel karya ilmiah. Kesalahan yang dilakukan terjadi pada semua unsur yang menjadi kaidah ejaan yang disempurnakan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa seorang dosen belum dapat membedakan kapan di dan ke sebagai kata depan dan kapan sebagai awalan.

Kenyataan bahwa dosen masih banyak melakukan kesalahan dalam menulis karya ilmiah berbahasa Indonesia cukup menyedihkan. Hal ini terjadi karena bahasa ibu yang digunakan sehari-hari memengaruhi penguasaan bahasa Indonesia yang hanya dipakai pada saat-saat tertentu saja. Untuk itu, dirasa perlu untuk menyediakan aplikasi yang dapat membantu mengidentifikasi kesalahan berbahasa dan sekaligus menyediakan opsi perbaikan agar pada saat membuat karya tulis berbahasa Indonesia ada alat bantu yang menunjukkan kesalahan berbahasa pada kaidah ejaan yang disempurnakan.

Bahasa Indonesia, dalam kedudukannya sebagai bahasa negara dan bahasa kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, secara perlahan dan sistematis mengalami perubahan dan penyempurnaan ejaannya. Pada tahun 1901, ejaan bahasa Indonesia dengan huruf Latin dikenal dengan ejaan Ophuijsen berdasarkan konsep Ch. A Van Ophuijsen.  Kemudian, pada tanggal 19 Maret 1947, ejaan Ophuijsen digantikan dengan ejaan Soewandi. Pada tahun 1972, pemerintah mengganti ejaan Soewandi dengan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan berdasarkan Keputusan Presiden nomor 57 tahun 1972.  Kemudian, pada tahun 1987, berdasarkan Keputusan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Republik Indonesia nomor 0543a/U/1987 eyd dikuatkan kembali. Tahun 2009, eyd disempurnakan kembali  berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 46. Untuk itu, dalam penelitian ini, yang akan digunakan adalah eyd tahun 2009 yang meliputi pemakaian huruf, penulisan kata, pemakaian tanda baca, dan penulisan unsur serapan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga (2005), bahasa baku adalah tolok ukur yang berlaku untuk kuantitas atau kualitas yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan atau dikenal dengan bahasa standar. Dalam Sociolinguistics, A critical Survey of Theory and Application, bahasa baku dianggap sebagai bahasa yang disahkan oleh masyarakat berdasarkan kepentingan pihak-pihak dominan sebagai norma keharusan bagi pergaulan sosial atas pada masyarakat itu (Dittmar, 1976).

Ragam bahasa baku ada dua, yaitu ragam bahasa lisan baku dan ragam tulis baku. Sugono, (2009) dalam hubungannya dengan ragam tulis baku, merupakan hasil penataan secara cermat oleh penggunanya sehingga memenuhi kriteria (1) jelas (bertalian dengan makna yang terkait dengan unsur-unsur gramatikal); (2) tegas (bertalian dengan interpretasi, tidak rancu); (3) tepat (bertalian dengan kata/istilah; dan (4) lugas (tidak bermajas dan tidak berpanjang-panjang). Oleh karena itu, dalam ragam bahasa tulis baku dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa, baik bentuk dan susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, dan ketepatan penerapan kaidah ejaan, serta tanda baca untuk membantu kejelasan pengungkapan maksud sebuah kalimat yang ditulis.

Karena bahasa Indonesia tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, pada saat membuat tulisan berbahasa Indonesia, sering terjadi kesalahan berbahasa. Kesalahan berbahasa akan mengganggu kualitas tulisan karena dapat menimbulkan salah pengertian. Untuk itu, diperlukan alat yang dapat membantu memperbaiki kesalahan pada saat menulis karya tulis berbahasa Indonesia. Alat yang akan dirancang berupa aplikasi koreksi kesalahan berbahasa yang berupa program komputer  dirancang untuk mengidentifikasi kesalahan sekaligus menyediakan opsi perbaikan.

Program aplikasi yang akan dibuat berupa kumpulan dari instruksi-instruksi komputer yang dibuat untuk membantu pemakai (user) mengoreksi kesalahan berbahasa pada karya tulis berbahasa Indonesia. Menurut kamus lengkap komputer (Wahana Komputer, 2002), program aplikasi adalah suatu program komputer yang dibuat untuk mengerjakan atau menyelesaikan masalah-masalah khusus. Aplikasi koreksi kesalahan berbahasa yang akan dikembangkan  mengunakan bahasa pemrograman Java.

Bahasa pemrograman Java merupakan bahasa pemrograman yang berorientasi objek. Objek dalam bahasa pemrograman Java dispesifikasikan dengan membentuk kelas. Kelas Java akan dikompilasi pada bahasa pemrograman java menghasilkan sebuah file output netral yang dapat dijalankan dari Java Virtual Machine. Java Virtual Machine ini terdiri dari sebuah kelas yang berfungsi sebagai pemanggil (call) dan terdiri dari sebuah interpreter yang dapat mengeksekusi sebuah kode.

Bahasa pemrograman Java dapat digunakan untuk membuat berbagai bentuk aplikasi, antara lain  program untuk komputer meja, laman, serta masih banyak program-program yang lain. Keuntungan menggunakan bahasa pemrograman Java adalah dapat dijalankan pada berbagai platform sistem operasi karena bahasa pemrograman Java ini dibuat untuk berbagai sistem operasi serta bersifat open source.

Program aplikasi yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman  Java merupakan program aplikasi yang dapat dijalankan pada mesin yang memiliki Java Runtime Environment (JRE). JRE berfungsi untuk  menerjemahkan byte code hasil kompilasi dari aplikasi java yang ada sehingga dapat diterima oleh berbagai platform yang ada.

