Cisco tries to head off software-defined networks

SAN DIEGO — Cisco‘s network programmability strategy is a multifaceted initiative intended to keep the business at the forefront of networking technology, even as it threatens the company’s dominance.

Software-defined networking (SDN) has been hailed by its proponents as the biggest transformation on networking in decades. It promises to make the physical infrastructure irrelevant to the actual behavior of the traffic by enabling software programmability of flows and additional features.

The problem for Cisco is, it makes a lot of money of the customized nature of its hardware and software, which is omnipresent in enterprise, data center and service provider networks. Cisco is the leading provider of Ethernet and IP networking hardware in the industry.

IN THE WORKS: Cisco software to connect branch offices to cloud

AT THE SUMMIT: Cisco’s ties to spin-in confirmed

MORE: Critical milestones in Cisco history

But with the increasing openness of software in open-source communities and the broadening capabilities of merchant ASICs, SDNs and associated standards — like OpenFlow — are poised to further commoditize and undercut the profitability of networking hardware. So it behooves Cisco to get as close to SDN as it can, from every angle, so it can control not only the pace at which it infiltrates Cisco’s ubiquity, but also the threat it poses to it.

“Networking is about to be reinvented and Cisco will do that reinvention of networking,” says Cisco CTO Padmasree Warrior, during an interview at the company’s annual business partner conference here. “Clearly we understand the implication of what is good about it and what are the things we need to improve.”

The single most visible aspect of Cisco’s programmability strategy — the company seems careful not to label it as an SDN initiative — is Insieme, the Cisco-funded startup building what is believed to be a programmable switch line supporting OpenStack and distributed data storage. Cisco initially invested $100 million in Insieme, and will acquire the company for up to $750 million once its product line is developed and sales ramp.

Other facets of Cisco’s programmability strategy include adding features to its NX-OS data center network operating system for “agility and scale,” Warrior says; getting the Nexus and Catalyst switching lines on common ASIC and software roadmaps; and extending the roadmap of the Nexus 1000v virtual switch, which Cisco claims is a pioneer in SDNs.

“Probably the first software-defined network in the industry was the Nexus 1Kv,” Warrior says. “That started with 10 engineers as a project within Cisco.”

There are now more than 5,000 customers for the Nexus 1000v, which has been shipping since 2009.

Another aspect of the programmability strategy is to do nothing to let customers program their Cisco networks.

“Not all customers want programmability,” Warrior says. “It’s a very small subset wants programmability. A lot of our customers are happy to leave everything to us to allow them to be programmed. So we have to be careful that we don’t equate software-defined networking with only one aspect of it.”

Indeed, Cisco’s multipronged approach is intended to address the various business and use cases its vast installed base of customers face. It also includes support for various standard and non-standard techniques, such as OpenStack and OpenFlow, but is not founded on any one.

“OpenFlow … we look at it as one way to achieve that programmability,” Warrior says. “Certain customers want to experiment with OpenFlow and we’ll support them with that. We don’t believe it defines software-defined networking or programmability. It is one tool or one approach to do that. Similarly, with a software controller that’s one way to deploy network services. So there will be multiple ways to get to that endpoint.”

Customers with “massively scalable” data centers are prime targets for SDNs to manage increasing “East-West” traffic flows between server racks in flatter topologies with multiple active links, Warrior says.

“But for the majority of enterprises, it isn’t,” she says.

So Insieme is but one component of Cisco’s overall programmability strategy. And its products aren’t expected for another two years, at least.

But sources say in the interim — over the next six to 12 months — Cisco is expected to unveil new products with SDN capabilities that make the network more programmable.

And on the network commoditization threat? Leadership in networking is much more than programmable technology, Warrior points out.

“When somebody else is coming up with ideas, you drive innovation faster,” she says. “At the end of the day though, networking is an infrastructure. And to lead in that market you need to have a great channel and great go-to-market program. You won’t be able to be successful in the marketplace with just technology. This is where Cisco leads everybody else in the industry.”

Please follow and like us:
0

TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

Salah satu visi dan misi perguruan tinggi Indonesia (kedinasan maupun bukan) adalah mewujudkan TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI. Lantas apa sebenarnya yang dimaksud TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI? Berikut uraiannya.

Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat indonesia. Dengan memperhatikan perkembangan dunia yang begitu pesat, maka pembentukan masyarakat Indonesia yang modernmenjadi tujuan utama dari pembangunan nasional Indonesia. Pembangunan masyarakat modern ini akan menyangkut perubahan-perubahan nilai-nilai Pancasila.

