1. Diameter Jaringan (Network Diameter)

Ketika merancang sebuah topologi jaringan dengan konsep model hierarki, hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah bagaimana menghadapi permasalahan diameter jaringan (network diameter). Ukuran pada sebuah diameter jaringan biasanya menunjukkan rentang atau jarak, tetapi dalam terminologi ini, istilah diameter jaringan merujuk pada istilah untuk mengukur berapa banyak jumlah perangkat yang berada diantara dua koneksi.

Diameter jaringan adalah jumlah perangkat yang harus dilalui suatu paket ketika mencapai tujuan pada sebuah lalu lintas dalam jaringan. Menjaga agar diameter jaringan memiliki ukuran yang kecil, dapat membantu performa jaringan dan menghasilkan performa jaringan dengan jumlah latency yang rendah pula.

Terlihat pada gambar 1 terdapat PC1 yang sedang berkomunikasi dengan PC3. Pada deskripsi tersebut terlihat sampai enam switch yang saling berhubungan antara PC1 dan PC3. dan dalam hal ini jumlah diameter jaringan memiliki ukuran sama dengan 6.

Setiap switch yang berada pada jaringan tersebut, menghasilkan beberapa nilai latency. Istilah latency pada jaringan yaitu mengacu pada jumlah waktu yang dihabiskan oleh perangkat karena memproses sebuah paket atau frame, karena secara default switch berfungsi pada layer 2 dan setiap switch harus menentukan tujuan alamat MAC dari setiap frame, lalu kemudian memeriksa tabel alamat MAC yang ada pada setiap switch yang dilalui untuk meneruskan frame keluar ke port yang sesuai dengan MAC Penerima. Walaupun seluruh proses yang terjadi memiliki waktu dalam sepersekian detik, namun waktu latency akan bertambah seiring denngan banyaknya switch yang dilalui oleh sebuah paket atau frame tersebut.

Dalam konsep model jaringan hierarki (lapisan core, distribution, dan access), segmentasi yang terjadi pada layer distribution dapat mengurangi network diameter dengan menambahkan redundan.

1

Gambar 1 : Network Diameter

2. Agregasi Bandwidth (Bandwidth Aggegation)

Setiap lapisan dalam model jaringan hierarki adalah desain yang sangat mungkin untuk ditambahkan layanan agregasi bandwidth. Agregasi Bandwidth adalah suatu teknik di dalam jaringan hierarki untuk meningkatkan solusi daripada kebutuhan bandwidth yang khusus dari setiap bagian pada hierarki. Agregasi Jalur (Link Aggregation) memungkinkan beberapa link pada port switch untuk digabungkan, sehingga mencapai throughput yang lebih tinggi diantara switch tersebut.

Vendor seperti Cisco,Inc memiliki teknologi agregasi link yang disebut dengan protokol EtherChannel, yang memungkinkan beberapa link Ethernet untuk dikonsolidasi. Pembahasan lebih lanjut tentang Etherchannel dapat anda pelajari lebih lanjut, pada tautan ini: http://www.cisco.com/en/US/tech/tk389/tk213/tsd_technology_support_protocol_home.html.

Dalam gambar 2, PC1 dan PC3 memerlukan jumlah bandwidth yang besar karena mereka akan digunakan untuk mengembangkan simulasi jaringan yang membutuhkan performance yang tinggi. Seorang Administrator jaringan telah menetapkan dan menganalisa bahwa lapisan akses pada switch S1, S3, dan S5 memerlukan peningkatan bandwidth. Sesuai dengan konsep model hierarki, maka perangkat switch pada lapisan akses terhubung ke switch pada lapisan distribusi yaitu switch D1, D2, dan D4.

Switch pada lapisan distribusi tersebut menghubungkan ke lapisan inti yaitu kepada switch C1 dan C2. Dengan cara tersebut, peningkatan bandwidth disediakan khusus untuk bagian tertentu pada jaringan. Perhatikan bahwa dalam gambar ini, link agregat ditunjukkan oleh dua garis putus-putus dengan garis oval yang menggabungkan beberapa link tersebut secara bersama-sama.

2

Gambar 2 : Bandwidth Aggegation

 


3. Redundansi (Redundant)

Redundansi adalah salah satu bagian dari konsep model hierarki dengan menciptakan layanan jaringan yang selalu tersedia (highly available network). Konsep redundansi sebetulnya dapat diberikan dalam beberapa cara. Sebagai contoh, seorang Administrator jaringan dapat melakukan double up koneksi (link) jaringan di antara perangkat-perangkat pada lapisan, atau Anda dapat juga dengan cara menggandakan perangkat itu sendiri.

Dalam gambar 3, link yang berlebihan ditampilkan pada layer distribusi dan lapisan inti. Di layer distribusi, ada dua switch layer distribusi minimal yang diperlukan untuk mendukung redundansi pada lapisan ini. Switch lapisan akses, S1, S3, S4, dan S6, adalah switch yang langsung terhubung ke switch layer distribusi. Hal ini kemudian dapat melindungi jaringan jika salah satu switch distribusi gagal atau mengalami kerusakan. Dalam kasus kegagalan, switch pada lapisan akses menyesuaikan jalur transmisi dan kemudian menggantikan lalu lintas melalui switch pada lapisan distribusi lainnya.

3

Gambar 3 : Redundant

 

Beberapa skenario kegagalan jaringan yang sering terjadi sangatlah tidak bisa dicegah, misalnya, jika listrik padam di seluruh kota, atau seluruh bangunan dibongkar karena gempa bumi atau karena faktor bencana alam.

Untuk pengenalan yang lebih baik mengenai desain jaringan, Anda dapat menggunakan  buku  yang tersedia dari Ciscopress.com dengan judul: “Top-Down Network Design, by Priscilla Oppenheimer (2004)“.

 

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>