Pemanfaatan Internet dalam Dunia Pendidikan

Pendahuluan

Perkembangan infrastruktur jaringan dan internet saat ini telah merambah ke berbagai daerah. Semakin banyak daerah yang bisa menikmati kehadiran internet. Baik di kota maupun di desa, internet sudah bisa dinikmati melalui berbagai jaringan.

Hasil survei dari Nielsen terhadap 5.050 konsumen pengguna Internet di Indonesia 8 hingga 26 Maret 2010, perhatian utama 18 persen konsumen pada keseimbangan pekerjaan dan kehidupan, 17 persen ke ekonomi, dan diikuti 14 persen ke pendidikan anak dan 13 persen kebahagiaan dan kesejahteraan orang tua. Begitu banyak peranan dari kehadiran internet ini. Salah satu peranan yang cukup besar disumbangkan adalah internet dalam pendidikan.

Dengan adanya internet, berbagai informasi dapat diperoleh secara mudah dan cepat. Kehadiran internet juga memberikan banyak manfaat lainnya, yaitu: pembuka cakrawala siswa, sehingga  para siswa bisa memperoleh wawasan baru dan segudang ilmu dari segala bidang.

Akses ke berbagai informasi yang dibutuhkan terutama di dalam bidang studinya membuat para siswa lebih bisa memahami suatu hal dengan lebih mudah. Beberapa contoh ilmu yang bisa dengan mudah diperoleh di internet seperti sejarah, teknologi dan berita dunia.

Salah satu peranan penting internet dalam pendidikan adalah kesempatan untuk belajar jarak jauh. Saat ini, belajar berbagai hal sudah tidak harus dilakukan secara langsung tatap muka dengan staf pengajar. Dengan adanya internet dan fasilitas e-learning yang ada siswa dapat belajar berbagai hal secara online. Beberapa kursus juga bisa dilakukan melalui internet seperti kursus menulis, menggambar, komputer dan bahasa. Internet memberikan kesempatan yang luas bagi anak-anak di manapun untuk berkembang di berbagai bidang.

Kehadiran internet dalam pendidikan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari dan menimba ilmu lebih lagi. Di dalam pendidikan secara konvensional, guru layaknya orang yang memberikan suapan ilmu kepada siswa-siswanya. Dengan adanya internet, guru bisa memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyuapi diri sendiri. Siswa akan dipacu untuk lebih memiliki inisiatif di dalam mencari berbagai ilmu pengetahuan yang berpikir kreatif di dalam mengembangkan kemampuannya.

Kesempatan yang lebih luas untuk seluruh siswa. Ada banyak informasi beasiswa yang diberikan oleh berbagai organisasi, perusahaan dan instansi. Internet memperluas informasi ini ke seluruh siswa dimanapun mereka berada.  Dengan adanya internet, setiap siswa di seluruh pelosok negeri mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Dengan kata lain, batasan wilayah dan pulau tidak lagi menjadi hambatan dalam mengambil setiap kesempatan yang ada.

Masih banyak lagi peranan internet dalam pendidikan, seperti pembelajaran yang interaktif, informasi yang terbaru dan aktual, perpustakaan yang tidak terbatas dan lain sebagainya. Yang terpenting di dalam penggunaan internet adalah kesadaran setiap siswa untuk mengambil sisi positif internet dan menjauhi segala pengaruh negatif internet.

 

Permasalahan

Bagaimana penggunaan internet sebagai sumber dan media komunikasi bagi tenaga pengajar?.

 

Pembahasan

Menurut Data Statistik Penduduk Indonesia pada Sensus Penduduk tahun 2005 adalah 218,868,791 jiwa (Sumber Web : datastatistik-indonesia.com). Jumlah Pelajar dan Mahasiswa di Indonesia sebanyak Total 41.788.351 Orang (Sumber Web : jardiknas.org). Total Jumlah Tenaga Pengajar Guru sebanyak 3.037.306 dan Dosen sebanyak 120.000 Orang Tahun 2008 (Belum termasuk dosen tidak tetap) (Sumber Web : nuptk.info dan dikti.go.id).         Total tenaga kerja di Indonesia sebanyak 102.049.857 Orang Tahun 2008 terdiri dari Tenaga kerja paruh waktu/partime/wiraswasta sebanyak 30.370.179 Orang dan Total Pengangguran Sebanyak 9.427.590 Orang (Sumber Web : Pekerja dan nakertrans.go.id).  Total Jumlah Pengguna Internet di Indonesia pada Tahun 2005 adalah 16 Juta Orang Menurut Data Survey dari DepkomInfo pada Tahun 2005 (Sumber Web:depkominfo.go.id). Total Jumlah Pengguna Internet di Indonesia pada Tahun 2009 Menurut Survey Internasional (Sumber Web: www.internetworldstats.com) 30 Juta Orang
menurut prediksi Pada Tahun 2010 setidaknya ada 57,8 juta Orang Pengguna Internet di Indonesia (Sumber Web : detiknet.com).