Manusia modern tersebut mempunyai ciri-ciri antara lain : lebih mudah meneriam dan menyesuaikan diri kepada perubahan-perubahan, lebih ahli dalam menyatakn pendapatnya, memiliki rasa tanggungb jawab, lebih berorientasi kemasa depan, lebih mepunyai kesadaran mengenai waktu,orgaiusasi, teknologi, dan ilmun pengetahuan.

Dalam kaitan pembentukan manusia modern itulah kita melihat betapa pentingnya peranan perguruan tinggi sebagai jenjang tertinggi dalam system pendidikan formal dinegara kita yang hendaknya dapat mengahsilkan tenag-tenaga ahli dan dapat pula mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebagai lembaga yang melaksanakan pendidikan tinggi,STKIP PGRI Pontianak mempunyai tiga fungsi utama yaitu :

1. Pendidikan dan pengajaran
2. Penelitian dan pengembangan
3. Pengabdian pada masyarakat

Ketiga fungsi tersebut lebih dikenal sebagi TRI DARMA PERGURUAN TINGGI yang harus dikembangkan secara simultan dan bersama-sama.

Penelitian harus menjunjung tinggi kedua dharma yang lain. Penelitian diperlukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi. Untuk dapat melakukan penelitian diperlukan adanya tenaga-tenaga ahli yang diasilkan melalui proses pendidikan. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan sebagi hasil pendidikan dan penelitian itu hendaknya diterapkan melalui Pengabdian pada masyarakat sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dan menikmati kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.

Dengan memperhatikan uraian diatas , semakin jelaslah hubungan antara tri dharma tersebut.Tri Dharma Perguruan Tinggi ini sebenarnya menerapkan fungi perguruan tinggi yang Universal. Artinya bukan hanya di Indonesia saja. Tri Dharma perguurn tinggi juga terdapat di negara maju lainnya. Hanya saja dalm hal ini di Indonesia dinyatakn secar eksplisit,sehingga setiap warga negara khususnya warga perguruan tinggi akan senantiasa sadar akan tugasnya. Dengan demikian dalm menjalankan kegiatannya tidak menyimpang dari tugas yangf telah ditetapkan seperti tersebut diatas.

Agar dapt lebih mengahayati makna dari perguruan tinggi, marilah kita tinjau ketiga dharma itu secara lebih mendalam.

1. Pendidikan dan Pengajaran

Pengertian pendidikan dan pengajaran disini adalah dalam rangka menerusakan pengetahuan atau dengan kata lain dalam rangka transfer of knowledge ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan melaui penelitian oleh mahasiswa di pergurun tinggi.Dalam pendidikan tinggi dinegara kita dikenal dengan istialh strata, mulai dari strata satu(S-1) yaitu merupakan pendidikan program sarjana,strata dua(S-2) merupakan program magisterdan strata tiga (S-3) yaitu pendidikan doktor dalam sutau disiplin ilmu,serta pendidikan jalur vokasional/non gelar(diploma).

2. Penelitian dan pengembangan

Kegiatan penelitian dan pengembangan mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangka kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tnapa penelitain,maka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi terhambat. Penelitian ini tidaklah berdiri sendiri, akan tetapi harus dilihat keterkaitannya dalam pembangunan dalam arti luas.artinya penelitain tidak semata-mata hanya untuk hal yang diperlukan atau langsung dapat digunakan oleh masyarakat pada saat itu saja,akan tetapi harus dilihat dengan proyeksi kemasa depan. Dengasn kata lain penelitian dipergurun tinggi tidak hanya diarahkan untuk penelitian terapan saja,tetapi juga sekaligus melaksanakn penelitian ilmu-ilmu dasar yang manfaatnya baru terasa penting artinya jauh dimasa yang akan datang.

3. Pengabdian pada masyarakat

Dharma pengabdian pada masyarakat harus diartiakan dalam rangka penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dikembangkan di perguruan tinggi, khususnya sebagi hasil dari berbagai penelitian.Pengabdian pada masyarakat merupakan serangkaian aktivitas dalam rangka kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat yang bersiafat kongkrit dan langsung dirasakn manfaatnya dalam waktu yang relatif pendek. Aktivitas ini dapat dilakukan atas inisiatif individu atau kelompok anggota sivitas akademika perguruan tinggi terhadap masyarakat maupun terhadap inisiatif perguruan tinggi yang bersangkutan yang bersifat nonprofit(Tidak mencari keuntungan). Dengan aktivitas ini diharapkan adanya umpan balik dari masyarakat ke perguruan tinggi,yang selanjutnya dapat digunakn sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih lanjut.

Please follow and like us:
0