Computer Network Challenges in Big Data Era

A phenomenon that occurs in the current era of big data in which the information exchange process utilizing, and the growth of the internet network traffic has nearly triple annually based on Cisco®, diverse applications accompanied by the latest features was born and continues to grow almost every day and becomes a challenge for performance both in terms of network design model and optimization, the readiness of the device and application support low overhead to supports 3V challenges (volume, velocity, and variety) rather than exchanging packets in a network.

The network also faced with the challenges regarding whether it is worthy enough devices in the network to handle traffic increasing it. The promise of data driven decision making is now being recognized broadly, and there is growing enthusiasm for the notion of “Big Data”. While the promise of Big Data is real, for example, it is estimated that Google alone contributed 54 billion dollars to the US economy in 2009, there is currently a wide gap between its potential and its realization (Agrawal et al, 2012).

The challenges of network changes on future significantly is covering readiness of the infrastructure, the needs and involvement of users on the network, a growing number of new devices, and data transmission traffic is increasing, where the Global Internet Traffic predicted at the end of 2015 three billion people will reaching quadruple 1 zettabyte per year.

Annual global IP traffic will pass the zettabyte (1000 exabytes) threshold by the end of 2016, and will reach 2 zettabytes per year by 2019. By 2016, global IP traffic will reach 1.1 zettabytes per year, or 88.4 exabytes (nearly one billion gigabytes) per month, and by 2019, global IP traffic will reach 2.0 zettabytes per year, or 168 exabytes per month. Global IP traffic has increased fivefold over the past five years, and will increase threefold over the next five years. Overall, IP traffic will grow at a compound annual growth rate (CAGR) of 23 percent from 2014 to 2019.

a

 

Source: Cisco VNI Global IP Traffic Forecast, 2014–2019

 

Baca Selanjutnya

Please follow and like us:
0

Prinsip-prinsip Desain Hierarki Jaringan Komputer Bagian III

1. Diameter Jaringan (Network Diameter)

Ketika merancang sebuah topologi jaringan dengan konsep model hierarki, hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah bagaimana menghadapi permasalahan diameter jaringan (network diameter). Ukuran pada sebuah diameter jaringan biasanya menunjukkan rentang atau jarak, tetapi dalam terminologi ini, istilah diameter jaringan merujuk pada istilah untuk mengukur berapa banyak jumlah perangkat yang berada diantara dua koneksi.

Diameter jaringan adalah jumlah perangkat yang harus dilalui suatu paket ketika mencapai tujuan pada sebuah lalu lintas dalam jaringan. Menjaga agar diameter jaringan memiliki ukuran yang kecil, dapat membantu performa jaringan dan menghasilkan performa jaringan dengan jumlah latency yang rendah pula.

Terlihat pada gambar 1 terdapat PC1 yang sedang berkomunikasi dengan PC3. Pada deskripsi tersebut terlihat sampai enam switch yang saling berhubungan antara PC1 dan PC3. dan dalam hal ini jumlah diameter jaringan memiliki ukuran sama dengan 6.

Setiap switch yang berada pada jaringan tersebut, menghasilkan beberapa nilai latency. Istilah latency pada jaringan yaitu mengacu pada jumlah waktu yang dihabiskan oleh perangkat karena memproses sebuah paket atau frame, karena secara default switch berfungsi pada layer 2 dan setiap switch harus menentukan tujuan alamat MAC dari setiap frame, lalu kemudian memeriksa tabel alamat MAC yang ada pada setiap switch yang dilalui untuk meneruskan frame keluar ke port yang sesuai dengan MAC Penerima. Walaupun seluruh proses yang terjadi memiliki waktu dalam sepersekian detik, namun waktu latency akan bertambah seiring denngan banyaknya switch yang dilalui oleh sebuah paket atau frame tersebut.

Dalam konsep model jaringan hierarki (lapisan core, distribution, dan access), segmentasi yang terjadi pada layer distribution dapat mengurangi network diameter dengan menambahkan redundan.

1

Gambar 1 : Network Diameter

2. Agregasi Bandwidth (Bandwidth Aggegation)

Setiap lapisan dalam model jaringan hierarki adalah desain yang sangat mungkin untuk ditambahkan layanan agregasi bandwidth. Agregasi Bandwidth adalah suatu teknik di dalam jaringan hierarki untuk meningkatkan solusi daripada kebutuhan bandwidth yang khusus dari setiap bagian pada hierarki. Agregasi Jalur (Link Aggregation) memungkinkan beberapa link pada port switch untuk digabungkan, sehingga mencapai throughput yang lebih tinggi diantara switch tersebut.