Hal ini juga ditunjang dengan target dari pemerintah pada tahun 2010 Seluruh desa di Indonesia yg jumlahnya mencapai 72 ribu lebih. Nantinya ditargetkan memiliki rumah pintar lengkap dengan semua fasilitas penunjangnya termasuk jaringan internet.

Dari beberapa kriteria tersebut berarti ada lebih dari setengah penduduk indonesia atau lebih dari 140 Juta Lebih sudah memanfaatkan teknologi internet (berdasarkan tingkat keperluan penggunaan internet) dan terus berkembang.

Hasil riset Yahoo! yang dilakukan di Indonesia. Kalangan remaja usia pelajar antara 15 sampai 19 tahun mendominasi pengguna internet di Indonesia hingga 64 persen dari pengguna internet di Indonesia, kurang lebih 86.600.000 pengguna internet di Indonesia adalah pelajar.

Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi. Distance learning dan virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet. Bahkan tak kurang pakar ekonomi Peter Drucker mengatakan bahwa “Triggered by the Internet, continuing adult education may wll become our greatest growth industry”. (Lihat artikel majalah Forbes 15 Mei 2000.) Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja. Inisiaif-inisiatif penggunaan IT dan Internet di bidang pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sedang giat kami lakukan adalah program “Sekolah 2000”, di mana ditargetkan sejumlah sekolah (khususnya SMU 1 WAIS = Wide Area Information System (http://www.lights.com/hytelnet/sites1.html dan SMK) terhubung ke Internet pada tahun 2000 ini. (Informasi mengenai program Sekolah 2000 ini dapat diperoleh dari situs Sekolah 2000 di http://www.sekolah2000.or.id).

E-Learning dan globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. (Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh di Perancis proyek “Flexible Learning”. Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang “Pendidikan tanpa sekolah (Deschooling Society)” yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan. Bishop G. (1989) meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (flexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis, usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Mason R. (1994) berpendapat bahwa pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan kolaborasi, bukannya gedung sekolah. Namun, teknologi tetap akan memperlebar jurang antara di kaya dan si miskin. Tony Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi. Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat “Saat itu juga (Just on Time)”. Teknik pengajaran baru akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan inter-disipliner. Romiszowski & Mason (1996) memprediksi penggunaan “Computer-based Multimedia Communication (CMC)” yang bersifat sinkron dan asinkron. Dari ramalan dan pandangan para cendikiawan di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia di masa mendatang adalah: 1) Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning). 2) Kemudahan untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukan sebagai strategi utama. 3) Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan dalam sebuah jaringan, 4) Perpustakaan & instrumen pendidikan lainnya (guru, laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi daripada sekedar rak buku. 5) Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan.

Faktor utama dalam distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara di atas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa. Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama. Penyelesaian administrasi juga dapat diselesaikan langsung dalam satu proses registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran online.

Distance learning yang dikenal dengan pendidikan jarak jauh adalah sekumpulan metoda pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisah dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh. Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Pada sistem pendidikan pelatihan ini tenaga pengajar dan peserta didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama. Tujuan dari pembangunan sistem ini antara lain menerapkan aplikasi-aplikasi pendidikan jarak jauh berbasis web. Situs-situs pendidikan jarak jauh yang dikembangkan di Indonesia ini bekerja dengan sama mitra-mitra. Secara sederaha dipahami sistem ini terdiri dari kumpulan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pendidikan jarak jauh hingga penyampaian materi pendidikan jarak jauh tersebut dapat dilakukan dengan baik. Sarana penunjang dari pendidikan jarak jauh ini adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti dapat dilihat, dengan munculnya berbagai pendidikan secara online, baik pendidikan formal atau non-formal, dengan menggunakan fasilitas internet. Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan pengetahuan (knowledge). Hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan.    Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut:

1.   Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya.

2.   Interaksi dalam grup; para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.

3.   Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya.

4.   Pendalaman materi dan ujian; biasanya dosen sering mengadakan quis singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan tes pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning

5.   Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database.

6.   Materi online diluar materi kuliah; untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web.Sistem distance learning berbasis web ini dapat dilakukan dengan synchronous (real time) maupun secara asynchronous (non-real time). Synchronous System, aplikasi yang berjalan secara waktu nyata dimana seluruh pemakai bisa berkomunikasi pada waktu yang sama, contohnya: chatting, video conference, dan sebagainya. Asynchronous System, aplikasi yang tidak bergantung pada waktu dimana seluruh pemakai bisa mengakses ke sistem dan melakukan komunikasi antar mereka disesuaikan dengan waktunya masing-masing, contohnya: e-mail, dan sebagainya.

