Ada banyak manfaat yang terkait dengan konsep desain jaringan hierarki, seperti yang diuraikan pada bagian I, bahwa jaringan yang menggunakan konsep hierarki banyak memiliki dukungan untuk pengembangan skalabilitas jaringan dengan lebih mudah dan penanganan troubleshooting dengan lebih cepat, karena seorang administrator jaringan dituntut waktu yang cepat untuk dapat memulihkan jaringan, ketika terjadi kegagalan pada perangkat atau media jaringan.

2
Adapun beberapa manfaat jaringan dengan menggunakan konsep desain hierarki adalah:

1. Skalabilitas

Jaringan hierarki memiliki karakteristik dalam pengembangan skala yang sangat baik. Modularitas desain hierarki memungkinkan untuk melakukan duplikasi elemen-elemen pada jaringan seiring bertumbuhnya jaringan. Karena setiap contoh modul memiliki konsistensi, maka perluasan menjadi lebih mudah untuk direncanakan dan di implementasikan. Misalnya, jika model desain Anda terdiri dari dua switch pada lapisan distribusi untuk setiap 10 switch pada lapisan akses, maka Anda dapat terus fokus menambahkan lapisan akses tanpa Anda perlu menambahkan tambahan switch pada layer distribusi ke dalam topologi jaringan. Juga, ketika Anda menambahkan switch pada layer distribusi maka Anda secara konsisten dapat menambahkan tambahan switchpada lapisan inti untuk menangani beban tambahan pada lapisan inti tersebut.

2. Redundansi

Sebagai jaringan yang terus tumbuh, maka ketersediaan (availability) menjadi sangatlah penting. Anda dapat secara mudah meningkatkan ketersediaan dengan jaringan hirarkis. Switch pada lapisan akses terhubung ke dua switch pada layer distribusi yang berbeda untuk menciptakan redundansi pada jaringan. Jika salah satu dari switch pada lapisan distribusi mengalami kegagalan (mati), maka switch pada lapisan akses dapat mengalihkan koneksi ke switch pada layer distribusi lainnya. Biasanya, perangkat akhir (end devices), seperti PC, printer, dan telepon IP, tidak memiliki kemampuan untuk terhubung ke beberapa lapisan akses switch untuk melakukan redundansi. Jika switch pada lapisan akses gagal, maka hanya perangkat yang terhubung ke switch tersebut lah yang akan terpengaruh. Sisa jaringan akan terus berfungsi dan tidak akan terpengaruh.


3. Kinerja (Performance)

Kinerja komunikasi dapat ditingkatkan dengan menghindari transmisi data melalui switch yang memiliki kinerja rendah. Data dikirim melalui link port switch dari lapisan akses ke layer distribusi dengan melakukan aggregasi pada jaringan. Layer distribusi kemudian menggunakan kinerja yang lebih tinggi untuk meneruskan lalu lintas sampai ke inti, di mana ia diarahkan ke tujuan akhir. Karena lapisan inti dan lapisan distribusi melakukan operasinya pada kecepatan yang sangat tinggi, maka diperlukan pula bandwidth jaringan yang tinggi.

4. Keamanan

Keamanan dapat ditingkatkan dan dapat lebih mudah untuk dikelola. Switch pad lapisan akses dapat dikonfigurasi dengan berbagai pilihan keamanan yang menyediakan kontrol atas perangkat yang diizinkan untuk terhubung ke jaringan. Sebagai contoh, jika seorang administrator jaringan ingin membatasi penggunaan HTTP untuk sebuah komunitas pengguna tertentu terhubung pada lapisan akses, maka kita bisa menerapkan kebijakan yang menghalangi HTTP di layer distribusi. Membatasi lalu lintas berdasarkan protokol lapisan yang lebih tinggi, seperti IP dan HTTP, mengharuskan switch dapat memproses kebijakan-kebijakan pada lapisan distribusi tersebut.

5. Pengaturan dan Pengelolaan

Pengelolaan relatif sederhana pada jaringan dengan konsep hierarki. Setiap lapisan dari desain heirarki melakukan fungsi tertentu yang konsisten di seluruh lapisan itu. Oleh karena itu, jika kita perlu untuk mengubah fungsi switch pada lapisan akses, maka kita bisa mengulangi nya dengan mudah karena perubahan di suatu lapisan akses yang aktif dalam jaringan memungkinkan perubahan fungsi yang sama pada setiap lapisan tersebut.Konsistensi antara switch di setiap lapisan memungkinkan untuk pemulihan yang cepat dan pemecahan masalah yang dapat dengan mudah disederhanakan.

6. Perawatan (Maintainability)

Dikarenakan karakteristik jaringan hirarki yang modular dan dapat dikembangkan dengan sangat mudah, maka begitupun juga dalam melakukan perawatan. Dalam model desain jaringan dengan konsep hierarki, fungsi switch dapat didefinisikan dengan mudah pada setiap lapisan, membuat pemilihan dan menghubungkan ke switch yang sesuai dengan fungsi dapat lebih mudah. Dalam model hierarki, fungsi switch berbeda pada setiap lapisan. dan kita pun dapat menentukan cost (biaya) yang tepat sesuai dengan kebutuhan perangkat pada setiap lapisan. 

--cont
Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>