Vendor seperti Cisco,Inc memiliki teknologi agregasi link yang disebut dengan protokol EtherChannel, yang memungkinkan beberapa link Ethernet untuk dikonsolidasi. Pembahasan lebih lanjut tentang Etherchannel dapat anda pelajari lebih lanjut, pada tautan ini: http://www.cisco.com/en/US/tech/tk389/tk213/tsd_technology_support_protocol_home.html.

Dalam gambar 2, PC1 dan PC3 memerlukan jumlah bandwidth yang besar karena mereka akan digunakan untuk mengembangkan simulasi jaringan yang membutuhkan performance yang tinggi. Seorang Administrator jaringan telah menetapkan dan menganalisa bahwa lapisan akses pada switch S1, S3, dan S5 memerlukan peningkatan bandwidth. Sesuai dengan konsep model hierarki, maka perangkat switch pada lapisan akses terhubung ke switch pada lapisan distribusi yaitu switch D1, D2, dan D4.

Switch pada lapisan distribusi tersebut menghubungkan ke lapisan inti yaitu kepada switch C1 dan C2. Dengan cara tersebut, peningkatan bandwidth disediakan khusus untuk bagian tertentu pada jaringan. Perhatikan bahwa dalam gambar ini, link agregat ditunjukkan oleh dua garis putus-putus dengan garis oval yang menggabungkan beberapa link tersebut secara bersama-sama.

2

Gambar 2 : Bandwidth Aggegation

 

Baca Selanjutnya

Please follow and like us:
0

Prinsip-prinsip Desain Hierarki Jaringan Komputer Bagian II

Ada banyak manfaat yang terkait dengan konsep desain jaringan hierarki, seperti yang diuraikan pada bagian I, bahwa jaringan yang menggunakan konsep hierarki banyak memiliki dukungan untuk pengembangan skalabilitas jaringan dengan lebih mudah dan penanganan troubleshooting dengan lebih cepat, karena seorang administrator jaringan dituntut waktu yang cepat untuk dapat memulihkan jaringan, ketika terjadi kegagalan pada perangkat atau media jaringan.

2
Adapun beberapa manfaat jaringan dengan menggunakan konsep desain hierarki adalah:

1. Skalabilitas

Jaringan hierarki memiliki karakteristik dalam pengembangan skala yang sangat baik. Modularitas desain hierarki memungkinkan untuk melakukan duplikasi elemen-elemen pada jaringan seiring bertumbuhnya jaringan. Karena setiap contoh modul memiliki konsistensi, maka perluasan menjadi lebih mudah untuk direncanakan dan di implementasikan. Misalnya, jika model desain Anda terdiri dari dua switch pada lapisan distribusi untuk setiap 10 switch pada lapisan akses, maka Anda dapat terus fokus menambahkan lapisan akses tanpa Anda perlu menambahkan tambahan switch pada layer distribusi ke dalam topologi jaringan. Juga, ketika Anda menambahkan switch pada layer distribusi maka Anda secara konsisten dapat menambahkan tambahan switchpada lapisan inti untuk menangani beban tambahan pada lapisan inti tersebut.

2. Redundansi

Sebagai jaringan yang terus tumbuh, maka ketersediaan (availability) menjadi sangatlah penting. Anda dapat secara mudah meningkatkan ketersediaan dengan jaringan hirarkis. Switch pada lapisan akses terhubung ke dua switch pada layer distribusi yang berbeda untuk menciptakan redundansi pada jaringan. Jika salah satu dari switch pada lapisan distribusi mengalami kegagalan (mati), maka switch pada lapisan akses dapat mengalihkan koneksi ke switch pada layer distribusi lainnya. Biasanya, perangkat akhir (end devices), seperti PC, printer, dan telepon IP, tidak memiliki kemampuan untuk terhubung ke beberapa lapisan akses switch untuk melakukan redundansi. Jika switch pada lapisan akses gagal, maka hanya perangkat yang terhubung ke switch tersebut lah yang akan terpengaruh. Sisa jaringan akan terus berfungsi dan tidak akan terpengaruh.

Baca Selanjutnya
Please follow and like us:
0