Namun demikian, dengan guru SMA Palembang? Penggunaan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara guru dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi guru dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa. Sebagai contoh, suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut:

1.   Saat kegiatan mahasiswa; sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah?, mencari informasi dan sebagainya.

2.   Interaksi dalam grup; Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.

3.   Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya.

4.   Pendalaman materi dan ujian; Biasanya dosen sering mengadakan quis singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning

5.   Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database.

6.   Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan mahasiswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web.

Contoh lain pemanfaatan perkembangan TI dan TK untuk pendidikan di Indonesia:

1.   Perpustakaan elektronik (e-library). Revolusi teknologi informasi tidak hanya mengubah konsep pendidikan di kelas tetapi juga membuka dunia baru bagi perpustakaan. Perpustakaan yang biasanya merupakan arsip buku-buku dengan dibantu teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi lebih agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Dengan banyaknya perpustakaan tersambung ke internet, sumber ilmu pengetahuan yang biasanya terbatas ada di perpustakaan menjadi tidak terbatas,

2.   Surat elektronik (e-mail). Dengan aplikasi e-mail, seorang guru, orang tua, pengelola, dan siswa dapat dengan mudah saling berhubungan. Pihak sekolah dapat membuat laporan perkembangan siswa dan prestasi belajar baik diminta orang tua atau pun tidak. Dalam kegiatan belajar diluar sekolah, siswa yang menghadapai kesulitam materi pelajaran dapat bertanya lewat e-mail kepada pihak sekolah atau guru bidang studi. Demikian pula untuk guru yang berhalangan hadir dapat memberikan tugas via e-mail kepada siswa.

3.   Ensiklopedia. Sebagian perusahaan yang menjalankan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD-ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga duharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tetapi juga video dan audio.

4.   Jurnal atau majalah ilmiah. Salah satu argumentasi umumnya di dunia pendidikan Indonesia adalah kurangnya akses informasi ke jurnal atau majalah ilmiah yang berada di internet sehingga memudahkan bagi para siswa untuk mengakses informasi ilmiah terkahir yang ada di seluruh duni

5.   Pengembangan homepage dan sistim distribusi bahan belajar secara elektronik (digital). Sistem pembelajaran melalui homepage dapat dikembangkan dalam bentuk sekolah maya (virtual school) sehingga semua kegiatan pembelajaran mulai dari akses bahan belajar, penilaian, dan kegiatan administrasi pendukung dapat secara online selama 24 jam.

6.   Video teleconference. Keberadaan internet memungkinkan pendidik untuk diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan belajar mengajar yang bersifat social. Disamping itu dapat pula untuk pengamatan proses eksperimen dari seorang guru. Dampak perkembangan internet dalam memberikan informasi terutama dalam bidang pendidikan, dapat memperluas cakrawala atau wawasan guru dalam proses belajar mengajar, merangsang proses berpikir, pendayagunaan aneka sumber dan meningkatnya kinerja guru.

Hambatan dalam penggunaan oleh guru SMA Palembang, tidak adanya kebijakan yang jelas. kurangnya dukungan dari berbagai pihak, keengganan menerima inovasi, ketiadaan pembiayaan, kurangnya kompetisi sumber daya manusia dan kesulitan penjadwalan.

 

Simpulan

         Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komunikasi memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini, termasuk dalam dunia pendidikan. Seperti penggunaan internet. Pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Penggunaan internet sebagai sumber informasi dan komunikasi bagi guru-guru SMA di Palembang kurang optimal, disebabkan tidak adanya kebijakan yang jelas. kurangnya dukungan dari berbagai pihak, keengganan menerima inovasi, ketiadaan pembiayaan, kurangnya kompetisi sumber daya manusia dan kesulitan penjadwalan.

 

1.   Bagi pemerintah, hendaknya harus ada kebijakan jelas dalam penggunaan internet bagi guru-guru.

2.   Bagi sekolah, sebaiknya  dapat memberikan dukungan dalam penggunaan internet, sehingga dapat memperluas cakrawala atau wawasan guru dalam proses belajar mengajar, merangsang proses berpikir, pendayagunaan aneka sumber dan meningkatnya kinerja guru.

3.   Bagi guru, sebaiknya dapat memanfaatkan internet untuk memperluas wawasan dalam proses belajar mengajar.

 

PDF    Send article as PDF   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco

Visit Us On Facebook