Dengan adanya aplikasi koreksi kesalahan berbahasa yang akan dirancang, diharapkan kualitas karya tulis berbahasa Indonesia menjadi lebih baik dari sisi tata tulis karena karya ilmiah mensyaratkan penulisan yang baik dan benar menurut kaidah yang telah ditentukan. Karya ilmiah yang baik adalah karya yang bersih dari kesalahan-kesalahan baik isi maupun tata tulis.

 

 

ROAD MAP PENELITIAN

TAHUN 1

TAHUN 2

Pembuatan prototipe aplikasi koreksi kesalahan penggunaan ejaan yang disempurnakan dalam ragam tulis baku berbahasa Indonesia yang ditinjau dari sisi :

(a)    pemakaian huruf;

(b)   penulisan  kata;

(c)    pemakaian tanda baca;

(d)   penulisan unsur serapan.

Penyempurnaan sistem dengan melakukan pengembangan prototipe yang ada berdasarkan hasil evaluasi sistem serta menambahkan kaidah kalimat efektif (kelengkapan, kesejajaran, kebernalaran, kecermatan, kegramatikalan) dan afiksasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

 METODE PENELITIAN

 

Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian pengembangan aplikasi koreksi kesalahan berbahasa  dalam tulisan berbahasa Indonesia menggunakan metode pengembangan prototipe. Berikut ini adalah tahapan penelitian dengan menggunakan metode pengembangan prototipe.

  1. 1.      Analisis: Pada tahap analisis akan dilakukan analisis tentang ejaan yang disempurnakan dilihat dari 4 unsur yang harus dipenuhi dan bagaimana membuatnya menjadi aplikasi koreksi yang dapat dimasukkan ke dalam perangkat lunak pengolah kata.
  2. 2.      Desain: Tahap selanjutnya adalah desain. Pada tahap, ini akan dibangun rancangan proses aplikasi kesalahan berbahasa dengan menggunakan diagram bantu seperti Unified Modelling Language (UML).
  3. 3.      Prototipe: Setelah desain proses aplikasi dirancang, akan dibangun aplikasi koreksi kesalahaan berbahasa Indonesia dengan 4 unsur yang terdapat dalam ejaan yang disempurnakan dengan  menggunakan bahasa pemrograman Java.
  4. 4.      Pengujian: Selanjutnya, akan dilakukan pengujian pada aplikasi sistem yang sudah dibangun. Pengujian dilakukan dengan melakukan uji coba terhadap beberapa dokumen berbahasa Indonesia untuk mengetahui apakah aplikasi kesalahan berbahasa yang telah dibuat dapat mendeteksi dan mengidentifikasi kesalahan-kesalahan penggunaan ejaan pada dokumen tersebut.
  5. 5.      Evaluasi: Pada tahap evaluasi akan diperiksa apakah performa aplikasi sudah sesuai dengan yang diinginkan. Apabila belum sesuai, akan dilakukan beberapa perbaikan sampai aplikasi yang dirancang dapat berfungsi seperti yang diharapkan.
  6. 6.      Penyesuaian: Tahap ini hanya akan dilakukan apabila, pada tahap evaluasi, performa aplikasi kurang memadai sehingga membutuhkan beberapa penyesuaian untuk perbaikan. Tahap ini dilakukan dengan menyesuaikan dan memperbaiki aplikasi yang telah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan.

 

Berikut ini adalah diagram fishbone penelitian yang akan dilakukan pada tahun pertama.

 

 

 

AplikasiKomputer

penyesuaian

pengujian

design

evaluasi

prototipe

analisis

Identifikasi masalah

Identifikasi kebutuhan  sistem

Menggunakan tools UML

Menggunakan bahasa Java

Menggunakan dokumen bahasa Indonesia

Identifikasi kekurangan

Penyempurnaan sistem

Membuat user interface

mendefinisikan EyD

Pemetaan kebutuhan sistem

mendefinisikan kamus bahasa Indonesia

Penelitian terdahulu

Tahun Pertama

Ariana, 2011, Kesalahan Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan dalam Karya Ilmiah Dosen Universitas Bina Darma.

Andri, 2011, Rancang Bangun Online Public Access Catalog Berbasis Web Semantik

Margareta, Analisis Kesalahan Ejaan pada Karya Ilmiah

Tahun Kedua

Penyempurnaan aplikasi koreksi kesalahan berbahasa dari sisi Ejaan yang Disempurnakan dengan melakukan:

(a)Penyusunan kalimat efektif:

1) syarat kelengkapan,

2) syarat kesejajaran,

3) syarat kebernalaran,

4) syarat kecermatan,

5) syarat kegramatikalan

(b)               Afiksasi:

Awalan me- yang diikuti dengan kata kerja berawalan p,t,k,s akan luluh/lesap.

Gambar 1. Diagram Fishbone Metode Penelitian

 

 

www.pdf24.org    Send article as PDF   

2 Responses to APLIKASI KOREKSI KESALAHAN BERBAHASA PADA TULISAN BERBAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENULISAN KARYA ILMIAH

  1. ILMY says:

    salam kenal sy ilmy dari makassar,, setelah membaca potingan anda saya sangat tertari untuk membuat hal yang sama untuk judul thesis yang akan saya angkat masalah autocorrection tools,,mohon kesediaan bantuan anda untuk mengirimkan materi yang di bahas pada web ini agar bisa sy jadikan bahan reverenssi untuk penelitian terkait..

    mohon bantuan anda, saya tunggu di email saya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco

Visit Us On Facebook